#30 tag 24jam
Pulang Indonesia 2026 Sukses Digelar, Bosshire Perluas Jangkauan ke Berbagai Negara
Tahun ini, Pulang Indonesia 2026 sukses diselenggarakan di lima kota besar di China yakni Shanghai, Hangzhou, Xiamen, Beijing, hingga Guangzhou. Dalam mendukung... | Halaman Lengkap [331] url asal
#job-fair #platform-lowongan-kerja #info-lowongan-kerja #talenta-muda #sdm-berkualitas
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/05/26 23:37
v/220838/
JAKARTA - Dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas SDM sebagai salah satu kunci untuk menghadapi persaingan global. Pertumbuhan industri yang pesat, serta meningkatnya investasi asing mendorong kebutuhan akan talenta unggul, khususnya bagi mereka yang memiliki pengalaman internasional.Menjawab kebutuhan tersebut, Bosshire kembali menyelenggarakan Pulang Indonesia. Sebuah job fair terbesar untuk pelajar Indonesia di China sebagai wadah yang menghubungkan talenta Indonesia di luar negeri dengan peluang karier di Tanah Air.Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Tahun ini, Pulang Indonesia 2026 sukses diselenggarakan di lima kota besar di China yakni Shanghai, Hangzhou, Xiamen, Beijing, hingga Guangzhou. Kegiatan ini mencuri perhatian lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia dan 50 lebih perusahaan terkemuka yang ikut terlibat.
Rangkaian acara berlangsung interaktif, mempertemukan peserta dengan berbagai perwakilan industri secara langsung. Dalam sesi tersebut, sejumlah perusahaan menyoroti meningkatnya kebutuhan akan talenta dengan perspektif global, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin kompetitif.
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari perwakilan pemerintah Indonesia. Hal ini terlihat dari hadirnya Minister Counsellor Kedubes RI di China Irwansyah Mukhlis dan Konjen RI di Shanghai Berlianto Situngkir. Keduanya juga memberikan sambutan.
Mereka menyampaikan pentingnya peran talenta Indonesia di luar negeri dalam mendukung pembangunan nasional. Keduanya juga memberikan apresiasi terhadap Pulang Indonesia yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China.
Komitmen Bosshire untuk Talenta Indonesia
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024, Pulang Indonesia terus hadir secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut. Bahkan kini Pulang Indonesia berkembang menjadi platform yang semakin dikenal luas di kalangan mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Melihat antusiasme yang terus meningkat, tahun depan Bosshire berencana memperluas jangkauan program ini ke berbagai negara. Mulai dari Singapura, Hong Kong, Taiwan, hingga kawasan Barat.
Founder dan Direktur Bosshire Jiang Yong mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem talenta global yang lebih terintegrasi. Ia menambahkan, Pulang Indonesia diharapkan dapat terus berperan dalam menyiapkan talenta unggul guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Pemkab Sumedang Gelar Job Fair, Hadirkan 2.750 Lowongan Pekerjaan
Pemkab Sumedang adakan Job Fair dengan 2.750 lowongan kerja, melibatkan 22 perusahaan, untuk menekan pengangguran dan mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal. [393] url asal
#job-fair #lowongan-pekerjaan #sumedang-job-fair #hari-jadi-sumedang #pengangguran-sumedang #tenaga-kerja-lokal #perusahaan-sumedang #pencari-kerja #bursa-kerja #disnakertrans-sumedang #balai-latihan-k
(Bisnis.Com - Terbaru) 22/04/26 21:53
v/199793/
Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kabupaten Sumedang hadirkan 2.750 lowongan pekerjaan melalui gelaran Job Fair dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-448 Sumedang (HJS). Agenda ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran serta mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
Kegiatan yang berlangsung pada 21–22 April 2026 di Gedung Sumedang Creative Center (SCC) tersebut melibatkan partisipasi aktif dari 22 perusahaan yang berasal dari wilayah Sumedang, Purwakarta, hingga Majalengka. Berdasarkan pantauan di lapangan, tercatat sekitar 1.700 pencari kerja hadir memadati lokasi untuk menjajaki peluang karir yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan penyelenggaraan bursa kerja ini merupakan manifestasi kehadiran pemerintah dalam menjembatani kebutuhan sektor industri dengan para pencari kerja.
“Arti penting dari job fair seperti ini adalah pemerintah hadir untuk memfasilitasi antara penyedia lapangan pekerjaan dengan pencari kerja yang sesuai dengan kebutuhan kerja," ujar Bupati Dony saat meninjau langsung pelaksanaan Job Fair di SCC, Rabu (22/4/2026).
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa Pemkab Sumedang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) telah menyiapkan skema matang melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Hal ini bertujuan agar para pelamar memiliki kualifikasi yang sinkron dengan kriteria dunia usaha.
"Melalui BLK melatih terlebih dahulu sehingga kita memiliki database keterampilan dan spesifikasi keilmuan para pencari kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa indikator kesuksesan agenda ini tidak hanya diukur dari kelancaran seremonial saja, melainkan dari sejauh mana seluruh lowongan yang tersedia mampu terisi secara optimal. Ia berharap ada dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran terbuka di wilayahnya.
“Keberhasilan bukan hanya sebatas penyelenggaraan, tetapi harus tuntas sampai semua lowongan pekerjaan terserap. Artinya, seluruh lowongan terisi dan peserta pelatihan dapat tersalurkan,” tegas Dony.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong jajaran Disnakertrans untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai korporasi serta aktif menjemput peluang kerja baru di masa depan.
“Perbanyak koordinasi dengan perusahaan, Disnakertrans harus jemput bola agar lowongan semakin banyak dan tingkat pengangguran terbuka bisa terus ditekan,” imbuhnya.
Antusiasme menyambut bursa kerja ini juga dirasakan oleh para pelamar. Cikal, salah satu pencari kerja asal Situraja, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini karena memberikan banyak referensi pilihan perusahaan dalam satu lokasi.
“Saya merasa senang karena banyak lowongan dan referensi perusahaan. Ini membuka peluang bagi banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan,” ungkap Cikal.
Dia berharap ke depan intensitas pembukaan lowongan pekerjaan di Kabupaten Sumedang terus meningkat sehingga mampu mengakomodasi lebih banyak angkatan kerja lokal.
KAI Buka Lowongan Kerja di Job Fair Undip 15–16 April 2026, Ini Posisi dan Cara Daftarnya
KAI buka lowongan kerja di Job Fair Undip 15–16 April 2026. Simak daftar posisi, syarat, dan cara daftar rekrutmen resmi KAI. [483] url asal
#lowongan-kerja #pt-kai #job-fair #loker-bumn #loker-kai
(Kompas.com - Money) 10/04/26 16:46
v/187846/
KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan berpartisipasi dalam Job Fair Universitas Diponegoro yang digelar pada 15–16 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Muladi Dome Universitas Diponegoro, Semarang, dan menjadi bagian dari upaya KAI menjaring talenta muda untuk mendukung pengembangan layanan perkeretaapian.
KAI buka peluang karier untuk lulusan D3 hingga S1
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kehadiran KAI dalam job fairini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia kerja di industri perkeretaapian.
“Melalui kegiatan ini, KAI membuka kesempatan bagi talenta muda untuk bergabung dan berkembang bersama perusahaan. Ini menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan industri dengan potensi lulusan perguruan tinggi,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Dalam job fair tersebut, KAI membuka berbagai posisi untuk lulusan D3 hingga D4/S1 dari beragam jurusan. Adapun sejumlah formasi yang tersedia antara lain:
- Kondektur
- Facility & Support Staff
- Health & Safety Staff
- Rollingstock & Infrastructure Maintenance
- Corporate & Legal Audit
- Human Capital & General Affairs
- Finance & Safety
- Information Technology
- Business Development
- Facility & Maintenance
- Asset & Building
- Commercial Staff
Laman resmi rekrutmen KAI, e-recruitment.kai.id Tangkapan layar laman resmi rekrutmen KAI Group dalam acara job fair di Universitas Diponegoro, Semarang pada 15-16 April 2026.
Prosedur lamaran KAI Group job fair Undip
Dilansir dari informasi laman resmi rekrutmen KAI, calon pelamar yang berminat wajib hadir di lokasi pelaksanaan job fair dengan membawa dokumen persyaratan lamaran, baik dokumen fisik maupun softfile.
Berikut beberapa syarat loker BUMN KAI yang wajib disiapkan antara lain:
- Softfile dokumen persyaratan lamaran dalam satu file format pdf maksimal ukuran 5 mb
- Alamat email pribadi aktif
"Proses apply lamaran akan diinformasikan saat pelamar hadir di lokasi job fair (Booth KAI)," tulis KAI.
Ditegaskan bahwa pelamar wajib berpakaian rapi dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara.
Informasi selengkapnya mengenai loker KAI job fair Undip pada 15-16 April 2026 bisa diakses di sini.
Kesempatan kenal langsung proses rekrutmen KAI
Partisipasi KAI dalam job fair ini sejalan dengan kebutuhan perusahaan akan sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten.
Seiring perkembangan layanan dan pemanfaatan teknologi, KAI membutuhkan talenta dengan keahlian yang semakin beragam.
Anne menambahkan, melalui kegiatan ini pencari kerja juga bisa mendapatkan informasi langsung terkait proses rekrutmen, lingkungan kerja, hingga peluang pengembangan karier di KAI Group.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai peluang karier di KAI Group dan membuka kesempatan untuk tumbuh bersama,” tambahnya.
Waspada penipuan rekrutmen KAI
KAI juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen perusahaan.
Seluruh informasi resmi terkait lowongan kerja KAI, mulai dari syarat, tahapan seleksi, hingga jadwal, hanya diumumkan melalui situs resmi perusahaan di https://e-recruitment.kai.id.
Perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun dan tidak menggunakan sistem penggantian biaya transportasi maupun akomodasi.
Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Contact Center 121 atau (021) 121.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
PT KAI Buka Lowongan Kerja 2026, Bawa Langsung Surat Lamaranmu!
PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan membuka lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi. KAI Group akan membuka booth langsung di area Job Fair Universitas Diponegoro... | Halaman Lengkap [681] url asal
#pt-kai #job-fair #lowongan-kerja #kai #undip
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/04/26 09:31
v/187261/
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan membuka lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi. KAI Group akan membuka booth langsung di area Job Fair Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah pada 15-16 April 2026 mendatang.KAI Group saat ini menjadi induk enam anak perusahaan, yaitu PT Reska Multi Usaha (KAI Service), PT Railink (KAI Bandara), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), PT Kereta Api Logistik (KALOG), PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM), dan PT Kereta Api Pariwisata (KAWISTA).
Untuk memenuhi kebutuhan pegawai transportasi perkeretapian nasional, PT KAI akan berpartisipasi dalam Job Fair Undip 2026 yang akan digelar di Gedung Serba Guna (Muladi Dome) Undip Tembalang, Semarang Jawa Tengah.
Job Fair akan berlangsung pada 15 dan 16 April 2026 dimana bursa kerja ini akan dimulai pukul 8.00 hingga 16.00 WIB. Adanya job fair ini pun menjadi peluang yang tak boleh dilewatkan lulusan D3 hingga S1 yang ingin bekerja di PT KAI.
Dikutip dari laman https://e-recruitment.kai.id/, valon pelamar yang berminat wajib hadir di lokasi pelaksanaan Job Fair dengan membawa dokumen persyaratan lamaran (dokumen fisik dan softfile) sesuai jadwal yang ditetapkan.
Selain itu siapkan juga softfile doklumen sesuai persyaratan dalam 1 file format PDF maksimal ukuran 5 MB. Kemudian proses lamarannya akan diinformasikan kembali saat di lokasi job fair. Para pelamar juga diminta untuk berpakaian rapi dan sopan.
Lowongan Kerja PT KAI 2026
Persyaratan Umum
Bagi Anda yang tertarik melamar ke KAI Group berikut ini ketentuan pelamar.
1. WNI, pria dan wanita sesuai kebutuhan formasi
2. Sehat jasmani dan rohani
3. Memiliki Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) yang masih berlaku:
- D3 dengan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) dan akreditasi jurusan/program studi pada saat tanggal kelulusan minimal "Baik Sekali (B)" dari BAN-PT atau Pihak yang Berwenang;
- D4/S1 dengan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) dan akreditasi jurusan/program studi pada saat tanggal kelulusan "Unggul (A)" dari BAN-PT atau Pihak yang Berwenang.
5. Usia pelamar per 15 April 2026:
Tingkat Pendidikan D3 serendah-rendahnya 20 (dua puluh) tahun dan setinggi-tingginya 27 (dua puluh tujuh) tahun;
Tingkat Pendidikan D4/S1 serendah-rendahnya 21 (dua puluh satu) tahun dan setinggi-tingginya 30 (tiga puluh) tahun.
6. Tinggi badan pria minimal 160 cm dan Wanita minimal 155 cm dengan berat badan ideal, dan
khusus Formasi D3 - Kondektur, untuk Pria minimal 163 cm dengan berat badan ideal,
7. Berkelakuan baik;
8. Tidak bertindik (bagi Pria) dan Tidak bertato;
9. Tidak pernah menggunakan dan/atau terlibat narkoba atau psikotropika;
10. Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
11. Tidak pernah berhenti bekerja di lingkungan KAI Group dan Afiliasi dikarenakan pensiun dini, atas permintaan sendiri, atau hukuman disiplin;
11. Tidak pernah diberhentikan dari institusi lainnya dikarenakan hukuman disiplin atau diberhentikan dengan tidak hormat;
12. Tidak memiliki hubungan perkawinan dengan pekerja perusahaan;
13. Bersedia mengikuti seleksi rekrutmen sesuai ketentuan yang berlaku di KAI Group;
14. Lulus dalam seleksi calon pekerja baru yang diselenggarakan oleh panitia rekrutmen KAI Group.
Persyaratan Administrasi
1. Pas foto terbaru.
2. Curriculum Vitae (CV) terbaru.
3. Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) D3/D4/S1 yang masih berlaku (asli atau fotokopi legalisir).
4. Transkrip nilai D3/D4/S1 (asli atau fotokopi legalisir).
5. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Keterangan Kependudukan yang masih berlaku.
6. Bukti akreditasi jurusan/program studi D3/D4/S1 pada saat tanggal kelulusan.
7. Untuk lulusan D3, wajib melampirkan sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal:
a. TOEFL ITP : 400
b. TOEFL PBT/iBT : 32
c. TOEIC : 345
d. IELTS : 4,5
8. Untuk lulusan D4/S1, wajib melampirkan sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal:
a. TOEFL ITP : 500
b. TOEFL PBT/iBT : 61
c. TOEIC : 500
d. IELTS : 5,5
Nantinya jika lulus seleksi, pelamar harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja KAI Group dan juga berseda ditempatkan atau dialihkan pada formasi sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.
Kemudian juga bagi pelamar di PT KAI yang mendaftar menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL), apabila dinyatakan lulus sampai dengan tahapan akhir seleksi, wajib membawa dokumen Ijazah dan Transkrip Nilai Asli saat penandatanganan perjanjian dinas.
Partisipasi Eiger di IPB Career Days 2026 Buka Peluang Karier Industri Ekowisata
Eiger Adventure Land berpartisipasi dalam IPB Career Days 2026 yang diselenggarakan Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) melalui Alumni Career Center (ACC) di... | Halaman Lengkap [316] url asal
#eiger #ipb-university #ipb #job-fair #ekowisata
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/02/26 09:06
v/140367/
BOGOR - Eiger Adventure Land berpartisipasi dalam IPB Career Days 2026 yang diselenggarakan Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) melalui Alumni Career Center (ACC) di Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University, beberapa waktu lalu. Melalui partisipasi ini, Eiger membuka ruang interaksi bagi mahasiswa, alumni, dan talenta muda untuk menjajaki peluang karier bermakna di industri ekowisata dengan menyediakan lebih dari 150 posisi dalam periode rekrutmen.Selama dua hari pelaksanaan, booth Eiger Adventure Land dikunjungi hampir 1.000 orang. Dari rangkaian interaksi tersebut, perusahaan menerima lebih dari 300 lamaran secara langsung berkontribusi terhadap total sekitar 6.000 pelamar yang masuk melalui portal online selama periode rekrutmen berlangsung.
Melalui sesi job dating, sharing session, aktivitas interaktif, serta instalasi wishing tree, peserta diajak mengenal lebih dekat visi dan misi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman petualangan bermakna sekaligus menciptakan dampak berkelanjutan melalui aktivitas berbasis alam.
“Membangun organisasi tidak hanya tentang kemampuan, tetapi juga karakter. Setiap individu yang bergabung bersama Eiger Adventure Land merepresentasikan nilai yang kami junjung dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman bermakna bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Direktur Utama Eiger Adventure Land Imanuel Wirajaya.
Dekan SV IPB University Dr Aceng Hidayat menyoroti salah satu tantangan pendidikan vokasi saat ini adalah masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. “Selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu memiliki komunikasi, etika, dan akhlak yang baik. Karakter inilah yang menjadi pembeda dan sangat dibutuhkan di dunia kerja,” katanya.
Sementara, Direktur ACC SV IPB University Zakky Ahmad Wahyudi menambahkan IPB Career Days dirancang tidak hanya sebagai ajang rekrutmen, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karier dan penguatan jejaring profesional.
“Kegiatan ini menjadi fasilitator yang menghubungkan kesiapan talenta IPB dengan kebutuhan industri. Kami berharap mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan momentum ini untuk memahami kebutuhan dunia kerja serta membangun karier berkelanjutan,” ujarnya.
Eiger mengapresiasi seluruh peserta dan Alumni Career Center (ACC) serta Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) atas kolaborasi yang menghadirkan ruang untuk bertemu, belajar, dan mengeksplorasi peluang baru.
KKP Siapkan 10.900 Tenaga Kerja untuk 1.000 Kapal Ikan di Kampung Nelayan Merah Putih
KKP siapkan 10.900 tenaga kerja lokal untuk 1.000 kapal ikan di Kampung Nelayan Merah Putih, dengan pelatihan dan job fair pada 2026 untuk penguatan sektor perikanan. [332] url asal
#kapal-ikan #tenaga-kerja #kkp #kampung-nelayan-merah-putih #sektor-perikanan #pembangunan-kapal #30-gross-ton #nahkoda #anak-buah-kapal #job-fair #pelatihan-budidaya #sistem-bioflok #tambak-waingapu
(Bisnis.Com - Ekonomi) 17/12/25 18:31
v/76238/
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 kapal ikan di Kampung Nelayan Merah Putih berkapasitas 30 gross ton sebagai bagian dari strategi penguatan sektor perikanan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, mengatakan 1.000 kapal ini membutuhkan sekitar 10.900 tenaga kerja.
Perinciannya, mulai dari nahkoda, perwira, hingga anak buah kapal (ABK) yang direkrut dari lokasi-lokasi spesifik program digulirkan, bukan dari luar daerah.
“Kami juga sedang menyiapkan dalam rangka untuk mengisi tenaga kerja kapal ikan, di mana KKP akan membangun sekitar 1.000 kapal ikan dengan kapasitas 30 gross ton,” kata Nyoman dalam konferensi pers di Gedung KKP, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Adapun, rencana aksi pemenuhan kebutuhan awak kapal melaluijob fair, seleksi/asessment, pembinaan kompetensi (pelatihan dan magang), dan penempatan. Rencananya, program ini akan dilaksanakan pada 2026 mendatang.
Menurut Nyoman, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran penyuluh, mulai dari membimbing masyarakat, memantau pelaksanaan, hingga memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Selain pembangunan kapal, BPPSDM KP juga mengembangkan pelatihan budidaya tematik sistem bioflok. Pada awal Desember, terdapat 300 peserta yang terdiri dari pengurus koperasi dan penyuluh mengikuti pelatihan yang mencakup instalasi hingga pemasaran produk budidaya.
Program ini direncanakan berkembang menjadi 400 titik pada tahun depan. “Jadi kami melakukan pelatihan kepada 2 pengurus koperasi desa Kelurahan Merah Putih sebagai lokasi di-installment budidaya bioflok tersebut, ditambah 1 orang penyuluh,” imbuhnya.
Dia menambahkan, KKP juga menyiapkan tenaga kerja untuk operasional 2.000 hektare Tambak Waingapu di Sumba Timur dengan membidik 5.680 orang lokal, terutama lulusan SMA, yang akan mengikuti pendidikan khusus dengan durasi bervariasi. Langkah ini dilakukan agar mereka siap menjadi tenaga kerja on-farm di tambak udang.
Nyoman menilai pendidikan khusus ini penting untuk memastikan SDM lokal mampu mengelola tambak secara profesional dan mendukung produktivitas yang optimal.
Dengan strategi ini, sambung dia, KKP tidak hanya membangun infrastruktur perikanan, melainkan juga memastikan kesiapan sumber daya manusia lokal untuk mendukung keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan nasional.
Riau Job Fair 2025 Buka 2.437 Lowongan Kerja
Riau Job Fair 2025 di Pekanbaru tawarkan 2.437 lowongan kerja dari 61 perusahaan, memudahkan pencari kerja dengan sistem digital tanpa dana APBD. [352] url asal
#riau-job-fair #lowongan-kerja-riau #pekanbaru-job-fair #gor-tribuana #disnakertrans-riau #peluang-kerja-riau #perusahaan-riau #bursa-kerja-riau #rekrutmen-riau #tenaga-kerja-riau #plt-gubri-riau #apli
(Bisnis.Com - Terbaru) 02/12/25 12:26
v/57786/
Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Riau Job Fair 2025 yang digelar di GOR Tribuana, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Kegiatan ini menghadirkan 61 perusahaan dengan total 2.437 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau serta seluruh perusahaan yang berpartisipasi.
Dia menilai kegiatan ini berhasil membuka akses kerja luas bagi masyarakat meski dilaksanakan tanpa menggunakan dana APBD.
“Banyak warga yang menghubungi saya dan menyampaikan bahwa anak mereka belum bekerja. Alhamdulillah, saya sampaikan ke Kadisnaker dan langsung ditindaklanjuti. Saya apresiasi karena program ini bisa berjalan tanpa APBD,” ujarnya Selasa (2/12/2025).
Dia menegaskan, job fair ini lahir dari aspirasi masyarakat, bukan program dari pemerintah pusat. Karena itu, ia mengapresiasi langkah cepat Disnakertrans Riau dalam merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan bursa kerja yang melibatkan puluhan perusahaan.
Plt Gubri juga berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja melalui kegiatan ini. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sangat penting dalam memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi generasi muda Riau.
“Saya sangat berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat. Mereka telah ikut membantu menyediakan peluang bagi anak-anak kita. Ini langkah luar biasa,” ujarnya.
Pada hari pembukaan, antusiasme masyarakat langsung terlihat dari lebih dari 2.000 pendaftar yang masuk melalui aplikasi digital. Sistem tersebut dinilai mempermudah pencari kerja dari seluruh kabupaten/kota tanpa harus datang langsung ke lokasi acara.
SF Hariyanto juga mengingatkan agar perusahaan menjaga komitmen dalam proses rekrutmen. Dia berharap kegiatan ini tidak hanya berakhir pada pengumpulan berkas, tetapi benar-benar menghasilkan perekrutan tenaga kerja baru.
“Harapan saya, tolong perusahaan-perusahaan ini tetap dijaga komitmennya. Jangan sampai sudah menerima banyak berkas tetapi tidak benar-benar merekrut. Kawal terus sampai anak-anak kita ini bekerja dan mengikuti pelatihan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Riau Roni Rakhmat menyampaikan terima kasih atas dukungan Plt Gubri. Dia memastikan seluruh informasi pendaftaran dan persyaratan lowongan telah disiapkan secara digital agar mudah diakses masyarakat.
Dengan kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan antusiasme masyarakat, Riau Job Fair 2025 diharapkan memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja di Provinsi Riau.
Kisah Guru SLB di Surabaya Sibuk Datangi Bursa Kerja, Bantu Anak Didiknya Cari Pekerjaan yang Layak
M Ali Muhaidhori, Kepala SLB-A YPAB Surabaya, berjuang di bursa kerja disabilitas untuk mencari pekerjaan layak bagi siswa tunanetra, meski belum ada lowongan yang cocok. [499] url asal
#surabaya-job-fair #bursa-kerja-disabilitas #lowongan-kerja-tunanetra #pekerjaan-inklusif-surabaya #slb-surabaya #guru-slb-surabaya #pekerjaan-layak-difabel #lowongan-kerja-surabaya #tunanetra-surabaya
(Bisnis.Com - Terbaru) 29/11/25 10:24
v/54673/
Bisnis.com, SURABAYA – Suasana Kota Surabaya yang panas menyengat kulit, walau sebagian besar wilayah di tanah air memasuki musim penghujan tidak menyurutkan niat M Ali Muhaidhori, Kepala SLB-A Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB) Surabaya, untuk mengikuti gelaran Job Fair atau bursa kerja khusus Disabilitas yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Ali tidak sendirian. Dirinya juga ditemani bersama dua guru dan satu siswa, yang seluruhnya adalah tunanetra. Tampak dari kejauhan, mereka menyambangi satu persatu stand dari tiap-tiap perusahaan yang menawarkan berbagai macam lowongan pekerjaan. Namun sayang, belum ada perusahaan yang membuka peluang pekerjaan bagi warga Kota Pahlawan yang merupakan difabel tunanetra.
Sebagai informasi, bursa kerja khusus disabilitas itu digelar oleh Dinas Perindustrian dan Ketanagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor Selatan. Sebanyak sepuluh perusahaan ikut berpartisipasi menyediakan sebanyak 285 lowongan pekerjaan.

Suasana Job Fair atau bursa kerja khusus Disabilitas yang digelar Pemerintah Kota Surabaya, bekerjasama dengan sepuluh perusahaan yang menyediakan 285 lowongan pekerjaan./Bisnis-Julianus Palermo
Bila mayoritas guru lainnya menikmati momen peringatan Hari Guru Nasional dalam suasana yang dirundung kebahagiaan, Ali bersama dengan dua guru SLB-A YPAB Surabaya lainnya justru bergegas mendatangi bursa kerja. Mereka berjerih payah mencarikan pekerjaan yang layak bagi siswa calon lulusan sekolahnya itu.
"Kami kan dalam hal ini kami kan lembaga pendidikan, kami juga ada program untuk alumni. Alumni dari sekolah kami yang memang belum bisa melanjutkan kuliah atau belum menerima kerja, tentunya khusus untuk tunanetra," ucap Ali.
Dari beberapa stand yang telah dikunjungi Ali, belum ada satupun lowongan yang sesuai dengan anak didiknya. Ali pun merasa kecewa, terlebih dalam brosur bursa kerja yang beredar luas, tertulis lowongan tersedia bagi difabel, termasuk untuk tuna netra.
"Dari flayer atau undangan kan memang terbuka untuk teman-teman tunanetra low vision ya atau tunanetra parsial, tapi dari beberapa, kita sudah berkunjung ada lima tenan mungkin tadi itu masih belum menerima," ujar Ali.
Dirinya juga mengungkapkan, beberapa stan perusahaan belum bisa memutuskan apakah mereka dapat menerima pelamar tunanetra. Ali menyebut, mereka masih harus berdiskusi dengan atasan mereka, apakah lowongan tersebut dapat diisi oleh tunanetra.
"Sebenarnya mau menerima, tapi dengan catatan masih didiskusikan lagi kalau memang teman-teman tunanetra bisa berpartisipasi di dalam perusahaan atau mengambil posisi atau peran pada perusahaan tersebut," ungkapnya.
Dirinya juga menyebut, banyak perusahaan yang belum sepenuhnya inklusif, dan dapat menerima para pelamar kerja tunanetra karena alasan keterbatasan pengelihatan.
Padahal, dengan bantuan teknologi dan orientasi yang matang, para pekerja tunanetra dapat bekerja pada posisi back office atau pendukung operasional internal perusahaan, seperti bagian promosi hingga administrasi perusahaan.
"Kami juga punya murid atau alumni yang bisa masuk di jenis digital marketing, tapi bagian describe promosi," ungkap Ali.
Ali pun berharap agar perusahaan-perusahaan di Surabaya untuk membuka lowongan bagi pekerja disabilitas, khususnya tunanetra. Mereka bisa mandiri dan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian, dan tidak kalah dari pekerja normal pada umumnya.
"Teman-teman itu enggak ada masalah sebenarnya. Dengan adanya teknologi, dengan adanya teknik orientasi mobilitas. Jadi bisa pergi ke mana-mana sendiri. Dengan cara orientasi ruang tadi, mengenalin dulu tempat," pungkasnya.
Kala Milenial dan Gen Z Berebut Cari Kerja di Job Fair di Tengah Tingginya Pengangguran
Jakarta Job Fest 2025 menjadi ajang bagi kalangan Gen Z hingga milenial untuk mencari pekerjaan di tengah tingginya angka pengangguran. [1,901] url asal
#job-fair #lowongan-kerja #pengangguran #pengangguran-gen-z #pengangguran-milenial #jakarta-job-fest #lowongan-pekerjaan #pencari-kerja #pengangguran-jakarta #bursa-kerja #platform-online #pelatihan-ke
(Bisnis.Com - Terbaru) 24/11/25 12:00
v/47948/
Bisnis.com, JAKARTA – Hiruk pikuk Jakarta Job Fest 2025 menyimpan banyak cerita berbeda dari para pencari kerja. Bagi mereka, deretan meja perusahaan bukan sekadar stand pameran, tetapi tempat menaruh asa agar hidup kembali bergerak dan terhindar dari jeratan pengangguran.
Selain para generasi Z alias Gen Z yang baru saja lulus sekolah, ada juga kaum pekerja milenial yang dikejar batas umur demi mendapat pekerjaan. Kisah sulitnya mencari kerja di Jakarta dirasakan oleh Sultan. Pria berusia 26 tahun bergegas mengunjungi acara yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta Selatan.
Diantar oleh sang Ibu, Sultan telah menyusun rapi dokumen di dalam tas selempangnya sebagai modal bertarung di arena yang akrab disebut job fair. Riuh suara panggilan tawaran kerja dari setiap stand perusahaan membawanya terus menyusuri bilik-bilik yang disesaki oleh ratusan pencari kerja.
Sesekali Sultan berhenti di stand yang membuka lowongan pekerjaan sesuai keinginannya. Dia menanyakan syarat dan mendaftar dengan harapan menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut.
Bermodalkan ijazah S1 Teknik Lingkungan dari Universitas Andalas, Padang, Sultan tetap optimis bahwa perusahaan yang diinginkan akan memanggil untuk sesi wawancara. Pria kelahiran Jakarta 1999 itu bukan pemula dalam mencari pekerjaan. Dia telah melalang buana menyusuri lowongan pekerjaan di platform online sejak lulus dari kampus 2023 silam.
“Kalau ikut job fair saya agak jarang ya, karena saya kan mengingat zaman sekarang lebih banyak yang online. Saya sih, kalau saya ingat saya ya, sekitar 200-an sudah ada melamar [di platform online] dan yang memang ada memanggil untuk wawancara itu sekitar 3 atau 4 aja,” kata Sultan kepada Bisnis saat pelaksanaan Jakarta Job Fest 2025 beberapa waktu lalu.
Selain secarik kertas ijazah, Sultan 'menjual' portofolionya ketika sempat magang sebagai ahli lingkungan di salah satu perusahaan semen ternama. Di sana, dia mendapatkan pengalaman mengatur kadar emisi yang dihasilkan oleh pabrik semen tersebut.
Namun, bekal itu masih sulit bagi dirinya untuk terserap di lapangan pekerjaan. Dua tahun menganggur, Sultan telah mencicipi pahitnya mencari kerja. Sultan kerap dihadapkan dengan syarat yang tidak masuk akal di perusahaan. Salah satunya ketika perusahaan membutuhkan karyawan lulusan baru atau fresh graduate, tapi wajib memiliki pengalaman dua tahun.
“Secara definisi kan [saya] orang baru. Kalau anak baru sudah punya pengalaman, artinya bukan anak baru gitu. Anak berpengalaman. Itu sih salah satu masalah saya selain umur gitu loh,” ujarnya.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Sultan merasakan beban moral lantaran sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Pikiran dan batinnya terus diuji untuk melewati fase-fase ini. Satu tahun setelah kelulusan, sempat terbesit di pikirannya: "akan kah nasib ini dialami hingga waktu yang panjang?"
“Walaupun saya misalnya tidak perlu sangat sukses sekali gitu, tapi setidaknya orang tua saya tuh bisa ngeliat ‘Oh, anak saya ada yang bisa bekerja gitu, ada yang bisa menghasilkan uang sendiri’ Kalau dengan orang tua saya tersenyum seperti itu saja saya sudah ‘Ah, bersyukur saya,” ucap Sultan sambil tersenyum lirih.
Perjuangan serupa juga dilakukan oleh generasi milenial yang bernama Agung Putra. Usianya memang tidak lagi muda, 43 tahun. Namun, Agung tetap semangat mencari kerja layaknya seorang pemuda.
Berbeda dengan Sultan, Agung telah lebih dulu mencicipi pahit-getir kehidupan dunia kerja. Dia mempunyai pengalaman tujuh tahun sebagai pegawai inventory. Pada Agustus tahun ini, dirinya mengundurkan diri karena hendak menjalankan ibadah Umrah.
Ironisnya perjalanan ke Tanah Suci dia peroleh setelah mendapatkan kupon Umrah gratis, justru batal terlaksana. Alhasil, Agung harus kembali meniti karir di usia lebih dari empat dekade. Pria kelahiran Malang, 1982 itu secara perdana mulai mencari pekerjaan melalui gelaran job fair di salah satu kampus di Jakarta dan kedua di acara Jakarta Job Fest 2025.
Selama hampir dua bulan menganggur, dia rutin memantau situs lowongan kerja daring. Hampir setiap hari mengirimkan CV ke perusahaan yang sesuai bidang dan menerima pekerja tanpa melihat batas usia. Meskipun nyatanya, hal itu sulit terlaksana.
Begitupun ketika mengikuti gelaran job fair, Agung mendapat fakta bahwa sedikit perusahaan yang dapat menerima dirinya yang sudah memasuki usia senior. Namun, Agung tetap optimis barangkali beberapa perusahaan dapat menerimanya bekerja.
Agung berkelana ke setiap stand yang ada di dalam Balai Kartini, berbincang dengan perwakilan perusahaan, mendaftarkan diri melalui tautan barcode, dan menyimpan berbagai brosur. Salah satunya dia mendaftar sebagai anggota Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD).
“Makanya tadi saya di depan ada stand kementerian yang buka pelatihan-pelatihan itu. Itu saya senang sekali tuh. Jadi tidak ada batas sumur. Mau muda, mau tua yang penting udah ini bisa kemauannya udah ada,” kata Agung.
Saat ini, Agung bertahan hidup dengan cara Mantab atau 'makan tabungan' yang dia miliki. Agung berupaya keras mendapatkan pekerjaan agar tidak bergantung dari tabungan yang dalam jangka waktu tertentu akan habis. Agung berujar bahwa acara job fair diharapkan tetap diadakan secara berkala karena memberikan kesempatan mendapatkan pekerjaan.
Menurut Agung, pemerintah jangan hanya memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, tapi membuka lapangan pekerjaan yang luas.
“Sebenarnya kita kan enggak ingin, enggak terlalu ingin kita dikasih uang gratis [bansos] sama pemerintah, kita pinginnya kasih kesempatan gitu biar bisa kerja sendiri,” tutur Agung.
Di umur yang tidak lagi muda, Agung mengimbau kepada kawula muda untuk memperluas relasi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Anak-anak muda diminta melakukan kegiatan positif serta mengikuti pelatihan kerja agar tidak menyia-nyiakan saat di usia produktif.
Apalagi, saat ini kemajuan teknologi mempermudah anak-anak muda mendapatkan pekerjaan, dibanding generasi-generasi sebelumnya.
Semangat dari generasi muda mencari pekerjaan, nyata dilakukan oleh perempuan bernama Rania. Gadis berumur 18 tahun itu baru saja lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Desain Grafis di daerah Bogor. Bersama teman seperjuangan, dia berkeliling menghampiri setiap stand yang membuka lowongan pekerjaan di bidang itu.
Dia datang membawa sejumlah CV untuk ditebar ke berbagai perusahaan. Pertama kalinya Rania menjejakkan kaki di acara job fair setelah diberitahu oleh guru pelatihan kerjanya semasa SMK. Lulus di bulan Juli 2025, Rania telah mengirimkan sejumlah CV melalui aplikasi pencari kerja, namun sampai saat ini belum mendapatkan panggilan.
Perempuan kelahiran Jakarta Timur pada 2007 itu juga menginginkan bekerja sebagai content creator karena memiliki pengalaman host live saat menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Namun, Rania terhalang ketentuan perusahaan yang sebagian besar menerima pekerja lulusan S1 dan D3, sedangkan dirinya belum menempuh pendidikan di jenjang tersebut. Rania merasa informasi acara job fair masih minim diinformasikan.
“Bikin berat terutama itu, lulusan harus S1 [dan] D3 itu lumayan berat juga. Terus biasanya yang berat sih nyari-nyari informasinya ya karena nyari informasinya agak lumayan susah juga kayak gini-gini. Itu pun saya tahunya juga dari guru saya. Untungnya saya ikut pelatihan,” ungkap Rania.
Rania menargetkan setidaknya terdapat 5 perusahaan mengabari dirinya untuk mengikuti tahap selanjutnya agar berpeluang kerja dalam jangka waktu dekat. Rania merasa kurang yakin gelaran job fair seperti Jakarta Job Fest 2025 dapat menyerap tenaga kerja.
"Interaksi antara tenan dengan pencari kerja kurang berjalan baik. Penjaga stand cenderung mengarahkan pencari kerja mengetahui informasi dari barcode yang berisikan berbagai syarat dan informasi lainnya. Padahal, perusahaan bisa buka dialog langsung dengan kami," imbuhnya.

330.000 Pengangguran Jakarta
Perjuangan Sultan, Agung, hingga Rania demi mendapat pekerjaan merupakan potret miris generasi muda di Indonesia saat ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) komposisi angkatan kerja di Jakarta pada Agustus 2025 terdiri dari 5,13 juta orang penduduk yang bekerja. Adapun, BPS mencacat sebanyak 330.000 orang berstatus pengangguran atau tak punya pekerjaan.
Jika dibandingkan Agustus 2024 (year on year/yoy), jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 13.000 orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 21.000 orang, sementara pengangguran berkurang 766.000 orang.
BPS mencatat penduduk usia kerja (PUK) di Jakarta pada Agustus 2025 mencapai 8,43 juta orang, naik 66.000 orang dibanding kondisi Agustus 2024 yang lalu. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu sebesar 5,46 juta orang, sisanya bukan angkatan kerja sebanyak 2,97 juta orang.
BPS mengklasifikasi tiga sektor yang menyerap tenaga kerja yaitu sektor perdagangan sebesar 23,01%; sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,67%; dan sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 11,83%.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan upaya menurunkan angka pengangguran di Jakarta adalah melalui gelaran job fair seperti Jakarta Job Fest 2025. Dia menargetkan 10 ribu tenaga kerja terserap melalui acara ini.
"Target ini sekaligus menekan angka pengangguran di Jakarta yang mencapai 330.000 orang," ujarnya.
Solusi lain yang ditawarkan Rano, yaitu merekomendasikan masyarakat atau para pencari kerja mendaftar sebagai supir Transjakarta. Pasalnya, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta tersebut membutuhkan 1.000 tenaga kerja supir yang bisa didapatkan melalui Akademi Transjakarta.
Untuk mencegah angka pengangguran meningkat, Rano berencana memasukkan sejumlah bahasa asing di kurikulum sekolah.
"Lapangan kerja tidak hanya didapat dari dalam negeri, tetapi bisa memanfaatkan lapangan kerja di luar negeri. Contohnya negara Jepang membutuhkan 750.000 tenaga kerja setiap tahunnya," imbuh Bang Doel.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Syaripudin juga optimis gelaran Jakarta Job Fest 2025 menjaring banyak tenaga kerja. Sebab, acara ini membuka 12.000 lowongan pekerjaan di berbagai bidang dari 70 perusahaan nasional dan 20perusahaan internasional.
"Selain itu, terdapat pelatihan kerja yang bertujuan melatih soft skill dan hard skill bagi pekerja yang datang," ucapnya.

Job Fair Bukan Satu-satunya Solusi
Menanggapi fenomena tersebut, Nailul Huda selaku Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai gelaran job fair bukan solusi utama menekan angka pengangguran di DKI Jakarta. Menurutnya, penyelenggara kerja perlu ditingkat untuk menyerap tenaga kerja serta kompetisi pencari kerja turut disokong melalui program pelatihan.
Nailul menjelaskan DKI Jakarta masih menjadi pusat ekonomi di Indonesia karena perputaran uang tergolong cepat. Baginya hal tersebut merupakan kesempatan bagi pemerintah DKI Jakarta menciptakan lapangan pekerjaan terutama di sektor jasa.
“Jika kita lihat, jasa perusahaan ataupun jasa lainnya mampu menjadi penyerap tenaga kerja. Selain itu, ada jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Jakarta memang sudah menjadi kota jasa yang tidak bergantung pada industri. Dengan begitu, pekerjaan sektor jasa menjadi incaran pekerja di Jakarta,” katanya kepada Bisnis, Jumat (14/11/2025).
Dia juga meminta lebih cermat memberikan iklim yang tepat bagi pelaku usaha di bidang jasa sehingga sektor jasa mampu berkembang secara progresif.
Meski demikian, dia mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah pelajaran bahasa asing di sekolah karena mampu menunjang pekerjaan atau keberhasilan pelamar kerja, khususnya di bidang jasa.
"Upaya itu sekaligus menarik perusahaan internasional untuk memiliki kantor di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai job fair merupakan salah satu cara cepat untuk setiap industri mendapat karyawan dan juga peluang bagi pekerja aktif yang ingin meningkatkan keterampilan atau penghasilan. Dengan catatan, tata kelola job fair berjalan baik.
Menurut Eko, Pemprov DKI Jakarta perlu proaktif meningkatkan up-skilling atau re-skilling untuk memastikan pencari kerja mempunyai kesempatan besar agar bisa diterima di perusahaan.
Dia menekankan industri yang terlibat harus relevan dengan kebutuhan di DKI Jakarta. Adapun, penambahan bahasa asing juga mampu berkontribusi terhadap serapan tenaga kerja.
“Bahasa asing itu harus memang melihat dari market-nya apakah itu mandarin kah atau apa gitu yang kira-kira match dengan mitra-mitra kita. Jadi arah Indonesia ke depan itu mau bekerja sama di investasi mana dengan siapa itu akan menentukan bahasa yang perlu dipelajari,” jelas Eko.
Lebih lanjut, dia menilai 330 ribu pengangguran di DKI Jakarta masih tergolong besar, mengingat provinsi ini masih menjadi magnet investasi dan berkontribusi terhadap ekonomi nasional.
"Pemprov DKI Jakarta harus menerapkan kebijakan pro investasi dan memprioritaskan tenaga kerja dalam negeri sehingga angka pengangguran dapat mengecil, serta menyerap lebih banyak usia produktif kerja," ucapnya.
Kala Milenial hingga Gen Z Berjibaku Cari Kerja di Job Fair
Jakarta Job Fest 2025 menjadi ajang bagi kalangan Gen Z hingga milenial untuk mencari pekerjaan di tengah tingginya angka pengangguran. [1,901] url asal
#job-fair #lowongan-kerja #pengangguran #pengangguran-gen-z #pengangguran-milenial #jakarta-job-fest #lowongan-pekerjaan #pencari-kerja #pengangguran-jakarta #bursa-kerja #platform-online #pelatihan-ke
(Bisnis.Com - Terbaru) 24/11/25 12:00
v/47903/
Bisnis.com, JAKARTA – Hiruk pikuk Jakarta Job Fest 2025 menyimpan banyak cerita berbeda dari para pencari kerja. Bagi mereka, deretan meja perusahaan bukan sekadar stand pameran, tetapi tempat menaruh asa agar hidup kembali bergerak dan terhindar dari jeratan pengangguran.
Selain para generasi Z alias Gen Z yang baru saja lulus sekolah, ada juga kaum pekerja milenial yang dikejar batas umur demi mendapat pekerjaan. Kisah sulitnya mencari kerja di Jakarta dirasakan oleh Sultan. Pria berusia 26 tahun bergegas mengunjungi acara yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta Selatan.
Diantar oleh sang Ibu, Sultan telah menyusun rapi dokumen di dalam tas selempangnya sebagai modal bertarung di arena yang akrab disebut job fair. Riuh suara panggilan tawaran kerja dari setiap stand perusahaan membawanya terus menyusuri bilik-bilik yang disesaki oleh ratusan pencari kerja.
Sesekali Sultan berhenti di stand yang membuka lowongan pekerjaan sesuai keinginannya. Dia menanyakan syarat dan mendaftar dengan harapan menjadi salah satu karyawan di perusahaan tersebut.
Bermodalkan ijazah S1 Teknik Lingkungan dari Universitas Andalas, Padang, Sultan tetap optimis bahwa perusahaan yang diinginkan akan memanggil untuk sesi wawancara. Pria kelahiran Jakarta 1999 itu bukan pemula dalam mencari pekerjaan. Dia telah melalang buana menyusuri lowongan pekerjaan di platform online sejak lulus dari kampus 2023 silam.
“Kalau ikut job fair saya agak jarang ya, karena saya kan mengingat zaman sekarang lebih banyak yang online. Saya sih, kalau saya ingat saya ya, sekitar 200-an sudah ada melamar [di platform online] dan yang memang ada memanggil untuk wawancara itu sekitar 3 atau 4 aja,” kata Sultan kepada Bisnis saat pelaksanaan Jakarta Job Fest 2025 beberapa waktu lalu.
Selain secarik kertas ijazah, Sultan 'menjual' portofolionya ketika sempat magang sebagai ahli lingkungan di salah satu perusahaan semen ternama. Di sana, dia mendapatkan pengalaman mengatur kadar emisi yang dihasilkan oleh pabrik semen tersebut.
Namun, bekal itu masih sulit bagi dirinya untuk terserap di lapangan pekerjaan. Dua tahun menganggur, Sultan telah mencicipi pahitnya mencari kerja. Sultan kerap dihadapkan dengan syarat yang tidak masuk akal di perusahaan. Salah satunya ketika perusahaan membutuhkan karyawan lulusan baru atau fresh graduate, tapi wajib memiliki pengalaman dua tahun.
“Secara definisi kan [saya] orang baru. Kalau anak baru sudah punya pengalaman, artinya bukan anak baru gitu. Anak berpengalaman. Itu sih salah satu masalah saya selain umur gitu loh,” ujarnya.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Sultan merasakan beban moral lantaran sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Pikiran dan batinnya terus diuji untuk melewati fase-fase ini. Satu tahun setelah kelulusan, sempat terbesit di pikirannya: "akan kah nasib ini dialami hingga waktu yang panjang?"
“Walaupun saya misalnya tidak perlu sangat sukses sekali gitu, tapi setidaknya orang tua saya tuh bisa ngeliat ‘Oh, anak saya ada yang bisa bekerja gitu, ada yang bisa menghasilkan uang sendiri’ Kalau dengan orang tua saya tersenyum seperti itu saja saya sudah ‘Ah, bersyukur saya,” ucap Sultan sambil tersenyum lirih.
Perjuangan serupa juga dilakukan oleh generasi milenial yang bernama Agung Putra. Usianya memang tidak lagi muda, 43 tahun. Namun, Agung tetap semangat mencari kerja layaknya seorang pemuda.
Berbeda dengan Sultan, Agung telah lebih dulu mencicipi pahit-getir kehidupan dunia kerja. Dia mempunyai pengalaman tujuh tahun sebagai pegawai inventory. Pada Agustus tahun ini, dirinya mengundurkan diri karena hendak menjalankan ibadah Umrah.
Ironisnya perjalanan ke Tanah Suci dia peroleh setelah mendapatkan kupon Umrah gratis, justru batal terlaksana. Alhasil, Agung harus kembali meniti karir di usia lebih dari empat dekade. Pria kelahiran Malang, 1982 itu secara perdana mulai mencari pekerjaan melalui gelaran job fair di salah satu kampus di Jakarta dan kedua di acara Jakarta Job Fest 2025.
Selama hampir dua bulan menganggur, dia rutin memantau situs lowongan kerja daring. Hampir setiap hari mengirimkan CV ke perusahaan yang sesuai bidang dan menerima pekerja tanpa melihat batas usia. Meskipun nyatanya, hal itu sulit terlaksana.
Begitupun ketika mengikuti gelaran job fair, Agung mendapat fakta bahwa sedikit perusahaan yang dapat menerima dirinya yang sudah memasuki usia senior. Namun, Agung tetap optimis barangkali beberapa perusahaan dapat menerimanya bekerja.
Agung berkelana ke setiap stand yang ada di dalam Balai Kartini, berbincang dengan perwakilan perusahaan, mendaftarkan diri melalui tautan barcode, dan menyimpan berbagai brosur. Salah satunya dia mendaftar sebagai anggota Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD).
“Makanya tadi saya di depan ada stand kementerian yang buka pelatihan-pelatihan itu. Itu saya senang sekali tuh. Jadi tidak ada batas sumur. Mau muda, mau tua yang penting udah ini bisa kemauannya udah ada,” kata Agung.
Saat ini, Agung bertahan hidup dengan cara Mantab atau 'makan tabungan' yang dia miliki. Agung berupaya keras mendapatkan pekerjaan agar tidak bergantung dari tabungan yang dalam jangka waktu tertentu akan habis. Agung berujar bahwa acara job fair diharapkan tetap diadakan secara berkala karena memberikan kesempatan mendapatkan pekerjaan.
Menurut Agung, pemerintah jangan hanya memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, tapi membuka lapangan pekerjaan yang luas.
“Sebenarnya kita kan enggak ingin, enggak terlalu ingin kita dikasih uang gratis [bansos] sama pemerintah, kita pinginnya kasih kesempatan gitu biar bisa kerja sendiri,” tutur Agung.
Di umur yang tidak lagi muda, Agung mengimbau kepada kawula muda untuk memperluas relasi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Anak-anak muda diminta melakukan kegiatan positif serta mengikuti pelatihan kerja agar tidak menyia-nyiakan saat di usia produktif.
Apalagi, saat ini kemajuan teknologi mempermudah anak-anak muda mendapatkan pekerjaan, dibanding generasi-generasi sebelumnya.
Semangat dari generasi muda mencari pekerjaan, nyata dilakukan oleh perempuan bernama Rania. Gadis berumur 18 tahun itu baru saja lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Desain Grafis di daerah Bogor. Bersama teman seperjuangan, dia berkeliling menghampiri setiap stand yang membuka lowongan pekerjaan di bidang itu.
Dia datang membawa sejumlah CV untuk ditebar ke berbagai perusahaan. Pertama kalinya Rania menjejakkan kaki di acara job fair setelah diberitahu oleh guru pelatihan kerjanya semasa SMK. Lulus di bulan Juli 2025, Rania telah mengirimkan sejumlah CV melalui aplikasi pencari kerja, namun sampai saat ini belum mendapatkan panggilan.
Perempuan kelahiran Jakarta Timur pada 2007 itu juga menginginkan bekerja sebagai content creator karena memiliki pengalaman host live saat menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Namun, Rania terhalang ketentuan perusahaan yang sebagian besar menerima pekerja lulusan S1 dan D3, sedangkan dirinya belum menempuh pendidikan di jenjang tersebut. Rania merasa informasi acara job fair masih minim diinformasikan.
“Bikin berat terutama itu, lulusan harus S1 [dan] D3 itu lumayan berat juga. Terus biasanya yang berat sih nyari-nyari informasinya ya karena nyari informasinya agak lumayan susah juga kayak gini-gini. Itu pun saya tahunya juga dari guru saya. Untungnya saya ikut pelatihan,” ungkap Rania.
Rania menargetkan setidaknya terdapat 5 perusahaan mengabari dirinya untuk mengikuti tahap selanjutnya agar berpeluang kerja dalam jangka waktu dekat. Rania merasa kurang yakin gelaran job fair seperti Jakarta Job Fest 2025 dapat menyerap tenaga kerja.
"Interaksi antara tenan dengan pencari kerja kurang berjalan baik. Penjaga stand cenderung mengarahkan pencari kerja mengetahui informasi dari barcode yang berisikan berbagai syarat dan informasi lainnya. Padahal, perusahaan bisa buka dialog langsung dengan kami," imbuhnya.

330.000 Pengangguran Jakarta
Perjuangan Sultan, Agung, hingga Rania demi mendapat pekerjaan merupakan potret miris generasi muda di Indonesia saat ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) komposisi angkatan kerja di Jakarta pada Agustus 2025 terdiri dari 5,13 juta orang penduduk yang bekerja. Adapun, BPS mencacat sebanyak 330.000 orang berstatus pengangguran atau tak punya pekerjaan.
Jika dibandingkan Agustus 2024 (year on year/yoy), jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 13.000 orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 21.000 orang, sementara pengangguran berkurang 766.000 orang.
BPS mencatat penduduk usia kerja (PUK) di Jakarta pada Agustus 2025 mencapai 8,43 juta orang, naik 66.000 orang dibanding kondisi Agustus 2024 yang lalu. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu sebesar 5,46 juta orang, sisanya bukan angkatan kerja sebanyak 2,97 juta orang.
BPS mengklasifikasi tiga sektor yang menyerap tenaga kerja yaitu sektor perdagangan sebesar 23,01%; sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,67%; dan sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 11,83%.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan upaya menurunkan angka pengangguran di Jakarta adalah melalui gelaran job fair seperti Jakarta Job Fest 2025. Dia menargetkan 10 ribu tenaga kerja terserap melalui acara ini.
"Target ini sekaligus menekan angka pengangguran di Jakarta yang mencapai 330.000 orang," ujarnya.
Solusi lain yang ditawarkan Rano, yaitu merekomendasikan masyarakat atau para pencari kerja mendaftar sebagai supir Transjakarta. Pasalnya, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta tersebut membutuhkan 1.000 tenaga kerja supir yang bisa didapatkan melalui Akademi Transjakarta.
Untuk mencegah angka pengangguran meningkat, Rano berencana memasukkan sejumlah bahasa asing di kurikulum sekolah.
"Lapangan kerja tidak hanya didapat dari dalam negeri, tetapi bisa memanfaatkan lapangan kerja di luar negeri. Contohnya negara Jepang membutuhkan 750.000 tenaga kerja setiap tahunnya," imbuh Bang Doel.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Syaripudin juga optimis gelaran Jakarta Job Fest 2025 menjaring banyak tenaga kerja. Sebab, acara ini membuka 12.000 lowongan pekerjaan di berbagai bidang dari 70 perusahaan nasional dan 20perusahaan internasional.
"Selain itu, terdapat pelatihan kerja yang bertujuan melatih soft skill dan hard skill bagi pekerja yang datang," ucapnya.

Job Fair Bukan Satu-satunya Solusi
Menanggapi fenomena tersebut, Nailul Huda selaku Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai gelaran job fair bukan solusi utama menekan angka pengangguran di DKI Jakarta. Menurutnya, penyelenggara kerja perlu ditingkat untuk menyerap tenaga kerja serta kompetisi pencari kerja turut disokong melalui program pelatihan.
Nailul menjelaskan DKI Jakarta masih menjadi pusat ekonomi di Indonesia karena perputaran uang tergolong cepat. Baginya hal tersebut merupakan kesempatan bagi pemerintah DKI Jakarta menciptakan lapangan pekerjaan terutama di sektor jasa.
“Jika kita lihat, jasa perusahaan ataupun jasa lainnya mampu menjadi penyerap tenaga kerja. Selain itu, ada jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Jakarta memang sudah menjadi kota jasa yang tidak bergantung pada industri. Dengan begitu, pekerjaan sektor jasa menjadi incaran pekerja di Jakarta,” katanya kepada Bisnis, Jumat (14/11/2025).
Dia juga meminta lebih cermat memberikan iklim yang tepat bagi pelaku usaha di bidang jasa sehingga sektor jasa mampu berkembang secara progresif.
Meski demikian, dia mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah pelajaran bahasa asing di sekolah karena mampu menunjang pekerjaan atau keberhasilan pelamar kerja, khususnya di bidang jasa.
"Upaya itu sekaligus menarik perusahaan internasional untuk memiliki kantor di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai job fair merupakan salah satu cara cepat untuk setiap industri mendapat karyawan dan juga peluang bagi pekerja aktif yang ingin meningkatkan keterampilan atau penghasilan. Dengan catatan, tata kelola job fair berjalan baik.
Menurut Eko, Pemprov DKI Jakarta perlu proaktif meningkatkan up-skilling atau re-skilling untuk memastikan pencari kerja mempunyai kesempatan besar agar bisa diterima di perusahaan.
Dia menekankan industri yang terlibat harus relevan dengan kebutuhan di DKI Jakarta. Adapun, penambahan bahasa asing juga mampu berkontribusi terhadap serapan tenaga kerja.
“Bahasa asing itu harus memang melihat dari market-nya apakah itu mandarin kah atau apa gitu yang kira-kira match dengan mitra-mitra kita. Jadi arah Indonesia ke depan itu mau bekerja sama di investasi mana dengan siapa itu akan menentukan bahasa yang perlu dipelajari,” jelas Eko.
Lebih lanjut, dia menilai 330 ribu pengangguran di DKI Jakarta masih tergolong besar, mengingat provinsi ini masih menjadi magnet investasi dan berkontribusi terhadap ekonomi nasional.
"Pemprov DKI Jakarta harus menerapkan kebijakan pro investasi dan memprioritaskan tenaga kerja dalam negeri sehingga angka pengangguran dapat mengecil, serta menyerap lebih banyak usia produktif kerja," ucapnya.
2.000 Pencari Kerja Padati Job Fair Padang, Walkot: 44 Perusahaan Siap Tampung
Terdapat 1.141 formasi lowongan kerja yang berasal dari 44 perusahaan terbuka dalam Job Fair 2026 yang dibuka di Kota Padang. [727] url asal
#padang #kota-padang #job-fair #job-fair-kota-padang #job-fair-2026-kota-padang #lowongan-kerja
(Bisnis.Com - Terbaru) 14/11/25 12:57
v/38466/
Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, ada sebanyak 2.000 orang pencari kerja telah menginput berkas sebagai bentuk lamaran pekerjaan dan kondisi ini terbilang bagus untuk pengendara lainnnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak generasi muda untuk lebih aktif di masa muda. Mencari pekerjaan sesuai kemampuan tanpa malas-malasan.
Agar anak muda angkatan kerja mendapat pekerjaan, lanjut Pemkot Padang kegiatan Job Fair ini merupakan ajang bursa kerja yang melibatkan puluhan perusahaan dan membutuhkan banyak pekerja.
Sayangnya, dari sekian banyak anak muda, ada yang antipati dengan kegiatan Job Fair. Menganggap kegiatan ini hanya formalitas belaka. Ungkapan itu bahkan disampaikan melalui akun media sosial Wali Kota Padang.
"Siapa bilang job fair yang diadakan pemerintah hanya formalitas dan tidak ada peluang, saya sampaikan ini bukan buat anda, ini buat pencari kerja yang betul-betul ingin memperjuangkan masa mudanya,” tegasnya.
Dikatakannya dari dalam Job Fair 2026 ini, terdapat 1.141 formasi lowongan kerja yang berasal dari 44 perusahaan.
Wako menilai Job Fair dapat memediasi antara pelamar (pencari kerja) dengan pemberi kerja. Apalagi saat ini cukup banyak lowongan pekerjaan di dalam maupun luar negeri.
"Ini sesuai dengan program unggulan kami yakni Padang Melayani, salah satunya adalah pelatihan pencari kerja," tutupnya.
Lulusan Sarjana Mendominasi Pengangguran Terbuka di Sumbar
Terpisah, Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto menjelaskan sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu sebanyak 3,20 juta orang atau 71,3%, dan sisanya termasuk bukan angkatan kerja. Dimana untuk komposisi angkatan kerja pada Agustus 2025 terdiri dari 3,02 juta orang penduduk yang bekerja dan 179,63 ribu orang pengangguran.
“Apabila dibandingkan dengan Agustus 2024 jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 95,19 ribu orang. Penduduk bekerja naik sebanyak 93,83 ribu orang dan pengangguran naik sebanyak 1,35 ribu orang,” kata Sugeng, dikutip dari data resmi BPS.
Dia menyampaikan dari kondisi itu, melihat pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 sebesar 5,62%, TPT mengalami penurunan sebesar 0,13% poin dibandingkan dengan Agustus 2024.
Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan 6,53% lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah pedesaan 4,51%. Dibandingkan Agustus 2024, TPT perkotaan dan pedesaan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,14% poin dan 0,23% poin.
Kemudian pada Agustus 2025, TPT tertinggi adalah tamatan Diploma I/II/III yaitu sebesar 8,03%, diikuti tamatan Diploma IV, S1, S2, S3 sebesar 7,82%.
sementara itu...
Sementara itu, TPT yang paling rendah adalah pendidikan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah/belum tamat SD/tamat SD) sebesar 3,09% dan tamatan SMP sebesar 4,16%. Dari hal ini terlihat bahwa lulusan sarjana turut mendominasi TPK di Sumbar pada Agustus 2025 yakni 7,82%
Selanjutnya dari sisi tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Sumbar pada Agustus 2025 sebesar 71,34%, naik 1,06% poin dibanding Agustus 2024. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 83,21%, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 59,4%.
“Apabila dibandingkan Agustus 2024, TPAK laki- laki dan perempuan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,46% poin dan 1,65% poin,” jelasnya.
Sugeng merinci terdapat tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Sumbar, pertama pertanian yaitu sebesar 35,62%, kedua perdagangan sebesar 17,62%, dan ketiga akomodasi dan makan minum sebesar 8,85%.
Dibandingkan Agustus 2024, terjadi pergantian sektor ketiga terbesar yang sebelumnya adalah industri pengolahan pada Agustus 2024, menjadi sektor akomodasi dan makan minum pada 2025.
Sementara melihat pada penduduk bekerja pada kegiatan informal di Sumbar pada Agustus 2025 ada sebanyak 1,94 juta orang 64,34%, sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 1,07 juta orang 35,66%. Dibandingkan Agustus 2024, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal mengalami penurunan sebesar 1,79% poin.
Lalu untuk tingkat pekerja paruh waktu di Sumbar pada Agustus 2025 sebesar 26,17%, artinya dari 100 orang penduduk bekerja terdapat sekitar 26 orang pekerja paruh waktu.
Dibandingkan Agustus 2024, tingkat pekerja paruh waktu mengalami kenaikan sebesar 1,29% poin. Tingkat pekerja paruh waktu perempuan 34,00% lebih tinggi dibanding pekerja paruh waktu laki-laki 20,66%. Dibandingkan Agustus 2024, tingkat pekerja paruh waktu laki-laki dan perempuan mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 1,89% poin dan 0,12% poin.
Lebih lanjut Sugeng mengatakan melihat dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, jumlah pengangguran yang meningkat dibandingkan Agustus 2025 ke Agustus 2024, di Kota Solok, Padang Panjang, Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Pasaman.
Terbentur Aturan Pusat, Cirebon Belum Mampu Ciptakan Pasar Kerja Adil
Pemerintah Kabupaten Cirebon belum bisa menghapus batas usia kerja karena aturan pusat. Meski TPT menurun, pasar kerja belum adil. Inovasi digital job fair diharapkan membantu. [491] url asal
#cirebon-pasar-kerja #cirebon-pencari-kerja #cirebon-batas-usia #cirebon-disnaker #cirebon-pengangguran #cirebon-job-fair #cirebon-rekrutmen-digital #cirebon-bursa-kerja #cirebon-industri #cirebon-peru
(Bisnis.Com - Terbaru) 13/11/25 11:04
v/37217/
Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mengaku tidak mampu mengeluarkan aturan tentang pencabutan batas usia untuk para pencari kerja.
Hal ini mencuat karena ada desakan dari para pencari kerja yang merasa terhambat oleh persyaratan usia maksimal dalam proses rekrutmen tenaga kerja di sejumlah perusahaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengakui pihaknya tidak bisa membuat peraturan daerah untuk menghapus batas usia lantaran seluruh kebijakan ketenagakerjaan masih diatur oleh pemerintah pusat.
"Kami tidak bisa intervensi terlalu dalam. Kalau kami membuat aturan sendiri, nanti justru akan bertentangan dengan kebijakan pusat," kata Novi Hendrianto, Rabu (12/11/2025).
Menurut Novi, sejumlah perusahaan masih menerapkan syarat ketat terkait usia dan kualifikasi pendidikan. Namun, ada pula yang mulai lebih fleksibel, menerima pelamar dari berbagai latar belakang, bahkan dengan pendidikan SD dan SMP.
"Memang sudah ada beberapa perusahaan yang tidak membatasi usia dan pendidikan, tapi belum merata. Kami berharap nanti ketika revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dan peraturan pemerintah turunannya selesai, akan ada mandat yang lebih terbuka tanpa batas usia," ucap Novi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi meski menunjukkan tren menurun.
Pada Februari 2024, TPT tercatat 7,64%, kemudian menurun menjadi 6,74% pada Februari 2025. Namun, per Agustus 2025 kembali naik tipis ke 6,77%.
"Memang menurun, tapi belum signifikan. Ini masih menjadi PR besar kita bersama, terutama bagaimana program Disnaker bisa sejalan dengan dinas lain dan berjejaring dengan provinsi," ujar Novi.
Disnaker mencatat pada 2024 ada sekitar 34 ribu pencari kerja yang terdaftar. Tahun 2025 jumlah itu mulai berkurang.
Novi menilai penurunan ini bisa menjadi indikator positif bahwa sebagian besar pencari kerja telah terserap ke dunia industri, meski sebagian masih bekerja tanpa kontrak atau upah layak.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan inovasi dengan menggelar job fair digital.
Jika pada 2024 proses rekrutmen masih bersifat manual dengan membawa berkas fisik, tahun 2025 menjadi masa transisi menuju sistem online dan hybrid.
"Sekarang semuanya sudah melalui soft file. Tidak perlu bawa berkas-berkas tebal seperti tahun lalu," ujar Novi.
Langkah ini juga mengurangi beban biaya pencari kerja karena dokumen administratif seperti SKCK dan surat keterangan sehat baru diminta ketika pelamar dinyatakan diterima oleh perusahaan.
Selain efisiensi biaya, sistem digital diharapkan menciptakan transparansi. Pihak Disnaker kini berkoordinasi langsung dengan perusahaan untuk memastikan kepastian lowongan dan hasil seleksi.
"Kita ingin tepis anggapan job fair cuma formalitas. Setelah wawancara, pencari kerja akan tahu langsung diterima atau tidak. Tidak ada PHP lagi," ucap Novi.
Disnaker juga memperkuat kolaborasi dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang tersebar di berbagai sekolah menengah di Kabupaten Cirebon.
BKK menjadi mitra utama dalam menjembatani pelamar muda, terutama fresh graduate, agar bisa langsung tersambung dengan industri.
"Kerja sama ini penting supaya pencari kerja muda bisa cepat terserap. Kami juga sudah menjalin koordinasi dengan perusahaan di dalam negeri, baik yang membuka walk-in interview maupun rekrutmen daring," kata Novi.
Namun, Novi menyadari masih banyak tantangan di lapangan, terutama rendahnya kemampuan adaptasi masyarakat terhadap sistem digital.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)