NEW YORK, KOMPAS.com - Perekrutan tenaga kerja sektor swasta di AS pada Februari tercatat sedikit lebih baik dari perkiraan.
Berdasarkan laporan ADP yang dirilis Rabu (4/3/2025), perusahaan swasta di AS menambah 63.000 pekerja secara musiman.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan revisi Januari yang hanya mencatat 11.000 pekerjaan baru, serta melampaui perkiraan pasar sebesar 48.000 pekerjaan.
Meski demikian, pertumbuhan lapangan kerja dinilai belum merata. Sebagian besar penambahan pekerjaan hanya berasal dari dua sektor utama.
Mengutip CNBC, sektor pendidikan dan layanan kesehatan menjadi penyumbang terbesar dengan tambahan 58.000 pekerjaan. Sementara sektor konstruksi menambah 19.000 pekerjaan.
Di luar dua sektor tersebut, pertumbuhan cenderung stagnan.
Sebaliknya, sektor jasa profesional dan bisnis kehilangan 30.000 pekerjaan.
Sektor manufaktur berkurang 5.000 pekerjaan, sedangkan perdagangan, transportasi, dan utilitas turun 1.000 pekerjaan.
Selain sektor informasi yang mencatat kenaikan 11.000 pekerjaan, hampir tidak ada pergerakan signifikan di sektor lainnya.
Manufaktur sendiri masih melemah meskipun pemerintah berupaya mendorong industri dalam negeri melalui kebijakan tarif.
Dari sisi upah, gaji pekerja yang tetap di pekerjaan yang sama naik 4,5 persen, sama seperti bulan sebelumnya.
Namun, kenaikan gaji bagi pekerja yang pindah kerja turun menjadi 6,3 persen atau lebih rendah 0,3 poin persentase dibandingkan Januari.
Ini membuat insentif untuk berpindah kerja berada di level terendah sejak ADP mulai mencatat data tersebut.
“Kami melihat peningkatan perekrutan dan kenaikan upah tetap solid, terutama bagi pekerja yang bertahan di pekerjaan mereka,” ujar Kepala Ekonom ADP, Nela Richardson.
“Namun, karena perekrutan hanya terkonsentrasi di beberapa sektor, data kami menunjukkan tidak ada manfaat kenaikan upah yang luas dari perpindahan pekerjaan,” tambah dia.
Penciptaan lapangan kerja kali ini lebih banyak terjadi di perusahaan kecil dengan jumlah karyawan di bawah 50 orang, yang menambah 60.000 pekerjaan.
Perusahaan besar dengan lebih dari 500 karyawan menambah 10.000 pekerjaan, sementara perusahaan menengah justru mengurangi 7.000 pekerja.
Secara umum, pertumbuhan lapangan kerja memang melambat dalam setahun terakhir.
Hal ini dipengaruhi kebijakan pengetatan imigrasi serta melambatnya perekrutan pascapandemi Covid-19.
Meski perusahaan lebih berhati-hati dalam menambah karyawan, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) juga tetap rendah.
Laporan ini dirilis di tengah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, terutama inflasi yang masih tinggi dan risiko kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
Meski demikian, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan optimisme terhadap kondisi pasar tenaga kerja.
“Saya sangat, sangat optimistis terhadap pasar tenaga kerja tahun ini,” kata Bessent. “Peningkatan pekerjaan di sektor konstruksi sebagai hasil dari ledakan produktivitas berbasis teknologi,” tambah dia.
Sejumlah pejabat Federal Reserve juga mulai menunjukkan keyakinan bahwa pasar tenaga kerja mulai stabil.
Namun, pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed baru akan terjadi paling cepat pada Juli.
Kemungkinan pemangkasan suku bunga kedua tahun ini juga semakin mengecil.
Laporan ADP ini dirilis menjelang laporan resmi nonfarm payrolls dari Biro Statistik Tenaga Kerja yang akan diumumkan Jumat.
Pasar memperkirakan ada tambahan sekitar 50.000 pekerjaan pada Februari, dengan tingkat pengangguran diprediksi tetap stabil di angka 4,3 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang