Bisnis.com, JAKARTA — PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TORN) dan PT Transjakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan smart halte berbasis teknologi digital. Kolaborasi ini bertujuan mendorong transformasi layanan transportasi publik yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Direktur Utama TORN David Santoso mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengembangan mobilitas cerdas (smart mobility) dan transportasi hijau (green transportation).
"Kolaborasi ini sebagai komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan di sektor teknologi dan energi terbarukan," ujar David dikutip dari Antara, Jumat (5/12/2025).
MoU tersebut mencakup penjajakan pengembangan smart halte dan infrastruktur digital terintegrasi di lingkungan Transjakarta. Menurut David, teknologi yang akan diterapkan memungkinkan layanan berbasis real-time sehingga meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas layanan juga meliputi penyediaan informasi perjalanan yang lebih akurat, penguatan sistem keamanan, dan pengalaman penumpang yang lebih baik. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan aset Transjakarta sehingga menjadi sumber pendapatan baru non-fare box yang dapat memperkuat kemandirian finansial tanpa membebani APBD.
Smart halte juga dirancang menjadi platform ekosistem digital yang mencakup ruang iklan digital, konektivitas jaringan, layanan ritel mikro, vending, logistik last-mile, serta kolaborasi komersial lain yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
David menambahkan bahwa proyek ini menjadi fondasi ekspansi TORN di bidang IoT dan solusi data untuk infrastruktur transportasi, termasuk penguatan bisnis energi terbarukan melalui pembangunan SPKLU serta potensi pengembangan proyek serupa di kota-kota besar lain.
Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyambut kolaborasi ini sebagai upaya peningkatan layanan dan percepatan adopsi teknologi digital di transportasi publik Jakarta.
Menurut dia, integrasi sistem yang lebih modern akan memperkuat keandalan operasional dan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
"Ini memperkokoh ekosistem mobilitas terintegrasi dan energi terbarukan, dua sektor dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara," ujar Welfizon.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.