PT Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) mempercepat ekspansi ke kota tier 2 dan 3 di luar Jawa untuk menyambut Imlek dan Ramadan 2026, dengan fokus pada inovasi produk dan layanan. [630] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) terus melanjutkan ekspansi bisnis tahun ini dengan lebih berhati-hati, seiring dinamika ekonomi dan persaingan usaha. Adapun, perseroan memproyeksikan kedekatan waktu antara perayaan Imlek serta Ramadan Lebaran menjadi katalis penting bagi kinerja perseroan pada kuartal I/2026.
Strategic Marketing Services Director Kawan Lama Group (KLG), Adeline Ausy Setiawan menegaskan bahwa secara grup perusahaan akan tetap melanjutkan ekspansi bisnis pada 2026. Namun, langkah ekspansi tersebut dilakukan dengan lebih hati-hati, seiring dinamika ekonomi dan persaingan usaha yang terus berkembang.
Pada 2026, KLG akan memfokuskan ekspansi ke kota-kota tier 2 dan tier 3, sekaligus memperkuat kehadiran di luar Pulau Jawa. Menurut Ausy, pasar di Jawa sudah cukup matang, sementara pertumbuhan konsumen dan ekonomi di daerah lain menunjukkan potensi yang menjanjikan.
“Masih ada kota-kota lapis 2 dan lapis 3 yang akan kami masuki, tetapi dengan seleksi yang lebih ketat," katanya.
Menurutnya di Jawa, kehadiran mereknya sudah cukup luas dan tetap akan diperkuat sedangkan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa cukup baik, seperti di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.
Ausy juga menyoroti ketatnya persaingan di industri ritel. Menurutnya, ritel tetap menjadi sektor yang menarik, tercermin dari maraknya pembukaan toko dan ekspansi merek baru, baik dari pelaku lokal maupun global.
“Persaingan di industri ritel semakin kompetitif. Karena itu, kami harus siap dengan fokus yang kuat pada pelanggan, serta terus menghadirkan inovasi dalam produk dan layanan,” tambahnya.
Sementara itu, pada segmen consumer retail, KLG tengah bersiap menyambut periode Ramadan dan Idulfitri yang biasanya menjadi puncak penjualan. Perusahaan telah menyiapkan berbagai program promosi, kampanye pemasaran, serta melengkapi produk-produk kebutuhan dapur dan parsel.
“Setiap tahun, Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi industri ritel. Kami menyambut periode ini secara positif dan ingin memanfaatkannya untuk mengoptimalkan penjualan,” katanya.
Head of Corporate Communication & Sustainability ACES Melinda Pudjo menambahkan periode Ramadan dan Lebaran secara historis selalu menjadi penopang utama kinerja perseroan. Terutama untuk kebutuhan rumah tangga yang relevan dengan perayaan momen-momen tersebut.
“Kontribusi dari dua periode yang berdekatan tersebut diproyeksikan dapat memberikan dorongan yang lebih baik terhadap kinerja Perusahaan, sehingga secara kumulatif diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja kuartal I/2026,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Pengunjung melihat produk di gerai Azko di Kabupaten Bogor, Senin (16/6/2025). Bisnis/Abdurachman
Dengan jarak waktu yang relatif berdekatan dengan Imlek, Melinda menyebut belanja masyarakat diperkirakan berlangsung lebih panjang dan merata, terutama untuk produk-produk yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga dan perayaan.
Sejumlah kategori produk diproyeksikan mencatat peningkatan permintaan. Peralatan masak dan perlengkapan dapur, termasuk dan stoples penyimpanan makanan, berpeluang tumbuh seiring meningkatnya aktivitas memasak di rumah selama Ramadan hingga Lebaran.
Selain itu, produk smart home juga diperkirakan mencatat pertumbuhan, terutama perangkat keamanan rumah seperti CCTV indoor dan kitchenwareoutdoor, sejalan dengan tradisi mudik masyarakat.
Di sisi lain, koleksi parsel tetap menjadi salah satu kontributor utama penjualan, mengikuti tradisi berbagi dan silaturahmi selama Idulfitri.
Untuk memaksimalkan momentum tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah inisiatif strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di tiap periode.
Menyambut Imlek, pihaknya menghadirkan dekorasi tematik di gerai untuk memperkuat atmosfer belanja. Strategi tersebut didukung dengan omnichannel agar dapat menangkap peluang belanja musiman secara optimal, sekaligus memperkuat kinerja penjualan dan profitabilitas pada kuartal I/2026.
Peritel dengan merek Azko tersebut tercatat merealisasikan pembukaan 27 toko baru sepanjang tahun 2025, melampaui target ekspansi perusahaan yang sebelumnya menargetkan pembukaan lebih dari 25 gerai baru. Perseroan mengeklaim mampu menjangkau 15 wilayah baru di lapis kedua dan ketiga di Indonesia yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.
Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnis, di antaranya ke Abepura, Sorong, Indramayu, Palu, Kolaka, Rantau Prapat, Palangka Raya, Tuban, Batulicin, serta sejumlah wilayah lainnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
MR DIY (MDIY) meresmikan toko ke-1.200 di Sumbawa, memperkuat ekspansi ke luar Jawa untuk pertumbuhan berkelanjutan. Target 1.200 toko tercapai, pendapatan naik 17,3% YoY. [618] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten ritel PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) atau MR DIY baru-baru ini meresmikan toko ke 1.200 milik perseroan. Langkah MDIY dinilai strategis untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Catherine, analis MNC Sekuritas mengatakan MDIY memiliki strategi yang tepat dalam merespons dinamika dan persaingan industri dengan ekspansi ke luar Jawa. Dia menjelaskan bahwa Jawa memang memiliki kue ekonomi yang besar tetapi persaingan sudah relatif jenuh.
Area luar Jawa, lanjutnya, memberikan peluang pertumbuhan yang lebih tinggi dan belum terlalu jenuh untuk peritel yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, aksesoris dan elektronik seperti MDIY.
“Strategi MDIY fokus ke area dengan potensi pertumbuhan tinggi sambil tetap menawarkan produk yang sangat affordable. Ini menjadi fondasi penting bagi growth story yang solid dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (16/12/2025).
Sebelumnya, MDIY telah meresmikan toko terbaru di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ekspansi toko MDIY itu diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan pendapatan dan mempertahankan marjin bisnis yang solid.
Dalam keterangan resminya, MDIY menjelaskan toko ke-1.200 dibuka di Sumbawa yang menjadi simbol untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan rumah tangga yang hemat, lengkap, dan dekat serta ikut mendorong pemerataan modernisasi ritel di seluruh Nusantara.
Direktur Utama MDIY Edwin Cheah menyampaikan bahwa toko ke-1.200 di Sumbawa menandai perjalanan penting bagi MR DIY Indonesia dan bagi Indonesia.
Dia mengatakan pertumbuhan ritel kini tidak lagi terkonsentrasi hanya di kota-kota besar, karena pusat-pusat ekonomi di berbagai daerah terus berkembang.
"Kami hadir untuk memperkuat ekosistem tersebut dengan menyediakan akses belanja yang lebih merata. Misi kami adalah menjadi bagian dari kemajuan daerah, mendukung aktivitas ekonomi lokal, dan menyediakan nilai terbaik bagi keluarga Indonesia di mana pun mereka berada” kata Edwin.
Dengan pencapaian tersebut, kini toko-toko MDIY telah tersebar dan beroperasi di 422 dari 516 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Adapun, sampai akhir September 2025, MDIY memiliki sebanyak 1.154 toko. Dengan kata lain, dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan terdapat 46 pembukaan toko baru.
Sebagai informasi, MDIY menjadi emiten ritel dengan ekspansi tercepat di industri. MDIY resmi membuka 400 toko pertama dalam kurun waktu lima tahun yakni dari 2017-2022. Kemudian 800 toko baru berikutnya dibuka hanya dalam kurun waktu 3 tahun dari 2023-2025.
Catherine menambahkan jika melihat perkembangan terbaru, progres ekspansi gerai MDIY sudah on-track untuk mencapai target akhir tahun.
"Dengan momentum yang ada, pencapaian lebih dari 1.200 toko merupakan target yang sangat feasible,” tambahnya.
Pembukaan toko baru di tahun 2025 disebut bakal meningkatkan pendapatan MDIY. Jika berkaca pada kinerja sembilan bulan, MDIY telah membukukan pendapatan sebesar Rp5,77 triliun atau tumbuh 17,3% secara year on year (YoY).
Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah toko dan peningkatan jumlah transaksi. Total transaksi di toko MDIY secara nasional tembus 73 juta dari Januari-September 2025 atau naik 12,4% yoy.
Kemudian dari sisi profitabilitas, MDIY mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi atau EBITDA sebesar Rp1,87 triliun. Capaian ini menggambarkan peningkatan sebesar 15,7% YoY. Marjin EBITDA pun tetap solid di kisaran 32%.
“Hal lain yang juga menarik dari MDIY adalah, ketika ekspansif buka 239 toko di tahun 2025, top line memang tumbuh tetapi dilusi marjin minimal dan tetap solid dengan EBITDA marjin tetap di 32-33%. Ini artinya ekspansi tidak mengorbankan profitabilitas” terang Catherine.
Dia menambahkan dengan arus kas yang solid, neraca yang kuat dan rasio utang yang rendah, prospek pertumbuhan double digit MDIY masih dapat dipertahankan setidaknya untuk jangka menengah jika setiap tahun emiten ritel tersebut konsisten membuka setidaknya 200 toko baru.
----------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.