Bisnis.com, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya resmi menerima 1.716 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan lonjakan peminat yang tercatat mencapai 18.110 pendaftar.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS Nani Kurniati menjelaskan peningkatan terjadi, baik dari jumlah pendaftar maupun peserta yang diterima.
“Pendaftar SNBP tahun ini bertambah, begitu juga dengan jumlah mahasiswa yang diterima,” beber Nani, Rabu (1/4/2026).
Dari total pendaftar, sebanyak 12.539 peserta menjadikan ITS sebagai pilihan pertama, sementara 5.571 lainnya memilih sebagai opsi kedua. Data tersebut tingginya minat siswa-siswi untuk melanjutkan studinya di ITS.
Pada jalur SNBP tahun ini, ITS juga menerima pendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP-K). Dari 4.157 total pendaftar KIP-K, sebanyak 344 peserta berhasil lolos tahapan dan akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat internal kampus.
“Bagi peserta didik yang tidak lolos seleksi internal, kami akan memberikan keringanan pada biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) maupun peluang beasiswa lainnya yang tersedia,” jelasnya.
Dari 57 program studi yang tersedia, jurusan teknik masih menjadi primadona. Prodi dengan peminat tertinggi di antaranya adalah Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil. Sementara itu, tingkat persaingan terketat tercatat pada prodi Teknik Pertambangan yang tergolong baru berdiri.
“Prodi Teknik Pertambangan menjadi prodi baru yang sebelumnya baru dibuka melalui jalur Mandiri tahun lalu,” bebernya.
Nani juga menjelaskan jalur SNBP hanya mencakup sebesar 23% dari keseluruhan penerimaan mahasiswa ITS pada tahun 2026. Kesempatan lainnya masih terbuka melalui jalur lain, seperti seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT), seleksi mandiri ITS dengan prestasi (SMITS FLAT), dan seleksi mandiri ITS dengan tes (SMITS ACE), serta jalur seleksi International Undergraduate Program (IUP).
Jalur SNBT memiliki porsi kuota sebanyak 35% dengan masa pendaftaran dibuka hingga 7 April 2026. Sementara itu, jalur mandiri memiliki kuota sebanyak 42%.
Program IUP sendiri menyediakan 370 kursi dan dilengkapi kesempatan Beasiswa Garuda hasil kerjasama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Nani mengimbau para peserta yang telah diterima untuk dapat segera mengikuti proses pendaftaran ulang. Sementara itu, bagi calon mahasiswa yang belum lolos SNBP dapat mengikuti jalur seleksi lain yang masih tersedia.
“Kami berharap agar yang belum berkesempatan di jalur ini, dapat memanfaatkan jalur lain yang masih menunggu,” pungkasnya.