JAKARTA - Badan Otonom (Banom)
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Panji Bangsa mulai menyiapkan kader militan sejak dini untuk mengawal Pemilu 2029. Kader Panji Bangsa hadir sampai level Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rukun Tetangga (RT), dan Rukun Warga (RW).
"Tantangan hari ini kita ingin mencetak kader-kader militan Panji Bangsa sampai tingkat TPS, di tahun 2029 harapannya bisa mengawal suara-suara PKB di TPS-TPS baik RT, RW. Kami memiliki kader-kader militan yang tidak asal comot untuk menjadi saksi partai," ujar Ketua Umum Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, Senin (17/11/2025).
Menurut Rivqy, saat ini Panji Bangsa memiliki tiga agenda besar. Pertama, musyawarah nasional yang akan dibuka pada 19 November 2025 di Kantor DPP PKB.
"Insya Allah akan dihadiri oleh Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Ketua Dewan Syuroh Partai Kebangkitan Bangsa, beserta Dewan Pembina, Dewan Komando Pusat Panji Bangsa. Dan juga akan dihadiri oleh seluruh pengurus Dewan Komando Wilayah se-Indonesia yang diwakili oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara," ujarnya.
Kedua, kata anggota DPR FPKB, Panji Bangsa melakukan pendidikan instruktur selama tiga hari dua malam di Kampung Gowes, Kota Depok. Pendidikan ini diikuti oleh seluruh ketua, sekretaris, bendahara DKW se-Indonesia. "Tujuannya mencetak instruktur-instruktur baru dengan gaya pengkaderan baru Panji Bangsa," tutur Rivqy.
Ketiga, apel dan pelantikan yang diikuti oleh seluruh DKW Panji Bangsa serta 5.000 pasukan dari DKI, Banten, dan Jawa Barat. "Insya Allah kami juga akan mengundang seluruh pengurus DPP Partai Kebangkitan Bangsa, seluruh anggota fraksi DPR RI, serta pimpinan-pimpinan Banom dari DPP Partai Kebangkitan Bangsa. Ini pelantikan pengurus DKP Panji Bangsa langsung akan dilantik oleh Ketua Umum," kata dia.
Tidak hanya DKP yang dilantik, tapi DKW seluruh Indonesia, baik perwakilan ketua, sekretaris, bendahara DKW seluruh Indonesia. "Hari ini sudah terbentuk 33 DKW dari 38 provinsi. Puncak acara akan kami lakukan pada tanggal 22 November di Kampung Goes Depok," ucapnya.
Rivqy menambahkan, Panji Bangsa ini awal mulanya sudah dibentuk di Jawa Timur 2020 dan berada di bawah Komando Garda Bangsa dan akhirnya diresmikan menjadi Banom baru di 2025.
"Jadi Panji Bangsa ini memang Banom yang latar belakangnya adalah kesatgasan tapi kita juga hadir dalam sosial keagamaan. Jadi Panji Bangsa kita bentuk untuk benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat melakukan aksi-aksi sosial di tengah-tengah masyarakat, melakukan rekrutmen-rekrutmen kader dan juga menjaga marwah-marwah pimpinan, marwah-marwah partai," ucapnya.
(cip)