Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Energi Nasional (DEN) tengah memperkuat kerja sama dengan pemerintah AS dan Jepang dalam penerapan teknologi nuklir di Tanah Air.
Terbaru, DEN menyelenggarakan konferensi tentang pengembangan reaktor modular kecil (SMR) nuklir pada 3–5 Maret 2026 di Jakarta. Program ini dilaksanakan di bawah program Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST) Departemen Luar Negeri AS.
FIRST sendiri merupakan program bantuan keamanan energi nuklir sipil yang dipimpin oleh AS dengan Jepang sebagai mitra kontributor.
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mengikuti program FIRST sebagai penerima manfaat pada 2019 dan memainkan peran utama sebagai andalan regional untuk potensi penerapan SMR.
Konferensi juga mempertemukan pejabat pemerintah, pemimpin industri, dan pakar teknis dari ketiga negara. Tujuannya membahas pertimbangan-pertimbangan utama untuk potensi penerapan SMR di Indonesia.
Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa agenda tersebut menjadi salah satu upaya DEN dalam memperkuat kerja sama internasional dengan AS dan Jepang dalam pengembangan kapasitas SDM dan tata kelola nuklir berstandar global. Dalam agenda tersebut dilakukan penguatan desain dan kerangka regulasi SMR, peningkatan kompetensi manufaktur berteknologi tinggi, serta penerapan protokol keselamatan dan keamanan nuklir yang ketat.
“Nuklir menawarkan solusi energi yang stabil, rendah emisi, dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan kemajuan teknologi seperti SMR, pengembangan nuklir kini semakin adaptif dan relevan bagi negara berkembang,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis pada Selasa (3/3/2026).
Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat Peter M. Haymond menjelaskan bahwa AS merasa terhormat menjadi mitra tepercaya Indonesia yang telah lama menjalin kerja sama dalam mengembangkan energi nuklir yang aman dan bertanggung jawab.
"Teknologi AS mendukung upaya Indonesia untuk membangun masa depan energi yang aman dan tangguh," ujar Haymond.
Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang Mitsuru Myochin juga menjelaskan bahwa Jepang dan AS termasuk di antara negara-negara yang paling dipercaya dalam pengembangan SMR.
“Sebagai mitra, Jepang berharap dapat berkontribusi dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan kami serta terus terlibat dalam dialog substantif menuju kerja sama yang berorientasi ke masa depan, termasuk di bidang nuklir," katanya.
Adapun, konferensi juga digelar dengan tujuan memajukan pengembangan sektor energi nuklir Indonesia yang bertanggung jawab. Selain itu, memastikan bahwa setiap SMR di masa depan memenuhi standar internasional tertinggi untuk keselamatan nuklir, keamanan, dan nonproliferasi.