Presiden Prabowo tetap bangga pada mobil nasional Maung meski sempat bocor saat hujan, menandai langkah awal Indonesia memiliki mobil buatan sendiri. [227] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto bercerita bahwa mobil kepresidenan yang dinaikinya yakni mobil nasional Maung buatan PT Pindad sempat bocor saat hujan. Namun, dirinya mengaku tetap bangga.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat di Konvensi, Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor/Dekan/Dosen PTN & PTS Seluruh Indonesia pada Jumat (26/6/2026) di Jakarta Convention Center.
Awalnya Prabowo bercerita bahwa beberapa kali dirinya bertanya ke profesor-profesor dari universitas, alasan selama 80 tahun Indonesia merdeka, tidak bisa membuat mobil nasional sendiri. Meski begitu, menurutnya kini Indonesia mulai ke arah untuk memiliki mobil nasional sendiri.
"Saya ada satu kepuasan yang mendalam. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia, desain Indonesia," katanya.
Presiden Prabowo sendiri menggunakan mobil taktis Maung produksi PT Pindad sebagai kendaraan kepresidenannya dalam acara pelantikannya sebagai Presiden RI.
Prabowo pun mengatakan waktu bulan-bulan pertama memakai Maung, dirinya merasa lumayan nyaman. Namun, dia bercerita bahwa sempat merasakan kebocoran di Maung saat sedang hujan.
"Bulan-bulan pertama lumayan, kecuali kalau hujan deras, sempat bocor juga. Tapi saya ke Prof Sigit [Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa], gimana ini mobil Presiden bocor," ujarnya.
Menurutnya, meskipun mendapati pengalaman seperti itu, dirinya tetap bangga dengan Maung. Sebab, Maung merupakan bentuk upaya pemerintah memiliki mobil nasional sendiri.
"Minimal kita mulai, kita harus berani mulai," ujarnya.
Presiden Prabowo menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine di KTT ASEAN sebagai simbol kemandirian dan kemajuan industri pertahanan Indonesia di panggung internasional. [1,100] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Langit cerah menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Bandara Internasional Mactan-Cebu, Cebu City, Filipina, Kamis (7/5/2026). Presiden tiba untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke-48 bersama para pemimpin negara Asia Tenggara.
Namun perhatian di area kedatangan tidak hanya tertuju pada kepala negara Indonesia. Sorotan justru mengarah pada sebuah kendaraan putih dengan desain gagah yang telah menunggu di area General Aviation Terminal.
Kendaraan tersebut bukan sedan mewah Eropa atau SUV impor yang lazim digunakan dalam kunjungan kenegaraan. Mobil yang digunakan Prabowo adalah Maung MV3 Garuda Limousine, kendaraan taktis ringan buatan dalam negeri yang dikembangkan oleh PT Pindad.
Penggunaan kendaraan produksi nasional dalam kunjungan luar negeri presiden menjadi momen yang jarang terjadi. Untuk pertama kalinya, kendaraan buatan industri pertahanan Indonesia digunakan sebagai kendaraan resmi kepala negara dalam forum internasional.
Lebih dari sekadar alat transportasi, kehadiran Maung di Cebu membawa pesan simbolik yang lebih luas. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa industri pertahanan nasional tidak lagi hanya berperan sebagai produsen domestik, tetapi mulai tampil percaya diri di panggung global.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan penggunaan Maung dalam lawatan internasional Presiden memiliki makna strategis.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan bagaimana pemerintah memanfaatkan simbol industri strategis sebagai bagian dari diplomasi negara.
Diplomasi yang Bergerak di Atas Roda
Presiden Prabowo Gunakan "Maung" Karya Anak Bangsa Saat Hadiri KTT Ke-48 ASEAN Presiden Prabowo tiba di The Mactan Cebu International Airport Authority General Aviation Terminal, Cebu, Filipina, Kamis (07/05/2026). Sumber: BPMI Setpres#KemensetnegRI#RilisPresidenpic.twitter.com/Ao05wCF24R
Dalam praktik politik internasional, simbol sering kali memiliki kekuatan komunikasi yang besar. Banyak negara memanfaatkan produk teknologi atau industri nasional sebagai representasi kekuatan mereka.
Amerika Serikat dikenal dengan kendaraan kepresidenan Cadillac One “The Beast”. Rusia menggunakan limusin Aurus Senat, sementara China memperkenalkan Hongqi sebagai simbol kebangkitan industri otomotifnya.
Indonesia kini mencoba membangun narasi serupa melalui Maung.
Kendaraan ini pertama kali dikembangkan saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Maung dirancang sebagai kendaraan taktis ringan untuk mendukung mobilitas militer di berbagai medan.
Seiring perkembangan program tersebut, platform Maung kemudian melahirkan sejumlah varian, termasuk MV3 Garuda Limousine yang kini digunakan sebagai kendaraan presiden.
Menurut data pemerintah, produksi keluarga Maung telah mencapai sekitar 3.200 unit yang digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional nasional.
Secara teknis, platform MV3 mengusung mesin turbo diesel 2.200 cc dengan tenaga sekitar 202 horsepower, sistem penggerak 4x4, serta transmisi otomatis delapan percepatan. Kendaraan ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 100 kilometer per jam dengan jarak tempuh hingga 500 kilometer.
Selain itu, bodi kendaraan dilengkapi perlindungan komposit yang mampu menahan peluru kaliber 5,56 mm hingga 7,62 mm, sementara kaca kendaraan menggunakan material antipeluru dengan standar perlindungan tinggi.
Pada varian Garuda Limousine, sejumlah modifikasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas kepala negara. Penyesuaian tersebut meliputi sistem keamanan tambahan, interior VIP, sistem komunikasi khusus, hingga penyesuaian suspensi.
Dengan konfigurasi tersebut, Maung tidak lagi diposisikan semata sebagai kendaraan militer, tetapi juga sebagai simbol industrialisasi nasional.
Panggung Baru Industri Pertahanan
Bagi Indonesia, KTT Asean di Cebu tidak hanya menjadi forum diplomasi regional. Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memperlihatkan wajah baru Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo yang menekankan kemandirian dalam sektor strategis.
Kehadiran Maung di Filipina bahkan didukung oleh mobilisasi logistik dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara yang menggunakan pesawat angkut strategis Airbus A400M Atlas.
Pesawat tersebut membawa kendaraan Maung ke Cebu pada 4 Mei 2026, beberapa hari sebelum kedatangan Presiden.
Langkah ini menunjukkan kemampuan mobilisasi strategis Indonesia dalam mendukung kegiatan diplomasi luar negeri.
Di tengah dominasi kendaraan impor dalam mobilitas pejabat tinggi dunia, keputusan membawa Maung justru menjadi langkah berani. Pemerintah mempertaruhkan reputasi produk dalam negeri di hadapan delegasi internasional.
Risikonya tentu tidak kecil. Gangguan teknis sekecil apa pun berpotensi memengaruhi citra industri nasional. Namun keputusan tersebut juga menunjukkan tingkat kepercayaan pemerintah terhadap produk dalam negeri.
“Maung” Presiden Prabowo curi perhatian delegasi Asean dan warga Filipina./BPMI Setpres
Di sekitar lokasi konferensi, kendaraan Maung dengan cepat menjadi perhatian banyak orang. Warga lokal hingga petugas keamanan terlihat mengamati kendaraan tersebut.
Yusail, warga Cebu yang menyaksikan langsung iring-iringan Presiden Indonesia, mengaku terkesan dengan kendaraan tersebut.
“Saya melihat ini satu kendaraan yang menakjubkan,” ujarnya.
Komentar serupa juga disampaikan oleh Alex, warga lainnya yang bahkan sempat berfoto dengan latar belakang kendaraan tersebut.
“Kendaraan ini sangat klasik dan berbeda dengan kendaraan lainnya yang pernah saya lihat di Filipina,” katanya.
Sementara itu, Kathrine, salah satu petugas keamanan KTT Asean, menilai kendaraan tersebut terlihat kokoh dan aman.
“Saya rasa kendaraan ini sangat aman untuk dikendarai oleh Presiden Indonesia,” ujarnya.
Respon spontan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi dalam diplomasi publik, impresi visual sering kali menjadi instrumen penting dalam membangun citra negara.
Strategi Simbol Politik
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai penggunaan Maung merupakan bagian dari politik simbol yang sering digunakan Prabowo.
“Pak Prabowo itu simbol ya. Jadi simbol kemajuan, simbol Indonesia yang kuat. Ini mirip dengan Pak Soekarno. Dia suka dengan simbol,” ujarnya.
Menurut Pangi, penggunaan kendaraan nasional oleh presiden merupakan bentuk narasi nasionalisme modern.
“Bagaimana Indonesia itu juga punya kendaraan nasional yang dibanggakan, yang tidak hanya sekadar kampanye, tapi presidennya langsung memakai Maung itu. Dan itu simbol kemandirian, simbol bangsa,” katanya.
Pendekatan simbolik tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan Prabowo yang menekankan kemandirian di sektor pangan, pertahanan, dan industri strategis.
Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo, menilai langkah tersebut sebagai bentuk soft diplomacy yang ambisius.
“Keputusan Presiden Prabowo memboyong kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine ke ajang KTT Asean merupakan langkah simbolik yang ambisius dalam mempromosikan kemandirian industri pertahanan nasional di panggung internasional,” ujarnya.
Menurut Karyono, langkah ini juga menunjukkan ambisi Indonesia menjadi kekuatan manufaktur strategis di Asia Tenggara.
“Menghadirkan Maung di forum tersebut, seolah Prabowo ingin menegaskan kembali jargon Indonesia sebagai ‘Macan Asia’,” katanya.
Meski demikian, Karyono mengingatkan bahwa diplomasi simbolik tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Dia menilai membawa kendaraan taktis khusus ke luar negeri memerlukan mobilisasi angkut udara yang tidak murah.
Apabila langkah tersebut tidak dikonversi menjadi kontrak penjualan konkret, hal itu berisiko dianggap sebagai tindakan yang kurang efisien dari sisi anggaran.
Karyono juga menyoroti tantangan lain terkait ketergantungan industri pertahanan pada rantai pasok global.
“Tanpa adanya transparansi dan peningkatan kemampuan riset mandiri pada suku cadang vital, penggunaan Maung di kancah global dikhawatirkan hanya menjadi ‘kemasan’ luar yang patriotik, namun rapuh di sisi fundamental teknologi,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, penggunaan Maung di Cebu tetap menjadi pesan diplomatik yang kuat. Indonesia ingin menunjukkan kepada kawasan bahwa negara ini siap melaju dengan produk industrinya sendiri.
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Filipina untuk KTT ASEAN ke-48, menggunakan mobil Maung buatan PT Pindad sebagai simbol kemandirian industri otomotif Indonesia. [625] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Filipina dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN. Untuk pertama kalinya, dalam kunjungan kenegaraan itu, setibanya di Filipina, mobil kenegaraan RI Maung Garuda menjemput Prabowo.
Pada Kamis (7/5/2026) pukul 09.10 WIB saat langit udara Jakarta cerah, Prabowo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Kala itu, Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Cebu, Filipina.
Prabowo tiba di Filipina disambut Penasihat Keamanan Nasional Republik Filipina Eduardo Oban. Lalu, di bawah tangga pesawat, kepala negara menerima penyambutan kehormatan berupa jajar pasukan kehormatan dan penampilan tari-tarian tradisional Filipina. Setelahnya, untuk pertama kalinya, saat mendarat di luar negeri, Prabowo dijemput dengan mobil Maung.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan penggunaan Maung di agenda internasional menjadi ajang unjuk gigi. Menurutnya, kemajuan industri pertahanan dalam negeri terus berkembang.
Dia pun mengatakan bahwa mobil Maung menjadi simbol kemandirian dan kepercataan diri bangsa di kancah internasional.
"Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini," kata Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (8/5/2026).
Berlanjut, Prabowo disambut antusiasme diaspora Indonesia yang telah menanti di hotel tempat Presiden bermalam. Di pintu masuk, dua anak Indonesia yang mengenakan pakaian tradisional berdiri rapi sambil menyerahkan bunga kepada Prabowo.
Tak lupa, mobil Maung menjadi sorotan para diaspora. Ronald Tasik, seorang diaspora Indonesia yang bekerja sebagai dokter di Cebu, Filipina mengatakan bangga melihat Prabowo menggunakan kendaraan Maung buatan dalam negeri dalam kunjungan luar negeri.
“Hal yang spesial sih bisa melihat pemimpin yang bangga membawa produk lokal, karya anak bangsa, inovasi dan teknologi karya anak bangsa ke kancah internasional,” katanya.
Begitu juga dengan Lili Yahya, warga negara Indonesia yang telah lama tinggal di Cebu. Dia mengaku bangga melihat kendaraan Maung turut hadir mendampingi kunjungan Presiden di Filipina.
“Sangat terkejut sekali ya, maksudnya sungguh sangat membanggakan karena mungkin Bapak ingin memperkenalkan mobil tersebut kepada negara Filipina. Jadi wow, surprise sekali. Jauh-jauh dari Indonesia dibawa ke sini,” ucapnya.
Kiprah Maung
Di beberapa momen kenegaraan, Prabowo memang kerap menggunakan mobil Maung MV3 Garuda buatan PT Pindad, bahkan sejak dilantik pada 2024.
Pada awalnya, MV3 Garuda Limousine dikembangkan khusus dari MV3 untuk kendaraan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo-Gibran saat pelantikan pada 20 Oktober 2024.
Kemudian, Prabowo mewajibkan para menteri Kabinet Merah Putih menggunakan kendaraan produksi dalam negeri, yakni Maung buatan PT Pindad itu.
Dalam arahannya, Prabowo juga menargetkan Indonesia mampu memproduksi mobil buatan nasional dalam waktu tiga tahun ke depan. Pemerintah mengaku telah menyiapkan dukungan untuk mewujudkan target tersebut, mulai dari penganggaran hingga penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas produksi.
Meski tidak secara spesifik menyebut model tertentu, pernyataan tersebut dinilai sebagai komitmen terhadap kemandirian industri otomotif nasional, termasuk lini kendaraan taktis Maung Pindad.
Mobil Maung sendiri awalnya merupakan jenis kendaraan taktis rantis ringan tempur jarak dekat modular 4x4 yang sangat kuat dan bandel diproduksi oleh Pindad. Maung dirancang memiliki kemampuan modular untuk digunakan dalam berbagai varian operasi. Nama Maung sendiri merupakan harimau dalam bahasa Sunda.
Kemudian, Maung MV3 Garuda dikembangkan sebagai kendaraan kepresidenan buatan Pindad dengan spesifikasi utama fokus pada keamanan tinggi dan kenyamanan premium.
Menilik spesifikasinya, kendaraan ini memiliki bobot 2,95 ton, dimensi panjang sekitar 5,05 meter, lebar 2,06 meter, tinggi 1,87 meter serta desain long wheelbase yang nyaman dan lega. Kendaraan ini diklaim memiliki daya mesin 202 PS/199 HP, transmisi AT dengan 8 percepatan, dan memiliki kecepatan maksimum 100 kilometer per jam.
Dari sisi eksterior, MV3 Garuda Limousine dilengkapi automatic footstep di bagian samping kendaraan untuk memudahkan pijakan keluar masuk kendaraan. Logo Garuda terpampang mulai dari bagian grille hingga velg kendaraan.
Adapun, motif grille terinspirasi dari batik parang yang menggambarkan kearifan lokal sekaligus sebagai salah satu identitas bangsa. Di bagian belakang, dual exhaust diterapkan untuk meningkatkan performa kendaraan.