Bisnis.com, JAKARTA — Unit Usaha Syariah PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mencatat jumlah pengguna layanan Jago Syariah hampir mencapai 2,4 juta nasabah hingga akhir 2025 atau tumbuh 16,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengatakan peningkatan jumlah nasabah tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang berbasis digital.
“Pencapaian ini mencerminkan semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang mudah, inovatif, dan kolaboratif,” kata Waasi dalam acara media gathering, dikutip pada Minggu (8/3/2026).
Direktur I nfrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menilai pertumbuhan bisnis Jago Syariah sejalan dengan prospek ekonomi syariah nasional yang terus menguat.
Menurutnya, Indonesia memiliki fundamental kuat sebagai salah satu pusat ekonomi syariah global, didukung oleh populasi muslim yang besar, meningkatnya kesadaran gaya hidup halal, serta dukungan regulasi dan penguatan ekosistem industri halal.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia konsisten berada di peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah global, dengan keunggulan antara lain pada sektor modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal.
Sektor industri halal atau halal value chain (HVC) juga tercatat memberi kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pada kuartal III/2025, kontribusinya mencapai 27,34% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp4.832 triliun, meningkat dari 26,53% atau Rp4.368 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Emir menuturkan peningkatan tersebut menunjukkan sektor-sektor pembentuk HVC seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fesyen, serta pariwisata tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor lain dalam perekonomian nasional.
“Hal ini mencerminkan secara umum pertumbuhan sektor-sektor pembentuk HVC yang meliputi pertanian, makanan dan minuman halal, fashion, dan pariwisata tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor lain dalam komponen pendapatan nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi syariah juga ditopang oleh peningkatan sertifikasi halal. Hingga Desember 2025, jumlah sertifikat halal yang terbit mencapai 3,32 juta sertifikat dengan total akumulasi 10,99 juta produk.
Namun demikian, Emir menilai masih terdapat kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, sementara tingkat inklusinya baru 13,41%.
“Ini menunjukkan adanya literacy–inclusion gap yang signifikan. Ini tantangan sekaligus peluang sebenarnya, terutama buat bank digital seperti Jago Syariah, karena digitalisasi membuat layanan keuangan syariah menjadi lebih mudah diakses, efisien, dan relevan bagi generasi muda, terpenting tetap sesuai prinsip syariah,” kata Emir.
Dalam praktiknya, sebagian nasabah memanfaatkan fitur perencanaan keuangan berbasis tujuan atau goal-based saving untuk mengatur dana sesuai kebutuhan, termasuk untuk keperluan ibadah. Tercatat lebih dari 40.000 nasabah telah menggunakan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah untuk merencanakan perjalanan ibadah.