Vivo mengandalkan V70 Series dengan strategi 'flagship-feel' untuk bersaing di pasar smartphone mid-range Indonesia, menyasar pekerja profesional dengan fitur premium. [607] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Produsen smartphone asal China, Vivo, mengandalkan strategi ‘flagship-feel’ yang tertanam di V70 Series untuk mempertahankan pangsa pasar di segmen smartphone mid-range. Persaingan di kelas ini makin kompetitif khususnya pada rentang harga Rp7 juta ke atas.
Adapun strategi ‘flagship-feel’ adalah strategi pendekatan produk dan pricing di mana Vivo membawa sebagian pengalaman ponsel flagship ke segmen harga menengah.
Product Manager vivo Indonesia Fendy Tanjaya mengatakan, persaingan ponsel pada rentang harga sekitar Rp6 juta ke atas kini semakin ketat. Dengan demikian, perusahaan katanya perlu menghadirkan diferensiasi melalui teknologi yang sebelumnya hanya tersedia pada perangkat premium.
“Jadi itu adalah salah satu strategi dari Vivo untuk membuat produk kita di price segment ini lebih kompetitif lagi. Karena apalagi kalau kita lihat di price segment sekarang, kayaknya kompetisinya lagi very-very hard,” ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Sekadar informasi, ketatnya persaingan smartphone di kelas menengah terlihat dari maraknya produsen gawai yang merilis perangkat di kelas dalam setahun terakhir.
OPPO meluncurkan OPPO Reno 15 dengan kamera kuat dan layar AMOLED 120 Hz. Sementara itu Xiaomi memiliki Redmi Note 15 Pro+ yang hadir dengan layar AMOLED 120 Hz, baterai besar, dan kamera hingga 200 MP OIS.
Ada juga Huawei Nova 14 Pro yang membawa kamera 50 MP OIS dan layar LTPO OLED 120 Hz. Terakhir, Poco F7 yang direposisikan sebagai “flagship killer” di kelas menengah, dengan Snapdragon kelas atas dan layar 120 Hz.
Dalam menghadapi persaingan itu, Vivo menghadirkan fitur telephoto zoom dan AI Stage Mode yang sebelumnya hadir pada seri flagship Vivo X Series ke lini V70 Series yang baru saja diluncurkan.
Selain itu, perangkat juga dilengkapi teknologi pemindai sidik jari ultrasonik generasi terbaru yang memungkinkan proses membuka kunci layar lebih cepat dan akurat.
“Dan yang paling keren justru dari desainnya ya, mungkin yang sekarang udah flagship banget dari metal dan lain-lain,” sebut Fendy.
Tampilan belakang V70 Series
Melalui lini V Series, Vivo menyasar segmen pekerja profesional atau white collar sebagai target utama. Kelompok ini dinilai membutuhkan perangkat yang dapat menunjang produktivitas sekaligus kebutuhan gaya hidup digital.
Fendy menjelaskan pengguna yang dibidik antara lain pekerja dengan posisi supervisor hingga manajer yang membutuhkan fitur produktivitas seperti Drag & Go dan Vivo Office Kit pada sistem operasi OriginOS. Sementara itu, varian yang lebih terjangkau V70 FE juga menyasar pekerja muda yang aktif di media sosial atau mulai menekuni pembuatan konten digital.
Fendy menilai pasar smartphone kelas menengah di Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut didorong oleh besarnya populasi kelas menengah yang ingin merasakan pengalaman perangkat premium dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurutnya, meskipun kondisi ekonomi sedang menghadapi tantangan, minat masyarakat terhadap smartphone dengan pengalaman flagship tetap tinggi.
“They want to experience the flagship feeling sebenarnya, api mungkin budgetnya masih kurang nih. And that's why kehadiran smartphone di mid-range ini tuh penting banget,” tutur Fendy,
Ke depan, Vivo katanya akan tetap mempertahankan fokus pengembangan ponsel kelas menengahnya, pada dua aspek utama, yakni inovasi kamera dan desain. Selama ini kedua aspek tersebut dinilai menjadi identitas lini V Series di pasar global maupun Indonesia.
Posisi Vivo
Sementara itu di Indonesia Vivo masih berupaya untuk meningkatkan peringkat. Dibandingkan dengan kompetitornya, 2 lembaga riset independent menempatkan Vivo di luar dari tiga besar.
Canalys mencatat pada kuartal I/2025, Xiaomi masih memimpin pasar Indonesia dengan 19,5%, diikuti Transsion 17,4%, Oppo 16,5 persen, Samsung 16 persen, dan Vivo 15,7 persen.
Laporan Counterpoint untuk kuartal III/2025 menunjukkan Samsung memimpin pasar Indonesia dengan pangsa sekitar 20%, disusul Xiaomi 17%, Oppo 16%, kemudian Vivo dan Infinix di posisi empat–lima. Vivo disebut berada di jajaran terbawah top 5 dan kalah agresif dibanding Samsung dan Xiaomi.
Vivo V70 Series diluncurkan 9 Maret 2026, fokus pada fotografi potret dengan fitur 10x zoom dan kamera 200MP. Ditenagai baterai 7.000 mAh dan desain premium. [426] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Vivo bersiap memeriahkan pasar smartphone kelas menengah di Indonesia. Vendor ponsel asal China itu bakal meluncurkan Vivo V70 Series yang fokus pada pengalaman fotografi potret atau portrait, pada 9 Maret 2026.
Kali ini, Vivo memperluas portofolio seri V dengan menghadirkan model FE, selain versi standar. Adapun V70 diposisikan sebagai “Festival Portrait Master” dengan dukungan 10x telephoto zoom dan AI Stage Mode.
Fitur tersebut dirancang untuk menangkap momen jarak jauh secara presisi, mulai dari konser, festival, hingga kegiatan sosial seperti buka puasa bersama, tanpa kehilangan detail. Sementara itu, V70 FE hadir sebagai “Travel Portrait Master” dengan kamera 200MP pertama dalam sejarah V Series yang telah dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS).
Product Manager Vivo Indonesia Fendy Tanjaya mengatakan konsep Dual Portrait Master lahir dari perubahan gaya hidup generasi muda yang dinamis dan ekspresif.
“Kami ingin membawa V Series ke level berikutnya. Tidak hanya menghadirkan desain yangstylish,tetapi juga pengalamanportraityang lebih komprehensif dan relevan dengan berbagai gaya hidup,” ujarnya, dikutip Bisnis, Minggu (1/3/2026).
Dari sisi daya tahan, V70 FE dibekali baterai 7.000 mAh dengan dukungan 90W FlashCharge, menjadi kapasitas terbesar di lini V Series sejauh ini. Kombinasi tersebut dirancang untuk menunjang mobilitas tinggi pengguna tanpa mengorbankan desain ramping yang menjadi ciri khas seri ini.
Secara desain, V70 Series mengusung layar Rounded-Corner Flat Screen dengan Ultra Slim Bezel. Ketebalan bezel pada V70 mencapai 1,25 mm, sedangkan pada V70 FE mencapai 1,35 mm. Pilihan warna seperti Sandalwood Brown untuk V70 dan Ocean Blue pada V70 FE memperkuat kesan premium yang ditawarkan.
Perangkat ini juga menjalankan OriginOS 6 yang diklaim lebih intuitif dan responsif. Fitur pendukung produktivitas seperti Office Kit dan One Tap Transfer disiapkan untuk mempermudah aktivitas harian, termasuk berbagi konten dan memindahkan data secara cepat.
V70 turut dibekali 3D Ultrasonic Fingerprint Scanning 2.0 dengan area pemindaian lebih luas serta respons yang lebih cepat. Adapun fitur AI Creation seperti AI Stage Mode dan AI Travel Portrait menjadi bagian dari peningkatan berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung proses kreasi konten.
Peluncuran V70 Series juga dibarengi kolaborasi perdana V Series di Indonesia dengan POP MART melalui karakter Zsiga bertema “Bloom Under The Sun”. Kerja sama ini menghadirkan elemen eksklusif seperti Zsiga Exclusive Flip Cards pada V70 dan custom watermarks pada V70 FE.
PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara menuturkan kolaborasi tersebut menjadi upaya perusahaan menghadirkan perangkat yang tidak hanya unggul secara performa, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan pengguna.
“Kami melihat bahwa generasi hari ini tidak hanya mencari perangkat dengan performa tinggi, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan diri secara lebih personal dan autentik,” sebutnya.