MILAN - Meskipun peluncuran Ferrari Luce menandai masuknya Ferrari ke era kendaraan listrik sepenuhnya, produsen supercar Italia ini bersikeras tidak akan memproduksi mobil yang dapat mengemudi sendiri dan tidak berencana untuk mengakhiri penggunaan mesin pembakaran internal.
CEO Ferrari, Benedetto Vigna, mengatakan perusahaan ingin terus mempertahankan pengalaman mengemudi yang sesungguhnya, yang merupakan identitas inti dari setiap model Ferrari.
Dalam sebuah wawancara dengan Drive Australia, Vigna menjelaskan bahwa Ferrari tidak tertarik untuk mengembangkan kendaraan otonom Level 3 dan di atasnya seperti yang sedang dikerjakan oleh beberapa produsen lain.
"Kami tidak akan memproduksi mobil yang sepenuhnya otonom. Kami ingin pengemudi menikmati kesenangan mengemudi sendiri, bukan bergantung pada chip komputer," katanya.
Menurut Vigna, pengalaman mengemudi adalah elemen terpenting dari sebuah Ferrari dan itu tidak akan berubah bahkan jika perusahaan mulai menawarkan model listrik.
Ia mengatakan Ferrari masih menginginkan pengemudi untuk mengendalikan mobil mereka sendiri, bukan menyerahkan tugas tersebut kepada sistem komputer.
“Ketika saya berbicara tentang mobil otonom, yang saya maksud adalah Level 3 ke atas. Kami ingin tetap ada setir dan pengemudi yang mengendalikan kendaraan. Jika tidak, mengapa ada orang yang mau membeli Ferrari?” katanya.
Pernyataan tersebut muncul ketika Ferrari menerima reaksi beragam terhadap Luce, model EV pertama perusahaan yang diluncurkan minggu lalu.
Luce Bukan Pengganti Mesin Bensin
Vigna juga menekankan bahwa Luce tidak dikembangkan untuk menggantikan model bertenaga bensin dalam jajaran Ferrari.
Benedetto Vigna
Sebaliknya, model EV ini hanya menambah pilihan bagi pelanggan yang sudah ada dan pelanggan baru.
“Kami memiliki mesin pembakaran internal, kami memiliki hibrida, dan kami memiliki listrik. Pelanggan dapat memilih apa yang mereka inginkan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa respons terhadap Luce sangat menggembirakan meskipun ada kritik di media sosial mengenai desain dan harganya.
Bahkan, menurutnya, ada pelanggan yang sudah membayar penuh untuk memesan model tersebut.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa Ferrari belum siap untuk meninggalkan mesin pembakaran internal.
Laporan media internasional sebelumnya mengklaim bahwa Ferrari sedang mempertimbangkan edisi terbatas Ferrari 12Cilindri dengan transmisi manual, sesuatu yang semakin langka di dunia supercar modern.
Selain itu, beberapa dokumen paten yang baru-baru ini muncul menunjukkan bahwa Ferrari sedang mempelajari berbagai teknologi untuk memastikan bahwa karakter unik mesin V12 dapat dipertahankan meskipun peraturan emisi semakin ketat.
Ada juga rumor tentang versi yang lebih ekstrem dari Ferrari F80 dan kemungkinan nama GTO dihidupkan kembali di masa depan.
Untuk saat ini, Ferrari tampaknya tidak ingin memilih hanya satu arah. Luce akan menjadi bagian dari masa depan perusahaan, tetapi model hybrid, V8, dan V12 akan terus ditawarkan kepada pelanggan yang masih menginginkan pengalaman berkendara tradisional
(wbs)