Bisnis.com, Bekasi — Perusahaan cat dan pelapis (coating), Jotun, meresmikan pabrik cat berbasis air (water-based) terbaru di Cikarang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp 1 triliun.
Peresmian pabrik ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapabilitas produksinya di Indonesia, sejalan dengan 100 tahun perjalanan global perusahaan dalam menghadirkan inovasi di industri cat dan pelapis.
President Director Jotun Indonesia Arun Kumar menyebutkan bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi Jotun. Dari lebih dari 100 negara tempat Jotun beroperasi, Indonesia masuk dalam jajaran 10 kontributor terbesar secara global.
Posisi strategis Indonesia tak terlepas dari pertumbuhan sektor konstruksi dan meningkatnya kebutuhan akan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan kondisi iklim tropis di Tanah Air.
"Peresmian fasilitas ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pasar Indonesia, sekaligus komitmen untuk memperkuat manufaktur lokal dan menghadirkan kualitas global Jotun lebih dekat kepada konsumen," ujarnya saat peresmian fasilitas produksi baru Jotun di Cikarang, Rabu (15/4/2026).
Investasi Jotun juga sejalan dengan agenda penguatan manufaktur nasional. Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri manufaktur hingga 5,51% pada 2026 dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 18,56%.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat basis produksi dalam negeri, mendukung pertumbuhan nasional, serta membuka ruang bagi pengembangan rantai pasok dan kapabilitas industri lokal.
Arun menjelaskan, pabrik baru ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 juta liter per tahun. Bagi pasar Indonesia, hal ini berarti ketersediaan produk yang stabil, distribusi yang cepat, serta kualitas yang terus konsisten untuk memenuhi kebutuhan proyek maupun hunian.
Fasilitas di pabrik baru Jotun juga dilengkapi dengan teknologi manufaktur yang lebih terintegrasi dan modern, guna meningkatkan kapasitas produksi secara lebih efektif dan efisien serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Sementara itu, Husodo Hoe, Head of Marketing Jotun Indonesia menyebut kehadiran fasilitas ini memungkinkan Jotun untuk makin responsif dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus berkembang. Jotun juga dapat menghadirkan produk berstandar global yang dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pasar Indonesia, baik dari sisi kualitas, ketersediaan, maupun kecepatan distribusi.
"Fokus kami pada produk berbasis air juga menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan solusi yang selaras dengan tren hunian yang lebih modern dan berkelanjutan," jelasnya.
Prinsip keberlanjutan juga menjadi bagian integral dalam operasional pabrik ini. Hal ini tecermin dari pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Sebagian kebutuhan listrik pabrik bakal didukung oleh panel surya, sementara teknologi Formeco memungkinkan limbah air dari proses produksi diolah dan digunakan kembali, sehingga mendukung operasional yang ramah lingkungan.