#30 tag 24jam
Profil Marshall Pribadi Founder Aplikasi Tandatangan Digital Privy
Marshall Pribadi, lulusan Hukum UI, mendirikan Privy pada 2016. Privy adalah aplikasi tandatangan digital yang diakui KEMENKOMINFO dan OJK, berfokus pada kepercayaan digital. [638] url asal
#privy #marshall-pribadi #aplikasi-tandatangan-digital #tandatangan-elektronik #privyid #digital-trust #identitas-digital #kepercayaan-digital #sertifikat-elektronik #trusted-identity #trusted-communic
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 07/06/26 16:51
v/242691/
Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini, tandatangan tidak perlu lagi membutuhkan pulpen di atas kertas.
Pasalnya, kini sudah banyak aplikasi tandatangan digital yang bisa digunakan untuk kebutuhan dokumen yang membutuhkan tandatangan.
Aplikasi tanda tangan digital adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk membubuhkan tanda tangan elektronik pada dokumen secara online.
Aplikasi ini menggunakan teknik kriptografi serta Sertifikat Elektronik dari Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), sehingga memiliki kekuatan hukum dan menjamin keaslian dokumen tanpa perlu dicetak.
Salah satu aplikasi tandatangan digital yang ada di Indonesia, adalah Privy.
Aplikasi ini didirikan oleh foundernya Marshall Pribadi.
Marshall Pribadi pendiri aplikasi digital PrivyID merupakan seorang alumni yang lulus di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2014 lalu. Marshall Pribadi yang akrab disapa Marshall ini merupakan mahasiswa sajarna hukum angkatan 2010.
Belatar belakang pengacara ia merintis PrivyID sejak tahun 2016 yang kini sudah dikenal banyak masyarakat luas. PrivyID menyediakan layanan tangan digital yang mengikat secara hukum serta identitas digital tepercaya bagi bisnis dan pelanggan untuk terhubung secara langsung.
Penggunaan tanda tangan digital PrivyID telah diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMENKOMINFO), Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, PrivyID juga merupakan rekan kerja sama resmi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
Marshall menegaskan bahwa sejak pendirian Privy di tahun 2016, visi perusahaan bukanlah untuk sekedar menyediakan tanda tangan elektronik, melainkan membangun ekosistem kepercayaan digital atau digital trust.
“Sebab, seiring dengan meningkatkan aktivitas digital lintas industri, kepercayaan merupakan mata uang atau currency utama dalam interaksi digital. Telerbih di era Artificial Intelligence (AI), semakin banyak keputusan, transaksi, hingga proses bisnis yang bergantung pada identitas yang terpercaya dan dokumen digital yang autentik. Hal ini juga yang membuat kami optimis bahwa kebutuhan terhadap kepercayaan digital atau digital trust menjadi semakin penting dalam berbagai aktivitas di ruang digital yang turut terefleksi pada pertumbuhan Privy hingga saat ini,” imbuhnya.
Bagi Privy, kepercayaan digital atau digital trust mencakup tiga lapisan utama yang juga menjadi ekosistem Privy yaitu Trusted Identity (Identitas Terpercaya), Trusted Communication Channel (Saluran Komunikasi Terpercaya), dan Trusted Transaction Authenticity (Keaslian Transaksi Terpercaya).
Pada lapisan Trusted Identity, katanya, Privy membantu memastikan identitas individu maupun institusi dapat diverifikasi secara aman dan akurat. Privy pun menjadi satu-satunya institusi yang menjamin identitas dengan Certificate Warranty hingga Rp1 milar untuk melindungi pengguna dari kerugian akibat dokumen yang ditandatangani dengan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli.
Sementara melalui Trusted Communication Channel, Privy memastikan interaksi digital berlangsung melalui jalur yang aman dan terverifikasi, sehingga informasi yang dipertukarkan memiliki integritas dengan identitas yang bisa dibuktikan. Pada lapisan Trusted Transaction Authenticity, Privy memastikan setiap transaksi digital memiliki bukti autentik yang dapat diverifikasi melalui teknologi seperti tanda tangan elektronik, digital seal, dan timestamping,”.
Perjalanan Privy sejak tahun 2016 memberikan banyak pelajaran bagaimana perusahaan perlu beradaptasi di tengah perubahan teknologi maupun dinamika pasar yang terus berkembang,
Ke depannya, Privy juga telah menyiapkan product-roadmap yang akan semakin mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam kepercayaan digital, termasuk fitur yang memudahkan pengguna dengan dukungan Artificial Intelligence (AI).
Di tahun ini, Marshall Pribadi juga hadir mewakili startup Indonesia pada gelaran MatchCAP Singapore 2026, yang turut menjadi cerminan bagaimana startup Indonesia kini berkembang melampaui perusahaan berbasis teknologi semata, menunju peran yang lebih fundamental dalam membangun infrastruktur digital.
Forum yang difasilitasi oleh Endeavor, organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan high impact entrepreneur di seluruh dunia ini mempertemukan 59 perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dan 73 investor global dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.
Marshall Pribadi selaku CEO dan Founder Privy yang juga terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur pada tahun 2018, sebuah ajang pemilihan para pendiri bisnis berskala besar (high-impact founders) mengatakan pertumbuhan perusahaannya cukup pesat.
“Saya terpilih menjadi bagian dari Endeavor Entrepreneur sejak 2018, dan sejak 8 tahun lalu hingga sekarang, pertumbuhan yang kami capai di Privy—peningkatan pendapatan 25 kali lipat dan lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi—tidak akan terjadi tanpa jejaring atau networking yang tepat di sekitar kami,” ungkap Marshall.
Tips Kembangkan Brand dengan Kreativitas, dan Influencer
Brand perlu strategi pemasaran kreatif dan terukur dengan menggabungkan kreativitas, influencer, dan media untuk membangun koneksi kuat dan pertumbuhan bisnis. [351] url asal
#brand-marketing #digital-marketing #influencer-marketing #creative-strategy #brand-awareness #performance-marketing #integrated-marketing #kol-strategy #digital-media #audience-engagement #cultural-re
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 06/06/26 11:23
v/241942/
Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan brand terhadap solusi pemasaran yang lebih terintegrasi kian meningkat.
Seiring berkembangnya platform digital dan semakin kompleksnya perjalanan konsumen, brand tidak lagi hanya membutuhkan kampanye yang mampu menciptakan awareness atau viralitas, tetapi juga menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
Untuk itu diperlukan strategi khusus agar pemasaran suatu brand bisa meningkatkan lebih banyak konsumen.
Marcia Julia sebagai Chief Executive Officer (CEO) Eden yang baru saja merger dengan Wow Group mengatakan solusi komunikasi yang lebih menyeluruh dibutuhkan untuk memasarkan brand dengan lebih baik.
Dia memaparkan, saat ini konsumen saat ini bergerak sangat cepat mengikuti kultur dan percakapan digital yang terus berubah. Karena itu, brand membutuhkan pendekatan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan secara budaya dan terukur secara bisnis.
"Dengan menggabungkan kekuatan kreativitas, influencer, media, dan performance dalam satu ekosistem, kami ingin membantu brand membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Marcia.
Penggabungan kekuatan MediaScience dalam digital media buying, media planning, dan performance marketing dengan berfokus pada integrated KOL buying and services, campaign strategy, serta pengembangan komunikasi digital berbasis budaya dan komunitas menjadi strategi khusus.
Didirikan pada tahun 2020, katanya, Eden telah berkembang menjadi agency yang menangani lebih dari 30 brand aktif dari berbagai kategori industri, termasuk telekomunikasi, e-commerce, nutrisi, personal care, home appliance, otomotif, dan FMCG. Dengan lebih dari 30 personel dan pengalaman gabungan selama 36 tahun, Eden menggabungkan kreativitas, pemahaman budaya lokal, dan pemanfaatan data dalam membangun kampanye digital.
"Salah satu diferensiasi Eden terletak pada pendekatan influencer marketing yang memberikan akses langsung kepada para KOL tanpa perantara. Model ini memungkinkan proses kerja yang lebih efisien sekaligus membantu brand menjangkau audiens yang tepatbmelalui berbagai spektrum talent, mulai dari celebrity influencer hingga micro, nano, dan community-based creators," paparnya.
Strategi lainnya, lanjutnya, bisa juga diperkuat oleh Influencer IQ, sistem database KOL yang membantu memetakan influencer berdasarkan relevansi, performa, dan dampaknya terhadap tujuan kampanye. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan proses seleksi talent yang lebih presisi dan terukur.
Selama kariernya, Marcia telah menangani berbagai kampanye viral dan award-winning untuk brand lintas kategori, mulai dari FMCG dan telekomunikasi hingga event berskala internasional seperti Asian Games.
Asa Dimitri Pasarkan Kue Durian Khas Makassar Tembus Ritel Modern
Dimitri Eka Mariana sukses memasarkan kue durian khas Makassar hingga ritel modern berkat program binaan BRI, meningkatkan omzet hingga 50%. [653] url asal
#kue-durian #kue-durian-makassar #vinlandak-kitchen #dimitri-eka-mariana #bisnis-kue-durian #ritel-modern-makassar #produk-lokal-makassar #umkm-makassar #kue-durian-palopo #vinlandak-kitchen-makassar
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 05/06/26 19:31
v/241547/
Bisnis, MAKASSAR — Di salah satu sudut rak premium Toko Satu Sama dan Hero, berjejer rapi produk andalan milik Dimitri Eka Mariana, kue durian khas Makassar besutan Vinlandak Kitchen.
Bagi perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini, kehadiran produknya di etalase ritel modern bukan sekadar pencapaian estetik, melainkan buah dari konsistensi melintasi masa-masa kritis berbisnis.
Memulai usaha dari nol pada tahun 2020 di kediamannya, Jalan Banta-bantaeng Lorong 3, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, wanita berusia 38 tahun ini awalnya hanya ingin mengisi waktu luang setelah ikut pindah bersama sang suami.
Namun, geliat bisnis rumahan tak selamanya manis. Memasuki tahun 2023, Vinlandak Kitchen justru dihantam kejenuhan ekstrem. Merasa usahanya jalan di tempat dan didera kelelahan fisik, Dimitri hampir memilih kibarkan bendera putih.
"Waktu itu sempat ingin berhenti karena capek dan bosan, usaha ini begitu-begitu saja," kenangnya saat diwawancarai Bisnis, Kamis (4/6/2026).
Beruntung, sebuah saran dari rekan sejawat untuk bergabung dengan program binaan Rumah BUMN BRI Makassar menjadi titik balik yang mengubah lanskap bisnisnya. Melalui inkubasi selama enam bulan, baik secara daring maupun luring, Dimitri digembleng.
Vinlandak Kitchen tidak hanya dibantu menyelesaikan urusan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, tetapi juga diajarkan packaging, strategi pemasaran digital, hingga taktik menembus jaringan ritel modern dan perhotelan.
Dampak dari pendampingan tersebut langsung tercermin pada performa keuangan perusahaan. Setelah berhasil menembus pasar ritel modern, omzet Vinlandak Kitchen melonjak hingga 50%. Volume produksi harian yang biasanya berada di angka rata-rata 150 kue durian, kini kerap meroket hingga 1.000 kue saat permintaan memuncak.
Dimitri menjelaskan, keunggulan produk Vinlandak terletak pada komitmen bahan baku. Dia menggunakan 100% durian asli pilihan asal Palopo, tanpa campuran kelapa maupun bahan pengawet.
Kendati nihil pengawet, formulasi kuenya mampu bertahan hingga dua bulan. Dijual dengan harga Rp25.000 untuk isi 5 dan Rp50.000 untuk isi 10, kue durian ini sukses menjadi ikon.
"Selain itu, kami sekarang tidak hanya menjual kue durian saja. Lini produk Vinlandak juga diperkuat oleh kue bangket kenari seharga Rp20.000, brownies, hingga paket nasi bento," ungkap Dimitri.
Ekspansi pasar Vinlandak kini tidak lagi terbatas di ibu kota Sulawesi Selatan. Produknya telah merambah sektor korporasi dengan menjadi menu di hotel ternama seperti Hotel Claro dan Swiss-Belhotel Makassar.
Bahkan melalui lokapasar Shopee, produk barunya seperti brownies mulai menjangkau wilayah Papua dan provinsi lain di Pulau Sulawesi.
Menariknya, pertumbuhan bisnis Vinlandak Kitchen turut memicu multiplier effect bagi ekonomi domestik sekitar. Selain mempekerjakan dua karyawan tetap, Dimitri secara aktif memberdayakan ibu-ibu tetangga sekitar dan kurir lokal saat pesanan membeludak, khususnya pada momentum Ramadan dan musim liburan.
Koordinator Rumah BUMN BRI Makassar Muhammad Aslidin mengungkapkan bahwa Vinlandak merupakan potret sukses dari total 6.100 UMKM lintas sektor yang telah mereka dampingi secara terjadwal berdasarkan kebutuhan riil pelaku usaha.
Setiap UMKM yang terdaftar sebagai binaan BRI bakal masuk dalam program BRIncubator, begitu juga dengan Vinlandak Kitchen. Pendampingan yang dilakukan berupa fasilitas pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi, hingga cara memperluas pasar.
“Selain pendampingan terjadwal, kami juga kerap mengikutkan para UMKM ke beberapa pameran, baik lokal maupun nasional. Tujuannya agar mereka semakin dikenal dan bisa mengembangkan pasar," papar Aslidin.
Langkah maju Vinlandak Kitchen ini pun mendapat apresiasi dari regulator lokal. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Arlin Ariesta menegaskan bahwa sektor kuliner berbasis komoditas lokal seperti durian memiliki potensi besar.
Ke depan, pemerintah daerah bakal lebih berkomitmen mendorong UMKM yang telah mapan di pasar domestik seperti Vinlandak untuk naik kelas ke pasar global.
"Kami nantinya akan fokus pada pendampingan usaha, optimalisasi ekonomi kreatif, digitalisasi, serta kolaborasi untuk penguatan ekosistem guna meningkatkan daya saing ekspor," pungkas Arlin.
Dari sebuah gang kecil di Banta-bantaeng, Dimitri telah membuktikan bahwa durian lokal mampu naik kasta dan menggerakkan ekonomi warga, asalkan dikelola dengan standar modern dan pendampingan yang tepat.
12 Ide Jualan di Garasi Rumah Terlaris 2026
Temukan 12 ide bisnis modal kecil di garasi rumah, mulai dari warung sembako, laundry, kedai kopi, hingga toko online dan jasa servis elektronik. [332] url asal
#jualan-garasi #ide-jualan #modal-kecil #warung-sembako #laundry-kiloan #kedai-kopi #bengkel-motor #makanan-rumahan #toko-online #servis-elektronik #studio-foto #salon-barbershop #rental-alat #les-priv
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 04/06/26 14:07
v/239878/
Bisnis.com, JAKARTA - Inilah beberapa ide jualan di garasi rumah dengan modal kecil yang bisa Anda tiru.
Membuka usaha kecil-kecilan menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di era sekarang.
Daripada harus menyewa ruko atau tempat dengan biaya mahal. Alangkah baiknya, Anda memanfaatkan garasi rumah untuk tempat usaha.
Akan tetapi, tidak semua usaha bisa dijalankan di garasi rumah. Inilah beberapa ide usaha di garasi rumah yang bisa Anda tiru.
12 Ide Jualan di Garasi Rumah
1. Warung Sembako Mini
Garasi bisa disulap menjadi warung sembako sederhana. Modalnya relatif kecil dan pelanggannya sudah tersedia dari tetangga sekitar.
2. Laundry Kiloan
Usaha laundry kiloan cocok dijalankan dari garasi. Cukup siapkan mesin cuci, pengering, dan setrika untuk memulai.
3. Kedai Kopi atau Minuman Kekinian
Tren minuman kekinian tidak pernah mati. Buka kedai kopi atau es kekinian di garasi bisa menarik pelanggan dari lingkungan sekitar maupun melalui media sosial.
4. Bengkel Motor Kecil
Jika kamu memiliki keahlian mekanik, garasi adalah tempat ideal untuk membuka bengkel motor kecil dengan biaya operasional rendah.
5. Usaha Makanan Rumahan
Jualan nasi bungkus, kue, atau katering harian sangat cocok dijalankan dari garasi yang berfungsi sebagai dapur produksi.
6. Toko Online dengan Gudang Garasi
Manfaatkan garasi sebagai gudang stok barang untuk usaha toko online di marketplace. Praktis dan hemat biaya sewa.
7. Jasa Servis Elektronik
Keahlian memperbaiki gadget atau elektronik rumah tangga bisa dimonetisasi dari garasi dengan peralatan sederhana.
8. Studio Foto Mini
Garasi yang ditata dengan baik bisa menjadi studio foto mini untuk sesi foto produk UMKM atau foto keluarga.
9. Salon atau Barbershop
Dengan investasi peralatan dasar, garasi bisa diubah menjadi salon kecantikan atau barbershop yang menjangkau warga sekitar.
10. Rental Alat atau Kendaraan
Sewakan perlengkapan pesta, alat berkebun, atau kendaraan dari garasi sebagai sumber penghasilan pasif.
11. Kelas atau Les Privat
Jadikan garasi sebagai ruang belajar untuk kelas les privat, bimbingan belajar, atau kursus keterampilan.
12. Toko Preloved dan Thrift Shop
Jual barang bekas berkualitas dari garasi. Tren thrifting sedang booming dan bisa menghasilkan keuntungan besar.
Itulah beberapa ide usaha yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan garasi rumah.
Kiat Bagi Pengusaha agar Sukses dalam Industri Sustainability
Pengusaha harus memberdayakan talenta dan mendorong inovasi untuk sukses dalam keberlanjutan, yang kini menjadi elemen strategis penting bagi investasi dan daya saing. [577] url asal
#sustainability-bisnis #keberlanjutan-perusahaan #inovasi-bisnis #daya-saing-investasi #tata-kelola-perusahaan #kolaborasi-keberlanjutan #prinsip-un-global-compact #strategi-keberlanjutan #dampak-keber
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 04/06/26 11:10
v/240119/
Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah meningkatnya urgensi untuk mempercepat pencapaian SDGs, sektor swasta memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
PresidenUN Global Compact Network Indonesia (IGCN), Y.W. Junardy, menegaskan bahwa keberhasilan sustainability tidak hanya ditentukan oleh strategi atau target yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi untuk memberdayakan talenta, mendorong budaya inovasi, dan menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas.
"Keberhasilan sustainability tidak hanya ditentukan oleh strategi atau target yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi untuk memberdayakan talenta, mendorong budaya inovasi, dan menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas. Dampak yang lebih besar dapat dimulai dari dalam perusahaan itu sendiri," ujar Junardy IGCN Annual Members Gathering 2026 dalam tema “Driving Innovation from Within: Enabling Scalable Impact”.
Gita Sabharwal, UN Resident Coordinator di Indonesia, menegaskan bahwa praktik keberlanjutan dapat menjadi faktor yang meningkatkan daya saing investasi.
Keberlanjutan, katanya, tidak lagi sekadar aspek kepatuhan, melainkan elemen strategis yang mempengaruhi keputusan investasi, penciptaan nilai jangka panjang, serta tata kelola perusahaan. Masa depan yang berkelanjutan sangat ditentukan oleh pilihan dan keputusan yang diambil saat ini oleh para pemimpin, pelaku bisnis, investor, dan pembuat kebijakan.
Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), Rector, UNIKA Atma Jaya sekaligus IGCN Board of Advisor, menyampaikan tantangan keberlanjutan hanya dapat diatasi melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, masyarakat sipil, dan mitra internasional.
"Melalui kerja sama tersebut, gagasan dapat diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan generasi mendatang." ujarnya.
PBB bekerja sama erat dengan IGCN untuk mendorong keterlibatan sektor swasta domestik di berbagai wilayah dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik bisnis dan rantai pasok.
Seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan, aspek ini kini menjadi pertimbangan penting dalam penilaian investor dan lembaga pemeringkat internasional.
Oleh karena itu, penerapan keberlanjutan yang kuat tidak hanya dapat meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan (corporate governance) di tingkat nasional maupun global.
Melalui implementasi Sepuluh Prinsip UN Global Compact yang mencakup Hak Asasi Manusia, Ketenagakerjaan, Lingkungan Hidup, dan Anti-Korupsi, perusahaan didorong untuk menyelaraskan strategi dan operasional bisnis dengan nilai-nilai universal yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Sebagai jaringan lokal resmi UN Global Compact di Indonesia, IGCN juga mendukung perusahaan anggota untuk tidak hanya mengimplementasikan prinsip keberlanjutan, tetapi juga mendorong inovasi yang mampu mengubah komitmen menjadi solusi nyata dan berdampak luas.
IGCN juga menyampaikan arah strategis organisasi untuk tahun 2026 yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu member-centric value creation, platform-based collective action, institutional credibility and governance, serta digital tools innovation. Keempat pilar tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas anggota dalam menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi bisnis dan masyarakat.
Y. W. Junardy, Presiden IGCN, mengatakan berdasarkan survei, tingkat kepuasan anggota terhadap UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) mencapai 81,5%, yang menunjukkan kepercayaan dan dukungan kuat terhadap berbagai inisiatif yang telah dijalankan serta memperluas implementasi keberlanjutan dari tingkat individu ke tingkat yang lebih luas melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu terkait isu iklim (climate), pertumbuhan ekonomi (economic growth), konsumsi berkelanjutan (sustainable consumption), pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan inovasi, IGCN berfokus pada upaya untuk memenuhi prioritas-prioritas tersebut serta mendorong implementasi berbagai alat, program, dan kolaborasi yang relevan.
Dalam pelaksanaannya, IGCN mengembangkan berbagai inisiatif yang saling terorkestrasi, termasuk proyek kelautan dan budidaya rumput laut (seaweed project) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi biru (blue economy). Selain itu, IGCN juga menjalankan program yang berfokus pada rantai pasok berkelanjutan (sustainable supply chain) dan pengembangan sumber daya manusia melalui KUPUKU dan IGCN Academy.
Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026, Ada 11 Orang dari Indonesia
Forbes 30 Under 30 Asia 2026 menampilkan 11 talenta muda Indonesia yang berprestasi di berbagai bidang, termasuk musik, teknologi, dan bisnis. [1,285] url asal
#forbes-30-under-30 #forbes-asia-2026 #talenta-muda-asia #kecerdasan-buatan #perusahaan-rintisan #joyin-technology #robot-pendamping #startup-indonesia #tiara-andini #santi-tan #se-039-indonesia #daur
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 03/06/26 17:27
v/239000/
Bisnis.com, JAKARTA - Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026 menyoroti talenta muda paling cemerlang di seluruh kawasan.
Para penerima penghargaan tahun ini mendorong batasan di bidang masing-masing pada saat kecerdasan buatan (AI) dengan cepat menjadi bagian integral dari pekerjaan dan hiburan.
Menampilkan beragam talenta, jajaran ini mencakup para pebisnis muda di balik perusahaan rintisan baru, seperti JoyIn Technology, pembuat robot pendamping asal Tiongkok untuk lansia dan anak-anak, yang berencana untuk berekspansi ke luar negeri.
Didirikan pada tahun 2024 oleh Guo Renjie, perusahaan rintisan ini telah meluncurkan empat robot humanoid, termasuk Zeroth M1 setinggi 50 cm, yang diresmikan pada bulan Januari.
Guo mengatakan bahwa hingga April, perusahaan telah menerima hampir 20.000 pra-pemesanan untuk model M1, yang mampu mengukur ekspresi wajah dan memulai percakapan jika seseorang tampak kesepian, serta dapat membacakan buku untuk anak-anak.
JoyIn dinilai sebesar $351 juta pada bulan Oktober dan telah mengumpulkan lebih dari US$70 juta dalam tiga putaran pendanaan. Ini adalah salah satu dari tujuh perusahaan rintisan robotika Tiongkok yang para pendirinya masuk dalam daftar tersebut, yang menggarisbawahi sektor robotika negara yang sedang berkembang pesat.
Dari Indonesia setidaknya ada enam orang yang dianggap bertalenta dan masuk daftar tersebut.
Berikut daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026 dari Indonesia
1. Tiara Andini
Setelah meraih juara kedua di Indonesian Idol 2020, Tiara Andini merilis single pertamanya, 'Gemintang Hatiku'. Di tahun yang sama, ia memenangkan penghargaan Pendatang Baru Terbaik di Anugerah Musik Indonesia dan Artis Asia Baru Terbaik (Indonesia) di Mnet Asian Music Awards. Album debutnya yang berjudul sama, dirilis pada tahun 2021, memenangkan Album Terbaik Tahun Ini di Indonesian Music Awards 2022. Andini, yang memiliki sekitar 7 juta pendengar bulanan di Spotify, juga memenangkan penghargaan Artis Media Sosial Terbaik Tahun Ini di Indonesian Music Awards 2025.
2. Santi Tan
Santi Tan adalah pendiri Saff & Co., merek parfum yang berbasis di Jakarta yang diluncurkan pada tahun 2020. Melihat bahwa pasar parfum Indonesia sebagian besar didominasi oleh merek internasional, Tan bertekad untuk membangun alternatif lokal. Saff & Co. memulai dengan menjual produknya secara online melalui saluran e-commerce seperti Shopee, kemudian berekspansi ke toko offline dan pengecer kecantikan di kota-kota besar Indonesia. Merek ini juga telah memperluas lini produknya di luar parfum hingga mencakup wewangian ruangan dan tekstil.
3. Se'Indonesia
Didirikan bersama oleh Rinaldi Dharma Utama dan Christian Wilfandio, Se'Indonesia adalah jaringan makanan cepat saji yang mengkhususkan diri dalam se'i, hidangan daging asap tradisional dari Indonesia bagian timur, dengan harga terjangkau.
Utama, yang menghabiskan tiga tahun di Kopi Kenangan, dan Wilfandio meluncurkan dapur awan pertama mereka, Lakuliner, pada tahun 2021 kemudian berganti nama menjadi Se'Indonesia setahun kemudian, menawarkan nasi mangkuk daging sapi dan ayam mulai dari hanya 25.000 rupiah ($1,50).
Se'Indonesia beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, memanfaatkan dapur terpusat dan kehadiran digital yang kuat untuk menyediakan layanan pengiriman yang selalu aktif. Perusahaan ini sekarang mengoperasikan lebih dari 200 gerai pengiriman dan bawa pulang serta 23 restoran makan di tempat di seluruh Indonesia. Pada April 2025, Se'Indonesia mengumpulkan pendanaan Seri A sebesar $9,7 juta yang dipimpin oleh Insignia Ventures.
4. Farrel Alvian Purnama
Farrel Alvian Purnama ikut mendirikan perusahaan daur ulang limbah elektronik Daur Material Indonesia, yang dikenal sebagai Remind, pada tahun 2020 bersama Muhammad Dzikri Ahira Soefihara (lebih dari 30).
Berbasis di Banten, Indonesia, Remind mengekstrak tembaga dan logam lainnya dari papan sirkuit, kabel, dan komponen bekas lainnya untuk digunakan kembali. Pada Mei 2025, Remind mengumpulkan dana sebesar $1,3 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Bali Investment Club dan BEENEXT, dengan partisipasi Spiral Ventures.
5. Arif Rachmat
Sebagai ketua eksekutif Triputra Agro Persada (TAP) Group, Arif Rachmat mengawasi salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia. Ia juga merupakan direktur dewan di konglomerat Indonesia Triputra Group, yang memiliki bisnis di industri karet dan logistik, antara lain. Sebelumnya, Rachmat bekerja di perusahaan industri raksasa General Electric dalam berbagai peran kepemimpinan.
6. Erika Richardo
Untuk menandai peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia pada Agustus 2025, maskapai penerbangan milik negara Garuda Indonesia menugaskan seniman dan influencer lokal Erika Richardo untuk melukis mural di pesawat Boeing 737.
Richardo, yang mengatakan butuh berbulan-bulan untuk meyakinkan maskapai tersebut, menghasilkan karya yang dipadukan dengan elemen batik yang menggambarkan 16 kelompok etnis dari seluruh kepulauan. Video yang mendokumentasikan proses tersebut menjadi viral, mendapatkan ribuan penonton di media sosial.
Menggunakan seni sebagai sarana bercerita dan menciptakan dampak sosial telah membuat Richardo memiliki lebih dari 18 juta pengikut di TikTok. Dia adalah salah satu kreator terkemuka Indonesia di platform tersebut, memenangkan penghargaan selama tiga tahun berturut-turut, dimulai pada tahun 2022. Dia menjadi sensasi online pada tahun 2021 setelah melukis Porsche milik seorang temannya dengan motif barong Bali, makhluk mitos mirip singa.
7. Brigitta Gunawan
Brigitta Gunawan adalah seorang advokat kelautan di balik 30x30 Indonesia, sebuah kampanye yang meningkatkan kesadaran akan ekosistem laut negara ini, dan Diverseas, sebuah program pendidikan yang mengajarkan siswa tentang kehidupan laut melalui lokakarya dan realitas virtual.
Dinamakan sesuai dengan tujuan PBB untuk melindungi 30% lautan dunia pada tahun 2030, 30x30 Indonesia menyediakan sumber daya tentang ilmu dan kebijakan lingkungan, serta peluang bagi generasi muda Indonesia. National Geographic Society dan The Nature Conservancy telah menyediakan dana untuk mendirikan 30x30 Coral Garden, sebuah lokasi restorasi terumbu karang lokal di Tulamben, Bali.
Brigitta Gunawan memegang gelar Sarjana Sains (B.Sc.) di bidang Ekologi dan Biologi Konservasi dari Universitas Monash.
8. Nisrina Firyal Fadhlannisa
Nisrina Firyal Fadhlannisa adalah seorang manajer investasi yang berbasis di Jakarta di Arsari Group milik taipan Indonesia Hashim Djojohadikusumo, yang memiliki investasi di bidang telekomunikasi, energi terbarukan, agroforestri, dan pertambangan.
Fadhlannisa bergabung dengan Arsari pada April 2026 setelah empat tahun di Vertex Ventures Asia Tenggara dan India milik Temasek, di mana ia mengerjakan putaran pendanaan awal (seed round) pengembang perangkat lunak manajemen buku besar Matchmade dan pendanaan tahap awal operator toko gaya hidup K-Life.
Fadhlannisa memulai karir modal venturanya di Venturra Capital, divisi VC dari Lippo Group Indonesia. Ia memperoleh gelar sarjana teknik elektro dari Universitas Indonesia.
9. Dharmadi Gusanto
Dharmadi Gusanto adalah wakil presiden di Alpha JWC Ventures, sebuah perusahaan modal ventura Indonesia yang telah mendukung startup unicorn seperti Carro dan Kopi Kenangan.
Dia fokus pada startup perangkat lunak di Asia Tenggara dan kesepakatannya termasuk ESB, penyedia perangkat lunak manajemen restoran di Indonesia dengan lebih dari 40.000 pedagang, dan Omni HR yang berbasis di Singapura, yang perangkat lunaknya membantu bisnis mengelola karyawan mereka di berbagai negara. Gusanto bergabung dengan Alpha JWC Ventures pada tahun 2020 sebagai analis dan dipromosikan menjadi wakil presiden pada tahun 2024. Sebelumnya, ia adalah investor di MDI Ventures, sebuah perusahaan VC yang didukung oleh Telkom Indonesia.
10. Athaya Kadzima
Berbasis di Jakarta, Athaya Kadzima adalah seorang associate senior di BNI Ventures, divisi modal ventura korporat dari Bank Negara Indonesia. Sebagai mantan penasihat risiko keuangan di Deloitte, Kadzima fokus pada startup Indonesia di bidang perangkat lunak perusahaan, iklim, dan infrastruktur digital.
Selain berinvestasi, Kadzima juga menjadi mentor di InnovateHer Academy, program dukungan startup oleh FWD Insurance, akselerator bisnis KUMPUL.ID, dan UN Women Indonesia untuk para pendiri perempuan. Sebelum bergabung dengan BNI Ventures pada tahun 2023, Kadzima adalah seorang associate di Indogen Capital, salah satu pendukung Carsome.
11. Larry Susanto
Larry Susanto adalah wakil presiden investasi di ACV Capital, sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Jakarta dengan lebih dari 120 investasi di seluruh Asia Tenggara dan aset kelolaan lebih dari $550 juta.
Susanto memimpin inisiatif teknologi AI dan iklim, mengidentifikasi perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi yang menggabungkan dampak lingkungan dengan potensi komersial yang kuat, seperti perusahaan penyewaan panel surya Xurya, perusahaan rintisan konstruksi berkelanjutan BRIK, dan perusahaan e-commerce Astro.
Sebelum bergabung dengan ACV pada tahun 2024, Susanto, lulusan teknik kimia UC Berkeley, bekerja sebagai insinyur riset di perusahaan pembuat panel surya Plant PV, manajer produk di perusahaan e-commerce Bukalapak, dan konsultan di Bain & Company.
Sosok Edi Permadi, dari Penjual Kacang hingga Direktur Utama J Resources (PSAB)
Edi Permadi, dari penjual kacang, kini Direktur Utama J Resources. Lahir dari keluarga sederhana, Edi sukses berkat etos kerja dan pendidikan tinggi. [1,007] url asal
#edi-permadi #direktur-utama #j-resources #penjual-kacang #direktur-usia-29 #industri-pertambangan #teknik-elektro #universitas-indonesia #vale-indonesia #sumber-daya-alam #ketahanan-nasional #buku-edi
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 02/06/26 22:45
v/238137/
Bisnis.com, JAKARTA — Terlahir dari keluarga veteran sederhana di Jakarta pada 10 Februari 1970, siapa sangka Edi Permadi pernah dipercaya menduduki jabatan direktur pada usia 29 tahun.
Namun, bagi Edi tak ada yang tidak mungkin. Sejak usia delapan tahun, Edi telah membantu perekonomian keluarga setelah ayahnya meninggal dunia dengan berjualan kacang dan makanan ringan.
Perjalanan hidup yang penuh tantangan tersebut tidak menghalanginya untuk meraih pendidikan tinggi. Edi bahkan berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro di Universitas Indonesia pada 1997.
Berbekal ketangguhan hidup dan kemampuan berpikir sistematis sebagai seorang insinyur, Edi kemudian meniti karier di industri pertambangan hingga dipercaya menjabat Director of External Relations di PT International Nickel Indonesia (Inco), yang kini dikenal sebagai PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), pada usia yang belum genap 30 tahun.
Kariernya terus berkembang. Setelah berkiprah di Vale Indonesia, Edi kemudian bergabung dengan PT J Resources Asia Pasifik Tbk., perusahaan tambang emas.
Sejak Maret 2020, Edi bahkan dipercaya menduduki posisi Direktur Utama perusahaan tambang emas berkode saham PSAB tersebut.
Selain aktif di dunia korporasi, Edi juga terlibat dalam berbagai pemikiran strategis terkait dengan pembangunan nasional, penguatan ketahanan negara, dan pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
Saat ini, Edi juga dipercaya sebagai Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.
Perjalanan hidup dan karier Edi Permadi, seorang profesional yang meniti karier dari latar belakang sederhana hingga dipercaya menjadi direktur pada usia 29 tahun, kini diabadikan dalam buku berjudul “Edi Permadi Direktur di Usia 29 Tahun”.
Buku tersebut resmi diluncurkan di Sekolah Master (Masjid Terminal), Depok pada Senin (1/6/2026). Peluncuran buku ini mendapat apresiasi dari berbagai tokoh nasional, akademisi, kalangan bisnis, serta keluarga dan kolega yang hadir.
Di mata rekan sekaligus mentornya, Eddie Arsyad, sosok Edi Permadi memiliki karakter kuat, semangat belajar, dan kemampuan berkembang yang menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya.
Potensi tersebut kemudian terus diasah melalui pengalaman dan peningkatan kompetensi hingga mengantarkannya ke posisi puncak di industri pertambangan. “Ketika Edi masih berada di grup Human Capital yang saya pimpin, kami sudah melihat adanya potensi besar dalam dirinya. Pada akhirnya, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh keinginannya sendiri untuk terus mengembangkan dan mengisi potensi yang ada dalam dirinya,” katanya.
Eddie Arsyad yang kini menjabat sebagai Director & Principal Advisor PT Quintave Kinerja Mulia, menilai pencapaian Edi Permadi menjadi direktur pada usia 29 tahun merupakan hasil dari potensi dan kapasitas kepemimpinan yang telah terlihat sejak awal kariernya.
Menurut dia, jabatan strategis tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemampuan seseorang dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. “Ada anggapan bahwa seseorang harus mencapai usia tertentu untuk menjadi direktur. Menurut saya, itu hanyalah mitos. Yang menentukan bukanlah usia, melainkan potensi yang dimiliki individu tersebut,” ujar Arsyad.
Setali tiga uang, Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Budi Santoso menilai, Edi Permadi sebagai sosok profesional yang memiliki kombinasi kemampuan yang jarang dimiliki seorang engineer.
Menurut dia, meski berlatar belakang Teknik Elektro, Edi mampu membangun komunikasi dan hubungan yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati.
“Cara beliau membawa diri, berkomunikasi, dan membangun hubungan dengan berbagai pihak sangat humanis. Pendekatan profesional yang beliau lakukan selalu dibalut dengan sentuhan personal dan empati yang kuat. Saya bahkan sempat berpikir tidak mungkin ini seorang engineer,” ujar Budi.
Budi mengaku pernah bekerja bersama dengan Edi di J Resources dan menyaksikan langsung bagaimana Edi menangani berbagai persoalan bisnis yang kompleks. Menurut dia, Edi selalu mengedepankan keputusan yang berbasis data dan analisis yang matang, tetapi tetap mampu menjaga hubungan baik dengan semua pihak.
Kombinasi antara kompetensi teknis, kepemimpinan, dan kemampuan membangun relasi inilah yang membuat Edi berhasil menempati berbagai posisi strategis di industri pertambangan. “Yang saya kagumi, seluruh keputusan dibuat dengan perhitungan yang sangat matang dan disiplin. Namun dalam proses diskusi maupun penyampaiannya kepada berbagai pihak, beliau tetap mengedepankan empati dan hubungan personal yang baik. Bagi saya, itulah yang membuat Pak Edi menjadi sosok yang lengkap,” tuturnya.

Peluncuran buku berjudul “Edi Permadi Direktur di Usia 29 Tahun” di Sekolah Master (Masjid Terminal), Depok pada Senin (1/6/2026). /Istimewa
Fondasi Penting Keberhasilan Edi
Dalam sambutannya, Edi mengungkapkan bahwa buku berjudul “Edi Permadi Direktur di Usia 29 Tahun” lahir dari dorongan para sahabat dan kolega yang meminta dirinya mendokumentasikan berbagai pengalaman hidup dan karier yang selama ini tersebar dalam catatan pribadi maupun tulisan-tulisan terpisah.
“Buku ini lahir dari dorongan banyak sahabat yang meminta saya menuliskan pengalaman dan perjalanan hidup yang selama ini tersebar dalam berbagai catatan, tulisan, maupun kenangan. Akhirnya saya mencoba mengumpulkannya menjadi satu karya yang dapat dibaca dan dipelajari bersama,” kata Edi.
Dia menjelaskan, buku tersebut dibagi menjadi tiga fase perjalanan hidup, yakni sebagai profesional, entrepreneur, dan warga negara yang ingin memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Salah satu gagasan utama yang diangkat dalam buku tersebut adalah konsep "Tujuh E", yang menurut Edi menjadi fondasi penting dalam mencapai keberhasilan. Ketujuh nilai tersebut meliputi Ethos (etos kerja), Effectiveness (efektivitas), Efficiency (efisiensi), Empathy (empati), Ethics (etika), Eling (mengingat Tuhan Yang Maha Esa), dan Emak (keberkahan ibu).
“Etos kerja merupakan fondasi utama keberhasilan. Saya melihat bahwa keberhasilan tidak datang secara kebetulan, melainkan melalui kerja keras yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Edi juga menekankan pentingnya integritas dan etika dalam perjalanan karier seseorang. “Keberhasilan tanpa etika tidak akan bertahan lama. Karena itu, integritas harus menjadi fondasi dalam setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil,” ujarnya.
Selain itu, dia meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu semata, tetapi juga oleh dukungan keluarga dan doa orang tua. “Doa seorang ibu memiliki kekuatan yang luar biasa. Restu dan keberkahan orang tua, khususnya ibu, merupakan salah satu faktor penting yang mendukung perjalanan hidup seseorang. Saya percaya bahwa keberhasilan bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga hasil dari doa, dukungan, dan pengorbanan orang tua yang selalu menyertai langkah kita,” tutur Edi.
Melalui buku ini, Edi mengaku tidak bermaksud memberikan resep sukses kepada pembaca. Sebaliknya, dia ingin berbagi pengalaman, pelajaran, kegagalan, dan proses panjang yang membentuk perjalanan hidupnya.
“Saya hanya ingin berbagi pengalaman, pelajaran, kegagalan, dan proses yang saya jalani selama ini. Jika ada manfaat yang dapat dipetik oleh generasi muda maupun para profesional dari kisah yang saya tuliskan, maka tujuan buku ini telah tercapai,” ujarnya.
Gelar Tak Lagi Mutlak, Ini Fakta Baru Dunia Kerja Global
Gelar kuliah tak lagi mutlak di dunia kerja modern. Perusahaan kini lebih mengutamakan keterampilan dan pengalaman. [643] url asal
#gelar-kuliah #dunia-kerja #pendidikan-formal #keterampilan-praktis #pengalaman-kerja #kemampuan-adaptasi #pendidikan-nonformal #pasar-kerja-global #perusahaan-besar #persyaratan-gelar #underemployment
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 01/06/26 09:00
v/236536/
Bisnis.com, BANDA ACEH — Di tengah perubahan lanskap dunia kerja yang semakin dinamis, relevansi gelar kuliah kini menjadi perdebatan, terutama ketika jalur karier tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh latar belakang pendidikan formal.
Dikutip dari riset dari Pew Research Center, Senin (01/6/2026), perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta munculnya alternatif pendidikan nonformal mendorong masyarakat untuk menilai ulang pentingnya gelar sarjana. Di satu sisi, pendidikan tinggi tetap dianggap sebagai investasi jangka panjang yang memberikan berbagai keuntungan. Namun di sisi lain, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa gelar bukan lagi satu-satunya faktor penentu kesuksesan karier.
Forbes mengungkapkan bahwa perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam dunia kerja modern. Jika sebelumnya gelar kuliah menjadi standar utama untuk mendapatkan pekerjaan layak, kini perusahaan dan pelaku industri mulai mengedepankan keterampilan praktis, pengalaman kerja, serta kemampuan adaptasi sebagai faktor yang lebih relevan.
Di Amerika Serikat (AS) sendiri, hanya satu dari empat orang dewasa di AS yang mengatakan bahwa memiliki gelar sarjana empat tahun sangatlah penting atau cukup penting untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik dalam perekonomian saat ini, melansir dari Pew Research Center.
Data tersebut bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari perubahan persepsi masyarakat terhadap nilai pendidikan tinggi. Ketika hanya sekitar 25% masyarakat yang menganggap gelar sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi, hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap jalur pendidikan konvensional mulai mengalami penurunan. Bahkan, sekitar 49% responden menilai bahwa gelar kuliah saat ini kurang penting dibandingkan dua dekade lalu, sebuah perubahan signifikan yang tidak bisa diabaikan.
Fenomena ini semakin diperkuat oleh realitas di pasar kerja global. Perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, IBM, dan Hilton mulai menghapus persyaratan gelar sarjana untuk sejumlah posisi, menggantinya dengan penilaian berbasis keterampilan dan pengalaman nyata. Langkah ini menunjukkan bahwa dunia industri mulai menyadari bahwa pendidikan formal tidak selalu sejalan dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.
Selain itu, munculnya fenomena underemployment atau ketidaksesuaian pekerjaan dengan latar belakang pendidikan juga menjadi indikator penting.
Forbes juga mencatat bahwa lebih dari separuh lulusan perguruan tinggi bekerja di bidang yang tidak membutuhkan gelar mereka, dan sekitar 45% masih berada dalam kondisi tersebut bahkan satu dekade setelah lulus. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas pendidikan tinggi dalam mempersiapkan tenaga kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.
Namun demikian, menyimpulkan kuliah tidak lagi penting juga merupakan pandangan yang terlalu simplistik. Data menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi tetap memiliki keunggulan kompetitif, terutama dalam hal pendapatan dan peluang karier jangka panjang.
Menurut Universitas Pendidikan Indonesia, lulusan perguruan tinggi rata-rata memperoleh pendapatan 30% hingga 50% lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya memiliki pendidikan menengah.
Lebih jauh, kuliah tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh gelar, tetapi juga sebagai proses pembentukan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Mahasiswa dilatih untuk memahami masalah dari berbagai sudut pandang serta mencari solusi yang inovatif, keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern yang kompleks.
Selain aspek akademik, lingkungan kampus juga memberikan nilai tambah berupa jaringan profesional. Interaksi dengan dosen, alumni, dan sesama mahasiswa membuka peluang kolaborasi dan akses terhadap informasi yang dapat mendukung perkembangan karier di masa depan.
Dalam banyak kasus, relasi yang dibangun selama masa kuliah menjadi faktor penting dalam mendapatkan pekerjaan atau mengembangkan usaha.
Di sisi lain, perkembangan teknologi dan digitalisasi membuka jalan bagi alternatif pendidikan yang lebih fleksibel, seperti kursus online, sertifikasi profesional, hingga pelatihan berbasis keterampilan.
Forbes mencatat bahwa ke depan, banyak pekerjaan tetap membutuhkan pendidikan lanjutan, tetapi tidak selalu dalam bentuk gelar sarjana. Hal ini menandakan bahwa sistem pendidikan sedang mengalami transformasi menuju model yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan industri.
Gelar tetap memiliki nilai, tetapi harus diiringi dengan pemilihan bidang studi yang tepat serta kemampuan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Pertanyaan mengenai penting atau tidaknya gelar kuliah sebaiknya tidak dijawab dengan pendekatan hitam-putih. Kuliah masih menjadi investasi yang bernilai, tetapi bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Yang menjadi kunci adalah bagaimana individu mampu memaksimalkan pendidikan yang ditempuh, baik melalui jalur formal.
Sejarah Bisnis Victorinox, Brand asal Swiss Berusia 142 Tahun
Victorinox, brand asal Swiss yang didirikan pada 1884 oleh Karl Elsener, terkenal dengan Swiss Army Knife dan produk berkualitas tinggi lainnya. [1,065] url asal
#victorinox #swiss-army-knife #karl-elsener #swiss-craftsmanship #swiss-brand #multifunctional-tool #travel-gear #premium-luggage #urban-professionals #swiss-engineered #victorinox-indonesia #victorino
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 30/05/26 12:49
v/235645/
Bisnis.com, JAKARTA - Victorinox, brand ikonik asal Swiss yang dikenal secara global sebagai Maker of the Original Swiss Army Knife™, kini sudah berusia 142 tahun sejak didirikan pada 1884 silam.
Meski sudah berusia lebih dari seratus tahun, brand ini bisa bersaing di tengah banyaknya brand-brand baru bermunculan.
Didirikan pada tahun 1884 oleh Karl Elsener di Ibach, Switzerland, Victorinox telah lebih dari 140 tahun menghadirkan produk-produk yang dikenal melalui precision, functionality, dan enduring quality.
Berlandaskan nilai kekeluargaan yang kuat, Victorinox berkembang dari sebuah workshop pembuat pisau kecil menjadi simbol global dari Swiss craftsmanship dan reliability.
Dipandu oleh filosofi “design follows function,” Victorinox terus menghadirkan solusi yang thoughtfully engineered untuk membantu setiap individu agar selalu siap menghadapi berbagai situasi sehari-hari, dengan memadukan heritage dan innovation untuk modern lifestyles.
Mulai dari Original Swiss Army Knife™ hingga premium luggage dan backpacks, Victorinox terus menerapkan pendekatan Swiss-engineered yang sama dalam menciptakan produk-produk yang dirancang untuk mendukung perjalanan sehari-hari maupun travel journeys.
Victorinox memiliki berbagai hero products. Salah satu produk ikoniknya, Swiss Army Knife™ melalui seri Huntsman, menghadirkan 15 fungsi praktis
dalam desain compact dan durable yang dibuat menggunakan high-quality martensitic stainless steel, menjadikannya multifunctional tool yang ideal untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas outdoor.
Di kategori travel gear, koleksi Spectra 3.0 menampilkan keahlian Victorinox dalam desain luggage modern. Dibuat dari recycled polycarbonate, koleksi ini dilengkapi dengan front-opening compartment serta self-expandable system yang mampu menambah kapasitas hingga 40%, menghadirkan kombinasi sustainability dan performance dalam satu desain yang inovatif.
Kemudian, Architecture Urban2 Collection hadir sebagai rangkaian backpack yang dirancang khusus untuk urban professionals. Koleksi ini menawarkan 360° protection, optimized storage, serta antimicrobial lining dengan teknologi SILVADUR™, menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan modern city life.

Histori bisnis Victorinox
Victorinox munucl saat pendirinya Karl Elsener, membuka bengkel pembuat pisaunya pada tahun 1884 di Ibach, Swiss. Saat itu dia tidak menyangka bahwa Pisau Tentara Swiss™ yang akan segera ia ciptakan akan menjadi ikon kesiapan global, tidak hanya masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bahkan ke luar angkasa.
Saat ini, Victorinox adalah perusahaan global dengan lima kategori produk: Pisau Tentara Swiss™ & Peralatan, Pisau Rumah Tangga dan Profesional, Jam Tangan, dan Perlengkapan Perjalanan.
Berikut adalah tonggak penting dalam sejarah perusahaan
1884: Karl Elsener I membuka bengkel pembuat pisau di Ibach-Schwyz. Ibunya, Victoria, aktif mendukung usahanya.
1891: Karl Elsener I mendirikan Asosiasi Pembuat Pisau Utama Swiss dan mengirimkan pasokan pisau tentara utama pertama ke Angkatan Darat Swiss. Asosiasi ini masih ada hingga saat ini.
1897: "Pisau Perwira dan Olahraga Swiss Asli" dipatenkan. Pisau ini dikenal di seluruh dunia saat ini sebagai "Pisau Tentara Swiss™" asli.
1909 : Untuk mengenang ibunya, Karl Elsener I memilih nama depan ibunya, Victoria, sebagai nama merek, dan mendaftarkan lambang Salib & Perisai sebagai merek dagang. Saat ini, merek dagang tersebut terdaftar di lebih dari 120 negara.
1918: Carl Elsener II mengambil alih manajemen bengkel.
1921: Penemuan baja tahan karat (Inox) merupakan perkembangan yang sangat signifikan bagi industri peralatan makan. Gabungan dua kata "Inox" dan "Victoria" menghasilkan nama perusahaan dan merek saat ini – Victorinox.
1950: Carl Elsener III mengambil alih manajemen perusahaan.
1993: Victorinox membuka anak perusahaan penjualan pertamanya di Jepang.
1999: Masuk pasar untuk "Perlengkapan Perjalanan" dengan Grup TRG Amerika sebagai pemegang lisensi.
2000: Pendirian Victorinox Foundation yang memegang 90% saham Victorinox AG. Sisa 10% dimiliki oleh yayasan nirlaba Carl dan Elise Elsener-Gut.
2001: Peluncuran lini pakaian di AS dan pembukaan toko Victorinox pertama di Soho, New York.
2005: Akuisisi produsen pisau dan jam tangan Swiss yang sudah lama berdiri, Wenger SA di Delémont. Victorinox masih mengoperasikan merek Wenger, yang terutama berfokus pada jam tangan dan perlengkapan perjalanan.
2007: Carl Elsener IV mengambil alih manajemen perusahaan dan memperluas Victorinox sebagai merek multi-produk global. Pendirian Victorinox Swiss Army Fragrance AG.
2008: Pembukaan toko utama Victorinox pertama di Eropa di London.
2013: Integrasi bisnis pisau Wenger ke dalam merek Victorinox.
2014: Akuisisi bisnis perlengkapan perjalanan dari pemegang lisensi sebelumnya dan pembentukan unit bisnis baru Victorinox Travel Gear AG. Pembukaan toko unggulan di jantung kota Zurich.
2017: Produksi "Pisau Tentara Swiss Asli™" ke-500 juta. Penghentian produksi Pakaian untuk fokus pada kategori produk inti.
2020: Pembukaan pusat distribusi Eropa baru di Seewen, Swiss. Akuisisi Zena Swiss AG, produsen pengupas ekonomis tradisional Swiss. Pembukaan Toko waralaba Victorinox Eropa pertama di Wina.

Bisnis Victorinox di Indonesia
Victorinox resmi berekspansi ke pasar ritel Indonesia melalui pembukaan pengalaman ritel imersif pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada November 2025.
Ekspansi ini dilanjutkan dengan pembukaan pop-up store serta Experience Hub di Kota Kasablanka, Jakarta pada Mei 2026 menandai milestone terbarunya di Indonesia.
Bersama LUXASIA Indonesia, pembukaan terbaru ini mencerminkan komitmen Victorinox untuk terus memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui
konsep retail yang lebih immersive dan experience-led, menghadirkan pengalaman yang melampaui aktivitas berbelanja konvensional.
Victorinox Experience Hub di Kota Kasablanka dibuat sebagai sebuah immersive experience hub yang dirancang lebih dari sekadar retail destination. Ruang ini mengajak pengunjung untuk mengenal Victorinox lebih dekat melalui storytelling, interaction, dan hands-on discovery experience.
Perjalanan dimulai dari area Victorinox Brand Wall, di mana pengunjung dapat menelusuri asal-usul brand, berbagai milestone penting, hingga cerita di balik nama Victorinox yang berasal dari nama ibu pendirinya, Karl Elsener, yaitu Victoria, yang dipadukan dengan kata “Inox” sebagai simbol stainless steel.
Pengalaman ini kemudian berlanjut melalui curated showcase yang menampilkan berbagai kolaborasi terdahulu serta koleksi limited-edition Swiss Army Knife™, hingga travel gear lifestyle wall yang menghadirkan koleksi travel dan everyday carry Victorinox dalam konteks yang lebih aspirational dan lifestyle-driven.
Pengunjung juga dapat menikmati interactive product demonstration untuk merasakan secara langsung craftsmanship, material quality, dan functionality dari setiap produk Victorinox. Melengkapi pengalaman tersebut, guests turut diajak meninggalkan personal mark mereka pada instalasi bertema Jakarta-inspired
landscape, The Jakarta Skyline, menciptakan pengalaman brand interaction yang lebih personal dan memorable.
Melalui Experience Hub ini, Victorinox merefleksikan gaya hidup urban yang terus bergerak cepat, sekaligus memposisikan produk- produknya sebagai solusi yang practical namun tetap refined untuk berbagai kebutuhan daily urban living dan travel.
“Lifestyle market di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh generasi konsumen baru yang semakin menghargai functionality dan design dalam produk yang mereka pilih. Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka. Victorinox hadir secara natural di ruang ini dengan menghadirkan solusi yang memadukan heritage, quality, dan relevance untuk modern living,” ujar Lia Amelia, Country Manager, LUXASIA Indonesia.
Kisah Sri Dayawati Hadisuwito, dari Punya Kulit Sensitif jadi Peluang Bisnis
Sri Dayawati Hadisuwito memanfaatkan kulit sensitifnya sebagai peluang bisnis dengan mendirikan Magic of Nature, brand body care organik berbahan dasar sunflower oil. [829] url asal
#kulit-sensitif #perawatan-tubuh #lipid-barrier #body-care-oil #minyak-botani #shower-oil #body-oil #sunflower-oil #vitamin-e #antioksidan-alami #magic-of-nature #bodycare-organik #sertifikasi-internas
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 30/05/26 12:15
v/235698/
Bisnis.com, JAKARTA - Kulit tubuh mudah kering, mudah bereaksi, atau terasa tidak nyaman setelah mandi sering kali bukan hanya persoalan jenis kulit. Bisa jadi, formula perawatan tubuh yang digunakan sering jadi penentu.
Saat ini, memilih perawatan tubuh tidak lagi berhenti di tekstur atau aroma; pertanyaan soal bahan, asal-usul, dan keamanan jangka panjangnya ikut menjadi pertimbangan.
Sama seperti wajah, kulit tubuh memiliki lipid barrier (lapisan pelindung alami) yang sangat esensial untuk mencegah hilangnya kadar air dan melindungi dari polusi.
Salah satu rahasia kulit tubuh glowing sehat adalah penggunaan body care berformat oil. Bahan kandungan ini bukan hanya menempel di permukaan, tapi minyak botani dirancang untuk menyatu langsung dengan lipid alami kulit.
Format ini meresap cepat terutama jika diaplikasikan pada kulit yang masih lembab setelah mandi tanpa meninggalkan rasa lengket. Menariknya, shower oil dan body oil yang berkualitas juga membantu menyeimbangkan produksi minyak alami kulit seiring waktu, memberikan efek kenyal dan kilau yang elegan.
Salah satu body care berbahan dasar minyak yang menjadi favorit adalah sunflower oil (minyak biji bunga matahari).
Sunflower oil mulai jadi primadona dalam formulasi body care modern karena karakternya yang relevan untuk kebutuhan kulit sehari-hari.
Dikenal kaya akan Vitamin E sebagai antioksidan alami, sunflower oil sangat efektif membantu kulit tetap terasa nyaman dari paparan polusi dan cuaca sehari-hari.
Manfaat dan khasiat dari sunflower oil ini kemudian dijadikan peluang bisnis oleh Sri Dayawati Hadisuwito.
Lewat Magic of Nature, dia memanfaatkan khasiat biji bunga matahari sebagai bahan utama bodycare lokal.
Brand body care organik asal Indonesia ini berawal keresahan sang pendiri, Sri Dayawati Hadisuwito, yang memiliki kulit sensitif.
"Saya sangat memahami tantangan merawat kulit sensitif. Kita membutuhkan perlindungan yang kuat namun tetap lembut. Sayangnya, masih sedikit produk yang benar-benar serius mengelola kandungan organik hulu-ke-hilir. Inilah alasan saya membangun Magic of Nature dari kebaikan alam, dari ladang kami sendiri di Jawa Tengah," jelasnya.
Sri Dayati sendiri mulai merintis bisnis ini pada 2018 lalu, usai melihat keindahan kebun bunga matahari. Setelah melakukan riset, ternyata biji bunga matahari bukan hanya indah namun memiliki banyak khasiat untuk kecantikan dan kesehatan kulit.
Saat itulah, dia berpikir untuk mengembangkan bisnis bodycare berbahan dasar biji bunga matahari dan menanam sendiri bunga matahari di tanahnya yang seluas 1.500 hektar di Purworejo Jawa Tengah.
Bahkan, sebelum memasarkan brandnya itu, dia memastikan produknya tersertifikasi lengkap. Mulai dari BPOM, sertifikat halal, hingga sertifikat standar internasional (ECOCERT) dan nasional (USDA) kini sudah dikantongi.
Untuk diketahui, ECOCERT dan USDA adalah adalah standar yang diakui secara global untuk kosmetik alami dan organik. Standar ini memverifikasi bahwa produk diproduksi secara berkelanjutan, menghormati keanekaragaman hayati, dan dibuat menggunakan proses manufaktur ramah lingkungan tanpa penggunaan GMO atau petrokimia berbahaya.
Sertifikasi sesuai dengan standar internasional COSMOS atau standar swasta Ecocert memungkinkan pelabelan kosmetik alami atau organik.
Semua produk yang dipasarkan dengan logo Ecocert telah diverifikasi oleh tim: mulai dari komposisi hingga pengolahan dan pengemasan. Dengan demikian, konsumen diberikan informasi yang transparan tentang kandungan bahan alami dan organik yang tertera pada produk.

"Memilih produk organik dengan sertifikasi internasional (seperti ECOCERT COSMOS Organic dan USDA) berarti memberikan nutrisi paling murni dari alam. Bebas dari residu pestisida maupun bahan sintetik yang berlebihan, formula organik memberikan rasa aman ekstra bagi konsumen. Nutrisinya dapat diserap secara utuh, menenangkan kulit secara efektif, dan sangat bersahabat bahkan untuk tipe kulit yang paling sensitif sekalipun. Itulah alasan saya mengejar sertifikat ini," ujarnya.
Alasan dia memilih brand berbahan organik juga karena dirinya percaya bahwa untuk melindungi kulit tubuh dari cuaca ekstrem, kemurnian kandungan adalah perlindungan terbaik.
Dengan didukung oleh latar belakang yang kuat di bidang agrikultur, dia mengadopsi Magic of Nature dengan pendekatan farm-to-skin dengan mengontrol secara menyeluruh seluruh rantai nilai, mulai dari budidaya bahan baku hingga formulasi akhir.
Untuk memasarkan produknya pun dia berdisuksi profesor untuk mengadaptasi benih bunga matahari luar negeri agar bisa tumbuh subur di tanah Indonesia.
Karena itulah alasan dia baru melaunching produknya secara resmi ke pasaran pada Mei 2026, meskipun brand nya sudah mulai dibangun sejak 2018 lalu.
Menurutnya, tidak semua bahan alami diciptakan sama. Sedangkan, minyak biji bunga matahari organik sangat disukai oleh para ahli kulit karena kaya akan Linoleic Acid, yakni asam lemak esensial yang secara alami memang ada pada kulit yang sehat.
Ketika kulit kekurangan asam linoleat, skin barrier akan mudah rusak dan kehilangan kelembabannya. Asupan sunflower oil membantu menutrisi kembali kulit, menjadikannya tampak lebih kencang, kenyal, dan garis-garis halus pun tersamarkan.
Jika kulit sedang sangat dehidrasi, body oil sangat sempurna untuk dilapis dengan body cream guna memberikan proteksi kelembaban maksimal. Rutinitas perawatan yang menenangkan ini akan membantu tubuh merasa lebih rileks, seimbang, dan semakin nyaman dengan kulit sendiri.
3-Step Routine perawatan kulit ala Founder Magic of Nature
1. Sunflower Shower Oil:
Membersihkan tanpa rasa "ketarik" atau kesat. Menjaga barrier kulit sehat sejak langkah pertama.
2. Sunflower Body Oil
Dry oil yang meresap instan, cocok untuk cuaca panas, terbukti secara klinis memperbaiki tampilan kerutan dan tekstur kulit setelah 28 hari.
3. Sunflower Body Cream
Hidrasi berlapis hingga 28,8% tahan hingga seharian.* Memberikan efek anti-aging dengan memperbaiki elastisitas kulit.
Teri Bajak Andalkan Cita Rasa Khas Medan dan Kemasan Travel Friendly
Teri Bajak, olahan teri Medan oleh Windi Septia Dewi, sukses menembus pasar internasional dengan kemasan travel-friendly yang lolos imigrasi Australia. [552] url asal
#teri-medan #oleh-oleh-medan #ikan-teri #teri-bajak #produk-khas-medan #olahan-teri-medan #sambal-teri-medan #travel-friendly #kemasan-teri-medan #pasar-teri-bajak #toko-oleh-oleh-medan #teri-medan-onl
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 28/05/26 21:30
v/234347/
Bisnis.com, MEDAN — Teri Medan dikenal luas sebagai salah satu oleh-oleh khas dari Medan, Sumatra Utara.
Ukuran ikan ini lebih kecil dibandingkan ikan teri pada umumnya dengan warna putih bersih. Teri Medan kerap dijadikan topping bubur dan lontong, maupun campuran sambal goreng bersama tempe atau kacang karena teksturnya yang renyah setelah digoreng.
Tak sedikit pula yang mengolah teri Medan dengan tumisan daun atau bunga pepaya, hingga bunga kecombrang, yang membuat seporsi nasi terasa kurang.
Namun, meski populer sebagai buah tangan khas Medan, membawa ikan teri ke luar daerah bukan perkara mudah. Aroma menyengat membuat ikan teri menjadi salah satu barang yang dilarang masuk ke kabin pesawat.
Karena itu, dibutuhkan pengemasan khusus dan berlapis agar produk khas Medan tersebut tetap bisa dinikmati di berbagai daerah di Indonesia.
Peluang inilah yang dimanfaatkan Windi Septia Dewi dengan menghadirkan olahan teri Medan yang lebih travel friendly. Sejak 2013, Windi bersama rekannya mendirikan usaha Teri Bajak, produk olahan teri Medan dengan varian sambal maupun non-sambal yang praktis dibawa bepergian jauh.
“Sejak awal buka usaha Teri Bajak, target pasar kami memang orang-orang dari luar Medan karena untuk oleh-oleh. Makanya, pengemasan menjadi perhatian utama kami di samping rasa,” kata Windi.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Penjualan Teri Bajak yang dilakukan secara hybrid, baik online maupun offline, disebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain menawarkan cita rasa khas Medan, kepraktisan produk juga menjadi alasan wisatawan memilih Teri Bajak sebagai oleh-oleh.
Windi bahkan mengaku pernah memiliki reseller hingga Papua, meski kerja sama tersebut terhenti pascapandemi.

Kebanggaannya bertambah ketika produk Teri Bajak disebut lolos pemeriksaan imigrasi di Bandara Australia.
“Itu pengakuan dari pelanggan kami yang tinggal di Australia. Kalau ke Medan dan bawa Teri Bajak kembali ke sana, tidak pernah tertahan di imigrasi karena kemasannya kami bikin seaman mungkin agar baunya tidak keluar, apalagi untuk teri mentah,” ujarnya bangga.
Rumah produksi sekaligus toko pertama Teri Bajak berada di Jalan Bajak V, Kecamatan Medan Amplas. Di lokasi tersebut, sedikitnya 100 kemasan Teri Bajak berbagai varian, baik sambal maupun original, diproduksi setiap hari. Mereka juga menyediakan kemasan teri dan baby cumi mentah.
Untuk memperluas pasar, Windi kemudian menyewa toko di kawasan yang lebih mudah dijangkau konsumen. Kede Oleh-Oleh Medan yang berada di Jalan Kruing, berseberangan dengan toko bolu terkenal asal Medan, dibuka pada 2019.
Tak hanya menjual produknya sendiri, Kede Oleh-Oleh Medan juga dijadikan wadah bagi produk-produk UMKM lainnya. Beragam produk UMKM kini tersedia di sana, mulai dari kopi, bolu, camilan, hingga fashion dan aksesori.
Menurut Windi, pasar Teri Bajak saat ini didominasi konsumen dari Pulau Jawa. Namun, permintaan dari dalam Sumatra Utara juga terus meningkat.
“Mungkin karena produk kami praktis juga, bisa tahan hingga 3 bulan untuk yang varian original sedangkan yang varian sambal tahan sampai 30 hari. Mengolah teri Medan ini, kan, gampang-gampang sulit juga,” katanya.
Selain tersedia di Jalan Bajak dan Jalan Kruing, produk Teri Bajak juga dijual di toko oleh-oleh Bandara Kualanamu serta marketplace.
Windi mengatakan pihaknya terus memperluas pasar, termasuk membidik kerja sama dengan travel umrah agar Teri Bajak dapat menjadi salah satu pilihan lauk bagi jamaah yang hendak beribadah ke Tanah Suci.
“Harapan kami semoga Teri Bajak jadi pilihan utama untuk oleh-oleh karena ini memang khas Medan, diolah dengan cita rasa Medan, dan sangat praktis,” tandasnya.
Sosok Alexander Ramlie di Balik Akuisisi Tambang Australia Senilai US$3,9 Miliar
Alexander Ramlie, miliarder tambang Indonesia, memimpin akuisisi tambang batu bara kokas Anglo American oleh Dhilmar di Australia senilai US$3,9 miliar [455] url asal
#alexander-ramlie #akuisisi-tambang #tambang-australia #batu-bara-kokas #dhilmar #anglo-american #moranbah-north #grosvenor #permintaan-baja-global #asosiasi-baja-dunia #tambang-emas-eleonore #amman-mi
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 25/05/26 15:37
v/231463/
Bisnis.com, JAKARTA — Miliarder tambang asal Indonesia Alexander Ramlie kembali menjadi sorotan setelah perusahaan yang dipimpinnya, Dhilmar, memperluas bisnis pertambangan melalui kesepakatan akuisisi tambang batu bara kokas milik Anglo American di Australia dengan nilai yang menembus US$3,9 miliar.
Transaksi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya prospek permintaan batu bara kokas sebagai bahan baku utama industri baja global.
Berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Anglo American pada 18 Mei 2026, Dhilmar akan membayar US$2,3 miliar secara tunai setelah transaksi rampung pada kuartal I/2027.
Selain itu, terdapat tambahan pembayaran hingga US$1,6 miliar yang bergantung pada harga batu bara kokas dalam lima tahun setelah transaksi ditutup.
Tambang tersebut sebelumnya sempat akan dijual kepada Peabody Energy pada November 2024. Namun, transaksi batal setelah kebakaran pada Maret 2025 menghentikan sementara operasional Tambang Moranbah North di Australia.
Anglo American menyatakan tetap melanjutkan proses arbitrase dengan Peabody terkait gagalnya transaksi tersebut.
Perusahaan tambang asal Inggris itu saat ini mengoperasikan lima tambang batu bara kokas di Australia dengan total produksi mencapai 8,2 juta ton sepanjang tahun lalu.
Dua tambang terbesarnya ialah Moranbah North dan Grosvenor yang berlokasi di Queensland, Australia.
Prospek bisnis batu bara kokas dinilai masih menarik seiring pertumbuhan permintaan baja global. Asosiasi Baja Dunia memproyeksikan permintaan baja dunia meningkat 0,3% menjadi 1,7 miliar ton pada 2026 dan kembali naik 2,2% menjadi 1,8 miliar ton pada 2027.
Sosok Alexander Ramlie
Di balik ekspansi Dhilmar, sosok Alexander Ramlie menjadi perhatian pasar global. Mengutip Forbes, estimasi kekayaannya mencapai US$1,2 miliar dan masuk sebagai salah satu konglomerat tambang terkaya di Indonesia.
Dia merupakan lulusan sarjana dan magister ekonomi dari Boston University. Karier Alexander kemudian bermula sebagai bankir investasi di Lazard Frères & Co sebelum terjun ke industri tambang global.
Alexander mulai menjabat sebagai CEO Dhilmar pada 2025. Pada tahun tersebut, Dhilmar tercatat juga mengakuisisi tambang emas Eleonore di Kanada dari Newmont senilai US$795 juta.
Selain itu, Alexander juga menjabat sebagai komisaris di PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), operator salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia.
Berdasarkan informasi perusahaan Amman Mineral, Alexander bergabung dengan Amman pada 2015 sebagai bagian dari tim pendiri perusahaan dan berperan penting dalam akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara.
Dia juga menjabat sebagai direktur noneksekutif Macmahon Holdings Ltd, kontraktor pertambangan yang tercatat di Bursa Australia (ASX).
Sebelum bergabung dengan Amman, Alexander pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Borneo Lumbung Energi & Metal pada periode 2011–2015.
Dalam periode tersebut, dia memimpin proses akuisisi saham mayoritas Bumi Plc oleh Borneo pada 2011.
Alexander juga pernah menjabat sebagai Direktur Bumi Plc yang tercatat di Bursa London (LSE), Wakil Presiden Komisaris PT Berau Coal Energy Tbk., serta komisaris di PT Bumi Resources Tbk, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin Indonesia.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)