Bisnis.com, SEMARANG - Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung atau Keburejo-Gelangmanggung akan disiapkan sebagai kawasan aglomerasi penopang pariwisata di Candi Borobudur.
Wacana ini dikemukakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung pada Rabu (3/6/2026).
Luthfi menyebut, paradigma pengelolaan Candi Borobudur perlu digeser dari destinasi tunggal ke pusat interkoneksi pariwisata internasional. Skema ini bertujuan untuk menciptakan pergerakan wisatawan yang lebih masif ke wilayah penyangga destinasi wisata utama.
"Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks-Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur," ucapnya.
Rencana tersebut memerlukan rancangan pengintegrasian rute wisata dari Candi Borobudur ke destinasi-destinasi lain, seperti ekowisata Kopeng dan Rawa Pening di Kabupaten Semarang.
Luthfi mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong terbentuknya ratusan desa wisata baru untuk memperkaya potensi wisata tersebut.
"Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas," ujar Luthfi. Lebih lanjut, Luthfi juga menginstruksikan setiap pemerintah daerah untuk melipatgandakan frekuensi serta skala penyelenggaraan ajang wisata. "Kalau setahun baru 100 event, itu masih kurang. Tambah lagi. Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi," tegasnya.
Rencana aglomerasi ini mendapat respons positif dari sejumlah kepala daerah. Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengemukakan wacana pembukaan akses wisata Borobudur hingga malam hari guna mendongkrak geliat perhotelan.
"Kami berupaya agar Borobudur bisa dibuka malam hari. Dengan begitu potensi okupansi perhotelan di Magelang bisa ikut terangkat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, menekankan pentingnya manajemen jadwal yang terintegrasi komprehensif.
"Kami ingin ada koordinasi dan kolaborasi untuk kalender event agar tidak bentrok. Bila memungkinkan dibuat kalender event bersama yang mencakup seluruh wilayah," katanya.
Harapan perluasan manfaat ekonomi serupa disampaikan oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan, yang memproyeksikan integrasi rute dari Borobudur menuju destinasi alam Sindoro-Sumbing.
Untuk merealisasikan integrasi wisata tersebut, ketersediaan angkutan massal yang efisien menjadi sebuah prasyarat mutlak.
Merespons kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meresmikan pembukaan layanan transportasi antardaerah baru.
Langkah penguatan konektivitas ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pembukaan koridor Bus Trans Jateng dengan rute operasional baru yang menjangkau Gelangmanggung
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa layanan terbaru ini akan melayani rute Temanggung-Kota Magelang-Kabupaten Magelang secara pulang-pergi dengan dukungan 14 unit armada. Angkutan massal ini beroperasi setiap hari sejak pukul 05.00-19.00 WIB, dengan interval kedatangan atau headway 15-20 menit.
Bus Trans Jateng dengan koridor anyar itu dijadwalkan akan mengaspal mulai Agustus 2027. Rute dari angkutan utama Trans Jateng ini juga diselaraskan dengan feeder lokal guna memastikan mobilitas yang terintegrasi.
"Kabupaten dan Kota Magelang punya angkutan sekolah gratis, ini akan kami integrasi dengan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan," jelas Arief.