Bisnis.com, JAKARTA - Melakukan perjalanan sendirian alias solo traveling tidak lagi dianggap tidak hal aneh. Bahkan, hal itu sudah menjadi tren dan jadi salah satu cara paling memberdayakan untuk menjelajahi dunia.
Bepergian sendirian memungkinkan kendali penuh atas rencana perjalanan, anggaran, kecepatan, dan prioritas Anda. Tidak perlu berkompromi dengan orang lain tentang tempat makan, berapa lama tinggal, atau kapan harus beristirahat atau kapan harus berpindah tempat.
Bagi banyak pelancong, perjalanan solo pertama terasa menakutkan. Namun begitu mencobanya sekali, hati-hati ketagihan. Mereka sering menemukan rasa kejelasan dan kepercayaan dirinya meningkat, yang tak ditemukan dalam perjalanan bersama kelompok.
Salah satu poin penting yang wajib terpenuhi dalam melakukan perjalanan solo adalah keamanan negara atau destinasi tujuan. Destinasi berikut ini, menurut The Points Guy, menonjol bukan hanya karena keindahannya tetapi juga karena aksesibilitas, keamanan, infrastruktur, dan kemampuannya untuk membantu pelancong independen merasa aman dan terinspirasi.
1. Thailand
Thailand secara konsisten menempati peringkat sebagai salah satu titik masuk termudah untuk perjalanan solo. Jaringan pariwisatanya sudah mapan, transportasi terjangkau, dan penduduk setempat terbiasa dengan pengunjung internasional.
Ibu kotanya, Bangkok, menawarkan pengalaman yang sangat menarik. Penjual makanan kaki lima berjejer di trotoar, kuil-kuil berornamen menjulang di samping gedung pencakar langit modern, dan bar-bar di atap gedung menghadap Sungai Chao Phraya.
Wisatawan solo dapat dengan mudah mengikuti kelas memasak, tur kuliner, atau kunjungan ke kuil.
Di Thailand utara, Chiang Mai, tak kalah menarik dengan ritme wisata yang lebih tenang. Wisatawan dapat menjelajahi jalur pendakian gunung, suaka gajah yang beretika, dan kuil-kuil Buddha berusia berabad-abad.
Di selatan, pulau-pulau seperti Koh Samui dan Phuket menawarkan relaksasi pantai, snorkeling, dan kehidupan malam yang semarak, sehingga memudahkan untuk menyeimbangkan kesendirian dengan interaksi sosial.
2. Jepang
Jepang jadi salah satu destinasi pasti dalam daftar ini, menggabungkan keamanan, efisiensi, dan kedalaman budaya dengan cara yang sulit ditandingi oleh negara lain. Bagi pelancong solo, ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan.
Sistem transportasi umum Tokyo beroperasi dengan presisi yang luar biasa. Pengunjung juga dapat menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi lingkungan yang dipenuhi dengan konter sushi, kedai ramen, toko buku, dan dek observasi.
Makan sendirian juga sudah menjadi hal yang umum di Jepang dan bisa diterima secara sosial, sehingga menghilangkan rasa canggung.
Kyoto menghadirkan kontras. Dengan taman kuil yang tenang, rumah teh, dan penginapan ryokan tradisional menciptakan ruang untuk refleksi. Bahkan pengunjung yang baru pertama kali datang pun merasa mudah untuk bernavigasi berkat rambu-rambu yang jelas dan sistem transit yang terstruktur.
3. Portugal
Portugal menawarkan pesona Eropa tanpa keramaian yang berlebihan seperti di ibu kota-ibu kota besar. Di Lisbon pelancong bisa menemukan paduan bangunan-bangunan berwarna pastel, perjalanan trem yang indah, dan pemandangan laut.
Ukuran negara yang tak terlalu besar memungkinkan perjalanan sehari yang mudah. Wisatawan solo dapat mengunjungi istana-istana Sintra, gudang anggur tepi sungai Porto, atau tebing-tebing dramatis Algarve dalam satu rencana perjalanan.
Bahasa Inggris juga banyak digunakan, dan transportasi umum dapat diandalkan. Suasana yang santai menjadikan Portugal ideal bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya tanpa stres.
4. Selandia Baru
Selandia Baru terasa sangat cocok untuk eksplorasi sendiri. Dengan jalan yang terawat baik, rambu-rambu yang jelas, dan komunitas yang ramah, negara ini merupakan salah satu negara teraman bagi pengemudi yang berkendara sendirian.
Pulau di Selatannya terkenal dengan pemandangannya yang dramatis. Queenstown menjadi basis untuk bungee jumping, hiking, dan pesiar danau. Sementara itu, Taman Nasional Fiordland menawarkan lanskap yang diukir oleh gletser yang terasa hampir seperti dalam film.
Sementara Pulau di Utara menawarkan keajaiban geotermal di Rotorua dan kehidupan kota yang dinamis di Auckland. Menyewa mobil atau campervan memberi wisatawan otonomi penuh, menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai daya tarik utama.
5. Islandia
Bentang alam Islandia tidak seperti tempat lain di bumi. Ada gunung berapi, air terjun, gletser, dan laguna panas bumi dapat diakses dengan berkendara singkat.
Rute Golden Circle menawarkan pengenalan yang mudah ke lembah retakan tektonik dan geyser yang meletus. Wisatawan solo sering menyewa mobil, memberi mereka kebebasan untuk mengejar air terjun atau aurora borealis sesuai jadwal mereka sendiri.
Meskipun rasanya seperti tempat terpencil, Islandia mempertahankan infrastruktur yang sangat baik dan standar keselamatan yang tinggi, sehingga sangat mudah diakses.
6. Kanada
Kanada menyediakan ruang terbuka yang luas bagi mereka yang mencari ketenangan untuk merenung. Taman Nasional Banff dan Jasper di Alberta memiliki danau berwarna biru kehijauan dan jalur pegunungan yang cocok untuk pendaki dengan berbagai tingkat keahlian.
Vancouver menggabungkan energi perkotaan dengan aksesibilitas luar ruangan. Dalam satu hari, wisatawan dapat bersepeda di sepanjang tembok laut, menjelajahi galeri seni, dan mendaki jalur hutan.
Lingkungan yang berbahasa Inggris dan layanan pariwisata yang terstruktur memudahkan perencanaan bagi pengunjung solo.
7. Vietnam
Vietnam menawarkan nilai luar biasa tanpa mengorbankan pengalaman. Kawasan Kota Tua Hanoi berdenyut dengan skuter, pasar, dan pedagang kaki lima yang menyajikan pho dan banh mi.
Mengunjungi karst bebatuan kapur di Teluk Ha Long juga dapat menciptakan pengalaman pelayaran yang tak terlupakan.
Di Vietnam tengah, jalan-jalan Hoi An yang diterangi lampion terasa akrab dan nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.
Transportasi antar kota terjangkau, dan tur terorganisir memungkinkan para pelancong solo untuk terhubung dengan orang lain sambil tetap menjaga kemandirian.
8. Swiss
Sistem kereta api Swiss mengubah transportasi menjadi sebuah pengalaman. Rute panorama seperti Bernina Express menampilkan danau-danau alpine, gletser, dan jalur pegunungan.
Zermatt, dengan Matterhorn sebagai latar belakangnya, menarik para pendaki dan pemain ski sepanjang tahun. Jenewa dan Zurich menambah kesan kosmopolitan dan berkelas.
Bagi para pelancong solo yang lebih memilih untuk tidak mengemudi, kereta api Swiss yang tepat waktu dan kota-kota yang aman menciptakan perjalanan yang lancar.
9. Kosta Rika
Kosta Rika identik dengan keanekaragaman hayati. Taman-taman nasional melindungi hutan hujan yang dipenuhi dengan kukang, burung toucan, dan monyet meraung.
Pilihan petualangan beragam, mulai dari zip-lining hingga berselancar. Sementara itu, retret kesehatan dan pusat yoga menyediakan liburan yang menenangkan.
Budaya ekowisata yang kuat di negara ini mendorong perjalanan yang bertanggung jawab, dan wisata kelompok menawarkan kesempatan bersosialisasi yang mudah.
10. Irlandia
Budaya Irlandia yang ramah membuat pengunjung yang bepergian sendirian merasa nyaman seketika. Dublin memadukan pub bersejarah dengan warisan sastra.
Di luar ibu kota, Wild Atlantic Way menampilkan tebing, kastil, dan pantai yang diterpa angin. Kota-kota kecil menawarkan pertunjukan musik langsung di mana percakapan mengalir secara alami.
Geografi yang tak terlalu luas memungkinkan wisatawan untuk menjelajah dengan mobil sewaan atau tur berpemandu tanpa kesulitan logistik.
Destinasi solo terbaik di atas memiliki ciri-ciri umum. Mereka menyediakan transportasi yang andal, catatan keamanan yang kuat, dan infrastruktur pariwisata yang menyederhanakan perencanaan. Yang tak kalah penting, mereka menciptakan peluang untuk memancing interaksi yang bermakna.
Perjalanan solo bukan berarti terisolasi. Ini bisa memacu kemandirian. Baik itu mendaki gunung di Selandia Baru, menaiki kereta api di Swiss, atau menikmati sushi di Tokyo, pengalaman tersebut sepenuhnya berpusat pada rasa ingin tahu pribadi.
Bepergian sendirian dapat mempertajam kemampuan pengambilan keputusan dan membangun kepercayaan diri. Hal ini mendorong para pelancong untuk terlibat lebih dalam dengan budaya dan lingkungan setempat.
Dengan persiapan yang matang dan tujuan yang tepat, perjalanan solo dapat menjadi pengalaman yang transformatif.
Dunia tetap sangat mudah diakses oleh penjelajah solo. Sepuluh destinasi ini membuktikan bahwa bepergian sendirian tidak hanya mungkin tetapi juga sangat bermanfaat.