Bisnis.com, JAKARTA - Istilah mommy issues mengacu pada kondisi ketika hubungan seorang pria dengan ibunya di masa kecil meninggalkan dampak emosional negatif yang terbawa hingga dewasa.
Kondisi ini tidak selalu berarti hubungan buruk, tetapi bisa muncul akibat pola asuh yang terlalu mengontrol, kurang kasih sayang, atau ketergantungan berlebih.
Menurut Sundate Asia, mommy issues bukan sesuatu yang harus langsung dihakimi, tetapi perlu dipahami dan ditangani secara dewasa.
Berikut cara menangani pria anak mami
• Bangun komunikasi yang terbuka dan jujur
Diskusikan batasan, rasa tidak nyaman, dan ekspektasi dalam hubungan.
• Tetapkan batas sehat antara keluarga dan pasangan
Jelaskan bahwa pasangan dan ibu memiliki peran berbeda dalam hidupnya.
• Dukung, bukan menggurui
Berikan empati, bukan kritik tajam atau sindiran.
• Ajak ke konselor atau terapi (jika diperlukan)
Jika masalah sudah memengaruhi pola pikir dan hubungan, bantuan profesional bisa menjadi solusi terbaik.
• Belajar mandiri secara emosional Mulai mengambil keputusan sendiri dan belajar mengenali perasaan pribadi tanpa bergantung pada figur ibu.
Berdasarkan sumber dari Bolde, berikut penjelasan mengenai tanda-tanda mommy issues dan bagaimana menghadapinya:
Tanda-Tanda Seorang Pria Mengalami Mommy Issues
1. Butuh perhatian berlebihan
Ia merasa tidak nyaman jika tidak diperhatikan, seakan membutuhkan validasi terus-menerus dari pasangan.
2. Kesulitan mengambil keputusan sendiri
Ia terbiasa mengandalkan ibunya, hingga membuatnya ragu atau takut salah saat harus membuat keputusan.
3. Terlalu bergantung pada ibu
Ia masih meminta pendapat ibunya untuk urusan pribadi, hubungan, bahkan keputusan kecil seperti pilihan makanan atau pakaian.
4. Sering membandingkan pasangan dengan ibunya
Ia berharap pasangannya bersikap seperti ibunya, dari cara merawat hingga sifat-sifat tertentu.
5. Tidak bisa menerima kritik
Ia mudah tersinggung atau defensif ketika dikritik, karena merasa tidak ingin mengecewakan seperti saat kecil.
6. Sulit membangun kedekatan emosional
Ia menjaga jarak dalam hubungan karena takut ditolak, ditinggalkan, atau disakiti seperti pengalaman masa kecilnya.
7. Cemburu berlebihan dan posesif
Ketakutan kehilangan orang yang ia cintai membuatnya bersifat mengontrol.
8. Menghindari konflik atau pembicaraan serius
Ia memilih diam atau kabur dari masalah daripada berdiskusi terbuka.
9. Mencari pasangan yang bisa ‘merawat’ seperti ibu
Ia lebih suka pasangan yang perhatian secara fisik dan emosional seperti figur ibu.
10. Kurang menghormati batas pribadi pasangan
Ia terbiasa hidup dalam pola keterikatan sehingga tidak memahami personal boundary.
11. Hubungannya dengan ibunya terlalu erat (overly close)
Misalnya, sering menelepon ibu untuk hal kecil, atau mendahulukan ibu dibanding pasangan dalam segala situasi.
12. Mengabaikan atau meremehkan pasangan saat ibu terlibat
Ia bisa berubah sikap ketika ibunya hadir, bahkan mengabaikan pasangan demi menyenangkan ibunya.
13. Takut mengecewakan perempuan
Ia menunjukkan rasa bersalah berlebihan terhadap wanita yang ia sayangi.
14. Trauma masa kecil tentang penolakan atau kurangnya kasih sayang
Sering muncul dalam bentuk ketidakstabilan emosi atau insecure.
15. Mengulang pola cinta yang tidak sehat
Ia terjebak pada hubungan yang penuh kontrol, ketergantungan, atau manipulasi karena meniru dinamika masa kecilnya. (Nanda Duhaya)