Kisah Guru SLB di Surabaya Sibuk Datangi Bursa Kerja, Bantu Anak Didiknya Cari Pekerjaan yang Layak
M Ali Muhaidhori, Kepala SLB-A YPAB Surabaya, berjuang di bursa kerja disabilitas untuk mencari pekerjaan layak bagi siswa tunanetra, meski belum ada lowongan yang cocok.
(Bisnis.Com) 29/11/25 10:24 54673
Bisnis.com, SURABAYA – Suasana Kota Surabaya yang panas menyengat kulit, walau sebagian besar wilayah di tanah air memasuki musim penghujan tidak menyurutkan niat M Ali Muhaidhori, Kepala SLB-A Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB) Surabaya, untuk mengikuti gelaran Job Fair atau bursa kerja khusus Disabilitas yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Ali tidak sendirian. Dirinya juga ditemani bersama dua guru dan satu siswa, yang seluruhnya adalah tunanetra. Tampak dari kejauhan, mereka menyambangi satu persatu stand dari tiap-tiap perusahaan yang menawarkan berbagai macam lowongan pekerjaan. Namun sayang, belum ada perusahaan yang membuka peluang pekerjaan bagi warga Kota Pahlawan yang merupakan difabel tunanetra.
Sebagai informasi, bursa kerja khusus disabilitas itu digelar oleh Dinas Perindustrian dan Ketanagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor Selatan. Sebanyak sepuluh perusahaan ikut berpartisipasi menyediakan sebanyak 285 lowongan pekerjaan.

Suasana Job Fair atau bursa kerja khusus Disabilitas yang digelar Pemerintah Kota Surabaya, bekerjasama dengan sepuluh perusahaan yang menyediakan 285 lowongan pekerjaan./Bisnis-Julianus Palermo
Bila mayoritas guru lainnya menikmati momen peringatan Hari Guru Nasional dalam suasana yang dirundung kebahagiaan, Ali bersama dengan dua guru SLB-A YPAB Surabaya lainnya justru bergegas mendatangi bursa kerja. Mereka berjerih payah mencarikan pekerjaan yang layak bagi siswa calon lulusan sekolahnya itu.
"Kami kan dalam hal ini kami kan lembaga pendidikan, kami juga ada program untuk alumni. Alumni dari sekolah kami yang memang belum bisa melanjutkan kuliah atau belum menerima kerja, tentunya khusus untuk tunanetra," ucap Ali.
Dari beberapa stand yang telah dikunjungi Ali, belum ada satupun lowongan yang sesuai dengan anak didiknya. Ali pun merasa kecewa, terlebih dalam brosur bursa kerja yang beredar luas, tertulis lowongan tersedia bagi difabel, termasuk untuk tuna netra.
"Dari flayer atau undangan kan memang terbuka untuk teman-teman tunanetra low vision ya atau tunanetra parsial, tapi dari beberapa, kita sudah berkunjung ada lima tenan mungkin tadi itu masih belum menerima," ujar Ali.
Dirinya juga mengungkapkan, beberapa stan perusahaan belum bisa memutuskan apakah mereka dapat menerima pelamar tunanetra. Ali menyebut, mereka masih harus berdiskusi dengan atasan mereka, apakah lowongan tersebut dapat diisi oleh tunanetra.
"Sebenarnya mau menerima, tapi dengan catatan masih didiskusikan lagi kalau memang teman-teman tunanetra bisa berpartisipasi di dalam perusahaan atau mengambil posisi atau peran pada perusahaan tersebut," ungkapnya.
Dirinya juga menyebut, banyak perusahaan yang belum sepenuhnya inklusif, dan dapat menerima para pelamar kerja tunanetra karena alasan keterbatasan pengelihatan.
Padahal, dengan bantuan teknologi dan orientasi yang matang, para pekerja tunanetra dapat bekerja pada posisi back office atau pendukung operasional internal perusahaan, seperti bagian promosi hingga administrasi perusahaan.
"Kami juga punya murid atau alumni yang bisa masuk di jenis digital marketing, tapi bagian describe promosi," ungkap Ali.
Ali pun berharap agar perusahaan-perusahaan di Surabaya untuk membuka lowongan bagi pekerja disabilitas, khususnya tunanetra. Mereka bisa mandiri dan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian, dan tidak kalah dari pekerja normal pada umumnya.
"Teman-teman itu enggak ada masalah sebenarnya. Dengan adanya teknologi, dengan adanya teknik orientasi mobilitas. Jadi bisa pergi ke mana-mana sendiri. Dengan cara orientasi ruang tadi, mengenalin dulu tempat," pungkasnya.
#surabaya-job-fair #bursa-kerja-disabilitas #lowongan-kerja-tunanetra #pekerjaan-inklusif-surabaya #slb-surabaya #guru-slb-surabaya #pekerjaan-layak-difabel #lowongan-kerja-surabaya #tunanetra-surabaya