Gempa M 5,5 mengguncang Pacitan, menyebabkan kerusakan ringan di Trenggalek dan Malang. Tiga orang terluka ringan, BPBD terus memantau situasi. [491] url asal
Bisnis.com, SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat sejumlah bangunan rusak ringan hingga luka ringan imbas gempa tektonik magnitudo 5,5 yang berpusat di darat, tepatnya 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan guncangan gempa yang dirasakan hampir di seluruh wilayah bagian selatan Jawa Timur tersebut dengan skala intensitas II-IV MMI.
Akibat peristiwa tersebut, tiga orang dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena kejatuhan material di kantor Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Para korban telah dilarikan menuju fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penangangan lebih lanjut oleh petugas terkait.
"Untuk korban akibat peristiwa tersebut tercatat di Kabupaten Trenggalek, yakni luka ringan sebanyak tiga jiwa. TRC PB BPBD Kabupaten Trenggalek melakukan penanganan di lokasi kejadian dan membawa korban luka ke Puskesmas Dongko," ungkap Satriyo, Selasa (27/1/2026).
Selain itu, gempa Pacitan tersebut juga mengakibatkan kantor Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek dikabarkan mengalami kerusakan ringan, di mana genteng bagian depan dari bangunan tersebut dilaporkan melorot.
"Selanjutnya, peristiwa gempa bumi juga berdampak di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, di mana tercatat sebanyak dua unit rumah mengalami kerusakan ringan. TRC PB BPBD Kabupaten Malang melakukan assessment di lokasi terdampak," beber Satriyo.
Lebih lanjut, Satriyo pun menyatakan bahwa pihaknya masih secara terus-menerus menjalin komunikasi intensif dengan jajaran BPBD di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur bilamana terdapat wilayah yang terdampak akibat bencana alam tersebut.
"BPBD Provinsi Jawa Timur berkoordinasi dengan kabupaten/kota jika ada dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates Malang Mamuri menjelaskan bahwa gempa tektonik tersebut berpusat di darat, tepatnya 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 122 kilometer.
Dirinya juga menyebut, guncangan gempa dirasakan oleh sejumlah wilayah, seperti Pacitan, Tulungagung, dan Karangkates, dengan intensitas III-IV MMI (dirasakan oleh orang di dalam rumah).
Selanjutnya Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar diguncang gempa dengan skala intensitas III (getaran dirasakan nyata dalam rumah, seolah-olah terdapat truk yang melintas), hingga wilayah Denpasar, Kuta, Karangasem, Madiun, Jember, dan Mojokerto dengan intensitas getaran II-III MMI.
Selain itu, daerah lainnya, yakni Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, serta Mataram juga diguncang gempa dengan intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Berdasarkan analisis awal dengan melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi Pacitan tersebut tergolong dalam kategori gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," ungkap Mamuri lewat keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).
Dirinya menjelaskan hingga pukul 08.35 WIB hasil monitoring dari pihaknya belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," pungkasnya.
Kantor Kecamatan Dongko, Trenggalek, Jawa Timur yang rusak ringan akibat gempa bumi magnitudo 5,5 yang berpusat di darat, tepatnya 24 kilometer arah tenggara Pacitan. /Dok. BPBD
Premi asuransi kendaraan turun 5% akibat ekonomi lesu, sementara klaim naik 2% karena cuaca ekstrem dan mobilitas tinggi. Inovasi produk dan teknologi diperlukan. [394] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor turun, sedangkan klaimnya meningkat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa premi asuransi kendaraan bermotor turun 5,0% (year on year/YoY) menjadi Rp13,5 triliun per Agustus 2025. Di satu sisi, klaimnya mencapai Rp5,3 triliun atau naik 2% (YoY).
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyebut penurunan premi ini utamanya disebabkan oleh perlambatan penjualan kendaraan baru dan menurunnya daya beli masyarakat di kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Selain itu, sebagian konsumen memilih perpanjangan polis dengan cakupan pertanggungan yang lebih terbatas atau beralih ke perlindungan dasar,” ungkapnya kepadaBisnis, dikutip pada Jumat (31/10/2025).
Untuk peningkatan klaim asuransi, kata Budi, disebabkan oleh meningkatnya frekuensi klaim berskala kecil, baik akibat kerusakan ringan maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah perkotaan.
Tidak hanya itu, dia menyebut cuaca ekstrem dan peningkatan mobilitas masyarakat turut memperbesar potensi klaim asuransi kendaraan bermotor pada Agustus 2025 ini.
Meski begitu, Budi berujar AAUI tetap berharap kinerja lini usaha kendaraan bermotor bisa menunjukkan perbaikan pada semester II/2025. Hal ini seiring dengan potensi peningkatan penjualan kendaraan baru menjelang akhir tahun.
“Adapun, untuk mendorong kembali pertumbuhan premi, perusahaan asuransi perlu memperkuat inovasi produk serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses distribusi,underwriting, dan pelayanan klaim,” sarannya.
Menurut Budi, pengembangan produk yang lebih fleksibel dan berbasis perilaku penggunaan kendaraan (usage-based insurance) dapat menjadi alternatif yang menarik bagi masyarakat.
“Kemudian juga kolaborasi dengan ekosistem otomotif sepertidealer, lembaga pembiayaan, dan bengkel resmi menjadi langkah penting guna memperluas basis nasabah,” tegasnya.
Sementara itu, perusahaan asuransi umum PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) juga mencatatkan penurunan premi kendaraan motor berdasarkan data terbarunya.
“Premi kendaraan bermotor Aswata turun 7%. Untuk Aswata, klaim sampai saat ini masih wajar, tetapi ada kenaikan karena beberapa kejadian bencana banjir di Bali dan rusuh di beberapa kota di Indonesia,” ujar Direktur Utama Aswata Christian Wanandi kepadaBisnis, Kamis (30/10/2025).
Adapun, untuk bisa mendongkrak pendapatan premi, lanjutnya, Aswata berkomitmen untuk mengutamakan layanan klaim dan produk yang menarik untuk para calon nasabah.
Di lain sisi, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono menegaskan kondisi asuransi kendaraan bermotor itu menunjukkan bahwa industri tetap terkendali.
“OJK terus mendorong penguatan praktik manajemen risiko dan reasuransi agar kapasitas perlindungan terhadap bencana dan risiko meningkat tetap terjaga,” katanya dalam lembar jawaban RDK September 2025, dikutip Jumat (31/10/2025).