Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya ditelepon Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang meminta kesediaan Indonesia untuk menjual pupuknya ke ... [340] url asal
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya ditelepon Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang meminta kesediaan Indonesia untuk menjual pupuknya ke Australia.
Alasannya, Presiden melanjutkan Indonesia memiliki surplus pupuk.
"Saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor. Kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia. Beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk dan mereka minta apakah boleh kita jual (pupuk, red.) ke mereka," kata Presiden Prabowo saat acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu siang.
"Saya bilang: Jual! Kirim ke mereka! Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita, silakan. Asal harganya bener, ya Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman, red.). Petani jangan rugi," sambung Presiden Prabowo di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan.
Dalam acara tersebut, Presiden kembali mengumumkan Indonesia telah mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras, dalam periode setahun lebih pemerintahan Presiden Prabowo.
"Saya merasa bersyukur, kita swasembada pangan. Kita produksi pangan, beras, jagung, hampir semua komoditas pangan kita produksi, dan produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri, dan ini adalah akibat kerja keras saudara-saudara sekalian," kata Presiden Prabowo.
Oleh karena itu, Presiden pun mengucapkan terima kasih kepada puluhan ribu petani dan nelayan yang memadati GOR David-Tony di Gorontalo pada Rabu siang hari ini, kemudian sejumlah organisasi petani dan nelayan.
Selain itu, juga kepada jajaran pejabat negara yang mengurusi pertanian, kelautan dan perikanan, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
"Hanya di Indonesia, polisi ngurus pertanian. Hanya, mungkin di Indonesia, tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia, Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia, Angkatan Udara tanam tebu. Tetapi ini adalah strategis. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat. Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat," ujar Presiden Prabowo.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Pekan Nasional (Penas) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, ... [418] url asal
Bulog siap mendukung dan bersinergi dengan seluruh pihak agar penyelenggaraan kegiatan ini berjalan sukses, aman dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan ketahanan pangan nasional
Gorontalo (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Pekan Nasional (Penas) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, menjadi momentum strategis memperkuat ketahanan pangan nasional, sektor pertanian dan perikanan.
Ahmad Rizal di Gorontalo, Selasa mengatakan berada di daerah itu untuk mengawal langsung persiapan puncak kegiatan Penas KTNA XVII.
Penas KTNA, kata dia, merupakan ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, nelayan, serta seluruh pemangku kepentingan pangan.
"Bulog siap mendukung dan bersinergi dengan seluruh pihak agar penyelenggaraan kegiatan ini berjalan sukses, aman dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan ketahanan pangan nasional," katanya.
Penas KTNA XVII Tahun 2026 menjadi salah satu agenda nasional strategis yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha dan pemerintah dari seluruh Indonesia.
Ia mengatakan kehadiran Presiden Republik Indonesia pada acara puncak diharapkan menjadi penguat semangat transformasi sektor pangan menuju terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Melalui koordinasi yang intensif bersama TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Perum Bulog optimistis pelaksanaan Penas KTNA XVII Tahun 2026 di Gorontalo, dapat berlangsung dengan aman, tertib dan sukses.
Pihaknya pun melakukan serangkaian koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, guna memastikan kesiapan pelaksanaan acara puncak yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Rangkaian koordinasi dilakukan Ahmad Rizal diawali dengan kunjungan ke Markas Komando Resor Militer (Makorem) 133/Nani Wartabone yang disambut langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai aspek kesiapan pelaksanaan kegiatan, khususnya terkait dukungan pengamanan dan kelancaran agenda nasional yang akan menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Selanjutnya, ia melakukan kunjungan ke Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo dan diterima langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Widodo.
Pertemuan tersebut membahas sinergi dan langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan Penas KTNA berjalan aman dan lancar.
Sebagai bagian dari koordinasi lintas sektor, Ahmad Rizal juga menghadiri rapat persiapan yang diselenggarakan di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.
Rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama jajaran mengawal langsung persiapan Puncak Penas KTNA XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, di antaranya dengan melakukan pertemuan dengan Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo. ANTARA/HO-Bulog