Bisnis.com, GARUT - Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Garut diperluas melalui sejumlah skema kredit dengan plafon beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah.
Skema tersebut mencakup pembiayaan tanpa bunga untuk usaha mikro berbasis kelompok hingga dukungan pendanaan riset bagi rintisan usaha berbasis inovasi.
Pimpinan Cabang GarutBank BJBAsep Wahyu Ismailmengatakan salah satu skema yang disiapkan menyasar pelaku usaha skala sangat kecil dengan plafon pinjaman antara Rp500 ribu hingga Rp5 juta.
Pembiayaan ini diberikan tanpa bunga, namun disalurkan melalui mekanisme kelompok dan didahului dengan proses edukasi kepada calon penerima.
“Plafonnya kecil, mulai dari Rp500 ribu sampai Rp5 juta. Skema ini tanpa bunga, tapi berbasis kelompok dan ada edukasi sebelum pencairan,” ujar Asep, Kamis (9/4/2026).
Selain pembiayaan mikro tanpa bunga, tersedia pula Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skala lebih besar. Skema KUR mencakup segmen super mikro hingga usaha kecil, yang selama ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi lokal.
Di luar sektor perbankan, dukungan pembiayaan juga datang dariBRINmelalui skema pendanaan riset dan pengembangan startup.
Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRINRaden Arthur Ario Lelonomenyebutkan bahwa setiap startup berpotensi memperoleh pendanaan hingga Rp600 juta untuk jangka waktu dua tahun.
“Pendanaan bisa dimanfaatkan untuk membangun ekosistem innopreneur dan technopreneur berbasis keunggulan lokal,” kata Arthur.
Menurutnya, skema pembiayaan yang berlapis ini diarahkan untuk menjangkau pelaku usaha dari berbagai level, mulai dari usaha ultra mikro hingga rintisan berbasis teknologi.
"Model ini juga menempatkan edukasi sebagai prasyarat dalam penyaluran kredit mikro, guna menekan risiko gagal bayar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha penerima," kata Arthur.
Bupati GarutAbdusy Syakur Aminmenilai kombinasi akses permodalan dan dukungan inovasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di daerah.
Menurutnya, integrasi antara pembiayaan dan teknologi akan menentukan kemampuan pelaku usaha menembus pasar yang lebih luas.
“Akses finansial dan dukungan inovasi menjadi kunci untuk mendorong daya saing UMKM,” ujarnya.
Meski demikian, kata Syakur, efektivitas program pembiayaan ini masih akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan, termasuk akurasi penyaluran, kualitas pendampingan, serta kemampuan pelaku usaha dalam mengelola pinjaman.
Skema tanpa bunga untuk kredit mikro dinilai dapat membantu pelaku usaha pemula, namun tetap memerlukan pengawasan agar tidak menimbulkan ketergantungan atau moral hazard.
"Dengan struktur pembiayaan yang berlapis, pelaku UMKM di Garut memiliki opsi akses modal sesuai skala usaha. Tapi, keberhasilan program akan ditentukan oleh konsistensi penyaluran dan keberlanjutan pendampingan, bukan semata pada besaran plafon yang ditawarkan," kata Syakur.