Bisnis.com, JAKARTA - Emiten ritel PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) atau MR DIY baru-baru ini meresmikan toko ke 1.200 milik perseroan. Langkah MDIY dinilai strategis untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Catherine, analis MNC Sekuritas mengatakan MDIY memiliki strategi yang tepat dalam merespons dinamika dan persaingan industri dengan ekspansi ke luar Jawa. Dia menjelaskan bahwa Jawa memang memiliki kue ekonomi yang besar tetapi persaingan sudah relatif jenuh.
Area luar Jawa, lanjutnya, memberikan peluang pertumbuhan yang lebih tinggi dan belum terlalu jenuh untuk peritel yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, aksesoris dan elektronik seperti MDIY.
“Strategi MDIY fokus ke area dengan potensi pertumbuhan tinggi sambil tetap menawarkan produk yang sangat affordable. Ini menjadi fondasi penting bagi growth story yang solid dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (16/12/2025).
Sebelumnya, MDIY telah meresmikan toko terbaru di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ekspansi toko MDIY itu diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan pendapatan dan mempertahankan marjin bisnis yang solid.
Dalam keterangan resminya, MDIY menjelaskan toko ke-1.200 dibuka di Sumbawa yang menjadi simbol untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan rumah tangga yang hemat, lengkap, dan dekat serta ikut mendorong pemerataan modernisasi ritel di seluruh Nusantara.
Direktur Utama MDIY Edwin Cheah menyampaikan bahwa toko ke-1.200 di Sumbawa menandai perjalanan penting bagi MR DIY Indonesia dan bagi Indonesia.
Dia mengatakan pertumbuhan ritel kini tidak lagi terkonsentrasi hanya di kota-kota besar, karena pusat-pusat ekonomi di berbagai daerah terus berkembang.
"Kami hadir untuk memperkuat ekosistem tersebut dengan menyediakan akses belanja yang lebih merata. Misi kami adalah menjadi bagian dari kemajuan daerah, mendukung aktivitas ekonomi lokal, dan menyediakan nilai terbaik bagi keluarga Indonesia di mana pun mereka berada” kata Edwin.
Dengan pencapaian tersebut, kini toko-toko MDIY telah tersebar dan beroperasi di 422 dari 516 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Adapun, sampai akhir September 2025, MDIY memiliki sebanyak 1.154 toko. Dengan kata lain, dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan terdapat 46 pembukaan toko baru.
Sebagai informasi, MDIY menjadi emiten ritel dengan ekspansi tercepat di industri. MDIY resmi membuka 400 toko pertama dalam kurun waktu lima tahun yakni dari 2017-2022. Kemudian 800 toko baru berikutnya dibuka hanya dalam kurun waktu 3 tahun dari 2023-2025.
Catherine menambahkan jika melihat perkembangan terbaru, progres ekspansi gerai MDIY sudah on-track untuk mencapai target akhir tahun.
"Dengan momentum yang ada, pencapaian lebih dari 1.200 toko merupakan target yang sangat feasible,” tambahnya.
Pembukaan toko baru di tahun 2025 disebut bakal meningkatkan pendapatan MDIY. Jika berkaca pada kinerja sembilan bulan, MDIY telah membukukan pendapatan sebesar Rp5,77 triliun atau tumbuh 17,3% secara year on year (YoY).
Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah toko dan peningkatan jumlah transaksi. Total transaksi di toko MDIY secara nasional tembus 73 juta dari Januari-September 2025 atau naik 12,4% yoy.
Kemudian dari sisi profitabilitas, MDIY mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi atau EBITDA sebesar Rp1,87 triliun. Capaian ini menggambarkan peningkatan sebesar 15,7% YoY. Marjin EBITDA pun tetap solid di kisaran 32%.
“Hal lain yang juga menarik dari MDIY adalah, ketika ekspansif buka 239 toko di tahun 2025, top line memang tumbuh tetapi dilusi marjin minimal dan tetap solid dengan EBITDA marjin tetap di 32-33%. Ini artinya ekspansi tidak mengorbankan profitabilitas” terang Catherine.
Dia menambahkan dengan arus kas yang solid, neraca yang kuat dan rasio utang yang rendah, prospek pertumbuhan double digit MDIY masih dapat dipertahankan setidaknya untuk jangka menengah jika setiap tahun emiten ritel tersebut konsisten membuka setidaknya 200 toko baru.
----------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.