#30 tag 24jam
Lima Startup Program Grab Ventures Siap Dorong Solusi Berkelanjutan di Indonesia.
Grab Indonesia resmi menutup rangkaian Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 melalui sesi Graduation Day, yang menjadi momentum refleksi capaian dan dampak dari lima startup terpilih setelah mengikuti [1,096] url asal
#grab #grab-ventures-velocity #startup #ekonomi-digital #ekonomi-berkelanjutan
(MedCom - Ekonomi Digital) 15/01/26 11:01
v/104184/
Jakarta: Grab Indonesia resmi menutup rangkaian Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 melalui sesi Graduation Day, yang menjadi momentum refleksi capaian dan dampak dari lima startup terpilih setelah mengikuti program akselerator intensif selama enam bulan.Mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”, GVV Batch 8 ini berfokus pada teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular. Fokus tersebut diwujudkan melalui lima finalis startup yang telah terpilih dari ratusan peserta yaitu CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak.
Sejak Agustus 2025, para startup terpilih telah melalui berbagai rangkaian intensif, mulai dari mentorship mendalam bersama praktisi industri, integrasi ke dalam ekosistem digital Grab melalui implementasi pilot project, hingga peluang pitching dengan mitra strategis.
Seluruh perjalanan tersebut mencapai puncaknya pada acara Graduation Day GVV Batch 8 yang diselenggarakan pada Selasa, 13 Januari 2026 di Jakarta Selatan, untuk merayakan milestone dari para founder terpilih. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan venture capital, mentor leaders sebagai mitra strategis program, juga alumni founder dari program GVV Batch sebelumnya.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan para startup terpilih ini berhasil menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang akan berdampak jangka panjang. Semangat mereka dalam menciptakan solusi yang relevan dan bernilai tambah bagi komunitas mencerminkan potensi besar dari generasi muda Indonesia untuk perubahan positif bagi masyarakat.
Implementasi pilot project di dalam ekosistem Grab menjadi salah satu tonggak terpenting dalam rangkaian program GVV Batch 8. Melalui momentum penting ini, para startup dapat menguji solusi mereka secara langsung di ekosistem Grab. Inisiatif ini membantu startup memperluas skala, meningkatkan dampak, dan berkolaborasi dengan berbagai lini bisnis
Grab.
CEO & Founder of Jejakin Arfan Arlanda peserta GVV Batch 8 menyampaikan Jejakin bekerjasama dengan Grab dan Grab For Business dalam menciptakan fitur “Sustainability as a Service” yang memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga sekitar 733 kilogram CO₂ per bulan.
"Kami optimistis pilot project ini dapat menjadi contoh kolaborasi strategis yang menghasilkan dampak terukur dalam pengurangan emisi karbon,” tegas dia.
Program akselerator GVV memberikan pendampingan strategis dan membantu memperkuat upaya Liberty Society untuk mendorong ekonomi sirkular di Indonesia. Tamara Soerijo, CEO of Liberty Society, Peserta GVV Batch 8 mengungkapkan melalui kolaborasi bersama Grab kami membuat merchandise berbasis upcycling dari jaket Mitra Pengemudi Grab, serta minyak jelantah bekas para Grab Merchant.
“Beberapa produk tersebut dijual kembali ke Grab Mart. Inisiatif ini menghemat emisi karbon hingga 208 kg CO₂e, atau sebanding dengan menanam 9 pohon. Sekaligus memberikan pekerjaan dan pendapatan kepada wanita marginal di komunitas. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa model bisnis berkelanjutan tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan nilai sosial,” jelas dia.
Program pendampingan GVV telah meningkatkan kapasitas Sirsak dalam mengembangkan pendekatan B2C untuk mengajak partisipasi langsung masyarakat dalam pengelolaan sampah. Angeline Callista, CEO & Co-Founder of Sirsak, menjelaskan melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, kami mengajak pengguna berkontribusi pada pengelolaan sampah melalui donasi sebesar Rp1. Program ini berhasil menyalurkan insentif pengumpulan untuk 25 ton sampah daur ulang serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja sampah.
"Sebanyak 20.000 voucher kupon berhasil diredeem dalam waktu dua hari, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi melalui kontribusi sederhana,” tegas dia.
Dengan pendampingan intensif startup mampu mempertajam skills mereka dalam menciptakan solusi operasional yang lebih efisien pada bisnis.
“Melalui integrasi API antara Rekosistem dan Grab serta kolaborasi dengan ekosistem di dalamnya pada program GVV Batch 8, kami dapat menghadirkan solusi pengelolaan dan daur ulang sampah langsung ke tangan pengguna dengan lebih mudah dan kategori yang lebih luas. Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan setor sampah dengan praktis, memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membuka peluang pengembangan model bisnis sirkular baru melalui solusi transportasi logistik dan mendorong terwujudnya budaya Pilah-Kemas-Setor sampah di masyarakat,” papar Ernest Layman, CEO & Co-Founder of Rekosistem.
Sementara itu, transisi menuju ekonomi rendah karbon juga menuntut kesiapan infrastruktur energi bersih yang mendukung mobilitas masa depan. GVV Batch 8 turut memfasilitasi startup di sektor kendaraan listrik untuk menguji solusi yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Indonesia.
Kevin Pudjiadi, CEO & Co-Founder of CASION menuturkan sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur pendukung mobilitas listrik di Indonesia, ini adalah tonggak penting bagi Casion untuk memperkuat pondasi bisnis.
"Melalui pemahaman pasar dan pilot project bersama Grab, kami dapat memvalidasi solusi EV charging yang terjangkau dan relevan, sekaligus mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik secara berkelanjutan.” tegas dia.
Program akselerator GVV tahun ini diperkuat oleh dukungan dari Superbank dan Genesis Alternative Ventures sebagai mitra strategis utama, menghadirkan kapabilitas sektor teknologi, perbankan digital, dan solusi pembiayaan.
Sinergi ini tidak hanya mendorong inovasi dan scale-up bagi para finalis, tetapi juga membuka akses nyata bagi startup untuk terhubung dengan ekosistem industri yang lebih luas. Pendekatan terintegrasi ini menegaskan komitmen Grab untuk mempercepat pertumbuhan startup secara berkelanjutan.
Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, mengatakan selama enam bulan perjalanan Grab Ventures Velocity Batch 8 inovasi para startup tidak hanya diuji, tetapi benar-benar diterapkan dalam konteks nyata melalui pilot project di dalam ekosistem Grab.
"Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang dikembangkan tidak berhenti pada ide, tetapi mampu menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan Indonesia secara terukur dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari ekosistem Grab, Superbank percaya bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci untuk membantu startup memperkuat fondasi bisnisnya sekaligus memperluas dampak positif bagi masyarakat.” tegas dia.
Pada kesempatan yang sama Dr. Jeremy Loh, Managing Partner, Genesis Alternative Ventures, mengungkapkan GVV adalah platform krusial untuk memperkuat masa depan teknologi berkelanjutan di Indonesia, dan Genesis bangga dapat mendukung para founder yang menghadirkan solusi nyata.
"Melalui kolaborasi ini, kami memberikan pendampingan strategis dan praktis untuk membantu mereka memperluas dampak di seluruh Indonesia, sembari mengelola pertumbuhan serta struktur modal mereka secara efektif," tegas dia.
Dalam acara ini, Grab juga turut mengumumkan kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) melalui penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Grab dalam mendukung pengembangan dan penguatan ekosistem digital nasional melalui gerakan nasional 1000 startup digital, Garuda Spark Hub, dan pemanfaatan teknologi baru untuk menciptakan ekosistem digital yang inovatif, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, 83% dari total 35 alumni GVV terbukti terus bertumbuh dan telah berhasil membangun bisnis berkelanjutan melampaui rata-rata global program akselerator sektor teknologi.
Dengan dukungan kolaboratif dari para mitra serta komitmen jangka panjang Grab terhadap inovasi dan keberlanjutan, Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem startup yang tangguh, inklusif, dan siap berkembang. Grab berharap perjalanan dan capaian para peserta GVV Batch 8 akan menginspirasi lebih banyak startup di Indonesia untuk menciptakan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(SAW)
Cara Mulai Transformasi Digital Bisnis dengan Baik
Transformasi digital kerap dipahami secara sederhana sebagai pemanfaatan teknologi untuk mempermudah aktivitas,. [461] url asal
#transformasi-digital #digitalisasi #bisnis #transformasi-digital
(MedCom - Ekonomi Digital) 14/01/26 12:08
v/102973/
Jakarta: Transformasi digital kerap dipahami secara sederhana sebagai pemanfaatan teknologi untuk mempermudah aktivitas, misalnya menyimpan data di komputer atau memindahkan dokumen ke folder online. Namun dalam konteks bisnis, makna transformasi digital jauh lebih luas.Transformasi digital bukan sekadar mengubah proses offline menjadi online, melainkan membangun sistem bisnis yang berbasis data, terintegrasi, dan siap berkembang. Di tengah pergerakan pasar yang semakin cepat, bisnis dituntut untuk bergerak lebih gesit, efisien, dan presisi dalam mengambil keputusan.
Masalahnya, banyak bisnis masih bergantung pada proses manual, data yang tersebar di berbagai tempat, serta sistem yang tidak saling terhubung. Kondisi ini kerap menjadi penghambat utama dalam menjaga ritme kerja dan mengoptimalkan pertumbuhan bisnis.
Memulai transformasi digital secara bertahap
Transformasi digital bukan proses instan. Pebisnis dapat memulainya secara bertahap, dengan fokus pada fondasi yang paling krusial. Tujuannya bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah pertama adalah mengidentifikasi proses inti bisnis, seperti penjualan, keuangan, dan operasional. Area-area ini biasanya paling terdampak oleh ketidakteraturan data dan proses manual, sehingga menjadi titik awal yang ideal untuk digitalisasi.
Selanjutnya, bisnis perlu memusatkan data dalam satu sistem terpadu. Konsep Single Source of Truth (SSOT) menjadi kunci agar seluruh informasi bisnis selalu konsisten, akurat, dan mudah diakses oleh berbagai fungsi dalam perusahaan. Dalam memilih sistem pendukung transformasi digital, setidaknya ada tiga kriteria utama yang perlu diperhatikan:
- Usable: Sistem harus mudah dipahami, intuitif, dan dapat mengikuti perkembangan bisnis.
- Lengkap: Idealnya, satu sistem mampu menangani berbagai proses bisnis tanpa harus bergantung pada banyak software terpisah.
- Terintegrasi: Keterhubungan antar data dan fungsi bisnis akan memudahkan pemantauan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan.
Peran ERP dalam transformasi bisnis
Saat ini, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui sistem ERP (Enterprise Resource Planning), yang dirancang untuk mengelola berbagai proses bisnis dalam satu platform. Salah satu ERP yang dapat digunakan oleh bisnis dari skala kecil hingga enterprise adalah Odoo.Direktur PT Odoo Software Indonesia, Benny Putra Sugito, mengatakan bahwa Indonesia memiliki jutaan perusahaan dengan semangat wirausaha yang tinggi, namun banyak di antaranya masih terjebak dalam pengelolaan bisnis manual.
“Jutaan perusahaan di Indonesia membuktikan semangat wirausaha yang luar biasa. Sayangnya, banyak yang masih terjebak pengelolaan bisnis manual yang menghambat potensi mereka, ” ujar Benny.
Odoo merupakan platform manajemen bisnis all-in-one yang mengintegrasikan berbagai fungsi, mulai dari CRM, penjualan, akuntansi, inventaris, manufaktur, hingga sumber daya manusia, dalam satu sistem terpadu.
Dengan data yang terpusat, bisnis dapat bekerja lebih rapi dan efisien. Pada versi terbarunya, Odoo juga dilengkapi dengan AI bawaan yang mendukung otomatisasi tugas rutin, pencarian data yang lebih cepat, serta peningkatan produktivitas tim.
Pendekatan modular yang ditawarkan Odoo memungkinkan bisnis memulai dari kebutuhan dasar terlebih dahulu, kemudian menambah fitur sesuai dengan pertumbuhan dan kompleksitas usaha. Pada akhirnya, transformasi digital yang baik bukan soal teknologi semata, melainkan bagaimana bisnis membangun sistem yang tepat untuk bergerak lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
(SAW)
OKX Rilis Laporan Proof of Reserves ke-38, Aset Pengguna Terus Tumbuh dan Likuiditas Tetap Kuat
OKX Rilis Laporan Proof of Reserves ke-38, Aset Pengguna Terus Tumbuh dan Likuiditas Tetap Kuat [475] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 08/01/26 07:00
v/98541/
Jakarta: OKX, salah satu bursa kripto global terkemuka, kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keamanan aset pengguna dengan merilis laporan Proof of Reserves (PoR) ke-38, berdasarkan snapshot data per 11 Desember.Laporan terbaru ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada aset pengguna, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan USDT, serta tidak adanya indikasi penarikan besar-besaran di tengah kondisi pasar kripto yang beragam.
Data ini mencerminkan tingkat kepercayaan pengguna yang tetap terjaga terhadap platform OKX.
Bitcoin Stabil, Mencerminkan Perilaku Konsolidasi
Saldo Bitcoin pengguna di OKX tercatat mencapai sekitar 130.507 BTC, meningkat 68 BTC atau 0,05% dibandingkan laporan sebelumnya pada 19 November. Kenaikan yang relatif moderat ini menunjukkan stabilitas kepemilikan aset, bukan arus keluar dana dalam skala besar.Dalam kondisi pasar yang cenderung fluktuatif, bursa kripto sering kali melihat penurunan saldo BTC akibat penarikan aset ke wallet pribadi. Namun, data OKX menunjukkan bahwa pengguna memilih untuk tetap menyimpan Bitcoin mereka di platform, menandakan kepercayaan yang berkelanjutan.
OKX menegaskan bahwa seluruh saldo Bitcoin pengguna didukung penuh oleh cadangan on-chain, dengan rasio cadangan di atas 100%, sesuai dengan prinsip one-to-one backing.
Ethereum Mengalami Pertumbuhan Lebih Signifikan
Ethereum mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan Bitcoin. Total kepemilikan ETH pengguna di OKX meningkat menjadi sekitar 1,645 juta ETH, naik 34.431 ETH atau 2,14% dibandingkan laporan sebelumnya.Peningkatan ini mencerminkan aktivitas pengguna yang terus berkembang di ekosistem Ethereum, termasuk staking, DeFi, NFT, serta solusi Layer-2. Sebagai aset utama dalam aktivitas on-chain, pergerakan ETH di bursa kerap dipengaruhi oleh kebutuhan utilitas, bukan hanya spekulasi harga.
Kenaikan USDT Menunjukkan Tingginya Likuiditas
Saldo USDT pengguna di OKX juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai sekitar 11,185 miliar USDT, atau meningkat sekitar 454 juta USDT (4,23%) dalam periode kurang dari satu bulan.Peningkatan kepemilikan stablecoin ini mengindikasikan bahwa pengguna memilih untuk menjaga likuiditas dan fleksibilitas, khususnya di tengah volatilitas pasar. Selain itu, kepemilikan token OKB juga tercatat meningkat sekitar 1,08% pada periode yang sama.
“Laporan Proof of Reserves ke-38 ini kembali menegaskan fokus kami pada transparansi dan perlindungan aset pengguna. Pertumbuhan aset yang stabil, tanpa adanya tekanan penarikan besar, menunjukkan bahwa pengguna tetap percaya pada sistem, likuiditas, dan pendekatan pengelolaan risiko yang kami terapkan," demikian pernyataan Ferry, Growth Manager OKX Wallet.
“Kami percaya bahwa transparansi yang dapat diverifikasi secara publik adalah fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto secara berkelanjutan, terutama dalam membangun kepercayaan jangka panjang pengguna,” tambahnya.
Komitmen Berkelanjutan terhadap Transparansi
OKX secara konsisten menerbitkan laporan Proof of Reserves bulanan yang memungkinkan publik untuk memverifikasi secara mandiri bahwa seluruh aset pengguna disimpan dengan cadangan penuh satu banding satu. Setiap laporan PoR OKX menunjukkan rasio cadangan di atas 100%, sebagai bentuk komitmen terhadap solvabilitas dan akuntabilitas.Data Desember ini menunjukkan bahwa pengguna OKX tetap aktif dan mempertahankan eksposur terhadap aset kripto utama, dengan perilaku pasar yang relatif tenang dan likuiditas yang tetap kuat.
(ASM)
Aplikasi Penghasil Uang 2026 dari Main Game, Kuis, hingga Baca Artikel Bisa Jadi Cuan
Memasuki 2026, tren aplikasi penghasil uang masih diminati banyak pengguna, terutama mereka yang ingin menambah saldo digital tanpa modal besar. [364] url asal
#aplikasi-penghasil-uang-2026 #aplikasi-penghasil-uang #aplikasi #penghasil-uang-2026 #google-play-store
(MedCom - Ekonomi Digital) 05/01/26 12:42
v/93599/
Jakarta: Memasuki 2026, tren aplikasi penghasil uang masih diminati banyak pengguna, terutama mereka yang ingin menambah saldo digital tanpa modal besar.Berbeda dengan skema investasi berisiko, aplikasi jenis ini umumnya menawarkan imbalan kecil namun konsisten melalui aktivitas ringan seperti bermain game, mengerjakan kuis, hingga membaca artikel.
Berikut rangkuman beberapa aplikasi penghasil uang 2026 yang banyak digunakan karena mudah diakses dan relatif ramah bagi pengguna pemula.
1. MAGER
MAGER dikenal sebagai aplikasi penghasil uang 2026 berbasis mini-game. Pengguna cukup memainkan permainan ringan untuk mengumpulkan poin yang nantinya dapat ditukar menjadi saldo dompet digital seperti DANA.Aktivitas di MAGER dirancang santai, cocok untuk mengisi waktu luang. Tanpa modal awal, pengguna hanya perlu konsisten bermain dan menunggu poin mencapai batas penukaran.
2. ISUL
Bagi yang menyukai tantangan ringan, ISUL menawarkan kuis interaktif sebagai cara mendapatkan poin. Aplikasi penghasil uang 2026 ini menargetkan pengguna yang ingin memperoleh saldo digital secara bertahap tanpa harus bermain game berjam-jam.Meski terdapat iklan, sistem kuis ISUL tetap diminati karena mudah diikuti dan bisa dijadikan rutinitas harian.
3. Tap Coin
Tap Coin menggabungkan konsep game sederhana dengan misi harian. Beberapa fitur seperti roda keberuntungan dan tantangan rutin memungkinkan pengguna mengumpulkan poin lebih cepat.Sebagai aplikasi penghasil uang 2026, Tap Coin cocok bagi pengguna yang ingin hasil kecil namun stabil dengan cara yang tidak membosankan.
4. Cashzine
Cashzine menawarkan pendekatan berbeda. Pengguna memperoleh poin dengan membaca berita dan artikel, lalu menukarkannya menjadi saldo digital.Aplikasi penghasil uang 2026 ini cocok bagi pembaca aktif yang ingin tetap produktif sambil mendapatkan penghasilan tambahan. Meski proses pengumpulan poin relatif lebih lambat, Cashzine unggul dari sisi edukasi.
5. Make Money
Make Money memfokuskan sistem reward pada penyelesaian tugas sederhana dan survei singkat. Tanpa deposit, pengguna dapat mengumpulkan poin secara bertahap.Sebagai aplikasi penghasil uang 2026, Make Money lebih efektif bila digunakan secara konsisten dan selektif memilih tugas dengan imbalan tertinggi.
Meskipun nominalnya tidak besar, aktivitas ini tetap relevan sebagai alternatif aplikasi penghasil uang 2026 karena aman dan terintegrasi langsung dengan dompet digital.
Aplikasi penghasil uang 2026 menawarkan peluang cuan kecil namun nyata bagi pengguna yang konsisten. Dengan memilih aplikasi yang tepat dan strategi penggunaan yang realistis, saldo digital bisa terkumpul perlahan tanpa harus mengeluarkan modal.
(SAW)
Daftar 96 Aplikasi Pinjol Resmi OJK Januari 2026
Informasi mengenai pinjol resmi OJK Januari 2026 menjadi rujukan penting bagi masyarakat yang berencana mengajukan pinjaman online. [762] url asal
#pinjaman-online #ojk #otoritas-jasa-keuangan #aplikasi-pinjol #pinjaman-online
(MedCom - Ekonomi Digital) 02/01/26 12:48
v/91335/
Jakarta: Informasi mengenai pinjol resmi OJK Januari 2026 menjadi rujukan penting bagi masyarakat yang berencana mengajukan pinjaman online.Layanan pinjol kerap dipilih karena proses pengajuan yang sepenuhnya digital serta pencairan dana yang relatif singkat. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu disikapi dengan kewaspadaan.
Pasalnya, masih marak pinjaman online ilegal yang beroperasi tanpa izin dan berpotensi merugikan konsumen. Risiko yang kerap muncul mulai dari bunga tinggi yang tidak transparan, penyalahgunaan data pribadi, hingga praktik penagihan yang melanggar etika.
Untuk menghindari risiko tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan agar masyarakat hanya menggunakan pinjol resmi OJK yang telah berizin dan berada di bawah pengawasan regulator.
Pinjol legal wajib mematuhi ketentuan terkait bunga, perlindungan konsumen, serta tata cara penagihan yang sesuai aturan.
OJK secara berkala melakukan evaluasi terhadap penyelenggara layanan pendanaan berbasis teknologi informasi atau fintech peer-to-peer (P2P) lending. Berdasarkan data resmi hingga 22 Desember 2025, terdapat 96 perusahaan pinjol resmi OJK yang masih aktif dan beroperasi secara legal.
Memasuki Januari 2026, jumlah tersebut belum mengalami perubahan. Artinya, daftar pinjol resmi OJK Januari 2026 masih mengacu pada data yang sama seperti periode sebelumnya.
Daftar Lengkap Pinjol Resmi OJK Januari 2026
Mengacu pada informasi yang dirilis OJK, berikut daftar pinjol resmi OJK Januari 2026 yang telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan regulator:Danamas – PT Pasar Dana Pinjaman
Amartha – PT Amartha Miko Fintek
Dompet Kilat – PT Indo FinTek
Boost – PT Creative Mobile Adventure
Tokomodal – PT Toko Modal Mitra Usaha
Modalku – PT Mitrausaha Indonesia Grup
KTA Kilat – PT Pendanaan Teknologi Nusa
Kredit Pintar – PT Kredit Pintar Indonesia
Maucash – PT Astra Welab Digital Arta
Finmas – PT Oriente Mas Sejahtera
KlikA2C – PT Aman Cermat Cepat
Akseleran – PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia
Ammana – PT Ammana Fintek Syariah
PinjamanGO – PT Dana Pinjaman Inklusif
KoinP2P – PT Lunaria Annua Teknologi
Pohondana – PT Pohon Dana Indonesia
Mekar – PT Mekar Investama Sampoerna
AdaKami – PT Pembiayaan Digital Indonesia
Esta Kapital – PT Esta Kapital Fintek
KreditPro – PT Tri Digi Fin
FINTAG – PT Fintagra Homido Indonesia
RupiahCepat – PT Kredit Utama Fintech Indonesia
Crowdo – PT Mediator Komunitas Indonesia
Indodana Fintech – PT Artha Dana Teknologi
JULO – PT Julo Teknologi Finansial
Pinjamin – PT Progo Puncak Group
DanaRupiah – PT Layanan Keuangan Berbagi
OVO Finansial – PT Indonusa Bara Sejahtera
PinjamModal – PT Finansial Integrasi Teknologi
Alami – PT Alami Fintek Sharia
AwanTunai – PT Simplefi Teknologi Indonesia
Danakini – PT Dana Kini Indonesia
Singa – PT Abadi Sejahtera Finansindo
Danamerdeka – PT Intekno Raya
Easycash – PT Indonesia Fintopia Technology
Pinjamyuk – PT Kuaikuai Tech Indonesia
Finplus – PT Rezeki Bersama Teknologi
Uangme – PT Uangme Fintek Indonesia
PinjamDuit – PT Stanford Teknologi Indonesia
Dana Syariah – PT Dana Syariah Indonesia
Batumbu – PT Berdayakan Usaha Indonesia
Cashcepat – PT Artha Permata Makmur
klikUMKM – PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat
Pinjam Gampang – PT Kredit Plus Teknologi
Cicil – PT Cicil Solusi Mitra Teknologi
Lumbungdana – PT Lumbung Dana Indonesia
360 Kredi – PT Inovasi Terdepan Nusantara
Kredinesia – PT Kreditku Teknologi Indonesia
Pintek – PT Pinduit Teknologi Indonesia
ModalRakyat – PT Modal Rakyat Indonesia
Solusiku – PT Anugerah Digital Indonesia
Cairin – PT Idana Solusi Sejahtera
TrustIQ – PT Trust Teknologi Finansial
Klik Kami – PT Harapan Fintech Indonesia
Duha Syariah – PT Duha Madani Syariah
Invoila – PT Sol Mitra Fintec
Sanders One Stop Solution – PT Satustop Finansial Solusi
DanaBagus – PT Dana Bagus Indonesia
UKU – PT Teknologi Merlin Sejahtera
Kredito – PT Fintek Digital Indonesia
AdaPundi – PT Info Tekno Siaga
Lentera Dana Nusantara – PT Lentera Dana Nusantara
Modal Nasional – PT Solusi Teknologi Finansial
Komunal – PT Komunal Finansial Indonesia
Restock.ID – PT Cerita Teknologi Indonesia
Avantee – PT Grha Dana Bersama
Gradana – PT Gradana Teknoruci Indonesia
Danacita – PT Inclusive Finance Group
IKI Modal – PT IKI Karunia Indonesia
Ivoji – PT Finansia Aira Teknologi
Indofund.id – PT Bursa Akselerasi Indonesia
iGrow – PT iGrow Resources Indonesia
Danai.id – PT Adiwisata Finansial Teknologi
DUMI – PT Fidac Inovasi Teknologi
Lahan SIKAM – PT Lampung Berkah Finansial Teknologi
qazwa.id – PT Qazwa Mitra Hasanah
KrediFazz – PT KrediFazz Digital Indonesia
Doeku – PT Doeku Peduli Indonesia
Aktivaku – PT Aktivaku Investama Teknologi
Danain – PT Mulia Inovasi Digital
Indosaku – PT Indosaku Teknologi Indonesia
Edufund – PT Fintech Bina Bangsa
GandengTangan – PT Kreasi Anak Indonesia
Papitupi Syariah – PT Piranti Alphabet Perkasa
BantuSaku – PT Smartec Teknologi Indonesia
danabijak – PT Digital Micro Indonesia
AdaModal – PT Solid Fintek Indonesia
SamaKita – PT Sejahtera Sama Kita
KawanCicil – PT Kawan Cicil Teknologi Utama
CROWDE – PT Crowde Membangun Bangsa
KlikCair – PT Klikcair Magga Jaya
Ethis – PT Ethis Fintek Indonesia
Samir – PT Sahabat Mikro Fintek
Uatas – PT Plus Ultra Abadi
Asetku – PT Pintar Inovasi Digital
Findaya – PT Mapan Global Reksa
OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas pinjaman online sebelum mengajukan pinjaman. Daftar pinjol resmi OJK Januari 2026 dapat diakses melalui situs dan kanal resmi OJK. Langkah ini penting untuk melindungi konsumen dari jeratan pinjol ilegal, bunga berlebihan, serta penyalahgunaan data pribadi
(SAW)
Koinsayang Bertransformasi Menjadi OSL Indonesia
Koinsayang Bertransformasi Menjadi OSL Indonesia [348] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 30/12/25 07:00
v/88048/
Jakarta: Memasuki akhir tahun 2025 dan menyongsong tahun baru 2026, industri aset kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin matang dan memasuki fase baru. Pertumbuhan tidak lagi hanya diukur dari adopsi, tetapi juga kepercayaan, tata kelola, dan standar perlindungan pengguna.Menjawab perubahan tersebut, Koinsayang resmi bertransformasi menjadi OSL Indonesia, sebuah langkah strategis yang menandai evolusi brand sekaligus komitmen untuk menghadirkan standar global kepatuhan dan keamanan dalam layanan kripto di Indonesia.
Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama dan identitas visual. Di tengah meningkatnya kompleksitas industri kripto secara global, OSL Indonesia hadir untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin menuntut keamanan, kepatuhan regulasi, dan kredibilitas jangka panjang dalam ekosistem aset digital.
Standar Global, Kini di Indonesia
Mengusung tema “Global Standards, Now in Indonesia”, OSL Indonesia memposisikan diri untuk menetapkan tolok ukur baru dalam industri kripto nasional. Layanan kripto tidak hanya dituntut untuk inovatif, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang kuat, transparansi, dan keberlanjutan.Didukung Reputasi Global dan Tata Kelola Kelas Dunia
Sebagai bagian dari OSL Group, OSL Indonesia didukung oleh fondasi perusahaan berskala internasional. OSL Group merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong, serta didukung oleh investor institusional global, yang mencerminkan kepercayaan terhadap tata kelola dan model bisnis OSL secara global. Lebih lanjut, OSL Group juga diakui sebagai salah satu World’s Top Fintech Companies 2025 oleh CNBC atas peran dan kontribusinya dalam ekosistem teknologi finansial global.Selain itu, OSL Group memiliki lebih dari 50 lisensi global, baik yang telah diperoleh maupun sedang dalam proses pengajuan. Cakupan lisensi ini menegaskan komitmen OSL terhadap pendekatan bisnis yang mengedepankan kepatuhan regulasi dan perlindungan pengguna di berbagai yurisdiksi.
Dalam evolusi brand ini, OSL Indonesia menegaskan tiga pilar utama layanannya, yaitu kepatuhan dan regulasi, keahlian global dengan kehadiran lokal, serta komitmen untuk menjadi standar masa depan industri kripto di Indonesia. Bagi pengguna, seluruh layanan, fitur, dan komitmen terhadap keamanan aset pengguna tetap berjalan normal seperti sebelumnya.
Melalui transformasi ini, OSL Indonesia menegaskan visinya untuk berperan aktif dalam membangun masa depan industri kripto nasional yang tidak hanya didorong oleh inovasi, tetapi juga oleh standar, tata kelola, dan kepercayaan.
(ASM)
Kampanye Diskon ShopeeFood Catatkan Pertumbuhan bagi Merchant Lokal dan UMKM 3,5x Lipat di Sepanjang 2025
Di sepanjang tahun 2025, ShopeeFood menghadirkan kampanye dengan penawaran menarik bagi Merchant maupun Pembeli melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, salah satunya melalui kampanye Diskon Rame R [488] url asal
#shopee #umkm #kampanye-diskon-rame-rame-shopeefood #shopeefood
(MedCom - Ekonomi Digital) 29/12/25 12:08
v/87266/
Jakarta: Di sepanjang tahun 2025, ShopeeFood menghadirkan kampanye dengan penawaran menarik bagi Merchant maupun Pembeli melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, salah satunya melalui kampanye Diskon Rame Rame yang didukung fitur Group Order.Melalui kampanye ini, ShopeeFood mencatatkan pertumbuhan penjualan yang konsisten, khususnya bagi Merchant lokal dan UMKM, hingga lebih dari 3,5x lipat sepanjang tahun 2025.
Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, Rizkyandi Ramadhan, menyampaikan antusiasmenya terhadap pertumbuhan Merchant lokal dan UMKM melalui ShopeeFood Diskon Rame Rame.
“Kampanye ShopeeFood Diskon Rame Rame melalui fitur Group Order, menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh Pengguna ShopeeFood, termasuk Merchant dalam ekosistem kami. Kami juga melihat antusiasme yang besar dari para Pembeli yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penjualan, khususnya bagi Merchant lokal dan UMKM yang tergabung dalam kampanye ini dengan pertumbuhan penjualan hingga lebih dari 3,5x lipat sejak awal diluncurkan,” jelas Rizkyandi.
Pada November lalu, ShopeeFood juga turut berkolaborasi dengan kreator konten kuliner Serly (@onebitebigbite) untuk memperluas jangkauan Diskon Rame Rame melalui konten video digital dan jingle yang menarik, sehingga kampanye ini semakin mudah dikenal dan dinikmati oleh masyarakat luas.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya ShopeeFood untuk menghadirkan pendekatan baru dalam berinteraksi dengan pengguna, sekaligus mengenalkan berbagai keuntungan dari kampanye Diskon Rame Rame.
“Dengan konsep video dan jingle yang ringan, seru, dan relevan dengan tren saat ini, harapannya kampanye ini dapat menarik lebih banyak pengguna baru sekaligus menguatkan loyalitas Pengguna ShopeeFood,” tambah Rizkyandi.
Sepanjang tahun 2025, ShopeeFood juga mencatat sejumlah menu yang paling banyak dipesan melalui Diskon Rame Rame, antara lain martabak telur, salted egg chicken, dan sei sapi. Sementara dimsum, mie, nasi ayam, pizza, dan sushi termasuk menu yang paling banyak dicari pengguna selama kampanye berlangsung.

Berikan Dampak Positif bagi Pertumbuhan Penjualan Merchant Lokal dan UMKM
Selain menguntungkan Pengguna, kampanye Diskon Rame Rame juga terbukti membawa dampak positif bagi pertumbuhan bisnis merchant lokal dan UMKM kuliner. Sejak pertama kali diluncurkan pada awal 2025, kampanye ini telah berkontribusi terhadap peningkatan penjualan Merchant yang tergabung.CEO & Co-Founder Se’Indonesia, Rinaldi Dharma Utama menyampaikan mengapresiasi ShopeeFood yang secara konsisten menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan Merchant dan pelanggan.
"Melalui Diskon Rame Rame, kami merasakan peningkatan pesanan yang stabil sejak awal keikutsertaan kami. Skema promo dan fitur pemesanan bersama membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan dan mendorong pertumbuhan bisnis melalui pengalaman makan bersama yang lebih praktis dan terjangkau, sejalan dengan komitmen Se’Indonesia dalam menghadirkan hidangan berkualitas, khususnya daging sapi, yang semakin mudah diakses oleh lebih banyak pelanggan,” jelas Rinaldi.
Merespons antusiasme tinggi dari Pengguna dan Merchant, ShopeeFood melihat Diskon Rame Rame bisa menjadi momentum bagi Merchant untuk mengembangkan bisnis mereka ke depannya.
“Capaian ini semakin memotivasi kami untuk terus menghadirkan inisiatif yang berdampak bagi seluruh ekosistem ShopeeFood, mulai dari pengguna, Merchant, hingga mitra pengemudi. Melalui fitur dan program promosi yang menarik, kami ingin membantu Merchant mengoptimalkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan ke lebih banyak pengguna, sehingga pertumbuhan dapat dirasakan secara jangka panjang,” tutup Rizkyandi.
(SAW)
Rincian Biaya Top Up DANA dari Bank hingga Minimarket
Biaya top up DANA menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pengguna sebelum mengisi saldo dompet digital. [408] url asal
#biaya-top-up-dana #dana #dompet-digital #saldo-bank #minimarket
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/12/25 17:37
v/84307/
Jakarta: Biaya top up DANA menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pengguna sebelum mengisi saldo dompet digital. Pasalnya, setiap metode pengisian memiliki ketentuan berbeda, baik dari sisi biaya admin maupun nominal minimal top up.DANA sendiri menyediakan beragam kanal pengisian saldo, mulai dari transfer bank, e-wallet lain, hingga gerai minimarket. Agar tidak salah pilih dan bisa lebih hemat, berikut rangkuman lengkap biaya top up DANA dari berbagai metode yang tersedia.
Biaya Top Up DANA Lewat Transfer Bank
Top up DANA melalui perbankan umumnya menjadi pilihan utama karena praktis dan cepat. Namun, batas minimal pengisian saldo berbeda di setiap bank.Berikut minimal top up DANA via transfer bank:
BTN: Rp10.000
Mandiri: Rp10.000
Maybank: Rp10.000
Permata Bank: Rp10.000
BRI: Rp20.000
BCA: Rp20.000
BNI: Rp20.000
CIMB Niaga: Rp20.000
BTPN: Rp100.000
Sebagai catatan, DANA memberikan bebas biaya top up untuk 10 kali transaksi pertama setiap bulan. Namun, untuk pengisian saldo via Virtual Account (VA) dengan nominal di bawah Rp50.000, akan dikenakan biaya top up DANA sebesar Rp500 per transaksi.
Biaya Top Up DANA dari E-Wallet Lain
Selain bank, pengguna juga dapat memanfaatkan saldo dari e-wallet lain untuk mengisi DANA. Meski cepat, metode ini umumnya dikenakan biaya admin.Rincian biaya top up DANA dari e-wallet:
GoPay: Minimal Rp20.000, biaya admin Rp1.000
OVO: Minimal Rp10.000, biaya admin Rp1.000
ShopeePay: Minimal Rp10.000, biaya admin Rp2.500
Metode ini cocok bagi pengguna yang sering memindahkan saldo antar e-wallet tanpa harus ke rekening bank.
Biaya Top Up DANA di Alfamart dan Indomaret
Bagi pengguna yang ingin top up secara tunai, DANA bekerja sama dengan jaringan minimarket di seluruh Indonesia.Alfamart
Minimal top up: Rp50.000
Biaya admin: Rp2.500
Nominal pengisian kelipatan Rp50.000
Batas maksimum sekitar Rp1 juta–Rp2 juta per transaksi
Indomaret
Minimal top up: Rp50.000
Biaya admin: Rp2.500
Nominal berlaku kelipatan Rp50.000
Dengan memahami rincian biaya top up DANA, kamu dapat memilih metode pengisian saldo yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Setelah saldo terisi, DANA bisa digunakan untuk berbagai transaksi, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan kuota, hingga transfer ke rekening bank.
DANA sendiri telah berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia serta Kominfo, serta dilengkapi sertifikasi keamanan PCI-DSS untuk melindungi data dan transaksi pengguna.
Dengan transparansi biaya dan banyaknya pilihan metode top up, DANA terus memperkuat posisinya sebagai salah satu dompet digital andalan masyarakat Indonesia.
(SAW)
Indonesia Fintech Society (IFSoc) Jaga Keberlanjutan Ekosistem Fintech di Tengah Tantangan Fraud dan AI
Indonesia Fintech Society (IFSoc) menilai bahwa 2025 menjadi momentum penting bagi industri fintech Indonesia untuk memperkuat fondasi keberlanjutan, tidak hanya melalui inovasi, tetapi juga lewat ta [748] url asal
#fintech #ekonomi-indonesia #digitalisasi #fraud #ekosistem-fintech
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/12/25 09:55
v/83609/
Jakarta: Indonesia Fintech Society (IFSoc) menilai 2025 menjadi momentum penting bagi industri fintech Indonesia untuk memperkuat fondasi keberlanjutan, tidak hanya melalui inovasi, tetapi juga lewat tata kelola, perlindungan konsumen, dan kepercayaan publik.Hal ini disampaikan dalam kegiatan Catatan Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Jumat, 19 Desember 2025. Ketua IFSoc Rudiantara menyampaikan bahwa pertumbuhan fintech yang pesat harus diiringi dengan peningkatan kualitas pengelolaan industri.
“Skala industri fintech Indonesia saat ini sudah sangat signifikan dan terintegrasi dengan sistem keuangan nasional. Karena itu, fokus kita tidak bisa lagi hanya pada pertumbuhan dan inovasi, tetapi juga pada tata kelola, perlindungan konsumen, dan kepercayaan publik. Tanpa fondasi tersebut, pertumbuhan justru akan menciptakan risiko baru bagi ekosistem,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika 2014–2019 itu.
Dalam Catatan Akhir Tahun 2025 ini, IFSoc menyoroti lima isu utama yang dinilai akan menentukan arah industri fintech Indonesia ke depan. Anggota Steering Committee IFSoc Hendri Saparini menekankan bahwa pinjaman daring (pindar) memiliki peran sosial dan ekonomi yang semakin penting, terutama bagi UMKM dan masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.
“Pindar berperan mengisi celah pembiayaan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh perbankan, dimana pindar sudah mulai berhasil menjadi solusi bagi masalah laten mengenai akses pembiayaan untuk segmen unbanked & underbanked. Kalau dilihat by data per September 2025, outstanding KUR turun, tetapi justru Pindar naik. Oleh karena itu, kebijakan terhadap pindar perlu dirancang secara seimbang, agar perlindungan konsumen tetap terjaga tanpa mematikan keberlanjutan industri yang justru dibutuhkan masyarakat,” kata Hendri.
Terkait dugaan kartel suku bunga oleh KPPU, Hendri menambahkan bahwa penetapan batas atas bunga merupakan arahan OJK dan bagian dari kebijakan perlindungan konsumen, dengan tren bunga yang terus menurun.
“Fakta menunjukkan bahwa batas suku bunga justru semakin rendah dari waktu ke waktu dan memberikan manfaat bagi peminjam. Proses hukum tentu perlu dihormati, namun penting agar penilaian dilakukan secara komprehensif dengan melihat konteks kebijakan dan dinamika industri,” tegasnya.
Penguatan Upaya Memberantas Fraud melalui IASC
Anggota Steering Committee IFSoc Tirta Segara menyampaikan fraud dan penipuan digital masih menjadi tantangan besar di tengah perkembangan teknologi dan rendahnya literasi keuangan.“Inisiatif seperti Indonesia Anti Scam Center (IASC) dan Satgas PASTI sudah berada di jalur yang tepat dan menunjukkan hasil yang konkret. Ini adalah langkah penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku fraud dan melindungi masyarakat,” ujar Tirta.
Namun demikian, Tirta menilai tantangan berikutnya terletak pada aspek kecepatan dan
efektivitas penanganan.
“Ke depan, fokusnya tidak hanya pada koordinasi, tetapi juga pada percepatan respons dan penyederhanaan prosedur. Proses pasca-pemblokiran rekening perlu dibuat lebih efisien agar pemulihan dana korban tidak memakan waktu terlalu lama,” tambah dia.
Perluasan QRIS Crossborder
Anggota Steering Committee IFSoc Dyah N.K. Makhijani menilai pengembangan QRIS Crossborder sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pembayaran nasional sekaligus mendorong integrasi ekonomi regional.“QRIS Crossborder menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun sistem pembayaran yang inklusif, efisien, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya memudahkan transaksi lintas negara, tetapi juga mendukung UMKM dan sektor pariwisata,” jelas Dyah.
Ia menambahkan bahwa interoperabilitas QR antarnegara juga menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap kerja sama internasional.
“Selama integrasi dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional, kerja sama regional justru akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran global. Indonesia selalu terbuka untuk kolaborasi demi kepentingan nasional,” ujarnya.
Pemanfaatan AI di Industri Fintech
Anggota Steering Committee IFSoc Karaniya Dharmasaputra menyoroti kesiapan Indonesia memasuki era AI (kecerdasan buatan) akan semakin memiliki nilai strategis ke depan.“Indonesia merupakan negara ke-2 dalam tingkat adopsi AI di Asia Pasifik, akan tapi masih jauh tertinggal dalam hal investasi, infrastruktur dan utilisasi AI untuk frontline products, kebanyakan masih di wilayah back office,” Karaniya mengingatkan.
“Tingkat perkembangan AI di Indonesia masih dalam tahap balita (infancy), untuk itu IFSOC memandang diperlukan adanya dorongan pemerintah yang lebih kuat untuk membentuk ekosistem yang mendukung bagi perkembangan sektor yang sangat strategis ini dalam hal regulasi, inovasi, bisnis, literasi, keamanan, perlindungan konsumen, dan kedaulatan negara.”
Selain itu, Karaniya menggarisbawahi bahwa laju investasi AI di Indonesia juga perlu ditingkatkan.
“Karena data menunjukkan Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam, apalagi Malaysia.” tegas dia.
Menutup rangkaian isu, Anggota Steering Committee IFSoc Eddi Danusaputro menekankan bahwa isu tata kelola memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan investor dan keberlanjutan ekosistem startup.
“Penurunan pendanaan startup menjadi sinyal bahwa pasar semakin memperhatikan kualitas tata kelola dan transparansi perusahaan teknologi. Ini bukan lagi isu internal, tetapi persoalan kepercayaan ekosistem,” ujar Eddi.
Ia menegaskan perbaikan tata kelola harus dilakukan secara kolektif.
“Penguatan governansi memang harus dimulai dari perusahaan, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas pengawasan, infrastruktur regulasi, dan profesi penunjang. Karena itu, perbaikan tata kelola harus terjadi di seluruh pemangku kepentingan dan ekosistem,” tutupnya.
(SAW)
Strategi Brand Menghadapi Fragmentasi Saluran Belanja Online dan Offline
Fragmentasi saluran belanja menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi brand di Indonesia sepanjang 2025. Perpaduan antara kanal online, offline, marketplace, hingga social commerce membentuk p [973] url asal
#ecommerce #belanja-online #tantangan-brand-di-indonesia #marketplace
(MedCom - Ekonomi Digital) 20/12/25 11:23
v/79598/
Tangerang: Fragmentasi saluran belanja menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi brand di Indonesia sepanjang 2025. Perpaduan antara kanal online, offline, marketplace, hingga social commerce membentuk pola belanja konsumen yang semakin tidak linear.Sepanjang 2025, pertumbuhan e-commerce Indonesia tetap bergerak stabil. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi e-commerce pada kuartal III-2025 mencapai Rp134,67 triliun, tumbuh 20,5% secara tahunan (YoY). Di balik angka tersebut, muncul tantangan baru bagi brand yakni konsumen tidak lagi berbelanja melalui satu kanal tunggal.
Konsumen kini dapat mengenal produk melalui media sosial, membandingkan harga di marketplace, mencoba produk di toko fisik, lalu menyelesaikan transaksi secara daring. Pola lintas kanal ini menuntut brand untuk memastikan pengalaman yang konsisten, baik online maupun offline.
“Fragmentasi saluran belanja sering kali dipersepsikan sebagai kompleksitas tambahan. Namun, bagi brand yang mampu mengelolanya, kondisi ini justru membuka peluang untuk memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam dan membangun hubungan yang lebih relevan,” ujar COO Sirclo Danang Cahyono.
Dari perspektif kebijakan, pemerintah menilai strategi omnichannel menjadi salah satu pendekatan penting untuk menjaga keseimbangan antara perdagangan konvensional dan digital.
Plt. Direktur Perdagangan melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Bambang Wisnubroto menegaskan pertumbuhan e-commerce yang pesat perlu diiringi dengan strategi yang tidak mematikan kanal offline.
“Perubahan preferensi belanja dan persaingan harga yang ketat menuntut pelaku usaha untuk menyeimbangkan perdagangan offline dan online. Strategi omnichannel menjadi kunci agar kedua kanal dapat saling melengkapi, bukan saling menggantikan,” ujarnya.
Namun, pertumbuhan e-commerce yang cepat, perubahan preferensi belanja konsumen, serta persaingan harga yang ketat menghadirkan tantangan serius bagi perdagangan konvensional, terutama bagi pelaku UMKM perseorangan. Perlu diingat bahwa sekitar 99 persen pelaku perdagangan di Indonesia merupakan UMKM, sehingga kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.
Situasi tersebut menuntut strategi yang mampu menyeimbangkan perdagangan konvensional dengan perdagangan melalui sistem elektronik. Untuk itu, strategi omnichannel terus ditekankan sebagai pendekatan utama.
“Saat ini, tantangan tersebut bergeser menjadi benturan antara perdagangan konvensional dan perdagangan online. Oleh karena itu, pendekatan omnichannel didorong agar pelaku usaha offline juga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk berjualan secara online. Tanpa adaptasi ini, pelaku usaha berisiko tertinggal,” tegas dia.
Melalui strategi omnichannel, pelaku usaha dapat menggabungkan keunggulan masing-masing kanal, seperti kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan pada kanal online, serta interaksi sosial dan pengalaman merek (brand experience) pada kanal offline. Pemerintah memberikan perhatian besar terhadap penerapan strategi ini.
Riset Jakpat mencatat 95% konsumen melakukan transaksi daring pada Semester I 2025. Meski demikian, kehadiran toko fisik tetap relevan, terutama sebagai titik pengalaman (experience point) dan kepercayaan (trust building).
Pertumbuhan Social Commerce
Menurut Head of Research, Jakpat Aska Primadi, fragmentasi saluran belanja sepanjang 2025 dipengaruhi oleh pertumbuhan social commerce, meluasnya basis konsumen di kota tier dua dan tiga, serta meningkatnya ekspektasi terhadap pengalaman belanja yang personal dan relevan.“Konsumen kini semakin rasional dan aktif. Mereka mencari informasi lintas kanal, membandingkan opsi, dan memastikan nilai produk sebelum membeli. Brand tidak bisa lagi mengandalkan satu titik kontak,” jelas Aska.
Selanjutnya, dilihat dari sisi share of buyer, survei menunjukkan bahwa 51,8 persen pembelian dilakukan secara online, sementara 48,2 persen dilakukan secara offline. Dengan kata lain, mayoritas transaksi kini sudah dilakukan melalui kanal online. Fenomena ini menegaskan kecenderungan konsumen yang semakin beralih ke pembelian online, bahkan mulai melampaui pembelian offline.
“Jika ditinjau berdasarkan kategori produk, terdapat perbedaan pola belanja. Produk fashion pria dan wanita, kosmetik, serta produk kesehatan lebih banyak dibeli secara online. Sementara itu, produk makanan dan minuman masih lebih dominan dibeli secara offline. Perbedaan ini menjadi awal terjadinya fragmentasi pasar. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kanal dan tidak lagi terbatas pada satu cara berbelanja,” tegas dia.
Proses customer journey juga semakin dinamis. Tahap awal pencarian tidak selalu dimulai dari kanal yang sama dengan tempat pembelian. Konsumen dapat memulai pencarian secara offline lalu membeli secara online, atau sebaliknya.
Akses internet yang semakin luas, termasuk di wilayah tier dua dan tier tiga, turut mempercepat perubahan ini. Namun, platform yang digunakan konsumen sangat bergantung pada preferensi, minat, dan segmentasi masing-masing individu.
“Setiap konsumen memiliki alur yang berbeda, mulai dari tahap awareness hingga pembelian. Inilah yang menggambarkan fenomena omnichannel sekaligus fragmentasi pasar,” tegas dia.
Dalam dinamika belanja online dan offline, salah satu alasan utama konsumen berpindah ke online adalah keterbatasan informasi di kanal offline. Konsumen kini lebih rasional dan cenderung mengumpulkan informasi terlebih dahulu sebelum membeli.
“Keterbatasan ulasan di kanal offline menjadi kendala, sementara konsumen membutuhkan referensi, ulasan kepuasan, dan bukti sosial sebelum mengambil keputusan. Keaslian dan transparansi produk juga dinilai lebih mudah diverifikasi di kanal online, karena konsumen dapat menilai kredibilitas penjual melalui website, konten, dan ulasan,” tegas dia.
Dari sisi kanal belanja, jumlah konsumen yang berbelanja di warung kelontong dan pasar tradisional cenderung menurun. Sebaliknya, belanja melalui media sosial meningkat, begitu pula pembelian melalui website dan aplikasi resmi brand.
“Artinya, belanja online tidak hanya terjadi di marketplace e-commerce, tetapi juga melalui kanal media sosial brand dan kanal digital lainnya. Setiap konsumen kini memiliki preferensi kanal masing-masing,” tegas dia.
Tiga Komponen
Menanggapi hal ini, Sirclo mengidentifikasi tiga komponen utama yang perlu dikelola brand dalam menghadapi fragmentasi saluran belanja: Demand Engine untuk membangun minat beli lintas kanal, Commerce Engine untuk memastikan proses transaksi yang mulus, serta Fulfillment Engine guna menciptakan pengalaman pasca-transaksi yang konsisten.“Ketika ketiga komponen ini terintegrasi, brand dapat menjaga pengalaman konsumen tetap utuh, meskipun konsumen berpindah dari online ke offline, atau sebaliknya,” tambah Danang.
Diskusi dalam Sirclo Insights Webinar 2025 menegaskan fragmentasi saluran belanja bukan fenomena sementara. Memasuki 2026, brand dituntut untuk bergerak melampaui sekadar kehadiran di banyak kanal, menuju integrasi yang lebih dalam.
Beberapa pendekatan strategis yang dinilai relevan antara lain memperkuat integrasi omnichannel, memanfaatkan automasi dan standardisasi proses untuk efisiensi operasional, serta membangun sistem distribusi dan fulfillment yang mampu menjangkau konsumen lintas wilayah.
“Pertumbuhan berkelanjutan ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kanal yang dimiliki brand, tetapi oleh seberapa konsisten dan terintegrasi pengalaman yang dirasakan konsumen di setiap titik interaksi,” tutup Danang.
(SAW)
Jaga Kepercayaan Pengguna, Ini Langkah Toco Mitigasi Fraud di Ekonomi Digital
Community marketplace Toco melanjutkan kerja sama strategis jangka panjang dengan VIDA, penyedia solusi identitas digital dan pencegahan fraud di Indonesia. [561] url asal
#ecommerce #fraud #ekonomi-indonesia #community-marketplace-toco #ojk
(MedCom - Ekonomi Digital) 20/12/25 06:58
v/79558/
Jakarta: Community marketplace Toco melanjutkan kerja sama strategis jangka panjang dengan VIDA, penyedia solusi identitas digital dan pencegahan fraud di Indonesia.Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC), total kerugian masyarakat akibat fraud digital sejak akhir 2024 hingga 2025 diperkirakan berada di kisaran Rp7 triliun hingga Rp7,8 triliun. Angka tersebut berasal dari ratusan ribu laporan korban penipuan yang masuk melalui kanal pengaduan resmi.
Lonjakan kasus ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan layanan digital, mulai dari
pembayaran elektronik, e-commerce, fintech, hingga investasi online. OJK mencatat, sepanjang periode tersebut terdapat lebih dari 300 ribu laporan penipuan digital, dengan ribuan rekening terindikasi fraud telah diblokir untuk mencegah kerugian lanjutan.
Kerugian terbesar berasal dari penipuan transaksi keuangan digital, termasuk phishing, social
engineering, penipuan belanja online, hingga investasi bodong yang memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan. Dalam beberapa laporan, nilai kerugian dari sektor ini saja telah menembus lebih dari Rp4 triliun dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Toco menuturkan kolaborasi ini difokuskan pada penguatan aspek keamanan platform melalui integrasi teknologi Know Your Customer (KYC), Liveness SDK, serta tanda tangan digital sebagai fondasi perlindungan bagi seluruh ekosistem pengguna.
Melalui penerapan solusi tersebut, Toco memastikan proses pendaftaran dan verifikasi pengguna berjalan aman, meminimalkan risiko akun palsu, serta menjaga kepercayaan jutaan pembeli dan penjual yang bertransaksi di dalam platform.
Founder dan CEO Toco, Arnold Sebastian Egg, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi prinsip utama sejak platform ini dibangun.
“Bagi kami, pertumbuhan komunitas harus berangkat dari rasa aman. Karena itu, sejak awal kami memilih VIDA sebagai mitra identitas digital. Dengan dukungan KYC, Liveness SDK, dan VIDA Sign, setiap pengguna Toco terverifikasi dengan baik dan terlindungi,” ujarnya. Saat ini, Toco mencatat lebih dari dua juta aktivasi pengguna setiap bulan.
Pesatnya pertumbuhan marketplace digital di Indonesia memang membuka peluang besar bagi UMKM, SME, dan berbagai komunitas. Namun di sisi lain, tantangan seperti akun palsu, pendaftaran ganda, kualitas verifikasi yang rendah, hingga proses onboarding yang berbelit kerap menjadi ancaman serius bagi kepercayaan pengguna.
Menjawab tantangan tersebut, Toco menempatkan aspek digital trust sebagai prioritas sejak tahap awal pengembangan platform. Seluruh pengguna dan penjual yang mendaftar diwajibkan melalui proses verifikasi menggunakan VIDA KYC, sehingga hanya identitas yang sah yang dapat mengakses layanan.
Mendorong Tingkat Keamanan
Integrasi VIDA Liveness SDK juga membantu meningkatkan kualitas verifikasi melalui panduan selfie secara real-time, yang berdampak pada pengalaman onboarding yang lebih mulus serta tingkat konversi yang lebih tinggi. Sistem ini mencatat tingkat keamanan dengan false accept rate sebesar 0 persen, yang menunjukkan tidak adanya upaya penipuan berbasis identitas yang berhasil lolos dari proses verifikasi.Sementara itu, penggunaan VIDA Sign memungkinkan penerapan tanda tangan digital yang diakui secara hukum, sehingga transaksi maupun perjanjian bernilai tinggi dapat dilakukan dengan lebih aman di dalam platform. Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menilai pendekatan Toco sebagai contoh ideal bagi marketplace digital di Indonesia.
“Ketika kepercayaan digital dibangun sejak awal, pertumbuhan akan mengikuti secara alami. Komitmen Toco terhadap verifikasi yang ketat, onboarding yang mulus, serta pencegahan fraud tanpa kompromi menjadi standar baru dalam keamanan marketplace, khususnya untuk mencegah impersonasi, spoofing, dan penyalahgunaan identitas,” kata Niki.
Seiring ekspansi Toco ke berbagai daerah di Indonesia, kemitraan ini kian memperkuat tujuan bersama dalam membangun ekosistem marketplace yang aman dan tepercaya.
Kolaborasi Toco dan VIDA diharapkan mampu melindungi jutaan pengguna dari risiko fraud, memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional yang inklusif dan transparan.
(SAW)
Transaksi Keuangan Diproyeksi Capai 90 Juta saat Nataru
Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan menjadi katalis kuat bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. [551] url asal
#transaksi-keuangan #natal-dan-tahun-baru #ekonomi-digital #digitalisasi #transaksi-keuangan-nataru
(MedCom - Ekonomi Digital) 19/12/25 21:21
v/79334/
Jakarta: Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan menjadi katalis kuat bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. Sejalan dengan meningkatnya mobilisasi masyarakat, volume transaksi sistem pembayaran diproyeksikan melonjak lebih dari 50% secara tahunan (year-on-year), dengan estimasi total mencapai 90 juta transaksi selama periode puncak liburan.Optimisme ini selaras dengan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, yang memperkirakan sekitar 119,5 juta penduduk atau 42,01% dari total populasi akan melakukan perjalanan pada masa libur Nataru 2025/2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 2,71% dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus menjadi sinyal meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah tujuan mudik dan wisata.
Data dan proyeksi tersebut disampaikan dalam Forum Link Nataru 2025/2026, forum flagship tahunan yang diselenggarakan oleh PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari ekosistem Danantara melalui Holding BUMN Danareksa.
Forum ini mempertemukan seluruh anggota yang tergabung dalam Jaringan Link sebagai wadah konsolidasi strategis untuk menyelaraskan kesiapan infrastruktur serta operasional pembayaran nasional dalam menghadapi lonjakan transaksi pada momen peak season akhir tahun.
Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara, Ario Tejo Bayu Aji, menilai bahwa korelasi antara mobilisasi fisik dan lonjakan transaksi digital semakin erat.
“Kami melihat pemulihan daya beli yang signifikan di akhir tahun 2025. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, transaksi digital diperkirakan terkonsentrasi pada sektor-sektor yang mendukung aktivitas selama perjalanan, seperti food & beverage (F&B), akomodasi dan transportasi perjalanan, ritel, serta berbagai layanan pendukung lainnya," tegas dia.
Dia menuturkan adopsi digital semakin matang dengan proyeksi sekitar 80% dari lonjakan volume transaksi didominasi oleh penggunaan QRIS. Hal ini mencerminkan pergeseran fundamental cara masyarakat bertransaksi saat berlibur maupun bepergian.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting, khususnya di wilayah transit serta daerah tujuan wisata dan perlintasan antarkota.
Direktur Operasional Jalin, Argabudhy Sasrawiguna, menjelaskan bahwa kesiapan layanan digital yang ditopang oleh jaringan fisik menjadi kunci dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama periode Nataru. Periode siaga operasional atau Posko Nataru ditetapkan pada 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.
“Infrastruktur fisik tetap relevan di tengah akselerasi digital. Kami memastikan kesiapan titik layanan penarikan tunai melalui pengelolaan jaringan ATM Himbara, BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN, yang terhubung melalui ATM Link, agar tetap optimal melayani kebutuhan masyarakat. Fokus kami adalah menjaga stabilitas layanan, baik di kanal digital maupun jaringan ATM, di tengah lonjakan trafik yang masif, serta siap mengaktifkan Business Continuity Management (BCM) apabila dibutuhkan,” jelas Arga.
Antisipasi Kejahatan Siber
Selain kesiapan kapasitas operasional dan teknologi, Forum Link tahun ini juga menyoroti meningkatnya risiko kejahatan siber seiring lonjakan transaksi digital pada periode puncak liburan. Potensi fraud, khususnya melalui modus social engineering berbasis kecerdasan buatan (AI), dinilai semakin adaptif dan membutuhkan penanganan kolektif.Menyikapi hal tersebut, Jalin memperkuat sistem pengamanan melalui implementasi Fraud Management System (FMS) untuk memantau anomali transaksi secara real-time, sekaligus mendorong kolaborasi ekosistem melalui pertukaran insight industri terkait tren dan modus fraud terkini.
Pendekatan ini tercermin dalam sesi panel Forum Link bertema “Enhancing Transaction Security in the Age of AI Threats”, yang membahas praktik mitigasi, inovasi keamanan, serta keseimbangan antara pelindungan sistem dan kenyamanan pengguna. Diskusi panel juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas industri antara bank, fintech, dan regulator dengan menghadirkan perspektif dari Thomas Wahyudi selaku SEVP Digital Business BTN, serta Eka Nilam Dari sebagai Presiden Direktur ShopeePay.
(SAW)
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)