#30 tag 24jam
Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Dansat dan Intelijen di Kepri
Meningkatnya aktivitas kapal perang asing di perairan Selat Malaka menuntut Indonesia meningkatkan kewaspadaannya di jalur tersebut. Meningkatnya aktivitas kapal... | Halaman Lengkap [249] url asal
#kapal-perang #selat-malaka #panglima-tni #intelijen #kepulauan-riau-kepri
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/04/26 18:54
v/196041/
BATAM - Meningkatnya aktivitas kapal perang asing di perairan Selat Malaka menuntut Indonesia meningkatkan kewaspadaannya di jalur tersebut. Melihat ini, Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto mengumpulkan para komandan satuan dan aparat intelijen TNI wilayah Kepulauan Riau (Kepri).Pengarahan Asintel Panglima TNI itu dilaksanakan di Ballroom Hotel Mariot Harbour Bay Batam, Kepri, belum lama ini. Pengarahan ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari ancaman hybrid, konflik antarnegara, hingga perkembangan situasi kawasan yang berpotensi berdampak pada stabilitas nasional.
"Aparat intelijen dituntut terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan deteksi dini, serta ketajaman analisis guna mengantisipasi setiap potensi ancaman secara cepat dan tepat," katanya.
Selain itu, penguasaan teknologi dan pemanfaatan media sosial menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk intelijen yang akurat, relevan, dan mampu mendukung pengambilan keputusan pimpinan secara efektif.
"Kesiapan dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan NKRI," ujarnya.
Terkait aktivitas kapal perang AS di wilayah Indonesia, Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul membenarkan pergerakan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Malaka yang sempat ramai diberitakan diduga terkait dugaan operasi pemburuan kapal tanker Iran.
Berdasarkan hasil pemantauan sistem Automatic Identification System (AIS), kapal perang AS USS Miguel Keith terdeteksi berada di perairan timur Belawan pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pergerakan tersebut merupakan bagian dari aktivitas pelayaran internasional yang berada dalam jalur strategis dan diawasi sesuai prosedur keamanan maritim.
TNI AL memastikan situasi tetap terkendali dan menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak mengganggu stabilitas keamanan di wilayah perairan Indonesia.
TNI AD Kirim 104 Perwira ke Pakistan, Ikuti Pendidikan Operasi Perang hingga Intelijen
TNI Angkatan Darat (AD) mengirimkan 104 perwira Infanteri untuk mengikuti pendidikan calon Komandan Batalyon (Danyon) dan Komandan Kompi (Danki). Ratusan prajurit... | Halaman Lengkap [254] url asal
#tni-ad #perwira-tni #pakistan #perang #intelijen
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/04/26 19:49
v/195005/
JAKARTA - TNI Angkatan Darat (AD) mengirimkan 104 perwira Infanteri untuk mengikuti pendidikan calon Komandan Batalyon (Danyon) dan Komandan Kompi (Danki). Ratusan prajurit ini akan menjalani pendidikan di Pakistan.KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, program pendidikan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pakistan. Pendidikan untuk peningkatan profesionalisme dan kapasitas kepemimpinan prajurit akan berlangsung selama 10 pekan di School of Infantry and Tactics, Quetta, Pakistan.
Sebanyak 104 peserta yang terdiri dari 50 calon Danyon, 50 calon Danki, serta empat perwira pendamping mengikuti pendidikan dengan materi komprehensif mencakup operasi konvensional, perang sub-konvensional dan keamanan internal, operasi gabungan, serta fungsi staf umum, operasi, dan intelijen.
"Selama penugasan ini berkreasilah dengan baik, berinovasi dengan baik," ujar Maruli saat memberikan pengarahan kepada para perwira dikutip, Jumat (17/4/2026).
Ratusan prajurit infanteri ini juga akan dibekali kemampuan kepemimpinan dan manajemen, administrasi dalam kondisi perang dan damai, manajemen latihan tingkat satuan, hingga pelatihan pesawat tanpa awak. Program ini juga mencakup peningkatan kebugaran fisik, kemampuan menembak, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler guna mendukung kesiapan prajurit secara menyeluruh.
Khusus bagi peserta Danki, materi pendidikan turut menekankan pengembangan kepribadian, komunikasi, serta kemampuan administrasi lapangan dan logistik, guna menunjang pelaksanaan tugas di tingkat kompi secara efektif dan adaptif. "Harus punya pikiran anggotamu itu bisa orang-orang hebat, bisa jadi orang-orang hebat," ucapnya.
Melalui program ini, diharapkan para perwira TNI AD mampu memperluas wawasan, meningkatkan profesionalisme, serta menjadi pemimpin lapangan yang tangguh, inovatif, dan siap menghadapi dinamika tugas ke depan sekaligus memperkuat kerja sama militer antara Indonesia dan Pakistan.
Eks Kabais TNI: Pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Bisa Dianggap sebagai Ancaman
Kepala BAIS periode 2011-2013, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto menilai, pernyataan Saiful Mujani dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi... | Halaman Lengkap [569] url asal
#saiful-mujani #islah-bahrawi #bais-tni #intelijen #ancaman-disintegrasi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/04/26 22:37
v/191457/
JAKARTA - Kepala BAIS periode 2011-2013, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto menilai, pernyataan Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi tentang penggulingan pemerintahan bisa dianggap sebagai ancaman. Sebabnya, pernyataan itu diyakini telah memunculkan alarm dari sisi keamanan."Iya, saya bilang saya tidur saja terbangun kok gara-gara dengar itu YouTubenya. Tapi ini kok berani sekali ambil risiko, apa intelijen itu dianggap nol apa, sangat berani, itu kata-kata itu menjatuhkan pemerintahan itu, apakah di belakang ada apakah, enggak ada, tapi menjatuhkan titik, itu sudah bangun semua," ujarnya dalam program Rakyat Bersuara bertema Seruan Berujung Laporan, Ada Gerakan Makar? di Channel Youtube Official iNews pada Selasa (14/4/2026).
Sebagai mantan Kepala BAIS, saat mendengar pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi dalam posisi tidur, dia bakal langsung terbangun dari tidurnya itu. Pasalnya, sensor deteksi yang ada pada dirinya sebagai intelijen telah mendeteksi adanya sinyal bahaya dari sisi keamanan.
"Menanggapi apa yang disampaikan Pak Saiful Mujani berdua, saya tidur-tidur saja terbangun. Artinya, sensor-sensor deteksi dini itu langsung bangun, apa dekteksi dini, kata-kata apa, mari kita tumbangkan, ada kata dapatkah ditumbangkan, kalau dapat, bagi bahasa kita itu nah ini ada niat untuk menumbangkan," tuturnya.
"Begitu niat menumbangkan muncul, sensor-sensor deteksi dini bangun semua, setelah sensor deteksi dini bangun, semua kamera mengarah pada dua orang ini, setelah mengarah, kapan dia on off, tergantung perkembangan kedua orang ini dan kawan-kawan apabila ini membesar, apabila dia mengecil atau apabila ini makin panas," jelas Soleman.
Lihat video: Respons Eks Kepala BAIS Terhadap Ucapan Saiful Mujani, Intelijen Langsung Siaga?
Soleman menjabarkan, dari sisi keamanan, kedua orang yang dianggap telah memberikan ancaman itu akan diawasi ke depannya. Bahkan, pihak keamanan bisa saja bergerak melakukan tindakan pada keduanya, hanya saja itu bergantung dari standar masing-masing pihak keamanan, termasuk dari tingkat kepangkatannya.
"Lalu kapan juga sensor-sensor ini akan bergerak, on off, sangat tergantung pada standar masing-masing yang memegang alat ini. Kalau Pati dia agak bisa beradaptasi, Kalau Pemendes dia setengah beradaptasi, kalau Pamah sangat sensitif, dan itu automaticly," terangnya.
"Itu yang saya ingatkan, bahwa Perwira Pertama, Perwira Menengah, dan Perwira Tinggi punya kuping yang sama, punya hati yang berbeda, punya stabilitas yang berbeda, tetapi punya deteksi dini yang sama," beber Soleman lagi.
Soleman mengungkap, pihak keamanan sejatinya memiliki pekerjaan yang jelas, yakni menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah, melindungi segenap bangsa. Hal itu diterjemahkan pula oleh pihak keamanan sebagai pemerintah atau Presiden, dalam hal ini lambang negara, tidak boleh turun apabila direncanakan atau diniatkan di luar aturan yang berlaku.
"Kata-kata ini ditangkap terbalik, niat menurunkan itu sudah ada, dengan adanya niat itu maka mulai saat itu mulai sensor on, lihat terus ke situ, deteksi, lock on, kemana perginya, semua terawasi, terdeteksi, kapan dia akan bergerak, sangat tergantung itu tadi, tidak punya standar," paparnya.
"Betul, ya pasti (Saiful Mujani dan Islah Bahrawi akan diawasi). Deteksi dini, setelah deteksi dini pasti ada diikuti, cegah dini. Iyah, saya bilang saya tidur saja terbangun kok gara-gara dengar itu YouTubenya," imbuh Soleman.
Maka itu, Soleman menilai, laporan yang dilayangkan terhadap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi ke polisi itu sebagai langkah yang baik. Pasalnya, bisa saja pihak keamanan bergerak sendiri meski tidak ada perintah, khususnya dari jajaran kepangkatan bawah.
"Lalu penawarnya apa, sudah bagus dilaporkan itu, kalau tidak ada dilaporkan dia jalan sendiri, ah ini tidak ada yang lapor, kita saja yang menyelesaikan negeri ini," katanya.
Pribumi Islam Gus Dur, Realitas Islam Indonesia
Gagasan pribumisasi Islam merupakan salah satu kontribusi intelektual paling penting dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam wacana pemikiran Islam di Indonesia.... | Halaman Lengkap [2,046] url asal
#gus-dur #islam-indonesia #abdurrahman-wahid #pemikir-islam #intelektual
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/04/26 17:22
v/189900/
Amsar A. DulmananDosen Sosiologi Politik Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA)
GAGASAN pribumisasi Islam merupakan salah satu kontribusi intelektual paling penting dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam wacana pemikiran Islam di Indonesia. Konsep ini lahir sebagai respons terhadap ketegangan antara ajaran Islam yang bersifat normatif dengan realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia yang plural dan dinamis.
Dalam konteks ini, Gus Dur berupaya menawarkan pendekatan yang tidak menegasikan identitas lokal, tetapi justru menjadikannya sebagai medium aktualisasi nilai-nilai Islam. Menurut Fazlur Rahman, dimensi normatif Islam tidak sekadar berupa aturan literal, melainkan mengandung “ideal moral” yang harus ditafsirkan secara kontekstual agar tetap relevan sepanjang zaman (Rahman, Islam and Modernity, 1982).
Dengan demikian, normativitas Islam tidak boleh dipahami secara kaku dan ahistoris. Tetapi sebagai kerangka etik yang membutuhkan ijtihad agar dapat menjawab tantangan sosial yang terus berubah, tanpa kehilangan substansi nilai dasarnya seperti keadilan (‘adl), kemaslahatan (maslahah), dan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).
Realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia yang plural dan dinamis menunjukkan keberagaman etnis, agama, bahasa, serta tradisi lokal yang terus berkembang melalui proses interaksi historis dan globalisasi. Clifford Geertz menegaskan bahwa kehidupan keagamaan di Indonesia mencerminkan “variasi interpretasi dan praktik” yang dipengaruhi oleh konteks budaya lokal, sehingga Islam di Indonesia tampil dalam beragam ekspresi yang tidak tunggal (Geertz, The Religion of Java, 1960).
Secara historis, gagasan pribumisasi Islam mulai mengemuka pada dekade 1980-an ketika perdebatan mengenai Islamisasi dan Arabisasi menguat di Indonesia. Abdurrahman Wahid melihat adanya kecenderungan sebagian kelompok Muslim yang mengidentikkan “Islam” adalah budaya Timur Tengah, baik dalam ekspresi simbolik, praktik keagamaan, maupun orientasi sosial-politik.
Islam tidak lagi dipahami sebagai ajaran normatif yang bersifat universal, melainkan direduksi menjadi paket budaya yang dianggap baku dan harus ditransplantasikan secara literal ke dalam konteks lokal. Gus Dur mengkritik kecenderungan ini karena berpotensi mengabaikan keragaman historis dan kultural umat Islam di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, yang memiliki pengalaman sosial dan tradisi yang berbeda dari masyarakat Arab.
Baginya, reduksi semacam itu bukan hanya menyempitkan makna Islam, tetapi juga menciptakan jarak kultural antara agama dan realitas sosial umatnya. Dalam analisis yang lebih mendalam, pribumisasi Islam yang ditawarkan Gus Dur dapat dipahami sebagai proyek epistemologis sekaligus kultural yang bertujuan mendamaikan teks normatif Islam dengan konteks lokal tanpa kehilangan esensi ajarannya.
Gus Dur menolak dikotomi antara “Islam murni” dan “Islam lokal,” karena keduanya pada dasarnya saling berkelindan, yaitu Islam dan tradisi sosial jalin-menjalin, berkaitan erat dan saling melengkapi, atau bertautan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.
Dengan tegas, Gus Dur membedakan antara wilayah normatif (akidah dan ibadah mahdhah) yang bersifat tet ap, dan wilayah kultural (muamalah dan ekspresi sosial) yang terbuka terhadap adaptasi kontekstual. Oleh karena itu, Islam tidak hadir sebagai kekuatan yang menghapus tradisi lokal, melainkan sebagai etos yang menyeleksi, memaknai ulang, dan mentransformasikan budaya agar selaras dengan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan.
Dalam salah satu tulisannya, --Wahid, Abdurrahman (2001), Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan, Gus Dur menyatakan bahwa pribumisasi Islam bukanlah upaya mengubah Islam, melainkan menghindarkan Islam dari benturan yang tidak perlu dengan budaya lokal (Wahid, 2001: 111).
Pandangan ini menegaskan bahwa dialektika antara Islam dan budaya bukanlah relasi subordinatif, melainkan relasi dialogis yang saling memperkaya. Bahkan Islam sebagai ajaran universal harus mampu diterjemahkan ke dalam konteks kehidupan masyarakat setempat tanpa kehilangan esensinya.
Dalam kerangka ini, Islam hadir sebagai kekuatan etis yang membumi, bahkan inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Paradigma etis ini juga merupakan bentuk resistensi epistemik terhadap dominasi wacana keislaman global yang cenderung homogen dan berpusat pada otoritas tertentu, dengan menegaskan bahwa otoritas penafsiran tidak tunggal, melainkan terbuka, kontekstual, dan lahir dari pengalaman historis umat Islam di berbagai ruang dan waktu.
Pribumisasi merupakan strategi kultural untuk memastikan bahwa Islam hadir secara membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pribumisasi Islam tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
Tetapi juga sebagai bentuk resistensi intelektual terhadap dominasi simbolik, juga adalah pendekatan yang merangkul keberagaman dengan mengikutsertakan semua orang tanpa terkecuali, memastikan setiap individu merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan setara, terlepas dari latar belakang, kemampuan (disabilitas), atau status sosialnya --tanpa diskriminasi-- termasuk sikap toleran serta selaras dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan kebangsaan Indonesia.
Dalam perspektif Gus Dur, Islam sebagai agama wahyu memang mengandung dimensi normatif yang bersifat tetap (al-tsawabit), terutama terkait prinsip-prinsip akidah, ibadah, dan nilai-nilai universal seperti keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan. Namun, pada saat yang sama, Gus Dur menegaskan bahwa ekspresi sosial-keagamaan Islam selalu berinteraksi dengan realitas budaya yang bersifat dinamis (al-mutaghayyirat).
Relasi antara Islam dan budaya tidak dapat dipahami secara subordinatif --di mana salah satu menegasikan yang lain-- melainkan bersifat dialogis dan dialektis. Islam tidak hadir untuk menghapus budaya, melainkan untuk memberi arah etik dan makna transendental, sementara budaya menjadi medium artikulasi nilai-nilai Islam dalam konteks lokal.
Dalam kerangka ini, keduanya memiliki wilayah otonomi sekaligus ruang perjumpaan yang produktif, sehingga memungkinkan terjadinya proses saling menguatkan tanpa kehilangan identitas masing-masing. Gus Dur menyebut pendekatan ini sebagai “pribumisasi Islam,” yakni upaya kontekstualisasi ajaran Islam agar selaras dengan realitas sosial-budaya tanpa mereduksi prinsip dasarnya --Lihat Wahid (2001), Islamku, Islam Anda, Islam Kita.
Secara lebih spesifik, Gus Dur menolak formalisasi agama yang kaku karena berpotensi mengabaikan keragaman budaya lokal dan justru menjauhkan Islam dari masyarakatnya sendiri. Islam harus dipahami sebagai sumber nilai, bukan sekadar simbol formal yang dipaksakan secara seragam. Sehingga interaksi antara Islam dan budaya merupakan proses kreatif yang terus berlangsung, di mana nilai-nilai normatif Islam memberi orientasi moral, sementara budaya menyediakan ruang praksis bagi aktualisasi nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini sekaligus meneguhkan bahwa keberagamaan yang autentik tidak terletak pada penyeragaman bentuk, melainkan pada kemampuan menghadirkan substansi ajaran Islam dalam keragaman konteks sosial. Pada basis epistemologis, konsep pribumisasi Islam --Abdurrahman Wahid-- berakar kuat pada tradisi metodologis dalam ushul fiqh dan kaidah fiqhiyyah, yang memungkinkan fleksibilitas hukum Islam dalam merespons konteks sosial-budaya lokal.
Prinsip-prinsip seperti Al-'Adah al-Muhakkamah --adat kebiasaan dapat ditetapkan sebagai hukum, sebagai kaidah fikih yang menjadikan tradisi masyarakat sebagai dasar hukum selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam (syariat). Kaidah ini sering disebut sebagai Al-Adatu Muhakkamah atau Adat adalah Hukum, yaitu adat dapat menjadi pertimbangan hukum.
Juga pada Dar’u al-mafasid muqaddam ‘ala jalb al-mashalih sebagai kaidah fikih yang berarti "menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan". Prinsip ini menegaskan bahwa dalam situasi di mana kebaikan (manfaat) dan keburukan (bahaya) saling berhadapan, pilihan mencegah dampak negatif “wajib” didahulukan daripada mengejar keuntungan atau manfaat --menghindari kerusakan didahulukan daripada menarik kemaslahatan.
Disamping itu pada orientasi Maqasid Asy-Syariah sebagai tujuan-tujuan ditetapkannya hukum Islam demi mewujudkan kemaslahatan, kebaikan, dan mencegah kerusakan (mafsadah) di dunia dan akhirat. Konsep ini berfokus pada perlindungan lima unsur pokok (al-daruriyyat al-khamsah, yakni agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Kesemua prinsip tersebut menjadi landasan epistemik yang menegaskan bahwa hukum Islam tidak bersifat kaku dan ahistoris, melainkan terbuka terhadap proses dialektika dengan realitas lokal. Dengan demikian, pribumisasi Islam bukanlah bentuk sinkretisme yang mencampuradukkan akidah, melainkan strategi “ijtihad” kontekstual yang sah secara metodologis, karena tetap beroperasi dalam koridor prinsip-prinsip dasar syariat sambil mengakomodasi keragaman budaya sebagai medium artikulasi nilai-nilai Islam yang hidup dan membumi.
Gus Dur kerap menekankan pentingnya mempertimbangkan maslahah (kemaslahatan) dan ‘urf (adat) dalam merumuskan praktik keagamaan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memiliki perangkat internal untuk beradaptasi dengan realitas sosial tanpa kehilangan prinsip dasarnya. Dalam hal ini, Gus Dur memandang bahwa hukum Islam tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan kontekstual, sehingga interpretasi terhadap teks keagamaan harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.
Islam tidak menjadi beku dan rigid, tetapi tetap relevan dalam berbagai situasi dan kondisi zamannya. Pada konsep lain, Pribumisasi Islam juga menjadi dasar bagi konsep Islam Nusantara, yaitu Islam yang berkembang dalam konteks budaya Indonesia. Dalam hal ini, Islam tidak hanya dipahami sebagai sistem normatif, tetapi juga sebagai praktik kultural yang hidup dalam masyarakat. Tradisi seperti tahlilan, slametan, dan ziarah kubur menjadi bagian dari ekspresi Islam yang telah berbasis budaya lokal.
Melalui pendekatan pribumisasi Islam, Gus Dur secara tegas meneguhkan visi Islam sebagai agama yang ramah, inklusif, dan toleran, yang hadir bukan untuk menyeragamkan praktik keagamaan, melainkan untuk berdialog dengan realitas sosial-budaya yang beragam.
Gus Dur memandang keberagaman sebagai sunnatullah yang harus diterima dan dihormati, sehingga Islam dapat berfungsi sebagai kekuatan etis yang membebaskan dan memanusiakan, bukan mengekang. bahkan, pribumisasi Islam menjadi “strategi” kultural untuk menjaga substansi ajaran tetap otentik sekaligus kontekstual dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Dalam konteks pluralisme, pribumisasi Islam memiliki implikasi penting. Dengan mengakui keberagaman budaya, Islam dapat lebih mudah berdialog dengan agama lain. Hal ini sejalan dengan pandangan Gus Dur tentang pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan dalam masyarakat multikultural. Berkaitan dengan gagasan demokrasi, Gus Dur menekankan nilai-nilai dasar Islam seperti keadilan, persamaan, dan musyawarah (syura) sebagai dan menjadi basis kehidupan sosial-politik di Indonesia.
Dalam praktik politik, pribumisasi Islam tercermin dalam penerimaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara. Gus Dur melihat Pancasila sebagai hasil kompromi nasional yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, --tidak ada pertentangan antara Islam dan negara bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih jauh, pribumisasi Islam juga berfungsi sebagai kritik terhadap ideologi Islamisme yang cenderung formalis dan legalistik. Gus Dur konsisten menolak upaya menjadikan Islam sebagai ideologi negara secara formal. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Islam diwujudkan dalam kehidupan sosial secara substantif.
Namun demikian, terdapat kritik terhadap gagasan pribumisasi Islam -- yang dianggap membuka ruang relativisme, sebenarnya berangkat dari kekhawatiran yang kurang tepat sasaran. Abdurrahman Wahid membedakan antara wilayah normatif --akidah dan prinsip-prinsip dasar syariat-- dengan wilayah kultural , yaitu ekspresi sosial-keagamaan yang bersifat historis dan kontekstual.
Pribumisasi Islam tidak pernah dimaksudkan untuk merelatifkan kebenaran ajaran, melainkan justru untuk menjaga agar nilai-nilai universal Islam tetap hidup dan membumi dalam realitas masyarakat yang beragam. Tuduhan relativisme menjadi tidak berdasar, selama kerangka epistemologis yang digunakan tetap berpijak pada prinsip-prinsip ushul fiqh dan kaidah fiqhiyyah yang mapan, sehingga Islam justru tampil lebih adaptif tanpa kehilangan otentisitasnya.
Selain itu, gagasan pribumisasi Islam memang tidak lepas dari resistensi kelompok puritan yang mengusung agenda pemurnian ajaran dengan menolak unsur-unsur budaya lokal yang dianggap sebagai bid‘ah atau deviasi. Namun, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara tegas tidak memposisikan diri dalam kerangka oposisi biner antara “Islam murni” dan “Islam lokal”, melainkan menawarkan jalan tengah yang epistemologis dan dialogis.
Baginya, Islam sebagai ajaran normatif harus dibedakan dari ekspresi historisnya yang selalu berinteraksi dengan konteks sosial-budaya. Oleh karena itu, alih-alih menegasikan budaya, Gus Dur justru melihatnya sebagai medium artikulasi nilai-nilai Islam yang kontekstual dan membumi. Dalam menghadapi kritik puritanisme, juga tidak mengedepankan konfrontasi, tetapi mengajak pada perluasan horizon pemahaman --bahwa kemurnian Islam tidak terletak pada penolakan terhadap lokalitas, melainkan pada kemampuan ajaran tersebut untuk mewujudkan nilai-nilai universal seperti keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan dalam realitas konkret masyarakat.
Lebih jauh, gagasan ini juga relevan dalam pembangunan masyarakat sipil (civil society). Dengan menghargai keberagaman budaya, masyarakat dapat membangun solidaritas sosial yang lebih inklusif dan harmonis. Sehingga pribumisasi Islam berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Dalam masyarakat yang plural, pendekatan yang inklusif dan kontekstual sangat penting untuk mencegah konflik dan menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Secara teoretis, pribumisasi Islam dapat dipahami sebagai bentuk contextual theology atau teologi kontekstual. Islam tidak dipahami secara abstrak, tetapi sebagai ajaran yang hidup dalam konteks sosial tertentu. Hal ini menjadikan Islam lebih relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Gagasan pribumisasi Islam --Abdurrahman Wahid, bukan sekadar proyek kultural, melainkan sebuah visi epistemologis dan praksis sosial yang berupaya mendamaikan dua kutub penting dalam kehidupan beragama, yaitu universalitas ajaran Islam dan partikularitas realitas budaya lokal. Islam tidak diposisikan sebagai entitas kaku dan ahistoris, tetapi sebagai tradisi hidup yang senantiasa berdialog dengan konteks ruang dan waktu.
Dalam konteks Indonesia yang plural, pribumisasi Islam menjadi basis penting bagi terciptanya harmoni sosial dan kohesi kebangsaan. Ia mendorong umat Islam untuk tidak hanya menjadi penganut ajaran, tetapi juga pelaku kebudayaan yang menghargai tradisi, merawat keberagaman, dan membangun peradaban inklusif. Gagasan ini juga memiliki signifikansi global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan identitas dan gejala eksklusivisme keagamaan di berbagai belahan dunia.
Dengan demikian, pribumisasi Islam dapat dipahami sebagai ikhtiar strategis untuk menghadirkan wajah Islam yang ramah, dialogis, dan kontekstual --sebuah Islam yang tidak hanya “benar” secara teologis, tetapi juga “baik” secara sosial.
Pada titik inilah, Islam menemukan makna terdalamnya sebagai rahmatan lil ‘alamin: menjadi sumber kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia, lintas batas budaya, bangsa, dan agama. Dengan demikian, pribumisasi Islam dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Intel, SpaceX, dan Tesla Bangun Pabrik Cip AI Terafab Senilai Rp425 Triliun
Intel, SpaceX, dan Tesla berkolaborasi membangun pabrik cip AI Terafab senilai Rp425 triliun di Texas, AS, untuk meningkatkan produksi semikonduktor domestik. [476] url asal
#intel #spacex #tesla #pabrik-cip #ai-terafab #investasi-rp425-triliun #texas-amerika-serikat #produksi-semikonduktor #daya-komputasi #elon-musk #saham-intel #teknologi-semikonduktor #mobil-otonom-tesl
(Bisnis.Com - Teknologi) 08/04/26 22:39
v/185741/
Bisnis.com, JAKARTA — Intel Corporation menjalin kemitraan dengan perusahaan milik Elon Musk, yakni SpaceX, xAI, dan Tesla untuk mengembangkan fasilitas produksi chip kecerdasan artifisial (AI) di Texas, Amerika Serikat.
Proyek ambisius yang dinamakan Terafab ini menelan nilai investasi sebesar US$25 miliar atau setara Rp425 triliun. Fokus utama kerja sama ini adalah membangun perangkat keras khusus yang diperlukan untuk memproduksi semikonduktor secara massal secara domestik.
Dalam kesepakatan tersebut, Intel berperan dalam merancang, memfabrikasi, hingga melakukan pengemasan chip berperforma ultra-tinggi. Kontribusi ini dinilai krusial untuk mengejar target kapasitas produksi daya komputasi yang sangat besar bagi ekosistem AI milik Musk.
Manajemen Intel mengonfirmasi bahwa fasilitas ini ditargetkan mampu menghasilkan daya komputasi hingga 1 terawatt (TW) per tahun setelah beroperasi penuh. Angka ini sama dengan ambisi jangka panjang Musk untuk mendukung infrastruktur pusat data dan robotika masa depan.
Kemitraan ini memberikan sentimen positif bagi emiten semikonduktor asal AS tersebut. Saham Intel terpantau menguat sekitar 3% ke level US$52,28 pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026) setelah rincian kerja sama ini terungkap ke publik.
CEO Intel Lip-Bu Tan menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak dalam industri manufaktur semikonduktor saat ini. Inovasi pada level fabrikasi sangat menentukan efisiensi teknologi di masa depan, tambahnya.
“Terafab merepresentasikan perubahan langkah dalam bagaimana logika silikon, memori, dan pengemasan akan dibangun di masa depan,” tulis Tan dalam unggahan resminya di platform X dilansir dari CNET, Rabu (8/4/2026).
Teknologi semikonduktor yang dihasilkan Terafab nantinya akan menjadi jantung dari berbagai lini produk Elon Musk. Hal ini mencakup pengembangan mobil otonom Tesla, robot humanoid, hingga infrastruktur pusat data AI berskala besar.
Kehadiran Terafab di Texas juga dipandang sebagai upaya strategis untuk mengurangi dominasi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Hingga saat ini, TSMC masih menguasai 90% pangsa pasar produksi chip canggih secara global.
Bagi Intel, bergabungnya mereka sebagai mitra utama Terafab menjadi angin segar di tengah tantangan pembangunan fasilitas fabrikasi mandiri mereka. Intel dilaporkan mengalami kendala operasional pada proyek dua pabrik di Ohio One Campus.
Meskipun menerima subsidi pemerintah yang signifikan, pembangunan di Ohio mengalami penundaan jadwal. Fabrikasi pertama yang semula ditargetkan mulai beroperasi pada 2025 kini diperkirakan baru rampung pada 2030 dan mulai beroperasi pada 2031.
Sejauh ini, total belanja modal yang telah dikeluarkan Intel untuk fasilitas di Ohio telah mencapai Rp88,9 triliun. Selain di Ohio, Intel juga tengah berupaya membangun dua pabrik di Arizona untuk bersaing dengan 70 produsen semikonduktor lainnya di wilayah tersebut.
Kemitraan dengan Musk dipandang sebagai strategi Intel untuk mengamankan pelanggan utama bagi unit bisnis foundry mereka. Intel berusaha merebut kembali posisi pemimpin pasar setelah tertinggal dari rival seperti Nvidia dan AMD yang mengadopsi model bisnis fabless.
Kendati demikian, sejumlah analis pasar modal mengingatkan adanya risiko terkait realisasi target waktu proyek ini. Rekam jejak Elon Musk dalam mengumumkan proyek ambisius sering kali menghadapi tantangan pada tahap implementasi yang memerlukan waktu lebih lama dari jadwal semula.
5 Perwira Tinggi Ini Berpeluang Menjadi Kabais TNI
Letjen TNI Yudi Abrimantyo resmi mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada Rabu, 25 Maret 2026. Mundurnya Letjen TNI Yudi... | Halaman Lengkap [830] url asal
#kabais-tni #bais-tni #perwira-tinggi-tni #intelijen #mabes-tni
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/03/26 20:08
v/175423/
JAKARTA - Letjen TNI Yudi Abrimantyo resmi mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada Rabu, 25 Maret 2026. Mundurnya Letjen TNI Yudi Abrimantyo membuat jabatan Kabais TNI kosong.Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, mundurnya Letjen TNI Yudi Abrimantyo merupakan bentuk tanggung jawab atas keterlibatan oknum BAIS dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Aulia dikutip, Sabtu (28/3/2026).
Posisi strategis tersebut harus segera diisi oleh orang-orang yang kompeten mengingat Kabais adalah jabatan penting. Sebab Kabais TNI merupakan perwira tinggi di TNI yang bertugas memberikan data dan analisa intelijen.
Saat ini, ada dua orang yang bertugas di ruang lingkup intelijen. Keduanya yakni, Kabais TNI dan Asisten Intelijen Panglima TNI. Berikut ini lima nama perwira tinggi (Pati) TNI yang berpeluang menjadi Kabais TNI yakni:
Lihat video: Kasus Aktivis Memanas, Kepala BAIS Lepas Jabatan
1. Mayjen TNI Rio Firdianto
Mayjen Rio Firdianto saat ini menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI. Sebelumnya, Jenderal kelahiran Jakarta, 3 Juni 1972 ini menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan sejak 18 Oktober 2024.
Abituren Akademi Militer (Akmil) 1993 dari satuan Artireli Medan (Armed) ini banyak menduduki jabatan mentereng di TNI. Antara lain, Asintel Danpaspampres pada 2014-2015, Komandan Paspampres Grup D pada 2015-2018.
Asintel Kaskogabwilhan II pada 2019-2020, kemudian Dansat Intel Bais TNI, Waasintel Kasad Bidang Inteltek dan Hublu. Pa Sahli Tingkat III Bidang Wassus dan LH Panglima TNI 2024.
2. Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto
Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bosco Haryo Yunanto saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Wakabais) TNI. Per Maret 2026, Haryo disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Bais (Kabais) TNI menggantikan Letjen TNI Yudi Abrimantyo.
Lahir pada 16 Juni 1972, Mayjen TNI Bosco merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) 1994 dari kecabangan Infanteri. Mayjen TNI Bosco merupakan Pati TNI yang memiliki karier cemerlang. Berbagai posisi strategis di lingkungan TNI pernah didudukinya terutama di bidang intelijen dan teritorial.
Dia pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Intelijen (Dansatintel) Bais TNI saat berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) pada Oktober 2023 hingga akhirnya diangkat menjadi Wakil Kepala Bais TNI sampai saat ini.
3. Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha
Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki pengalaman di bidang intelijen. Lulusan Akademi Militer (Akmil)1997 dari kecabangan Infanteri Raider ini pernah mengemban tugas sebagai Asisten intelijen Panglima TNI 2024 – 2025.
Saat ini Mayjen TNI Rudy menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mayjen TNI Rudy juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman pada Januari 2025 – Desember 2025).
Selama menjabat sebagai Pangdam Mulawarman, Mayjen TNI Rudy aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, serta mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
4. Marsda TNI Benedictus Benny Koessetianto
Marsekal Muda (Marsda) TNI Benedictus Benny Koessetianto saat ini menjabat Sekretaris Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Abituren Akademi Angkatan Udara (AAU) 1990 dari Korps Penerbang ini pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Laiklambangjaau (Kapuslaiklambangjaau) yang bertanggung jawab terhadap kelaikan dan keselamatan kerja di TNI AU.
Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur 29 November 1968 ini memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum, Manajemen Penerbangan (MavMgt.) dan Hubungan Internasional (MAIR). Sebelum menjabat sebagai Kapuslaiklambangjaau, Marsda TNI Benedictus pernah menduduki posisi Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Waka Bais) TNI.
5. Letnan Jenderal TNI Sonny Aprianto
Letnan Jenderal (Letjen) TNI Sonny Aprianto saat ini menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak November 2023. Jenderal TNI kelahiran Jakarta 9 April 1969 ini pernah menjabat Asisten Intelijen Panglima TNI pada 2023.
Termasuk Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana pada 2022–2023. Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN periode 2021–2022, Komandan Pusat Intelijen TNI AD (Danpusintelad) pada 2018–2021.
Tidak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Danrem 031/Wirabima (2018), Asintel Pangdam Jaya pada 2013, Danbrigif 1 PIK/Jaya Sakti pada 2011–2013. Pangdam IX/Udayana, Asintel Panglima TNI pada 2023, Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) KSAD.
Perlu diketahui, BAIS TNI adalah organisasi yang khusus menangani intelijen kemiliteran dan berada langsung di bawah komando Panglima TNI. Lembaga ini berfungsi sebagai mata dan telinga Panglima TNI dalam menyuplai analisis intelijen untuk mendukung pengambilan keputusan strategis serta operasi militer.
BAIS TNI memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara. Seperti, menyelenggarakan kegiatan intelijen jangka panjang untuk kepentingan pertahanan negara, termasuk analisis potensi ancaman dari dalam maupun luar negeri.
Memberikan data intelijen yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan operasi militer, baik operasi perang maupun selain perang. Melakukan pengamanan terhadap personel, materiil, dan instalasi militer agar terhindar dari infiltrasi atau sabotase pihak asing.
Selain itu, juga menjadi pusat koordinasi bagi badan intelijen di tiga matra yakni, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) untuk memastikan keselarasan informasi di seluruh jajaran TNI. BAIS TNI juga dapat menjalin hubungan dengan atase pertahanan dan lembaga intelijen militer negara lain dalam rangka pertukaran informasi keamanan global.
Prabowo: Ada Pengamat yang Tak Suka Pemerintahnya Sendiri Berhasil
Presiden Prabowo Subianto menilai sebagian pengamat memiliki sikap yang tidak mendukung keberhasilan pemerintah. [378] url asal
#prabowo-subianto #pengamat #ekonomi #sidang-kabinet-paripurna #republik-indonesia #intel #pemerintah #jakarta-pusat #istana-negara #pemilihan-umum #politik #korupsi #prabowo #maling-maling #presiden
(CNN Indonesia - Ekonomi) 13/03/26 19:37
v/164542/
Presiden Prabowo Subianto menilai sebagian pengamat memiliki sikap yang tidak mendukung keberhasilan pemerintah.
Ia menyebut ada pihak-pihak yang menurutnya justru tidak menyukai ketika pemerintah mampu menjalankan program dengan baik.
Prabowo mengatakan kritik dan perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal yang wajar.
Namun, ia menilai ada pengamat yang menyampaikan pandangan dengan motivasi tertentu yang justru menimbulkan kecemasan di masyarakat.
"Ya, ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya. Ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi, tapi menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).
Ia menilai sebagian kritik muncul karena faktor persaingan politik atau kepentingan tertentu yang merasa dirugikan ketika pemerintah melakukan penertiban, termasuk terhadap praktik korupsi.
"Mungkin karena (mereka) merasa kalah tidak punya kekuasaan atau ada pihak yang hilang rezeki, ya terutama maling-maling, koruptor-koruptor. Mereka merasa rugi dong dengan pemerintah kita yang mau tertibkan," ujarnya.
Prabowo juga menyebut pemerintah memiliki berbagai laporan dan data yang menjadi dasar dalam mengambil langkah kebijakan.
"Saya juga punya data-data intelligence. Kalau dulu saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi tiap hari saya dapat laporan intel. Jadi saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai," kata dia.
Kendati demikian, Prabowo menegaskan pemerintah saat ini tetap mengedepankan pendekatan yang meyakinkan publik dengan berbasis bukti.
Menurut Sang Kepala Negara, masyarakat pada akhirnya dapat menilai sendiri langkah pemerintah apabila disampaikan secara transparan dan didukung data.
Ia juga mengingatkan perbedaan pendapat dan persaingan politik merupakan bagian dari demokrasi, terutama dalam pemilihan umum yang berlangsung secara periodik. Namun setelah proses politik selesai, ia menilai seluruh pihak seharusnya kembali bersatu untuk menjaga stabilitas negara.
Prabowo mengibaratkan Indonesia sebagai kapal besar yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.
"Ini kan satu kapal. Kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng. Harusnya negara ini kalau sudah selesai pertandingan-pertandingan itu kita bersatu kompak menyelamatkan kapal besar kita, kapal yang namanya Republik Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi tantangan global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi kondisi negara.
Menurut Prabowo, Indonesia telah beberapa kali melewati krisis besar di masa lalu, sehingga ia meyakini negara memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan yang ada.
"Saya yakin kita akan tambah kuat menurut pendapat saya," ujar dia.
TUF Gaming F16 Core Ultra 9 dan RTX 5070, Laptop Programmer 2026
TUF Gaming F16 dengan Core Ultra 9 dan RTX 5070 adalah laptop ideal untuk programmer 2026, menawarkan performa tinggi, grafis AI, dan durabilitas militer. [658] url asal
#tuf-gaming-f16 #laptop-programmer #core-ultra-9 #rtx-5070 #laptop-gaming #prosesor-intel #gpu-nvidia #kompilasi-kode #pengembangan-software #machine-learning #ram-ddr5 #penyimpanan-ssd #layar-2-5k #du
(Bisnis.Com - Teknologi) 09/03/26 14:22
v/159142/
Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini, kebutuhan pemrograman sudah mencakup menjalankan emulator, kompilasi kode besar, mesin virtual, hingga melatih model Artificial Intelligence yang menuntut performa setara PC desktop. Oleh sebab itu, memilih Laptop Programmer harus mampu memenuhi tuntutan ini menjadi penting untuk dipertimbangkan dengan cermat.
Salah satu pilihan yang menarik untuk kebutuhan pengembangan software dan pemrograman adalah TUF Gaming F16 varian tertinggi dengan prosesor Intel® Core™ Ultra 9 275HX dan GPU RTX 5070. Laptop ini bukan hanya laptop gaming biasa, melainkan juga mesin kerja yang mumpuni untuk berbagai tugas coding berat, berkat kombinasi spesifikasi teknisnya yang komprehensif dan daya tahan yang andal.
1. Kinerja Prosesor Untuk Mendukung Kebutuhan Programming
Salah satu alasan mengapa TUF Gaming F16 sangat tepat digunakan programmer adalah prosesor Intel® Core™ Ultra 9 275HX yang tertanam di dalamnya. Prosesor ini didesain untuk menangani beban kerja komputasi tinggi secara simultan tanpa gangguan. Proses multi-core yang kuat memungkinkan pengolahan kode dan aplikasi dalam waktu lebih singkat.
Tentu, karena performa multitasking yang mumpuni, laptop ini bisa mempercepat proses kompilasi kode aplikasi besar, menjalankan container Docker, server lokal, dan Android Studio secara bersamaan tanpa menimbulkan lag. Hal ini sangat penting untuk programmer yang sering berhadapan dengan proyek kompleks dan membutuhkan efisiensi waktu.
2. Performa Grafis dan AI Hingga 798 TOPS untuk Machine Learning
Meski disebut gaming, GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 5070 yang dipasangkan pada TUF Gaming F16 membawa keunggulan lain untuk pengembangan aplikasi berbasis grafis dan AI. Sebab, GPU ini juga dibutuhkan developer game dengan Unity atau Unreal Engine serta tugas grafis 3D lainnya.
Keunggulan lain terdapat pada performa AI yang dapat mencapai 798 TOPS (tera operasi per detik). GPU Blackwell generasi terbaru ini mendukung fitur DLSS 4 yang mempercepat pelatihan model AI secara lokal.
3. Kapasitas RAM dan Penyimpanan yang Mudah Di-Upgrade
Bagian memori juga tidak kalah penting untuk programmer. TUF Gaming F16 sudah dilengkapi RAM DDR5-5600 hingga 32GB, jumlah yang cukup untuk memuat IDE berat seperti IntelliJ IDEA atau Visual Studio tanpa hambatan. Tidak hanya itu, desain laptop ini memberi fleksibilitas bagi penggunanya dengan dua slot RAM dan dua slot SSD M.2 PCIe® 4.0, sehingga peningkatan kapasitas bisa dilakukan di masa depan.
Untuk penyimpanan, versi tertinggi menawarkan 1TB SSD yang sangat lega. Ruang ini memadai untuk menyimpan proyek besar, dataset untuk AI, dan file game berat sekalipun. Fleksibilitas ini memberikan kemudahan bagi programmer yang biasanya membutuhkan ruang penyimpanan besar dan akses cepat.
4. Layar 2.5K yang Luas dan Nyaman untuk Membaca Kode
Layar juga menjadi faktor kunci dalam memilih laptop untuk pemrograman. TUF Gaming F16 hadir dengan layar 16 inci beresolusi 2.5K (2560x1600) yang memberikan kualitas visual tajam. Lebih dari itu, rasio aspek 16:10 memberi ruang vertikal ekstra, memungkinkan kehadiran lebih banyak baris kode dalam satu tampilan, sehingga memudahkan proses coding dan debugging.
Layar ini memiliki refresh rate sampai 165Hz/300Hz dengan waktu respons sebesar 3ms. Selain itu, layar ini juga sudah memiliki dukungan NVIDIA® G-SYNC. Fitur ini memastikan scroll kode tetap mulus dan minim blur, mengurangi mata yang lelah saat bekerja lama di depan layar.
5. Durabilitas Kelas Militer
TUF Gaming F16 bukan hanya kencang, tapi juga tahan banting. Laptop ini memperoleh sertifikasi militer AS MIL-STD-810H yang menjamin ketahanan terhadap guncangan, debu, dan kondisi ekstrim. Body-nya yang kokoh dengan warna Jaeger Gray juga memberikan kesan profesional dan tidak mudah rusak ketika dibawa berpindah tempat.
TUF Gaming F16 dengan prosesor Intel® Core™ Ultra 9 275HX dan GPU RTX 5070 membuktikan bahwa laptop gaming juga bisa menjadi Laptop Programmer yang solid. Tentu, hal ini karena TUF Gaming F16 menawarkan performa tinggi, kapasitas upgrade yang fleksibel, layar yang mumpuni, serta durabilitas yang tangguh. Oleh karena itu, laptop ini siap menjadi workhorse handal bagi pembuat kode masa depan.
Bila Anda mencari laptop yang bisa menjalankan kompilasi cepat, AI lokal, serta pemrograman game tanpa kompromi, perangkat ini layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang. Mulailah cek spesifikasi dan bandingkan kebutuhan Anda di laman resmi ASUS sekarang juga. Tentu, ini agar menemukan perangkat kerja yang paling sesuai.
CIA Tinjau Ulang Uji Coba Alat Sindrom Havana yang Mematikan di Norwegia
Para pejabat AS menyelidiki eksperimen yang sebelumnya tidak dilaporkan di Norwegia di mana seorang ilmuwan pemerintah menguji perangkat gelombang mikro dan mengembangkan... | Halaman Lengkap [967] url asal
#amerika-serikat #intelijen #norwegia #cia #sindrom-havana
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/02/26 18:02
v/137542/
OSLO - Para pejabat AS menyelidiki eksperimen yang sebelumnya tidak dilaporkan di Norwegia di mana seorang ilmuwan pemerintah menguji perangkat gelombang mikro dan mengembangkan gejala neurologis yang mirip dengan apa yang disebut sindrom Havana. Washington Post melaporkan pada hari Sabtu mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.Norwegia memberi tahu CIA tentang insiden tersebut, yang memicu setidaknya dua kunjungan oleh pejabat Pentagon dan Gedung Putih, kata laporan itu. Orang-orang yang mengetahui pengujian tersebut mengatakan hasilnya tidak membuktikan bahwa diplomat dan mata-mata AS menjadi sasaran musuh asing, meskipun menunjukkan bahwa perangkat energi berdenyut dapat memengaruhi biologi manusia.
Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut.
Melansir CNN, CIA dan Pentagon menghabiskan lebih dari setahun untuk menguji sebuah alat yang dibeli dalam operasi rahasia yang menurut beberapa penyelidik dapat menjadi penyebab serangkaian penyakit misterius yang memengaruhi mata-mata, diplomat, dan pasukan AS yang secara umum dikenal sebagai Sindrom Havana, menurut empat sumber yang diberi informasi tentang masalah ini.
Sebuah divisi dari Departemen Keamanan Dalam Negeri, Investigasi Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security Investigations/HSI), membeli alat tersebut seharga jutaan dolar pada hari-hari terakhir pemerintahan Biden, menggunakan dana yang disediakan oleh Departemen Pertahanan, menurut dua sumber tersebut. Para pejabat membayar "delapan digit" untuk alat tersebut, kata orang-orang ini, menolak untuk memberikan angka yang lebih spesifik.
Alat tersebut masih dipelajari dan ada perdebatan yang sedang berlangsung — dan di beberapa kalangan pemerintah, skeptisisme — mengenai hubungannya dengan sekitar puluhan insiden kesehatan anomali yang secara resmi masih belum dapat dijelaskan.
CNN telah meminta komentar dari Pentagon, HSI, dan DHS. CIA menolak untuk berkomentar.
Perangkat yang diperoleh HSI menghasilkan gelombang radio berdenyut, kata salah satu sumber, yang selama bertahun-tahun telah dispekulasikan oleh beberapa pejabat dan akademisi sebagai penyebab insiden tersebut. Meskipun perangkat tersebut tidak sepenuhnya berasal dari Rusia, perangkat itu mengandung komponen Rusia, tambah orang tersebut.
Para pejabat telah lama berjuang untuk memahami bagaimana perangkat yang cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan seperti yang dilaporkan beberapa korban dapat dibuat portabel; itu tetap menjadi pertanyaan inti, menurut salah satu sumber yang diberi informasi tentang perangkat tersebut. Perangkat itu bisa muat di dalam ransel, kata orang tersebut.
Pengadaan perangkat tersebut telah menghidupkan kembali perdebatan yang menyakitkan dan kontroversial di dalam pemerintahan AS tentang Sindrom Havana, yang secara resmi dikenal sebagai "episode kesehatan anomali."
Penyakit misterius ini pertama kali muncul pada akhir tahun 2016, ketika sekelompok diplomat AS yang ditempatkan di ibu kota Kuba, Havana, mulai melaporkan gejala yang konsisten dengan trauma kepala, termasuk vertigo dan sakit kepala yang hebat. Pada tahun-tahun berikutnya, telah ada kasus yang dilaporkan di seluruh dunia.
Dalam dekade berikutnya, komunitas intelijen dan Departemen Pertahanan telah berupaya memahami apakah para pejabat tersebut menjadi korban serangan energi terarah oleh pemerintah asing — dengan para pejabat intelijen senior secara terbuka menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk mendukung kesimpulan tersebut, dan para korban berpendapat bahwa pemerintah AS telah memanipulasi mereka dan mengabaikan bukti penting bahwa Rusia menyerang pejabat pemerintah Amerika.
Namun demikian, para pejabat pertahanan menganggap temuan mereka cukup serius sehingga mereka memberikan pengarahan kepada Komite Intelijen DPR dan Senat akhir tahun lalu, termasuk referensi tentang perangkat yang diperoleh dan pengujiannya.
Salah satu kekhawatiran utama sekarang bagi beberapa pejabat adalah jika teknologi tersebut terbukti layak, teknologi tersebut mungkin telah menyebar, kata beberapa sumber, yang berarti bahwa lebih dari satu negara sekarang dapat memiliki akses ke perangkat yang mungkin mampu menyebabkan cedera yang mengakhiri karier pejabat AS.
CNN tidak dapat mengetahui di mana — atau dari siapa — HSI membeli perangkat tersebut, tetapi HSI memiliki sejarah kolaborasi dengan Departemen Pertahanan untuk operasi yang berlangsung di seluruh dunia. Kantor tersebut memiliki yurisdiksi luas untuk menyelidiki kejahatan yang terkait dengan pelanggaran bea cukai, termasuk penyelidikan terhadap penyebaran teknologi atau keahlian yang dikendalikan AS di luar negeri.
Investigasi tersebut merupakan "titik kolaborasi terbesar antara HSI dan militer AS," menurut seorang mantan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Sebagai contoh, ketika militer AS menemukan teknologi AS di Afghanistan atau Irak yang menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana komponen-komponen tersebut sampai ke wilayah tersebut, mereka akan menghubungi HSI, menurut pejabat tersebut.
Juga tidak jelas bagaimana pemerintah AS mengetahui keberadaan perangkat tersebut untuk membelinya. Sindrom Havana — dan penyebabnya — tetap menjadi misteri yang membingungkan bagi komunitas intelijen dan komunitas medis.
Salah satu masalah yang dihadapi komunitas medis adalah masih belum ada definisi yang jelas tentang “insiden kesehatan anomali” atau AHI. Tes dilakukan, dalam beberapa kasus, lama setelah gejala dimulai, sehingga lebih sulit untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi secara fisik.
Pada tahun 2022, sebuah panel intelijen yang menyelidiki penyebab AHI mengatakan bahwa beberapa episode tersebut “mungkin” disebabkan oleh “energi elektromagnetik berdenyut” yang dipancarkan oleh sumber eksternal.
Namun pada tahun 2023, komunitas intelijen secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak dapat menghubungkan kasus apa pun dengan musuh asing, dan menyatakan bahwa kecil kemungkinan penyakit yang tidak dapat dijelaskan tersebut merupakan hasil dari kampanye yang ditargetkan oleh musuh AS. Bahkan hingga Januari 2025, penilaian komunitas intelijen yang lebih luas tetap menyatakan bahwa sangat kecil kemungkinan gejala tersebut disebabkan oleh aktor asing — meskipun seorang pejabat dari Kantor Direktur Intelijen Nasional menekankan bahwa analis tidak dapat “mengesampingkan” kemungkinan tersebut dalam sejumlah kecil kasus.
Sikap tersebut telah lama membuat marah para korban, banyak di antaranya sangat yakin bahwa ada intelijen yang menawarkan bukti hitam-putih bahwa Rusia berada di balik gejala yang mereka alami, beberapa di antaranya cukup parah hingga memaksa mereka pensiun.
Beberapa petugas CIA saat ini dan mantan petugas CIA telah menyatakan kekhawatiran bahwa badan tersebut telah meremehkan penyelidikannya, seperti yang dilaporkan CNN sebelumnya.
Pengadaan perangkat tersebut telah dianggap oleh beberapa korban sebagai potensi pembenaran.
“Jika [pemerintah AS] memang telah menemukan perangkat tersebut, maka CIA berhutang permintaan maaf yang besar dan publik kepada semua korban atas bagaimana kami telah diperlakukan sebagai orang buangan,” kata Marc Polymeropoulos, salah satu petugas CIA pertama yang mengungkapkan cedera yang ia klaim dideritanya dalam serangan di Moskow pada tahun 2017, dalam sebuah pernyataan kepada CNN.
Kasus Ijazah Jokowi, Kang Sobary Sebut Roy Suryo Cs Sedang Jalankan Peran Intelektual
Peneliti, budayawan, dan kolumnis Mohamad Sobary (Kang Sobary) menjadi ahli dari kubu Roy Suryo Cs dalam kasus ijazah Joko Widodo (Jokowi). Peneliti, budayawan,... | Halaman Lengkap [316] url asal
#jokowi #intelektual #roy-suryo #ijazah-jokowi #mohamad-sobary
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/02/26 13:27
v/134434/
JAKARTA - Peneliti, budayawan, dan kolumnis Mohamad Sobary (Kang Sobary) menjadi ahli dari kubu Roy Suryo Cs dalam kasus ijazah Joko Widodo ( Jokowi ). Sobary menyebut, apa yang dilakukan Roy Suryo Cs itu sejatinya menjalankan peran intelektual."Nah, yang dilakukan mereka bertiga tokoh ini sedang menjalankan apa yang namanya the role of the intellectuals. Peranan kaum intelektual, peranan mereka ya begitu itu, melakukan penelitian, untuk apa penelitian, untuk menyampaikan suatu pesan dunia imajiner, pesan dunia imajiner, tapi itu dunia ilmu," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
Menurut Sobary, kehadirannya di Polda Metro Jaya untuk menjelaskan dunia keilmuan dalam bidang kebudayaan, khususnya tentang metodologi penelitian. Mulai dari datangnya inspirasi meneliti, merumuskan proposal, hingga merumuskan instrumen penelitian.
"Ada dengan wawancara, ada dengan studi dokumen atau archive research, ada dengan studi media, bukan media berita pada umumnya, kalau media menuliskan investigative journalism atau inspect negative report, kalau report (studi media) semacam itu bisa menjadi bahan penelitian, itu spesifik," tuturnya.
Sobary menambahkan, ada metode yang diikuti dan ada instrumen yang mendukung metode itu begitu rupa sampai pada suatu pernyataan. "Jadi secara keilmuan saya akan pertanggungjawabkan yang dilakukan ini tidak ada sesuatu apa pun, sekecil apa pun yang menyimpang dari kaidah keilmuan. Kalau kaidah keilmuan ini sudah terjabar dengan baik, saya akan menjelaskan tiga tokoh ini dalam peran apa," tuturnya.
Menurut Sobary, dia perlu menjelaskan peran Roy Suryo Cs, yang mewakili komunitas bisu dunia ilmu pengetahuan, kaum intelektual. Pasalnya, dalam urusan menyatakan kebenaran dengan segenap risikonya, tidak terlalu banyak orang berani.
Dia menilai, Roy Suryo Cs tengah menjalankan the role of the intellectual atau peranan intelektual, yang berperan melakukan penelitian. Penelitian itu menyampaikan pesan, risalah kebenaran pada khalayak umum untuk seluruh Indonesia, bahkan mungkin dunia.
"Kalau risalah kebenaran yang disampaikan tiga sahabat kita ini (Roy Suryo Cs), itu risalah ilmiah, risalah terbatas, bisa saja didebat. Kalau Anda mau mendebat, debatlah pada wilayah yang namanya dunia ilmu," katanya.
Ingin Saingi Nvidia, Intel Bakal Produksi Cip GPU
Intel akan memproduksi GPU untuk menantang dominasi Nvidia, fokus pada AI dan grafis gim, dengan strategi berbasis permintaan pelanggan. [410] url asal
#intel-gpu #produksi-cip-gpu #saingi-nvidia #intel-corporation #unit-pemrosesan-grafis #dominasi-nvidia #lip-bu-tan #chip-baru-intel #gpu-vs-cpu #pelatihan-model-ai #pusat-data-modern #arsitektur-paral
(Bisnis.Com - Teknologi) 05/02/26 15:18
v/126859/
Bisnis.com, JAKARTA – Intel Corporation (Intel) mengumumkan inisiatif untuk memproduksi Unit Pemrosesan Grafis (GPU) guna menantang dominasi Nvidia Corporation.
CEO Intel Lip-Bu Tan mengatakan perusahaan akan mulai memproduksi jenis chip baru yang popularitasnya melonjak berkat rival mereka, Nvidia. Inisiatif ini dinilai krusial mengingat posisi GPU yang kini menjadi komponen vital dalam ekosistem teknologi global.
"Perusahaan berencana mengembangkan strategi berdasarkan permintaan dan kebutuhan pelanggan," kata Tan dikutip dari TechCrunch, Kamis (5/2/2026).
Tan menjelaskan bahwa GPU merupakan prosesor yang lebih terspesialisasi dibandingkan CPU yang biasanya diproduksi oleh Intel. Komponen ini digunakan untuk tugas-tugas berat seperti pelatihan model kecerdasan artifisial (AI) yang sedang booming dan grafis gim.
Pergeseran fokus ke GPU didorong oleh kebutuhan infrastruktur pusat data (data center) modern. GPU telah menjadi tulang punggung AI karena arsitektur inti masif paralelnya mampu mempercepat operasi aljabar linier pada jaringan saraf tiruan.
Arsitektur ini memungkinkan pelatihan model yang lebih cepat dan throughput yang lebih tinggi untuk inferensi. Hal ini menyebabkan penyedia layanan komputasi awan (cloud) dan perusahaan rintisan (startup) lebih memilih membangun kluster berbasis GPU dibandingkan CPU.
Guna memastikan keberhasilan proyek ini, Intel telah menunjuk jajaran kepemimpinan teknis baru. Proyek ini akan diawasi oleh Wakil Presiden Eksekutif dan General Manager Grup Pusat Data Intel, Kevork Kechichian
Kechichian direkrut pada September lalu bersama sejumlah insinyur berprofil tinggi lainnya. Selain itu, Intel juga merekrut Eric Demers, mantan Senior Vice President of Engineering Qualcomm, pada Januari untuk memperkuat tim pengembangan.
Para analis pasar sepakat bahwa Nvidia saat ini memegang kendali mutlak atas sektor ini. Data dari Omdia dan Mercury Research mengestimasi pangsa pasar Nvidia untuk GPU pusat data dan akselerator AI berada jauh di atas 80%.
Dominasi tersebut ditopang oleh perangkat keras unggulan seperti H100 dan ekosistem perangkat lunak yang matang. Hasil benchmark MLPerf dari MLCommons juga secara rutin menempatkan Nvidia di peringkat teratas untuk kinerja pelatihan dan inferensi.
Bagi pelaku industri, kehadiran alternatif kredibel selain Nvidia diharapkan dapat memperluas pasokan dan menekan harga. Saat ini, akselerator premium sering dijual dengan harga di atas US$25.000 atau sekitar Rp419 juta per unit melalui pengecer.
Masuknya Intel juga berpotensi mengubah dinamika kompetisi yang melibatkan AMD dengan lini produk Instinct-nya. Kehadiran vendor ketiga dapat membantu menormalisasi perangkat lunak multi-vendor dan mengurangi ketergantungan pada ekosistem CUDA milik Nvidia.
Jika eksekusi berjalan lancar, skala manufaktur dan keahlian pengemasan (packaging) Intel dapat menjadi tuas untuk menyeimbangkan pasar yang terkendala rantai pasok. Namun, risiko kegagalan tetap membayangi jika Intel tidak mampu membangun dukungan pengembang perangkat lunak yang kuat.
Bagaimana Epstein Gunakan Jebakan Madu untuk Memeras Para Pemimpin Dunia?
Keyakinan bahwa terpidana pelaku pelecehan seksual anak dan mantan pengusaha keuangan Amerika, Jeffrey Epstein, dan pacarnya, Ghislaine Maxwell, adalah mata-mata... | Halaman Lengkap [986] url asal
#jeffrey-epstein #epstein-files #budak-seks-epstein #intelijen #intelijen-israel
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/02/26 05:05
v/126148/
WASHINGTON - Keyakinan bahwa terpidana pelaku pelecehan seksual anak dan mantan pengusaha keuangan Amerika, Jeffrey Epstein , dan pacarnya, Ghislaine Maxwell, adalah mata-mata terus menguat setelah banyak kesaksian dari mantan pejabat intelijen Israel dan berbagai laporan.Bagaimana Epstein Gunakan Jebakan Madu untuk Memeras Para Pemimpin Dunia?
1. Epstein Diduga Mata-mata Israel
TRT World tidak dapat memberikan bukti pasti untuk mendukung klaim tersebut, meskipun kesaksian saksi dan banyak laporan tampaknya mengarah pada bukti tidak langsung yang signifikan, sementara publikasi seperti Newsweek mengatakan bahwa "tidak ada konfirmasi resmi dari AS atau badan intelijen lainnya bahwa Jeffrey Epstein adalah seorang mata-mata."Namun, beberapa laporan yang kredibel menunjukkan bahwa Epstein berpotensi menjadi mantan agen Israel atau aset intelijen.
Yang perlu diperhatikan, The Times of Israel menerbitkan kutipan dari buku Julie K. Brown, "Perversion of Justice: The Jeffrey Epstein Story," di mana penulis mengatakan bahwa "Bukan tidak mungkin Epstein memiliki koneksi dengan [komunitas intelijen Israel]."
Publikasi Insider mengatakan Epstein "memiliki hubungan jangka panjang dengan Israel, termasuk kemitraan bisnis dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak."
Mantan perdana menteri Israel Ehud Barak diidentifikasi dalam dokumen-dokumen terbaru. Barak menjabat sebagai Presiden antara tahun 1991 dan 2001. Ia bertugas di angkatan darat Israel selama 35 tahun sebelum naik menjadi Kepala Staf Umum, menurut Daily Mail.
Dilaporkan, Epstein bertemu dengan Barak sekitar 36 kali. Foto-foto mantan PM Israel itu memasuki rumah Epstein sambil menutupi wajahnya muncul pada tahun 2016. Pada hari yang sama, gambar-gambar perempuan muda terlihat memasuki dan keluar dari kediaman tersebut.
Epstein juga mengunjungi Israel pada tahun 2008 untuk pindah ke sana. Epstein diduga melarikan diri ke negara lain untuk menghindari hukuman penjara pada tahun 2009 atas tuduhan yang dihadapinya. Menurut Rolling Stone, setelah kembali ke AS, Epstein berubah pikiran.
2. Memiliki Bisnis Senjata hingga Narkoba
Setelah menjalani hukuman penjara, Epstein diduga "membual" kepada berbagai orang tentang hubungannya dan konsultasinya dengan tokoh-tokoh terkemuka dari Inggris, Amerika, Rusia, Afrika, dan Timur Tengah.Ia bahkan diduga sampai mengatakan bahwa ia telah menghasilkan kekayaan yang signifikan dari industri senjata, narkoba, dan berlian.
3. Dikenal di Dunia Intelijen
Epstein bahkan digambarkan sebagai seseorang yang dikenal di kalangan intelijen sebagai "hyper-fixer" - seseorang yang dapat berpindah-pindah antara berbagai budaya dan jaringan.Beberapa pihak berpendapat bahwa Epstein mungkin merupakan "aset intelijen" yang akhirnya menjadi "beban," yang menyebabkan hilangnya "perlindungan" dan penangkapannya.
Bisa dibilang, tuduhan yang paling menonjol muncul dalam buku yang diterbitkan "Epstein: Dead Men Tell No Tales" karya mata-mata Israel Ari Ben-Menashe.
Buku tersebut mendukung anggapan bahwa Epstein dan Maxwell diduga menjalankan bisnis ilegal. Operasi "jebakan madu", menyediakan gadis-gadis muda dan di bawah umur kepada tokoh-tokoh politik global terkemuka untuk berhubungan seks dan kemudian memeras mereka untuk kepentingan intelijen Israel.
Konon, Ben-Menashe disebut sebagai 'pengendali' atau orang yang bertanggung jawab mengelola agen-agen yang menjalankan operasi ayah Ghislaine, Robert Maxwell.
Maxwell diduga adalah mata-mata Israel yang memperkenalkan putrinya dan Epstein kepada badan intelijen nasional Negara Israel atau Mossad.
Menashe, seorang pengusaha Israel kelahiran Iran, mengklaim bahwa ia bekerja untuk Mossad selama satu dekade dari akhir tahun 70-an hingga akhir tahun 80-an dan telah dibebaskan di AS dari tuduhan perdagangan senjata. Ia bersikeras bahwa ia bekerja untuk Israel, tuduhan yang dibantah oleh Israel - meskipun banyak laporan yang mengkonfirmasi detailnya.
Seperti yang dikutip dalam Middle East Monitor, "Lihat, main-main bukanlah kejahatan. Itu bisa memalukan, tetapi bukan kejahatan," tulis Menashe dalam bukunya. "Tetapi berhubungan seks dengan gadis berusia empat belas tahun adalah kejahatan." Dan dia mengambil foto politisi yang berhubungan seks dengan gadis berusia empat belas tahun—jika Anda ingin memperjelasnya…Mereka [Epstein dan Maxwell] hanya akan memeras orang-orang seperti itu."
Buku tersebut berspekulasi bahwa Maxwell mungkin telah bekerja untuk banyak pemerintah - berpotensi sebagai agen ganda atau rangkap tiga.
Menurut Wall Street Journal, William Burns, direktur Badan Intelijen Pusat sejak 2021, mengadakan tiga pertemuan dengan Epstein pada tahun 2014 saat ia menjabat sebagai wakil menteri luar negeri.
Steve Bannon, mantan kepala strategi Donald Trump, berusaha berteman dengan Epstein, karena percaya bahwa dia adalah seorang mata-mata. Salah satu sumber Insider menggambarkan bagaimana mereka "tertarik dengan peran Epstein yang terkenal sebagai perantara untuk dinas intelijen di Amerika Serikat dan luar negeri."
Diduga, Epstein mungkin terlibat dalam perdagangan senjata pada tahun 1980-an, yang mungkin telah membawanya untuk bekerja untuk sejumlah pemerintah, termasuk Israel.
4. Dituduh Juga Sebagai Agen Rahasia Rusia
Rolling Stone menuduh Epstein mungkin telah memainkan peran bagi Israel sebagai "agen rahasia Rusia kuno," seseorang yang dapat berguna dalam "kampanye pengaruh."Publikasi tersebut berbicara dengan banyak sumber, termasuk pedagang senjata hingga mantan mata-mata. Mereka mendukung gagasan bahwa agen Epstein mungkin tidak memiliki "kompas moral" saat membahayakan "orang-orang berpengaruh dengan merekam mereka melakukan hal-hal yang tidak ingin mereka publikasikan."
Pada tahun 2019, Insider menyelidiki pergerakan lintas benua jet pribadi Jeffrey Epstein. Mereka mengikuti jadwalnya yang padat sejak tahun 2016 dan seterusnya, termasuk perjalanan ke Timur Tengah menjelang pemilihan 2016.
Menurut publikasi tanggal 7 November 2016, salah satu jet Epstein mengambil rute yang tidak pernah terulang.
Sekitar tengah hari, Gulfstream GV-SP milik Epstein lepas landas dari Paris, terbang ke arah tenggara di atas Laut Mediterania hingga mencapai Semenanjung Sinai di Mesir. 15 menit kemudian, sekitar pukul 4 sore di Paris, jet tersebut Pesawat itu berbelok ke utara menuju Yordania selatan. Sinyal terakhir menyebutkan pesawat itu sedikit "di utara perbatasan Yordania dengan Arab Saudi, terbang pada ketinggian 41.000 kaki."
Sekitar dua hari kemudian, pesawat itu muncul kembali di atas Sinai selatan, menuju arah berlawanan ke Paris, tempat pesawat itu mendarat tak lama setelah pukul 20.30. Dua hari kemudian, pesawat itu menuju New York.
Sumber informasi menggambarkan rute penerbangan itu sebagai "agak tidak biasa untuk jet pribadi yang melintasi wilayah tersebut," dengan seorang ahli mengemukakan gagasan bahwa "Israel tidak mengeluarkan izin penerbangan lintas wilayah." Kesimpulannya, "Sebagian besar pesawat kemungkinan besar akan lebih memilih untuk terbang di selatan Israel, asalkan mereka dapat mempertahankan ketinggian di atas 31.000 kaki di atas Semenanjung Sinai."
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)