#30 tag 24jam
Tata Kelola Nikel Morowali Krusial demi Daya Saing Hilirisasi
Penguatan tata kelola industri nikel Morowali dinilai krusial agar hilirisasi tetap kompetitif dan berkelanjutan. [491] url asal
#jakarta #nikel #hilirisasi-nikel
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:31
v/141040/
JAKARTA, KOMPAS.com — Penguatan tata kelola industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai menjadi kunci menjaga daya saing program hilirisasi nasional di tengah meningkatnya peran Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis global.
Anggota Komisi XII DPR RI, Beniyanto Tamoreka, menegaskan kawasan industri nikel di Morowali kini telah berkembang menjadi salah satu pusat pengolahan nikel terbesar di dunia.
“Morowali telah berkembang menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di dunia. Karena itu, negara perlu memastikan bahwa ekosistem industri yang terbentuk tetap terbuka, kompetitif, dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian nasional maupun daerah,” ujarnya, melalui keterangan pers, Kamis (19/2/2026).
Menurut Beniyanto, hilirisasi nikel merupakan bagian penting dari strategi besar transformasi ekonomi sekaligus transisi energi nasional. Namun, percepatan pembangunan smelter dan ekosistem industri dinilai perlu diiringi dengan prinsip tata kelola yang transparan serta kepastian regulasi bagi seluruh pelaku usaha.
Ia menilai penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pengawasan terhadap struktur industri, serta peningkatan standar keberlanjutan menjadi faktor penting agar hilirisasi tidak hanya berorientasi pada volume produksi.
Daya Saing di Tengah Persaingan Global
Dalam konteks tersebut, DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan kebijakan hilirisasi berjalan seimbang antara pertumbuhan industri, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Beniyanto juga mengingatkan bahwa posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok mineral kritis global harus diiringi dengan strategi nasional yang kuat.
Menurutnya, penguatan tata kelola di kawasan industri nikel bukan hanya isu daerah, tetapi bagian dari upaya menjaga daya saing Indonesia di tengah dinamika geopolitik energi serta persaingan global sektor baterai dan kendaraan listrik.
Komisi XII DPR RI, lanjutnya, mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga stabilitas iklim investasi sekaligus memastikan hilirisasi nikel berjalan secara adil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.
Investasi Hilirisasi Tembus Rp 152,7 Triliun, Nikel Dominan
Realisasi investasi di sektor hilirisasi pada kuartal IV 2025 tercatat mencapai Rp 152,7 triliun atau meningkat 13,2 persen dibandingkan tahun 2024.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa sektor mineral menjadi kontributor terbesar dalam capaian tersebut dengan nilai investasi mencapai Rp 81,6 triliun.
"Kalau dulu saya masih ingat realisasi investasi dari hilirisasi itu 28 persen, sudah di level kemarin 30 persen. Jadi memang ini terus meningkat," ujarnya saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dari total investasi sektor hilirisasi tersebut, komoditas nikel tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp 49,2 triliun.
Kontribusi selanjutnya berasal dari bauksit sebesar Rp 9,9 triliun dan besi baja Rp 8,2 triliun. Selain itu, investasi pada komoditas timah mencapai Rp 6,3 triliun dan tembaga sebesar Rp 4,6 triliun.
Sementara itu, realisasi investasi pada komoditas lainnya seperti pasir silika, emas, batu bara, perak, kobalt, mangan, batu bara, dan aspal beton tercatat sebesar Rp 3,4 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Sumber Stres Finansial Gen Z dan Milenial
Generasi milenial dan Gen Z diproyeksikan akan mendominasi 74 persen tenaga kerja global pada 2030. [980] url asal
#tenaga-kerja #milenial #gen-z #side-hustle
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:28
v/141039/
JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi milenial dan Gen Z diproyeksikan akan mendominasi 74 persen tenaga kerja global pada 2030.
Namun, di balik dominasi tersebut, muncul satu benang merah yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, yaitu kekhawatiran finansial yang semakin menguat.
Survei Deloitte Global 2025 Gen Z and Millennial Survey yang melibatkan 23.482 responden dari 44 negara menunjukkan, biaya hidup kembali menjadi kekhawatiran utama bagi kedua generasi ini untuk tahun keempat berturut-turut.
FREEPIK IlustrasiPada 2025, 39 persen Gen Z dan 42 persen milenial menempatkan cost of living alias biaya hidup sebagai isu paling mengkhawatirkan, melampaui isu lingkungan, kesehatan mental, hingga stabilitas politik.
Lebih jauh, hampir separuh responden mengaku tidak merasa aman secara finansial.
Sebanyak 48 persen Gen Z dan 46 persen milenial menyatakan mereka tidak merasa aman secara finansial, meningkat signifikan dibandingkan 2024, ketika angkanya masing-masing 30 persen dan 32 persen.
Hidup dari gaji ke gaji
Tekanan finansial itu tercermin dalam keseharian.
Lebih dari separuh responden atau 52 persen Gen Z dan 52 persen milenial, mengaku hidup dari gaji ke gaji (living paycheck to paycheck).
Sementara itu, 37 persen Gen Z dan 35 persen milenial mengatakan mereka kesulitan membayar kebutuhan hidup setiap bulan.
Sekitar 41 persen Gen Z dan 44 persen milenial juga khawatir tidak akan mampu pensiun dengan nyaman secara finansial.
PEXELS/VISUALTAG MX Ilustrasi pegawai, bekerja di kantor.Kekhawatiran itu berdampak langsung pada tingkat kebahagiaan. Hanya 36 persen Gen Z dan 39 persen milenial yang memiliki kekhawatiran biaya hidup mengaku merasa bahagia dalam setahun terakhir.
Korelasi antara rasa aman finansial dan kebahagiaan juga terlihat jelas. Enam dari 10 Gen Z (60 persen) yang merasa aman secara finansial menyatakan diri mereka bahagia, dibandingkan hanya 28 persen dari mereka yang merasa tidak aman.
Di generasi milenial, 68 persen yang merasa aman secara finansial mengaku bahagia, dibandingkan 31 persen dari yang tidak merasa aman.
Tekanan finansial juga menjadi sumber stres utama.
Lebih dari delapan dari 10 responden menyebut masa depan keuangan jangka panjang dan kondisi keuangan sehari-hari sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kecemasan atau stres mereka.
Side hustle sebagai strategi bertahan
Dalam konteks tekanan biaya hidup tersebut, fenomena pekerjaan sampingan (side job atau side hustle) menjadi semakin relevan.
Survei Deloitte mencatat sekitar sepertiga Gen Z dan milenial memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama mereka.
Alasan utamanya bersifat finansial: 37 persen Gen Z dan 41 persen milenial menyebut kebutuhan akan sumber pendapatan tambahan sebagai alasan utama.
Namun motivasinya tidak semata soal uang. Sekitar 30 persen dari kedua generasi menyatakan pekerjaan sampingan membantu mereka mengembangkan keterampilan dan relasi penting.
PEXELS/PAVEL DANILYUK Ilustrasi bekerja.Sebanyak 28 persen Gen Z dan 30 persen milenial menyebutnya sebagai hobi, dan 25 persen mengatakan pekerjaan sampingan memungkinkan mereka memberi dampak positif bagi komunitas atau masyarakat.
Temuan Deloitte mengenai fenomena side hustle juga menunjukkan tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi mendorong pekerja muda mencari diversifikasi pendapatan.
Di satu sisi, pekerjaan sampingan menjadi bantalan finansial.
Di sisi lain, pekerjaan sampingan juga menjadi ruang eksplorasi identitas dan pengembangan diri, terutama ketika pekerjaan utama belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan finansial maupun makna personal.
Money, meaning,danwell-being
Survei Deloitte merangkum dinamika ini dalam satu kerangka, yakni kebahagiaan pekerja muda bertumpu pada tiga pilar: money, meaning, dan well-being alias uang, makna, dan kesejahteraan.
Ketiganya saling terkait. Tanpa rasa aman finansial, responden cenderung memiliki tingkat kesejahteraan mental yang lebih rendah dan lebih sulit menemukan makna dalam pekerjaan.
Sebanyak 62 persen Gen Z dan 68 persen milenial yang puas dengan gaji dan tunjangan melaporkan kondisi mental yang baik. Sebaliknya, hanya 39 persen Gen Z dan 44 persen milenial yang tidak puas dengan gaji dan tunjangan yang melaporkan kondisi mental baik.
Kepuasan terhadap kompensasi juga berhubungan dengan persepsi makna. Sebanyak 63 persen Gen Z dan 69 persen milenial yang puas dengan gaji percaya pekerjaan mereka memungkinkan kontribusi bermakna bagi masyarakat.
Angka ini turun menjadi 43 persen dan 44 persen pada kelompok yang tidak puas dengan kompensasi.
Ketidakamanan finansial dan mobilitas karier
iStock Ilustrasi Gen ZKekhawatiran finansial juga tercermin dalam mobilitas karier yang tinggi. Hampir sepertiga Gen Z (31 persen) berencana berpindah perusahaan dalam dua tahun ke depan, sementara 17 persen milenial menyatakan hal serupa.
Alasan perubahan karier mencerminkan kombinasi faktor finansial dan keseimbangan hidup. Sebanyak 26 persen Gen Z dan 29 persen milenial menyebut kompensasi yang lebih baik sebagai alasan utama berpindah jalur karier.
Sementara itu, 28 persen Gen Z dan 26 persen milenial menginginkan work-life balance yang lebih baik.
Namun, survei tersebut juga menunjukkan fenomena yang disebut sebagai phantom wealth. Meski data makro di sejumlah negara menunjukkan akumulasi kekayaan meningkat, banyak responden tetap merasa tidak kaya.
Bahkan di antara mereka yang merasa aman secara finansial, hampir sepertiga masih menempatkan biaya hidup sebagai kekhawatiran utama.
Hal ini menunjukkan jarak antara indikator kekayaan berbasis aset dan persepsi keseharian terhadap tekanan biaya hidup.
Dampak terhadap kesehatan mental
Tekanan finansial berdampak langsung terhadap kesehatan mental. Hanya 52 persen Gen Z dan 58 persen milenial yang menilai kesejahteraan mental mereka baik atau sangat baik.
Sebanyak 40 persen Gen Z dan 34 persen milenial mengaku merasa stres atau cemas sepanjang atau hampir sepanjang waktu.
Selain masa depan finansial dan kondisi keuangan harian, pekerjaan juga menjadi sumber stres signifikan bagi 35 persen Gen Z dan 33 persen milenial.
Hubungan antara kesejahteraan mental dan kebahagiaan juga konsisten. Di antara mereka yang menilai kesejahteraan mentalnya baik, 62 persen Gen Z dan 67 persen milenial mengaku bahagia.
Pada kelompok dengan kesejahteraan mental buruk, angkanya turun menjadi 19 persen dan 20 persen.
Data Deloitte menunjukkan, kekhawatiran finansial bukan sekadar isu ekonomi, melainkan faktor yang memengaruhi kebahagiaan, makna kerja, hingga kesehatan mental generasi pekerja muda.
Dalam situasi di mana lebih dari separuh hidup dari gaji ke gaji dan sepertiga mencari penghasilan tambahan melalui side hustle, stabilitas finansial menjadi fondasi yang menentukan bagaimana mereka memandang pekerjaan, masa depan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
RI Kejar Ekspor Patin ke Arab Saudi, Sasar Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah
Pemerintah membidik pasar Arab Saudi untuk komoditas ikan patin. Target ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. [416] url asal
#arab-saudi #ikan-patin #jemaah-haji #ekspor-ikan
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:22
v/141038/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah membidik pasar Arab Saudi untuk komoditas ikan patin. Target ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah bernegosiasi dengan otoritas keamanan pangan Arab Saudi, yaitu Saudi Food and Drug Authority (SFDA), agar produk ikan budidaya asal Indonesia dapat masuk ke kawasan tersebut.
Proses tersebut merupakan tahapan administratif dan teknis yang harus dilalui sebelum produk pangan diizinkan beredar di Arab Saudi.
“Kita saat ini sedang bernegosiasi dengan teman-teman dari Saudi Arabia, SFDA Saudi Arabia, untuk bisa memasukkan ikan produk budidaya. Memang kita belum mendapatkan approval, namun demikian ini sudah di dalam proses,” ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP, Ishartini, saat konferensi pers, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Saat ini proses koordinasi tidak lagi bersifat informal, tetapi sudah berada pada jalur resmi antar kedua otoritas. Indonesia pada dasarnya tinggal menunggu keputusan atau persetujuan dari pihak Arab Saudi setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan dibahas.
KKP berharap keberadaan tim terpadu yang menangani ekosistem haji dan umrah dapat mempercepat proses tersebut, sehingga produk ikan budidaya Indonesia dapat segera menembus pasar Arab Saudi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah.
Untuk diketahui Indonesia sebelumnya sudah mengekspor ikan patin ke Arab Saudi, sebelum pandemi Covid-19. Pada 2019 lalu, sekitar 300 ton patin dikirim untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji, dalam bentuk produk olahan seperti fillet dan potongan siap masak (cut portion).
“Kita itu pernah ekspor patin ke Arab Saudi tahun 2019. Sebelum Covid-19, kita itu pernah ekspor. Untuk haji, itu sekitar hampir 300 ton. Kita ekspor patin dalam bentuk fillet dan cut portion,” ucap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Mahmud.
Setelah pandemi menghentikan aktivitas ekspor tersebut, pemerintah kini berupaya mengawal agar pengiriman patin bisa kembali dilakukan.
Ia menilai tidak hanya untuk komoditas karbohidrat seperti beras yang sudah lebih dulu diekspor, tetapi juga untuk sumber protein. Harapannya, kebutuhan konsumsi jemaah di Arab Saudi dapat semakin dipenuhi oleh produk dalam negeri, sekaligus membuka kembali peluang pasar bagi perikanan budidaya nasional.
“Kita akan mengawal lagi untuk bisa ekspor lagi. Karena untuk komoditas lain, seperti beras kita sudah ekspor, dan nanti proteinnya juga dari Indonesia. Jadi, mudah-mudahan ini bisa segera terwujud untuk bisa ekspor kembali untuk tujuan Arab Saudi untuk kebutuhan haji dan umrah,” lanjut Mahmud.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
IHSG Ditutup Melemah 0,44 Persen ke Level 8.274
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026). IHSG turun 36,15 poin atau 0,44 persen ke level 8.274,08. [474] url asal
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:22
v/141037/
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026). IHSG turun 36,15 poin atau 0,44 persen ke level 8.274,08.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka di level 8.357,44, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 8.310,23. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di 8.251,81 dan level tertinggi di 8.376,20.
Total volume transaksi tercatat mencapai 49,39 miliar saham dengan nilai Rp 26,05 triliun dan frekuensi 3,233 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 14.969 triliun. Mayoritas saham terkoreksi dengan 384 saham turun, 341 naik, dan 233 stagnan.
Sejumlah indeks utama juga mencatat pergerakan variatif. Indeks LQ45 turun 4,25 poin atau 0,51 persen ke 834,28. Indeks KOMPAS100 melemah 5,92 poin atau 0,51 persen ke 1.163,43, sedangkan IDX30 turun 1,49 poin atau 0,34 persen ke 436,54.
Sementara itu, indeks berbasis syariah menguat. Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,71 poin atau 0,30 persen ke 565,67, dan JII70 menguat 0,95 poin atau 0,45 persen ke 210,87. Adapun ISSI turun tipis 0,45 poin atau 0,15 persen ke 296,28.
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Jumat (13/2/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.30 WIB, IHSG melemah 43,32 poin atau 0,52 persen ke level 8.222,03.Sektor Bahan Baku dan Transportasi Menguat
Secara sektoral, penguatan dipimpin sektor bahan baku dan transportasi. Sektor bahan baku (IDXBASIC) melonjak 66,39 poin atau 2,85 persen ke 2.393,88.
Sektor transportasi (IDXTRANS) naik 42,09 poin atau 1,92 persen ke 2.238,94, diikuti sektor energi (IDXENERGY) yang menguat 35,20 poin atau 0,82 persen ke 4.341,16.
Sektor barang konsumer siklikal (IDXCYCLIC) naik 6,87 poin atau 0,57 persen ke 1.207,25, dan sektor konsumer non-siklikal (IDXNONCYC) menguat tipis 0,45 poin atau 0,06 persen ke 808,66.
Di sisi lain, tekanan terlihat pada sektor teknologi (IDXTECHNO) yang turun 102,94 poin atau 1,16 persen ke 8.751,74.
Sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 15,19 poin atau 1,03 persen ke 1.456,87, serta sektor properti (IDXPROPERT) turun 7,93 poin atau 0,70 persen ke 1.118,04.
Sektor infrastruktur (IDXINFRA) turun 6,15 poin atau 0,27 persen ke 2.307,06, sektor industri (IDXINDUST) melemah 5,24 poin atau 0,26 persen ke 1.995,65, sementara sektor kesehatan (IDXHEALTH) naik tipis 0,79 poin atau 0,04 persen ke 1.953,65.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Laba Bersih Bank Danamon (BDMN) 2025 Tembus Rp 4 T, Tumbuh 14 Persen
Kinerja Bank Danamon tumbuh 14 persen YoY, didorong oleh peningkatan pendapatan operasional dan pengelolaan biaya yang lebih efisien. [428] url asal
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:20
v/141036/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 4 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Chief Financial Officer Danamon, Theresia Adriana mengatakan bahwa, kinerja ini tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/YoY), didorong oleh peningkatan pendapatan operasional dan pengelolaan biaya yang lebih efisien.
“Danamon mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp4 triliun, tumbuh 14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.,” ujar Theresia dalam paparan kinerja keuangan secara virtual, Kamis (19/2/2026).
Dari sisi laba operasional sebelum pencadangan atau PPOP konsolidasian tercatat sebesar Rp 9,6 triliun, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional yang solid
Theresia menjelaskan, kinerja keuangan konsolidasian tersebut telah memperhitungkan dampak penggabungan usaha antara PT Mandala Multifinance Tbk dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk yang efektif sejak 1 Oktober 2025.
Penggabungan ini turut memengaruhi penyajian ulang laporan keuangan tahun 2024 sebagai periode pembanding.
Dari sisi intermediasi, Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp 212,7 triliun per 31 Desember 2025, meningkat 9 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh lini bisnis, termasuk enterprise banking, financial institutions, consumer banking, serta pembiayaan melalui Adira Finance.
Sementara itu Theresia menjelaskan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi, yakni 16 persen secara tahunan menjadi Rp 176,9 triliun. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan simpanan giro dan tabungan (CASA) yang naik 18 persen menjadi Rp 75,2 triliun.
Selain pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba bersih juga didukung oleh perbaikan kualitas kredit. Biaya kredit atau cost of credit tercatat membaik sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) berada di level 7,7 persen.
Kualitas aset Danamon juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang turun menjadi 1,7 persen, lebih baik 20 basis point dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio Loan at Risk (LAR) juga membaik menjadi 8,3 persen, turun 230 basis point secara tahunan.
Selain itu, permodalan dan likuiditas Danamon tetap kuat, dengan rasio kecukupan modal atau KPMM sebesar 25,4 persen, rasio cakupan likuiditas (LCR) sebesar 158,9 persen, serta rasio pendanaan stabil bersih (NSFR) sebesar 117,9 persen.
Apabila mengecualikan dampak penggabungan usaha Mandala Finance dan Adira Finance, Danamon tetap mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 3,9 triliun atau meningkat 21 persen secara tahunan.
Pendapatan operasional konsolidasian tercatat sebesar Rp 19,5 triliun, naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Telah Undervalued, Apa Penyebabnya?
BI nilai rupiah di Rp 16.880 per dollar AS masih undervalued. Tekanan dinilai berasal dari faktor global dan sentimen pasar. [351] url asal
#rupiah #kurs-rupiah #gubernur-bank-indonesia #rupiah-melemah
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:17
v/141035/
JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai nilai tukar rupiah berada di bawah nilai wajarnya jika dibandingkan dengan fundamental ekonomi domestik.
Per 18 Februari 2026, rupiah berada di level Rp 16.880 per dollar AS. Posisi ini melemah 0,56 persen secara point to point dibanding akhir Januari 2026.
"Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia," ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI, Kamis (19/2/2026).
Tekanan terhadap rupiah dinilai lebih dipengaruhi sentimen eksternal. Ketidakpastian pasar keuangan global dan meningkatnya permintaan valuta asing dari korporasi domestik ikut memberi tekanan.
"Faktor-faktor teknikal, faktor-faktor premi risiko yang khususnya terjadi di global, memang kelihatan faktor-faktor ini yang memang menimbulkan tekanan-tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar," ungkapnya.
SHUTTERSTOCK/RODWORKS Ilustrasi rupiah. Apa yang Terjadi jika Rupiah Melemah dan Tembus Rp 17.000? Ini Kata EkonomFundamental ekonomi Indonesia disebut tetap solid. Pertumbuhan ekonomi Kuartal IV 2025 tercatat 5,39 persen. Inflasi berada dalam sasaran 1,5 hingga 2,5 persen.
"Indikator-indikator lain semuanya menunjukkan berbagai faktor-faktor fundamental itu menunjukkan rupiah mestinya akan lebih stabil dan cenderung menguat," ucapnya.
Bank Indonesia meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar. Langkah dilakukan melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward di dalam negeri.
Pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder juga dilakukan untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil. Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia turut dioptimalkan.
"BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak negatif ketidakpastian pasar keuangan global," kata dia.
Bank sentral memproyeksikan rupiah akan stabil dan cenderung menguat. Proyeksi tersebut didukung imbal hasil yang dinilai menarik, inflasi rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi.
"Alhamdulillah selama dua bulan ini investasi portofolio asing terus masuk, sudah ada net flow dan itu akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dengan tetap tentu saja memastikan kecukupan legitimasi di dalam negeri sebagaimana tercermin pada pertumbuhan uang primer yang selalu double digit," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Fenomena Baru di Jepang: Catat Laba, Perusahaan Malah Pangkas Karyawan
Sejumlah perusahaan besar yang mencatat keuntungan justru memangkas tenaga kerja, termasuk melalui program pensiun dini dan pengunduran diri sukarela. [1,199] url asal
#perusahaan-besar #jepang #perusahaan-jepang #pensiun-dini #pensiun #phk
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:08
v/141034/
TOKYO, KOMPAS.com - Di Jepang, pemutusan hubungan kerja (PHK) selama puluhan tahun identik dengan perusahaan yang merugi atau tengah menghadapi krisis. Namun, lanskap tersebut kini berubah.
Sejumlah perusahaan besar yang mencatat keuntungan justru memangkas tenaga kerja, termasuk melalui program pensiun dini dan pengunduran diri sukarela.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran mendasar dalam strategi bisnis perusahaan Jepang, terutama di tengah percepatan inovasi teknologi dan meningkatnya persaingan global.
UNSPLASH/JEZAEL MELGOZA Ilustrasi suasana di kota Tokyo, Jepang.Bukan lagi sekadar langkah darurat untuk menyelamatkan perusahaan dari kerugian, pemangkasan tenaga kerja kini menjadi bagian dari strategi restrukturisasi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.
Perubahan ini juga mengindikasikan pergeseran dalam budaya kerja Jepang, yang selama ini dikenal dengan sistem kerja jangka panjang atau seumur hidup.
Restrukturisasi meski kinerja keuangan kuat
Salah satu contoh terbaru datang dari Mitsubishi Electric Corp.
Dikutip dari Japan Times, Kamis (19/2/2026), perusahaan tersebut menawarkan program pensiun sukarela kepada karyawan berusia 53 tahun ke atas antara Desember 2025 dan Januari 2026.
Kelompok usia tersebut mencakup sekitar seperempat dari total tenaga kerja perusahaan.
Sebanyak 2.378 karyawan mengajukan diri untuk mengikuti program tersebut. Program serupa juga diterapkan di perusahaan-perusahaan afiliasi Mitsubishi Electric di Jepang, dengan total jumlah pelamar diperkirakan mencapai sekitar 4.700 orang di seluruh grup.
PIXABAY/SOFIA TERZONI Ilustrasi pemandangan kota Tokyo, Jepang. Ekonomi Jepang turun 1,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2025. Penurunan ini lebih kecil dari perkiraan, dengan konsumsi pemerintah dan swasta membantu menahan pelemahan.Langkah ini dilakukan bukan karena tekanan finansial. Untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026, Mitsubishi Electric justru memperkirakan akan mencatat laba bersih konsolidasi tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Presiden Mitsubishi Electric Kei Uruma mengatakan perusahaan perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan tantangan bisnis ke depan, terutama terkait transformasi digital.
“Kami harus memanfaatkan personel yang mampu menghadapi tantangan ini,” ujar Uruma.
Dalam jangka panjang, Mitsubishi Electric menghadapi tantangan untuk memperluas layanan digital di luar bisnis perangkat keras tradisionalnya.
Hal ini menuntut perubahan komposisi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan teknologi baru.
Langkah serupa juga dilakukan oleh perusahaan besar Jepang lainnya.
Panasonic Holdings Corp diperkirakan akan mengurangi sekitar 12.000 pekerja secara grup melalui program pensiun dini. Meski demikian, perusahaan tersebut tetap memperkirakan kinerja keuangan yang positif.
Olympus Corp, produsen peralatan medis dan optik, juga berencana memangkas sekitar 2.000 pegawai. Sama seperti Panasonic dan Mitsubishi Electric, Olympus diperkirakan tetap mencatat laba.
Fenomena ini menunjukkan pemangkasan tenaga kerja kini bukan lagi indikator kesulitan keuangan, melainkan bagian dari strategi restrukturisasi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pertumbuhan di masa depan.
Mayoritas perusahaan yang pangkas karyawan justru untung
Data dari Tokyo Shoko Research memperkuat gambaran perubahan tersebut. Menurut lembaga riset itu, sebanyak 43 perusahaan tercatat di Jepang menawarkan program pensiun dini atau pengunduran diri sukarela sepanjang tahun lalu.
SHUTTERSTOCK/polymanu Ilustrasi pensiun. Banyak pensiunan masih mengandalkan sokongan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen merupakan perusahaan yang mencatatkan keuntungan.
Angka ini menunjukkan pemangkasan tenaga kerja kini menjadi alat strategis bagi perusahaan yang sehat secara finansial, bukan lagi sekadar upaya bertahan di tengah kerugian.
Perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan restrukturisasi tenaga kerja untuk memperbaiki komposisi karyawan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Dampak percepatan inovasi teknologi
Percepatan inovasi teknologi, terutama di sektor manufaktur, menjadi salah satu faktor utama di balik tren ini.
Koji Hayashi, principal di divisi riset dan konsultasi Japan Research Institute, mengatakan perubahan teknologi memaksa perusahaan untuk menyesuaikan struktur tenaga kerja dengan cepat.
“Inovasi teknologi berlangsung cepat di sektor manufaktur,” ujar Hayashi.
“Jika perusahaan tidak mengganti pekerja lama dengan pekerja baru secara cepat, mereka akan menghadapi masalah," imbuhnya.
Perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan baru, terutama di bidang digital, otomatisasi, dan teknologi canggih lainnya.
Dalam banyak kasus, hal ini berarti mengganti sebagian tenaga kerja lama dengan tenaga kerja baru yang memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Hayashi memperkirakan tren pemangkasan tenaga kerja oleh perusahaan yang mencatat laba akan terus berlanjut.
UNSPLASH/JEZAEL MELGOZA Ilustrasi suasana di kota Tokyo, Jepang.Hal ini mencerminkan perubahan struktural dalam cara perusahaan Jepang mengelola sumber daya manusia.
Pergeseran dari sistem kerja seumur hidup
Selama beberapa dekade, Jepang dikenal dengan sistem kerja seumur hidup, di mana karyawan bekerja untuk satu perusahaan sepanjang karier mereka. Sistem ini menciptakan stabilitas tenaga kerja dan loyalitas yang tinggi.
Namun, sistem tersebut kini mulai mengalami perubahan.
Menurut Hayashi, salah satu faktor utama di balik perubahan ini adalah meningkatnya persaingan dengan perusahaan asing.
Perusahaan global cenderung lebih agresif dalam menyesuaikan tenaga kerja untuk menjaga daya saing dan efisiensi. Hal ini memaksa perusahaan Jepang untuk mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel.
Hayashi juga mencatat meningkatnya penerapan sistem berbasis pekerjaan, atau job-based employment system.
Dalam sistem ini, gaji dan posisi karyawan ditentukan berdasarkan peran dan tanggung jawab yang jelas, bukan berdasarkan masa kerja atau senioritas.
Sistem ini berbeda dengan model tradisional Jepang, di mana kenaikan gaji dan promosi sering kali didasarkan pada senioritas dan loyalitas jangka panjang.
Perubahan ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan tenaga kerja dengan kebutuhan bisnis secara lebih fleksibel.
Program pensiun sukarela dan tantangannya
SHUTTERSTOCK/TIMESHOPS Ilustrasi pensiun. Tips menyiapkan dana pensiun. Dana pensiun. Dana hari tua. Cara mengumpulkan dana hari tua.Program pensiun sukarela menjadi salah satu alat utama yang digunakan perusahaan untuk mengurangi tenaga kerja tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja secara paksa.
Banyak perusahaan menawarkan paket kompensasi yang menarik, termasuk peningkatan tunjangan pensiun, untuk mendorong karyawan mengikuti program tersebut.
Namun, program ini tidak selalu diterima dengan baik oleh semua karyawan.
Meskipun pasar tenaga kerja bagi pekerja yang lebih tua menjadi lebih dinamis, banyak dari mereka menghadapi kesulitan dalam menemukan pekerjaan baru yang sesuai dengan keinginan atau pengalaman mereka.
Perubahan ini menciptakan tantangan baru bagi tenaga kerja Jepang, terutama bagi pekerja senior yang selama ini mengandalkan stabilitas pekerjaan jangka panjang.
Pentingnya transparansi dan dukungan bagi karyawan
Di tengah tren restrukturisasi ini, para ahli menekankan pentingnya komunikasi yang jelas antara perusahaan dan karyawan.
Hayashi mengatakan perusahaan perlu memberikan penjelasan yang memadai mengenai alasan di balik program pensiun sukarela, serta memberikan dukungan kepada karyawan yang meninggalkan perusahaan.
“Penting bagi perusahaan untuk menjelaskan secara penuh mengapa mereka menerapkan program pensiun sukarela, sambil menawarkan bantuan yang memadai kepada mereka yang keluar untuk menemukan pekerjaan baru,” tutur Hayashi.
Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan karyawan dan memastikan transisi yang lebih mulus bagi tenaga kerja yang terdampak.
Restrukturisasi sebagai strategi pertumbuhan
AP PHOTO / SHIZUO KAMBAYASHI Salah satu sudut kota Tokyo JepangFenomena perusahaan yang mencatat keuntungan namun tetap memangkas tenaga kerja mencerminkan perubahan mendasar dalam strategi bisnis di Jepang.
Perusahaan tidak lagi menunggu hingga mengalami kerugian untuk melakukan restrukturisasi. Sebaliknya, mereka mengambil langkah proaktif untuk memastikan bahwa tenaga kerja mereka selaras dengan kebutuhan masa depan.
Transformasi digital, otomatisasi, dan perubahan model bisnis memaksa perusahaan untuk terus menyesuaikan diri.
Restrukturisasi tenaga kerja menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki kombinasi keterampilan yang tepat untuk bersaing di era baru.
Fenomena ini juga menandai pergeseran dalam budaya kerja Jepang, yang selama ini dikenal dengan stabilitas dan loyalitas jangka panjang.
Perubahan tersebut mencerminkan adaptasi perusahaan Jepang terhadap dinamika ekonomi global dan percepatan inovasi teknologi, yang mengharuskan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan tenaga kerja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Tetap Lancar di Tengah Dinamika Logistik
Pelindo memastikan kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan sesuai perencanaan dan dalam kondisi terkendali. [1,153] url asal
#pelindo #peti-kemas #pelabuhan #pelabuhan-tanjung-perak #operasional-pelabuhan
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:00
v/141033/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan sesuai perencanaan dan dalam kondisi terkendali, terutama pada periode dengan tingkat aktivitas yang tinggi.
Pelindo menyampaikan, dinamika operasional terjadi di sejumlah pelabuhan, seiring perbedaan karakteristik infrastruktur dan pola arus barang di masing-masing wilayah.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengatakan pihaknya tidak menampik adanya dinamika tersebut.
PEXELS/TOM FISK Ilustrasi logistik, industri logistik.“Saat ini Pelindo tengah melakukan langkah-langkah penyesuaian dan senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga layanan kepelabuhanan tetap berjalan aman, lancar, dan efisien,” ujar Ali kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya layanan pelabuhan senantiasa memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi, termasuk aspek keselamatan pelayaran, kondisi alur, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
“Sebagai bagian dari komitmen peningkatan layanan, kami juga terbuka terhadap masukan dari para pengguna jasa, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan. Umpan balik tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar mutu layanan semakin baik,” tutur Ali.
Dinamika operasional di sejumlah pelabuhan
Ali memaparkan kondisi operasional di beberapa pelabuhan yang berada dalam pengelolaan Pelindo.
Dok SPMT Pelabuhan Belawan, salah satu pelabuhan yang dikelola Pelindo.Di Pelabuhan Merauke, aktivitas stripping dan stuffing saat ini masih dilakukan di dalam area pelabuhan karena keterbatasan depo eksternal.
Kondisi tersebut pada periode tertentu berdampak pada tingginya tingkat okupansi lapangan penumpukan.
Pelindo bersama para pemangku kepentingan tengah mengkaji opsi optimalisasi pola operasi serta kemungkinan pengembangan fasilitas pendukung di luar terminal guna meningkatkan kelancaran arus barang.
Sementara itu, di Pelabuhan Belawan, karakteristik alur pelayaran dengan kedalaman maksimum sekitar minus 9 meter LWS membuat kapal dengan draft tertentu perlu menyesuaikan jadwal kedatangan dengan kondisi pasang surut.
Ali menjelaskan, koordinasi dengan regulator dan otoritas terkait terus dilakukan untuk memastikan keselamatan navigasi sekaligus menjaga efisiensi waktu layanan kapal.
Adapun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kegiatan bongkar muat peti kemas secara umum berjalan normal. Waktu tunggu operasional masih berada pada kisaran 15 hingga 30 jam.
Menurut Pelindo, kondisi tersebut terjadi karena salah satu terminal sedang menjalani kegiatan maintenance reguler pada alat bongkar muat sebagai upaya memastikan keandalan layanan peti kemas.
Penguatan kapasitas juga terus dilakukan melalui penambahan peralatan di sejumlah terminal. Pada tahun ini, TPS Surabaya dijadwalkan menerima empat unit quay container crane (QCC) dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG).
Sementara itu, TPK Berlian akan dilengkapi dua unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan 2026.
Ali mengungkapkan, sebagai bagian dari peningkatan layanan, pihaknya juga terbuka terhadap masukan dari para pengguna jasa dan seluruh pemangku kepentingan.
DOK. Humas Pelindo Salah satu terminal peti kemas dibawah naungan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP)."Umpan balik tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar mutu layanan semakin baik," terangnya.
Kinerja TPS: tumbuh pada Desember 2025
Di tengah dinamika tersebut, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang merupakan bagian dari subholding Pelindo, mencatat pertumbuhan arus peti kemas pada penghujung 2025.
TPS melaporkan, arus peti kemas pada Desember 2025 meningkat 4,03 persen secara bulanan (month-on-month) dibandingkan November 2025.
Volume peti kemas naik dari 132.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) pada November menjadi 138.000 TEUs pada Desember 2025.
Kinerja tersebut ditopang arus peti kemas internasional sebesar 130.000 TEUs dan domestik 8.000 TEUs pada Desember. Sebagai perbandingan, pada November 2025 arus internasional tercatat 125.000 TEUs dan domestik 7.000 TEUs.
Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada Desember 2025 tumbuh 5 persen secara bulanan, dari 59.000 TEUs menjadi 62.000 TEUs.
Sementara itu, arus impor meningkat 2,98 persen dari 66.000 TEUs pada November menjadi 68.000 TEUs pada Desember 2025.
“Pertumbuhan arus peti kemas menunjukkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga di tengah dinamika arus logistik internasional," ujar Sekretaris Perusahaan TPS Erika Asih Palupi.
Ia menjelaskan peningkatan tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat serta kelancaran proses pelayanan di terminal.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), arus peti kemas internasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 1,509 juta TEUs atau naik 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,508 juta TEUs.
PIXABAY/NIKLAS Ilustrasi logistik, pengiriman barang.Namun, secara total, yakni gabungan domestik dan internasional, arus peti kemas terkoreksi 0,45 persen dibandingkan periode Januari–Desember tahun sebelumnya, dari 1,58 juta TEUs menjadi 1,57 juta TEUs.
Erika mengungkapkan, faktor penyebab koreksi throughput secara tahunan tersebut karena pada arus peti kemas domestik terjadi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume dan ship’s call kapal domestik.
Sepanjang Januari–Desember 2025, komposisi arus peti kemas ekspor dan impor tercatat 49 persen atau 741.000 TEUs untuk ekspor dan 51 persen atau 767.000 TEUs untuk impor.
Jika dibandingkan periode yang sama pada 2024, persentase tersebut tidak mengalami perubahan. Pada 2024, kontribusi ekspor juga sebesar 49 persen atau 743.000 TEUs, sedangkan impor 51 persen atau 765.000 TEUs.
Kunjungan kapal dan produktivitas
Dari sisi aktivitas pelayaran, jumlah kunjungan kapal ke TPS sepanjang 2025 meningkat 5,43 persen. Jika pada tahun sebelumnya tercatat 1.215 kunjungan, maka pada 2025 meningkat menjadi 1.281 kunjungan kapal.
Peningkatan kunjungan kapal ini berjalan seiring capaian produktivitas bongkar muat.
Selama 2025, TPS mencatat rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 52 box per ship per hour, melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box per ship per hour.
Dari sisi infrastruktur, TPS mengelola dermaga internasional sepanjang 1.000 meter dan dermaga domestik sepanjang 450 meter. Fasilitas tersebut dilengkapi 12 unit e-CC untuk menunjang efisiensi dan keandalan operasional bongkar muat.
TPS juga mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.
PIXABAY/POSTCARDTRIP Ilustrasi logistik, industri logistik.Perspektif pengguna jasa
Dari sisi pengguna jasa, Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy George Rahman, menyampaikan apresiasi atas layanan TPS.
“Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh TPS, khususnya layanan receiving peti kemas ekspor. Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 30 menit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam pengiriman peti kemas ekspor ke pelabuhan. Semoga ke depan layanan TPS dapat terus ditingkatkan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Boy.
Truck Round Time (TRT) di bawah 30 menit menunjukkan durasi rata-rata truk sejak masuk hingga keluar terminal dalam proses penyerahan peti kemas ekspor.
Bagi eksportir, waktu tunggu tersebut berkaitan dengan efisiensi distribusi dan pengendalian biaya logistik.
Sebagai informasi, sejak 1 Oktober 2021, Pelindo I, II, III, dan IV resmi bergabung menjadi Pelindo sebagai bagian dari upaya penyederhanaan dan kemudahan layanan.
Integrasi tersebut diikuti dengan langkah standarisasi layanan dan berbagai inovasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Di tengah dinamika operasional di sejumlah pelabuhan, capaian arus peti kemas, peningkatan kunjungan kapal, serta produktivitas bongkar muat TPS sepanjang 2025 menjadi bagian dari gambaran operasional pelabuhan peti kemas nasional yang bergerak dalam kerangka peningkatan layanan dan efisiensi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Mulai Produksi "Fastener", Indospring (INDS) Bidik Ekspor ke Timur Tengah hingga AS
Produk 'fastener' diproyeksi jadi salah satu pilar utama pertumbuhan Indospring dalam beberapa tahun ke depan. [391] url asal
(Kompas.com - Money) 19/02/26 16:00
v/141032/
JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten produsen komponen otomotif PT Indospring Tbk (INDS) mulai memanen potensi pertumbuhan baru dari lini bisnis pengencang atau fastener (U-Bolt) yang resmi diproduksi secara komersial sejak 2025. Produk ini diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan, seiring strategi diversifikasi pasar dan ekspansi global.
Direktur INDS Bob Budiono menjelaskan, pada tahap awal perseroan memfokuskan pemasaran fastener ke segmen aftermarket otomotif, sambil tetap membuka peluang investasi lanjutan untuk pengembangan fastener non-otomotif sebagai langkah diversifikasi risiko usaha.
“Tahun ini fokus kami masih aftermarket. Namun, kami juga menyiapkan opsi ekspansi ke fastener non-otomotif. Targetnya, Indospring bisa masuk tiga besar pemain fastener di pasar domestik dan menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).
Menurut Bob, pabrik fastener Indospring kini telah beroperasi penuh, melengkapi portofolio bisnis perseroan yang sebelumnya didominasi oleh pegas daun, pegas keong, serta komponen sistem pengereman.
Dengan kapasitas produksi yang telah stabil, perseroan mulai mengarahkan strategi pada penguatan pasar ekspor.
Untuk 2026, Indospring membidik ekspor ke kawasan Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab (UAE) dan Uzbekistan, serta pasar Amerika Serikat.
Ia menjelaskan, pemilihan wilayah tersebut didasarkan pada kesamaan spesifikasi kendaraan dengan Indonesia, terutama dominasi truk merek Jepang yang menggunakan model dan standar teknis serupa.
"Karakteristik pasar Timur Tengah dan Asia Tengah memberikan peluang pertumbuhan yang menarik, sejalan dengan strategi INDS dalam memperluas basis pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik," papar Bob.
Dengan ekspansi ini, Indospring optimistis lini fastener akan berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.
Sebagai catatan, hingga kuartal III-2025, PT Indospring Tbk (INDS) mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,46 triliun. Tren pertumbuhan ini turut memperkuat optimisme perseroan menghadapi tahun mendatang.
Selain itu, INDS juga melihat prospek positif dari industri otomotif nasional.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil pada 2026 diperkirakan mencapai 850.000 unit, naik sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar 803.687 unit. Kenaikan ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap permintaan komponen kendaraan.
Dengan fokus ekspansi ke Timur Tengah, pengembangan produk domestik, serta diversifikasi portofolio, Indospring optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus mengukuhkan posisi di industri komponen otomotif, baik di pasar lokal maupun global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pesawat Carter Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Dipastikan Meninggal
Pesawat carter milik Pelita Air Service dilaporkan jatuh di wilayah Krayan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026). [359] url asal
#pesawat-jatuh #pelita-air #pelita-air-jatuh-krayan
(Kompas.com - Money) 19/02/26 15:55
v/140960/
JAKARTA, KOMPAS.com – Pesawat carter milik Pelita Air Service dilaporkan jatuh di wilayah Krayan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026). Dalam insiden tersebut, pilot pesawat dipastikan meninggal dunia.
Data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut 1 (satu) orang crew yaitu pilot saat ini masih dalam penyelidikan. Informasi terakhir yang diterima otoritas menyebutkan, pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam meninggal dunia.
“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA, pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Lukman menyampaikan, pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA, tahun pembuatan 2013 dengan nomor seri 802-0494.
Pesawat tersebut dioperasikan khusus untuk pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ke daerah terpencil dengan rute Long Bawan menuju Tarakan.
“Pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina, dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA),” ujar Lukman.
Dalam perjalanan, pilot sempat menyampaikan kepada petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan mengenai estimasi posisi pesawat.
“Pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA), namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data awal, penyebab kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan.
Dari sisi kelaikudaraan, pesawat tersebut tercatat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026, dengan total jam terbang mencapai 3.303 jam.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait guna memastikan proses penanganan di lapangan berjalan baik.
Kementerian Perhubungan juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi yang telah terverifikasi dari otoritas terkait.
“Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang,” tegas Lukman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Garuda Hibahkan Boeing 737 untuk Manasik Haji di Aceh
Garuda hibahkan Boeing 737 eks Citilink untuk manasik di Aceh. Jemaah latihan boarding hingga prosedur penerbangan haji. [275] url asal
#aceh #manasik-haji #boeing-737-800 #garuda-indonesia
(Kompas.com - Money) 19/02/26 15:53
v/140959/
JAKARTA, KOMPAS.com – Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh. Pesawat jenis Boeing 737 eks Citilink itu dirakit ulang dan disesuaikan menyerupai kabin aktif.
Fasilitas ini digunakan untuk simulasi proses keberangkatan haji. Calon jemaah dapat mempraktikkan tahapan yang akan dihadapi saat penerbangan.
“Calon jemaah kini dapat mempraktikkan langsung proses boarding, penempatan bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, hingga memahami prosedur selama penerbangan jarak jauh ke Tanah Suci,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Pesawat dihadirkan agar jemaah merasakan suasana penerbangan haji sejak tahap manasik. Pengalaman ini diharapkan membuat jemaah lebih siap saat hari keberangkatan.
Upaya tersebut juga menanggapi kecemasan jemaah, terutama lansia, saat menghadapi perjalanan udara jarak jauh.
“Manasik tidak lagi berhenti pada teori rukun dan wajib haji, tetapi menyentuh aspek teknis perjalanan yang kerap menjadi sumber kekhawatiran,” kata dia.
Penempatan pesawat di Aceh dinilai memiliki nilai historis. Garuda Indonesia berawal dari pesawat Seulawah RI-001 yang didukung rakyat Aceh.
Hibah pesawat ini disebut sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi tersebut sekaligus menghadirkan kembali jejak sejarah di daerah asalnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan mengatakan hibah tersebut bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem haji nasional.
“Sinergi pemerintah pusat, maskapai, dan daerah kini bergerak lebih konkret mempersiapkan jemaah sejak dari embarkasi,” ujar Glenny.
“Dengan fasilitas ini, manasik di Aceh menjadi lebih komprehensif. Jemaah tak hanya memahami teori, tetapi juga siap secara mental dan teknis menghadapi penerbangan haji yang sesungguhnya,” tegas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Selat Hormuz Ditutup Sementara, Pemerintah Masih Wait and See
Iran tutup sebagian Selat Hormuz. Pemerintah nilai biaya dan waktu impor energi bisa naik jika gangguan berlangsung lama. [278] url asal
#iran #selat-hormuz #selat-hormuz-ditutup
(Kompas.com - Money) 19/02/26 15:44
v/140958/
JAKARTA, KOMPAS.com – Iran menutup sementara sebagian Selat Hormuz, jalur sempit di mulut Teluk Persia yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencermati perkembangan tersebut. Pemerintah menilai dampak ke Indonesia bergantung pada durasi dan skala gangguan distribusi energi.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan penutupan permanen atau berkepanjangan akan memengaruhi biaya dan waktu impor energi.
“Semua masih wait and see (sementara). Jika ditutup permanen atau lebih lama maka pengiriman impor energi memang akan lebih mahal dan lebih lama,” ujar Haryo kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
Kapal pengangkut berpotensi mencari rute alternatif yang lebih panjang. Perubahan jalur ini dapat meningkatkan ongkos logistik. Biaya impor energi nasional ikut terdampak.
Pemerintah berharap tensi geopolitik mereda agar tekanan terhadap ekonomi global dan domestik tidak berlanjut.
“Kita tentu berharap tensi geopolitik semakin membaik sehingga tidak berdampak buruk ke perekonomian global,” kata Haryo.
Iran sebelumnya menyatakan menutup sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam. Media Iran menyebut langkah itu bagian dari latihan “keamanan dan keselamatan maritim” bertajuk “Smart Control of the Strait of Hormuz.”
Pelaut di kawasan mendapat peringatan melalui radio mengenai adanya “tembakan permukaan langsung.”
Kantor berita Tasnim melaporkan uji coba rudal pada Selasa (17/2/2026) pagi. Rudal diluncurkan dari daratan dan sepanjang pantai Iran. Target disebut berada di wilayah Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) memperingatkan risiko eskalasi.
“perilaku tidak aman dan tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, eskalasi, dan destabilisasi.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)