Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, ada sebanyak 2.000 orang pencari kerja telah menginput berkas sebagai bentuk lamaran pekerjaan dan kondisi ini terbilang bagus untuk pengendara lainnnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak generasi muda untuk lebih aktif di masa muda. Mencari pekerjaan sesuai kemampuan tanpa malas-malasan.
Agar anak muda angkatan kerja mendapat pekerjaan, lanjut Pemkot Padang kegiatan Job Fair ini merupakan ajang bursa kerja yang melibatkan puluhan perusahaan dan membutuhkan banyak pekerja.
Sayangnya, dari sekian banyak anak muda, ada yang antipati dengan kegiatan Job Fair. Menganggap kegiatan ini hanya formalitas belaka. Ungkapan itu bahkan disampaikan melalui akun media sosial Wali Kota Padang.
"Siapa bilang job fair yang diadakan pemerintah hanya formalitas dan tidak ada peluang, saya sampaikan ini bukan buat anda, ini buat pencari kerja yang betul-betul ingin memperjuangkan masa mudanya,” tegasnya.
Dikatakannya dari dalam Job Fair 2026 ini, terdapat 1.141 formasi lowongan kerja yang berasal dari 44 perusahaan.
Wako menilai Job Fair dapat memediasi antara pelamar (pencari kerja) dengan pemberi kerja. Apalagi saat ini cukup banyak lowongan pekerjaan di dalam maupun luar negeri.
"Ini sesuai dengan program unggulan kami yakni Padang Melayani, salah satunya adalah pelatihan pencari kerja," tutupnya.
Lulusan Sarjana Mendominasi Pengangguran Terbuka di Sumbar
Terpisah, Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto menjelaskan sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu sebanyak 3,20 juta orang atau 71,3%, dan sisanya termasuk bukan angkatan kerja. Dimana untuk komposisi angkatan kerja pada Agustus 2025 terdiri dari 3,02 juta orang penduduk yang bekerja dan 179,63 ribu orang pengangguran.
“Apabila dibandingkan dengan Agustus 2024 jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 95,19 ribu orang. Penduduk bekerja naik sebanyak 93,83 ribu orang dan pengangguran naik sebanyak 1,35 ribu orang,” kata Sugeng, dikutip dari data resmi BPS.
Dia menyampaikan dari kondisi itu, melihat pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 sebesar 5,62%, TPT mengalami penurunan sebesar 0,13% poin dibandingkan dengan Agustus 2024.
Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan 6,53% lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah pedesaan 4,51%. Dibandingkan Agustus 2024, TPT perkotaan dan pedesaan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,14% poin dan 0,23% poin.
Kemudian pada Agustus 2025, TPT tertinggi adalah tamatan Diploma I/II/III yaitu sebesar 8,03%, diikuti tamatan Diploma IV, S1, S2, S3 sebesar 7,82%.
sementara itu...
Sementara itu, TPT yang paling rendah adalah pendidikan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah/belum tamat SD/tamat SD) sebesar 3,09% dan tamatan SMP sebesar 4,16%. Dari hal ini terlihat bahwa lulusan sarjana turut mendominasi TPK di Sumbar pada Agustus 2025 yakni 7,82%
Selanjutnya dari sisi tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Sumbar pada Agustus 2025 sebesar 71,34%, naik 1,06% poin dibanding Agustus 2024. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 83,21%, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 59,4%.
“Apabila dibandingkan Agustus 2024, TPAK laki- laki dan perempuan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,46% poin dan 1,65% poin,” jelasnya.
Sugeng merinci terdapat tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Sumbar, pertama pertanian yaitu sebesar 35,62%, kedua perdagangan sebesar 17,62%, dan ketiga akomodasi dan makan minum sebesar 8,85%.
Dibandingkan Agustus 2024, terjadi pergantian sektor ketiga terbesar yang sebelumnya adalah industri pengolahan pada Agustus 2024, menjadi sektor akomodasi dan makan minum pada 2025.
Sementara melihat pada penduduk bekerja pada kegiatan informal di Sumbar pada Agustus 2025 ada sebanyak 1,94 juta orang 64,34%, sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 1,07 juta orang 35,66%. Dibandingkan Agustus 2024, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal mengalami penurunan sebesar 1,79% poin.
Lalu untuk tingkat pekerja paruh waktu di Sumbar pada Agustus 2025 sebesar 26,17%, artinya dari 100 orang penduduk bekerja terdapat sekitar 26 orang pekerja paruh waktu.
Dibandingkan Agustus 2024, tingkat pekerja paruh waktu mengalami kenaikan sebesar 1,29% poin. Tingkat pekerja paruh waktu perempuan 34,00% lebih tinggi dibanding pekerja paruh waktu laki-laki 20,66%. Dibandingkan Agustus 2024, tingkat pekerja paruh waktu laki-laki dan perempuan mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 1,89% poin dan 0,12% poin.
Lebih lanjut Sugeng mengatakan melihat dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, jumlah pengangguran yang meningkat dibandingkan Agustus 2025 ke Agustus 2024, di Kota Solok, Padang Panjang, Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Pasaman.