Bisnis.com, JAKARTA — Moody's Ratings menegaskan peringkat kredit PT Bank Permata Tbk. (BNLI) di level Baa1 sekaligus merevisi outlook menjadi stabil dari sebelumnya negatif.
Dalam keterangan resminya, Moody’s juga mempertahankan peringkat simpanan jangka panjang dan pendek dalam mata uang asing maupun lokal di Baa1/P-2. Selain itu, peringkat risiko counterparty tetap di level A3/P-2, serta Counterparty Risk Assessment (CRA) di A3(cr)/P-2(cr).
CRA ini mencerminkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban kepada mitra transaksi (seperti bank lain atau institusi keuangan) dalam skenario stres, di mana peringkat A3(cr) menunjukkan risiko gagal bayar yang relatif rendah untuk jangka panjang, sementara P-2(cr) menandakan kapasitas yang memadai untuk kewajiban jangka pendek.
Perubahan outlook ini sejalan dengan revisi prospek induk usaha Bangkok Bank Public Company Limited menjadi stabil, yang mengikuti outlook pemerintah Thailand di level Baa1 stabil.
Moody’s menilai hubungan kuat dengan induk usaha memberikan probabilitas dukungan yang sangat tinggi bagi Bank Permata, sehingga meningkatkan profil kreditnya satu tingkat di atas Baseline Credit Assessment (BCA).
Moody’s juga menaikkan BCA Bank Permata menjadi baa2 dari sebelumnya baa3. Kenaikan ini didorong oleh permodalan yang sangat kuat serta cadangan kerugian kredit yang tinggi, yang dinilai mampu menopang risiko kualitas aset ke depan.
Hingga akhir 2025, rasio tangible common equity terhadap risk-weighted assets tercatat sebesar 25,0%, sementara likuiditas inti mencapai 32,1%.
Meski demikian, kualitas aset masih menjadi perhatian. Rasio kredit bermasalah (stage 3 loan) membaik tipis menjadi 2,8%, namun pembentukan kredit bermasalah baru meningkat akibat tekanan pada segmen ritel.
Moody’s memperkirakan kualitas aset berpotensi sedikit melemah dalam 12 sampai 18 bulan ke depan seiring kondisi ekonomi domestik yang masih menantang, terutama pada portofolio ritel yang menjadi fokus ekspansi.
Di sisi profitabilitas, laba diperkirakan sedikit tertekan. Return on assets (ROA) diproyeksikan turun ke kisaran 1,2% pada 2026 dari 1,3% di 2025, seiring tidak berulangnya keuntungan oportunistik dari penjualan surat berharga serta peningkatan biaya kredit.
Namun, margin bunga bersih (NIM) diperkirakan relatif stabil, ditopang ekspansi ke kredit dengan imbal hasil lebih tinggi.
Moody’s menegaskan bahwa peringkat Bank Permata tidak mendapatkan tambahan dukungan dari pemerintah Indonesia karena profil kredit bank, setelah memperhitungkan dukungan induk, sudah berada di atas peringkat sovereign.
Adapun, faktor utama yang dapat memengaruhi peringkat antara lain ke depannya adalah kekuatan dukungan dari induk usaha, stabilitas permodalan, serta kualitas aset.
Penurunan peringkat dapat terjadi jika rasio modal turun signifikan, kualitas aset memburuk tajam, atau profitabilitas melemah di bawah ekspektasi.
Sebaliknya, ruang kenaikan peringkat relatif terbatas karena posisi rating saat ini sudah sejalan dengan induk usaha dan peringkat sovereign terkait.