Bisnis.com, JAKARTA — Ekspor pangan menjadi salah satu indikator penting kekuatan ekonomi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, biaya logistik, hingga tekanan rantai pasok dunia.
Berdasarkan data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sepanjang 2025 mencatat hanya 30 negara yang menguasai lebih dari 80% pasar ekspor pertanian global senilai US$1,5 triliun.
Dari jumlah tersebut, 10 negara teratas bahkan menguasai hampir separuh perdagangan pangan dunia sehingga memiliki pengaruh besar terhadap harga pangan global dan stabilitas rantai pasok internasional.
Amerika Serikat menjadi eksportir pangan terbesar dunia dengan nilai ekspor agrikultur mencapai US$181,3 miliar atau setara 12,1% dari total perdagangan global.
Posisi kedua ditempati Brasil dengan nilai ekspor sebesar US$144,4 miliar atau 9,7% pangsa pasar global.
Sementara itu, Indonesia berada di posisi keenam dunia dengan nilai ekspor pangan mencapai US$49,7 miliar atau sekitar 3,3% dari total ekspor agrikultur global.
Di kawasan Asia, Indonesia hanya berada di bawah China yang mencatat ekspor US$74,8 miliar dan sedikit di atas India yang mencapai US$45,5 miliar.
Berikut daftar 10 eksportir pangan terbesar dunia:
1. Amerika Serikat — US$181,3 miliar
2. Brasil — US$144,4 miliar
3. China — US$74,8 miliar
4. Kanada — US$66,3 miliar
5. Meksico — US$49,9 miliar
6. Indonesia — US$49,7 miliar
7. Australia — US$45,8 miliar
8. India — US$45,5 miliar
9. Thailand — US$41,8 miliar
10. Prancis — US$38,7 miliar
Kawasan Amerika Utara dan Selatan masih mendominasi perdagangan pangan global. Amerika Serikat, Brasil, Kanada, dan Meksiko secara kolektif menyumbang hampir 30% ekspor pertanian dunia, mulai dari biji-bijian, minyak nabati, hingga produk pangan olahan.
Sementara itu, Indonesia menjadi salah satu pemain utama dunia melalui ekspor minyak sawit yang merupakan bahan baku penting industri makanan global.
Selain Indonesia, Australia juga memainkan peran strategis melalui ekspor gandum, jelai, dan daging sapi yang memasok banyak negara Asia.
Di Eropa, Belanda menonjol sebagai eksportir pangan besar meskipun memiliki wilayah relatif kecil. Negara tersebut didukung sistem pertanian rumah kaca modern, efisiensi logistik, dan perannya sebagai pusat perdagangan pangan Eropa.
Sementara Prancis dan Jerman tetap menjadi pemain utama melalui ekspor produk susu, gandum, makanan olahan, hingga minuman bernilai tambah tinggi.
Meningkatnya biaya energi, pupuk, dan gangguan pengiriman global dalam beberapa tahun terakhir membuat perdagangan pangan semakin strategis.
Kondisi tersebut memperbesar peran negara-negara eksportir utama seperti AS, Brasil, Kanada, dan Australia yang memiliki kapasitas produksi besar serta infrastruktur logistik kuat untuk menjaga pasokan pangan dunia di tengah ketidakpastian global.