Bisnis.com, PADANG - Sebanyak delegasi 36 negara yang tergabung dalam International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang diselenggarakan pada 2026 berkesempatan berkunjung ke PT KAI Divre II Sumatra Barat untuk mengulik informasi seputar sejarah kereta api yang ada di Ranah Minang.
Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan adanya kunjungan rombongan ini merupakan agenda internasional yang mengangkat kekayaan literasi, budaya, dan sejarah Minangkabau, yang juga menjadi rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
“Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kebanggaan bagi Sumatra Barat. Kami tentu memberikan dukungan selama pelaksanaan rangkaian kegiatan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang ini," katanya, Kamis (4/6/2026).
Dia menaruh harapan agar kegiatan tersebut semakin memperkuat posisi Sumatra Barat sebagai destinasi budaya, literasi, dan pariwisata yang mendunia, serta menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menambahkan bahwa partisipasi KAI dalam menyambut para delegasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi daerah.
Adanya kunjungan para delegasi ke KAI Divre II Sumbar menjadi sebuah rasa hormat, karena menjadi bagian dari penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival 2026.
"Kehadiran para delegasi dari berbagai negara merupakan momentum penting untuk memperkenalkan budaya Minangkabau sekaligus layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan di Sumatra Barat,” ujar Reza.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyebutkan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang merupakan momentum bersejarah bagi Kota Bukittinggi untuk memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan nilai-nilai Minangkabau kepada masyarakat dunia.
Menurutnya kehadiran delegasi dari 36 negara menjadi kehormatan sekaligus peluang untuk memperkuat jejaring budaya dan pariwisata internasional. "Kami berharap mereka mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berada di Bukittinggi dan Sumatra Barat,” ucap dia.
Salah seorang delegasi yang hadir, Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, Armin Limo mengatakan bicara soal transportasi kereta api, sebelumnya telah menikmati perjalanan kereta api Jakarta - Bandung, dan sekarang turut berkunjung ke Stasiun BIM yang ternyata memiliki nilai sejarah yang besar.
"Perkembangan transportasi perkeretaapian di Indonesia sangat bagus, efisien, dan ini adalah salah satu pengalaman kereta api terbaik yang pernah saya alami," ucap dia.
Dikatakannya berasal dari Bosnia dan Herzegovina, di mana di negara asalnya belum memiliki layanan kereta api dengan kecepatan dan kualitas seperti yang ada di Indonesia.
"Saya benar-benar terkesan dengan perkembangan kereta api di Indonesia. Saya berharap dapat berpartisipasi dalam festival yang digelar di Sumbar ini dan mempelajari lebih lanjut tentang budaya dan prestasi wilayah yang luar biasa ini,” sebutnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah seorang delegasi asal Australia, May mengatakan melihat pada Stasiun kereta api Padang itu merupakan ide yang luar biasa, karena tidak hanya menyoroti salah satu ruang publik ikonik kota ini tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas.
Dia menyakini festival tersebut akan memperkuat hubungan budaya, mempromosikan literasi, dan menciptakan pertukaran ide yang bermakna di antara peserta dari berbagai negara dan latar belakang.
"Saya benar-benar menikmati waktu saya di sini. Suasananya ramah, dan tempatnya memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua delegasi,” ujar May.