Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti Grup Sinarmas PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp4 triliun pada 2026.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan alokasi belanja modal tersebut untuk melanjutkan pembebasan lahan BSD City hingga melanjutkan membangun proyek residensial baru. Saat ini BSDE masih memiliki lahan pengembangan seluas 500 ha–600 ha yang belum dibebaskan.
“Tahun ini capex di kisaran hingga Rp4 triliun, 20% untuk lahan yang belum dibebaskan sisanya untuk infrastruktur dan pengembangan properti. Untuk pembangunan residensial sendiri di kisaran Rp500 miliar–Rp1 triliun,” ujarnya dikutip, Jumat (27/2/2026).
Sementara itu, dari sisi prapenjualan atau marketing sales, BSDE telah mematok target senilai Rp10 triliun pada 2026. Sebelumnya pada 2025, BSDE mencatatkan kinerja prapenjualan yang solid dengan berhasil membukukan sebesar Rp10,04 triliun, melampaui target 2025 yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp10 triliun.
Dari total prapenjualan 2025, segmen residensial masih memberikan kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau 42% dari total prapenjualan. Untuk memenuhi target penjualan tersebut, Sinar Mas Land telah menyiapkan sejumlah strategi guna mendorong masyarakat berinvestasi dan membeli properti.
Pada 2026 Hermawan lebih optimistis untuk menargetkan kontribusi sektor residensial yang lebih tinggi, yakni mencapai setengah dari target senilai Rp5 triliun. Target terbesar kedua berasal dari segmen komersial Rp3,5 triliun. Sisanya penjualan dari joint venture (JV) land lot ditargetkan sekitar Rp1,5 triliun.
Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land Herry Hendarta mengatakan strategi bisnis tahun ini difokuskan pada penguatan kemitraan strategis, pengembangan produk, serta layanan yang inovatif dan berkualitas.
Selain itu juga diversifikasi portofolio, baik dari sisi produk maupun geografis, yang didukung dengan cadangan lahan luas juga menjadi katalis positif bagi pertumbuhan perusahaan.
“Ke depan, kami masih melihat prospek yang menjanjikan dari segmen Generasi Milenial dan Gen Z, karena lebih relevan dengan hunian di bawah Rp2 miliaran yang tersebar di seluruh wilayah pengembangan proyek Sinar Mas Land,” katanya.
Selain itu, setiap tahun perseroan juga meluncurkan program untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mewujudkan kepemilikan properti impian.
Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia Martin Samuel Hutapea memproyeksikan memasuki 2026, pasar rumah tapak tetap tumbuh positif dengan kenaikan permintaan di kisaran 5% -6% secara tahunan.
Hal ini ditopang oleh sejumlah stimulus seperti insentif pemerintah berupa PPN DTP, serta tren suku bunga yang lebih kompetitif. Segmen menengah menjadi motor utama dengan kontribusi sekitar 61% terhadap total permintaan, mencerminkan daya beli yang tetap resilien.
Uniknya, Generasi Milenial dan Gen Z kini semakin matang dalam mengambil keputusan pembelian properti dengan mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga aksesibilitas, fasilitas, dan potensi kenaikan nilai investasi.
Tren ini juga mendorong pertumbuhan kawasan penyangga ibu kota. Di wilayah Jabodetabek, Tangerang mencatat pangsa pasar terbesar untuk landed house dengan kontribusi lebih dari 56% terhadap total penjualan, didukung ketersediaan lahan, harga kompetitif, serta pengembangan kawasan terpadu dengan infrastruktur lengkap.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.