Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank HSBC Indonesia resmi mengalihkan bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) kepada PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), usai menandatangani kesepakatan pengambilalihan pada 4 Mei 2026.
HSBC menyampaikan, keputusan mengalihkan bisnis IWPB di Indonesia dilakukan usai tinjauan strategis operasional perbankan ritel perseroan di Indonesia, yang telah diumumkan pada Juli 2025. Hasil tinjauan menyimpulkan bahwa pengalihan bisnis ritel akan menjadi hasil terbaik bagi operasi ritel HSBC Indonesia, pelanggan, dan kolega HSBC.
“...dan bahwa OCBC berada di posisi terbaik untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis,” jelas HSBC, dikutip dari laman resminya, Selasa (5/5/2026).
HSBC menegaskan, keputusan ini sama sekali tidak mencerminkan kinerja tim IWPB. Perseroan menuturkan, langkah ini merupakan bagian dari penyederhanaan HSBC Group untuk fokus pada peningkatan kepemimpinan dan pangsa pasar di area, yang menurut perseroan memiliki keunggulan kompetitif yang jelas dan memiliki peluang terbesar untuk tumbuh dan mendukung kliennya.
Adapun, transaksi mencakup rekening, kartu kredit, dan pinjaman ritel sekitar 336.000 pelanggan. Perseroan memperkirakan transaksi ini selesai pada paruh pertama 2027 dan akan dikomunikasikan apabila terjadi perubahan waktu. Untuk itu, HSBC berkomitmen mendukung kolega dan pelanggan serta bekerja sama dengan OCBC agar transisi dapat berjalan dengan mulus.
Sementara itu, HSBC mengungkapkan bahwa bisnis Corporate and Institutional Banking (CIB) tidak terpengaruh oleh keputusan ini dan tetap berkomitmen kuat terhadap bisnis CIB.
“CIB tidak terpengaruh oleh keputusan ini dan tetap penting bagi jaringan internasional HSBC,” ujar Perseroan.
Dalam catatan Bisnis, OCBC NISP mengharapkan transaksi ini dapat memperluas dan memperkuat bisnis konsumer Perseroan, serta mendukung pertumbuhan basis nasabah, sejalan dengan strategi pengembangan bisnis Perseroan.
Sebagai informasi, IWPB Indonesia dibangun berdasarkan proposisi layanan keuangan global premium yang melayani pelanggan ritel dan wealth, menawarkan produk dan layanan perbankan yang lengkap, serta wealth management yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Portofolio ini mencakup simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa dana dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans, yang akan memperdalam bisnis wealth management OCBC Indonesia, sekaligus mendukung strategi Next Frontier OCBC Group dalam mendorong Franchise Shift.
Tanpa memperhitungkan one-off transaction costs, transaksi ini diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan bagi OCBC Indonesia setelah penyelesaian, yang diharapkan pada kuartal II/2027.
Adapun, total AUM yang akan dialihkan mencapai Rp89,8 triliun, yang terdiri dari investasi nasabah dalam obligasi reksa dana serta asuransi sebesar Rp58,2 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp31,6 triliun. Portofolio small retail loans nasabah senilai Rp3,6 triliun juga akan dialihkan sebagai bagian dari transaksi tersebut.
Nilai total transaksi ditentukan berdasarkan prinsip kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual (willing-buyer, willing-seller), dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek bisnis IWPB Indonesia serta potensi sinergi yang dapat direalisasikan oleh OCBC Indonesia. Nilai transaksi akan difinalisasi dan diumumkan setelah penyelesaian.
“Kami sangat antusias untuk melayani nasabah International Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia dengan solusi wealth dari OCBC Indonesia, yang dilengkapi dengan proposisi whole-of-wealth dari OCBC Group,” ujar Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).