#30 tag 24jam
KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi Pagi Ini, Ditargetkan Normal Siang
Perjalanan KRL relasi Cikarang masih dibatasi sampai Stasiun Bekasi pagi ini (29/4). KAI menargetkan operasional kembali normal secara bertahap pada siang hari. [209] url asal
#krl #stasiun-bekasi #kai #kecelakaan-kereta #stasiun-bekasi #kai #anne-purba #contact-center-121 #cikarang #kecelakaan #kecelakaan-kereta #api #maaf #duka #tim #ketidaknyamanan #kereta #peristiwa
(CNN Indonesia - Ekonomi) 29/04/26 06:42
v/205883/
Perjalanan KRL relasi Cikarang masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi pagi ini, Rabu (29/4). PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan operasional lintas Bekasi-Cikarang kembali normal secara bertahap pada siang hari.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan hingga saat ini proses evakuasi sarana KRL masih terus dilakukan di lokasi. Penanganan dijalankan secara bertahap dengan penuh kehati-hatian, dengan memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum operasional kembali dijalankan.
"Pada pagi hari, perjalanan KRL masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Seiring perkembangan penanganan di lapangan, layanan direncanakan dapat kembali berjalan secara bertahap hingga lintas Bekasi-Cikarang pada siang hari," ujar Anne dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan fokus utama KAI saat ini adalah memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan terkoordinasi.
"Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi," imbuhnya.
Menurutnya, kecelakaan kereta di Bekasi menghadirkan duka yang mendalam. KAI pun menyampaikan belasungkawa kepada seluruh pihak yang terdampak.
KAI juga memahami peristiwa ini berdampak pada mobilitas pelanggan, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Informasi akan terus diperbarui seiring perkembangan penanganan di lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121 atau kanal resmi KAI lainnya," tutup Anne.
[Gambas:Youtube]
Menelusuri Jejak Sejarah Islam: 9 Peristiwa Penting di Bulan Syawal
Menelusuri jejak sejarah dalam peradaban Islam di bulan Syawal, penting diketahui oleh umat Islam. Setidaknya ada 9 peristiwa bersejarah pasca Ramadan tersebut.... | Halaman Lengkap [587] url asal
#sejarah-islam #idulfitri #bulan-syawal #peristiwa-penting-di-bulan-syawal #idulfitri-1447-h
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 23/03/26 05:15
v/170911/
Menelusuri jejak sejarah dalam peradaban Islamdi bulan Syawal, penting diketahui oleh umat Islam. Setidaknya ada 9 peristiwa bersejarah pasca Ramadan tersebut. Peristiwa apa saja?Syawal (شوال) berasal dari kata Syala yang berarti naik atau meninggi. Pada bulan ini, kedudukan dan derajat kaum Muslimin meninggi di sisi Allah, karena telah melewati bulan ujian dan ibadah selama Ramadan. Syawal merupakan bulan pertama pembuktian nilai-nilai takwa.
Bulan Syawal memiliki keistimewaan tersendiri. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti dia telah berpuasa satu tahun penuh." (HR Muslim No 1164)
Pada bulan Syawal banyak peristiwa bersejarah dalam peradaban Islam . Berikut peristiwa penting di bulan Syawal yang perlu diketahui umat Islam:
Peristiwa Penting Sejarah Islam di Bulan Syawal
1. Tanggal 27 Syawal Tahun ke-10 kenabian, Nabi Muhammad SAW berdakwah ke Thaif
Beliau berdakwah sekaligus-mencari suaka karena kerasnya permusuhan kafir Qurays setelah wafatnya Abu Tholib. Namun beliau mendapatkan pengusiran dari warga Thaif. Meski diusir, Nabi justru mendoakan warga Thaif. Inilah salah satu akhlak mulia Rasulullah yang patut kita teladani.2. Syawal Tahun ke-1 Hijriyah, Kelahiran Abdullah bin Zubair
Beliaulah bayi pertama Muhajirin yang lahir di Madinah, setelah tersebarnya isu seorang ahli tenung Yahudi telah menyebarkan tenungnya kepada kaum muslimin sehingga mereka mandul semua. Di bulan Syawal Tahun 1 Hijriyah, terjadi Perang Bani Qainuqa, klan Yahudi yang berkhianat terhadap perjanjian damai.3. Syawal Tahun ke-2 Hijriyah, Nabi Muhammad menikahi Sayyidah Aisyah putri Abu Bakar
Beliaulah perempuan yang paling berkah untuk umat ini karena telah menyebarluaskan ilmu kepada ummat ini. Umat Islam patut berutang budi kepada beliau karena jasanya yang sangat agung.4. Syawal Tahun ke-4 Hijriyah, Nabi Muhammad menikahi Ummu Salamah
Ummu Salamah adalah seorang janda yang berhijrah 2 kali bersama suaminya, setelah Abu Salamah meninggal dalam menunaikan tugas dakwah, maka Nabi menikahinya untuk menguatkan Islam.5. Tanggal 17 Syawal Tahun ke-3 Hijriyah, Perang Uhud
Salah satu perang yang disebut-sebut dalam Al-Qur'an sebagai salah ujian ketaatan kepada sunnah dan perintah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Sebuah pelajaran berharga, akibat meninggalkan satu sunnah maka kaum muslimin mendapat musibah yang besar.6. Tanggal 18 Syawal Tahun ke-5 Hijriyah, terjadi Perang Khandaq (Ahzab)
Sebuah perang yang diabadikan Allah sebagai nama salah satu Surah dalam Al-Qur'an. Perang yang fonumenal, dengan taktik dan strategi yang baru dalam peperangan yang belum pernah dikenal sebelumnya. Perang untuk membuktikan keimanan atas janji Allah melawan kepungan pasukan gabungan Qurays, sekutunya dan Yahudi, dengan kemenangan yang luar biasa.7. Tanggal 6 Syawal Tahun ke-8 Hijriyah, terjadi Perang Hunain
Perang yang terjadi setelah Futuh Makkah pada Ramadan tahun 8 Hijriyah, karena gengsi suku baduy mereka ingin menundukkan Qurays setelah ditaklukkan Rasulullah. Awalnya kaum muslimin kalah, karena mulai tumbuh bibit kesombongan pada mereka karena merasa banyaknya jumlah pasukan. Namun Allah memenangkan kaum muslimin disebabkan keteguhan para As-Sabiqunal Awaalin (sahabat yang awal masuk Islam) yang tetap kokoh dan tangguh dalam keimanan.8. Syawal Tahun ke-14 Hijriyah, Penaklukan Mada'in, ibukota imperium Persia
Amirul Mukminin Umar bin Khattab menaklukkan Madyan, dan istana Raja Parsi yang dikenal dengan nama Istana Putih.9. Tanggal 13 Syawal Tahun ke-194 Hijriyah, Imam Al-Bukhari Lahir di Bukhara, Uzbekistan
Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, Imam al-Bukhari berhasil menuliskan sebanyak 9.082 hadis dalam karya monumentalnya bertajuk al-Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari, yaitu kitab yang paling shahih setelah Al-Qur'an.Demikian peristiwa penting di bulan Syawal. Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadan berikutnya dengan keimanan dan mengharap ridha-Nya.
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah teladan di bulan Ramadan ini datang dari sahabat Nabi SAW yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq. Saat perang Badar terjadi, Abu Bakar tidak pernah jauh dan selalu mendampingi... | Halaman Lengkap [571] url asal
#kisah-sahabat-nabi #perang-badar #kisah-abu-bakar-ashshiddiq #peristiwa-penting-di-bulan-ramadhan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 02/03/26 15:45
v/152131/
Kisah teladan di bulan Ramadanini datang dari sahabat Nabi SAW yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq. Saat perang Badarterjadi, Abu Bakar tidak pernah jauh dan selalu mendampingi Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam. Peperangan yang terlihat mustahil itu, akhirnya dimenangkan umat Muslim dengan pertolongan Allah dan doa-doa Rasulullah SAW.Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Abu Bakr As-Siddiq - Yang Lembut Hati" mengisahkan kala itu pihak Muslimin membangun sebuah dangau di barisan belakang, sehingga jika nanti kemenangan berada di pihak mereka, Rasulullah dapat kembali ke Madinah . Hal itu seperti diusulkan oleh Sa'd bin Mu'az.
Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Nabi tinggal dalam dangau itu sambil mengawasi jalannya pertempuran. Pada saat pertempurah berkecamuk, Rasulullah melihat jumlah pihak musuh yang begitu besar sedang pasukan muslimin hanya sedikit. Beliau berpaling ke arah kiblat, menghadapkan diri dengan seluruh hati sanubarinya kepada Allah.
Beliau berdoa membisikkan permohonan dalam hatinya agar Allah memberikan pertolongan, sambil katanya:
"Allahumma ya Allah! Inilah Quraisy sekarang datang dengan segala kecongkakannya, berusaha hendak mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, pertolongan-Mu juga yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan ini sekarang binasa tidak lagi ada ibadat kepada-Mu."
Sementara Rasulullah masih hanyut dalam doa, sambil merentangkan tangan menghadap kiblat itu, mantelnya terjatuh. Dalam keadaan serupa itu ia terangguk sejenak terbawa kantuk, dan ketika itu juga tampak olehnya pertolongan Allah itu datang. Beliau sadar kembali, kemudian beliau bangun dengan penuh rasa gembira. Beliau keluar menemui sahabat-sahabatnya sambil berkata kepada mereka:
"Demi Dia yang memegang hidup Muhammad. Setiap seorang yang sekarang bertempur dengan tabah, bertahan mati-matian, terus maju dan pantang mundur, lalu ia gugur, maka Allah akan menempatkannya di dalam surga."
Abu Bakar di Perang Badar
Demikianlah keadaan Rasulullah. Tidak yakin akan kemenangan pasukan muslim yang hanya sedikit itu dalam menghadapi lawan yang jauh lebih banyak, dengan diam-diam jiwanya mengadakan hubungan dengan Allah memohon pertolongan. Kemudian terbuka di hadapannya tabir hari yang amat menentukan itu dalam sejarah Islam.Abu Bakar tetap di samping Rasulullah. Dengan penuh iman ia percaya bahwa Allah pasti akan menolong agama-Nya. Dengan hati penuh kepercayaan akan datangnya pertolongan itu. Dengan penuh kekaguman akan Rasulullah dalam doanya kepada Allah, dengan perasaan terharu kepada Rasulullah karena kekhawatiran yang begitu besar menghadapi nasib yang akan terjadi hari itu, ketika itulah Rasulullah berdoa mengimbau, bermohon dan meminta kepada Allah akan memenuhi janji-Nya.
Itulah yang diulangnya, diulang sekali lagi, hingga mantelnya terjatuh, itulah yang membuatnya berdoa sambil ia mengembalikan mantel itu ke bahu Nabi: "Rasulullah, dengan doamu Allah akan memenuhi apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu."
Haekal mengatakan banyak orang yang sudah biasa dengan, suatu kepercayaan sudah tak ragu lagi, sampai-sampai ia jadi fanatik dan kaku dengan kepercayaannya itu. Bahkan ada yang sudah tidak tahan lagi melihat muka orang yang berbeda kepercayaan.
Mereka menganggap bahwa iman yang sebenarnya harus fanatik, keras, dan tegar. Sebaliknya Abu Bakar, dengan keimanannya yang begitu agung dan begitu teguh, tak pernah goyah dan ragu, jauh dari sikap kasar.
Sikapnya lebih lunak, penuh pemaaf, penuh kasih bila iman itu sudah mendapat kemenangan. Dengan begitu, dalam hatinya terpadu dua prinsip kemanusiaan yang paling mendasari: mencintai kebenaran, dan penuh kasih sayang.
Demi kebenaran itu segalanya bukan apa-apa baginya, terutama masalah hidup duniawi. Apabila kebenaran itu sudah dijunjung tinggi, maka lahir pula rasa kasih sayang, dan ia akan berpegang teguh pada prinsip ini seperti pada yang pertama. Terasa lemah ia menghadapi semua itu sehingga matanya basah oleh air mata yang deras mengalir.
Perang Badar, Bukti Kekuatan Doa dan Keyakinan
Dalam sejarah Islam, perang Badar adalah pertempuran terbesar pertama melawan kaum kafir Quraish ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624). Dalam sejarah Islam,... | Halaman Lengkap [2,145] url asal
#perang-badar #peristiwa-penting-di-bulan-ramadhan #sejarah-peperangan-islam #perang-as-vs-iran #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 02/03/26 12:35
v/151814/
Dalam sejarah Islam, perang Badar adalah pertempuran terbesar pertama melawan kaum kafir Quraish ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).Dinukil dari buku "Sejarah Hidup Muhammad" karya Muhammad Husain Haekal dan diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah, berikut penjelasan lengkapnya tentang perang Badartersebut.
Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Kafir Quraisydari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Sebaliknya pihak Muslimin, yang sudah kehilangan kesempatan mendapatkan harta rampasan, sudah sepakat akan bertahan terhadap musuh bila kelak diserang. Oleh karena itu merekapun segera berangkat ke tempat mata air di Badar itu, dan perjalanan ini lebih mudah lagi karena waktu itu hujan turun.
Setelah mereka sudah mendekati mata air, Rasulullah SAW berhenti. Ada seseorang yang bernama Hubab b. Mundhir b. Jamuh, orang yang paling banyak mengenal tempat itu, setelah dilihatnya Nabi turun di tempat tersebut, ia bertanya: "Rasulullah, bagaimana pendapat tuan berhenti di tempat ini? Kalau ini sudah wahyu Tuhan, kita takkan maju atau mundur setapakpun dari tempat ini. Ataukah ini sekadar pendapat tuan sendiri, suatu taktik perang belaka?"
"Sekadar pendapat saya dan sebagai taktik perang," jawab Rasulullah SAW.
"Rasulullah," katanya lagi. "Kalau begitu, tidak tepat kita berhenti di tempat ini. Mari kita pindah sampai ke tempat mata air terdekat dan mereka, lalu sumur-sumur kering yang di belakang itu kita timbun. Selanjutnya kita membuat kolam, kita isi sepenuhnya. Barulah kita hadapi mereka berperang. Kita akan mendapat air minum, mereka tidak."
Melihat saran Hubab yang begitu tepat itu, Rasulullah SAW dan rombongannya segera pula bersiap-siap dan mengikuti pendapat temannya itu, sambil mengatakan kepada sahabat-sahabatnya bahwa dia juga manusia seperti mereka, dan bahwa sesuatu pendapat itu dapat dimusyawarahkan bersama-sama dan dia tidak akan menggunakan pendapat sendiri di luar mereka. Dia perlu sekali mendapat konsultasi yang baik dari sesama mereka sendiri.
Selesai kolam itu dibuat, Sa'd b. Mu'adh mengusulkan: "Rasulullah," katanya, "kami akan membuatkan sebuah dangau buat tempat Tuan tinggal, kendaraan Tuan kami sediakan. Kemudian biarlah kami yang menghadapi musuh. Kalau Tuhan memberi kemenangan kepada kita atas musuh kita, itulah yang kita harapkan. Tetapi kalaupun sebaliknya yang terjadi; dengan kendaraan itu Tuan dapat menyusul teman-teman yang ada di belakang kita. Rasulullah, masih banyak sahabat-sahabat kita yang tinggal di belakang, dan cinta mereka kepada tuan tidak kurang dari cinta kami ini kepada tuan. Sekiranya mereka dapat menduga bahwa tuan akan dihadapkan pada perang, niscaya mereka tidak akan berpisah dari tuan. Dengan mereka Tuhan menjaga tuan. Mereka benar-benar ikhlas kepada tuan, berjuang bersama tuan."
Rasulullah SAW sangat menghargai dan menerima baik saran Sa'd itu. Sebuah dangau buat Nabi lalu dibangun. Jadi bila nanti kemenangan bukan di tangan Muslimin, ia takkan jatuh ke tangan musuh, dan masih akan dapat bergabung dengan sahabat-sahabatnya di Yathrib.
Di sini orang perlu berhenti sejenak dengan penuh kekaguman, kagum melihat kesetiaan Muslimin yang begitu dalam, rasa kecintaan mereka yang begitu besar kepada Rasulullah SAW, serta dengan kepercayaan penuh kepada ajarannya. Semua mereka mengetahui, bahwa kekuatan Quraisy jauh lebih besar dari kekuatan mereka, jumlahnya tiga kali lipat banyaknya. Tetapi, sungguhpun begitu, mereka berani menghadapi, mereka melawan.
Sekarang pihak Quraisy sudah turun ke medan perang. Mereka mengutus orang yang akan memberikan laporan tentang keadaan kaum Muslimin. Mereka lalu mengetahui, bahwa jumlah kaum Muslimin lebih kurang 300 orang, tanpa pasukan pengintai, tanpa bala bantuan. Tetapi mereka adalah orang-orang yang hanya berlindung pada pedang mereka sendiri.
Mengingat bahwa banyak pemimpin Quraisy ikut serta dalam angkatan perang ini,beberapa orang memncemaskan kalau-kalau banyak dari mereka itu yang akan terbunuh, sehingga Makkah sendiri nanti akan kehilangan arti. Sungguhpun begitu mereka masih takut kepada Abu Jahal yang begitu keras, juga mereka takut dituduh pengecut dan penakut. Tetapi tiba-tiba tampil 'Utba bin Rabi'a ke hadapan mereka itu sambil berkata:
"Saudara-saudara kaum Quraisy, apa yang tuan-tuan lakukan hendak memerangi Muhammad dan kawan-kawannya itu, sebenarnya tak ada gunanya. Kalau dia sampai binasa karena tuan-tuan, masih ada orang lain dari kalangan tuan-tuan sendin yang akan melihat, bahwa yang terbunuh itu adalah saudara sepupunya, dari pihak bapa atau pihak ibu, atau siapa saja dari keluarganya. Kembali sajalah dan biarkan Muhammad dengan teman-temannya itu. Kalau dia binasa karena pihak lain, maka itu yang tuan-tuan kehendaki. Tetapi kalau bukan itu yang terjadi, kita tidak perlu melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak kita inginkan."
Mendengar kata-kata 'Utba itu, Abu Jahal naik darah. Ia segera memanggil 'Amir bin'l-Hadzrami dengan mengatakan:
"Sekutumu ini ingin supaya orang pulang. Kau sudah melihat dengan mata kepala sendiri siapa yang harus dituntut balas. Sekarang, tuntutlah pembunuhan terhadap saudaramu!"
'Amir segera bangkit dan berteriak: "O saudaraku! Tak ada jalan lain mesti perang!"
Dengan dipercepatnya pertempuran itu Aswad bin 'Abd'l-Asad (Makhzum) keluar dari barisan Quraisy langsung menyerbu ke tengah-tengah barisan Muslimin dengan maksud hendak menghancurkan kolam air yang sudah selesai dibuat. Tetapi ketika itu juga Hamzah bin Abd'l-Muttalib segera menyambutnya dengansatu pukulan yang mengenai kakinya, sehingga ia tersungkur dengan kaki yang sudah berlumuran darah. Sekali lagi Hamzah memberikan pukulan, sehingga ia tewas di belakang kolam itu.
Begitu melihat Aswad jatuh, maka tampillah 'Utba bin Rabi'a didampingi oleh Syaiba saudaranya dan Walid bin 'Utba anaknya, sambil menyerukan mengajak duel. Seruannya itu disambut oleh pemuda-pemuda dari Medinah. Tetapi setelah melihat mereka ini ia berkata lagi:
"Kami tidak memerlukan kamu. Yang kami maksudkan ialah golongan kami."
Lalu dari mereka ada yang memanggil-manggil: "Hai Muhammad! Suruh mereka yang berwibawa dari asal golongan kami itu tampil!"
Ketika itu juga yang tampil menghadapi mereka adalah Hamzah bin Abd'l-Muttalib, Ali bin Abi Thalib dan 'Ubaida bin'l-Harith.
Hamzah tidak lagi memberi kesempatan kepada Syaiba, juga Ali tidak memberi kesempatan kepada Walid. Keduanya dibunuh. Lalu Hamzah dan Ali segera membantu 'Ubaida yang kini sedang diterkam oleh 'Utba. Begitu menyaksikan kenyataan itu, pasukan Quraisy maju menyerbu.
Pada pagi Jum'at 17 Ramadan itulah kedua pasukan itu berhadap-hadapan muka.
Sekarang Rasulullah SAW sendiri yang tampil memimpin Muslimin, mengatur barisan. Tetapi ketika dilihatnya pasukan Quraisy begitu besar, sedang anak buahnya sedikit sekali, di samping perlengkapan yang sangat lemah dibanding dengan perlengkapan Quraisy, ia kembali ke pondoknya ditemani oleh Abu Bakar.
Sungguh cemas ia akan peristiwa yang akan terjadi hari itu, sungguh pilu hatinya melihat nasib yang akan menimpa Islam sekiranya Muslimin tidak sampai mendapat kemenangan.
Rasulullah SAW kini menghadapkan wajahnya ke kiblat, dengan seluruh jiwanya ia menghadapkan diri kepada Tuhan, ia mengimbau Tuhan akan segala apa yang telah dijanjikan kepadanya, ia membisikkan permohonan dalam hatinya agar Tuhan memberikan pertolongan. Begitu dalam ia hanyut dalam doa, dalam permohonan, sambil berkata:
"Allahumma ya Allah. Ini Quraisy sekarang datang dengan segala kecongkakannya, berusaha hendak mendustakan RasulMu. Ya Allah, pertolonganMu juga yang Kaujanjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan ini sekarang binasa tidak lagi ada ibadat kepadaMu."
Sementara ia masih hanyut dalam doa kepada Tuhan sambil merentangkan tangan menghadap kiblat itu, mantelnya terjatuh. Ketika itu Abu Bakr lalu meletakkan mantel itu kembali ke bahunya, sambil ia bermohon:
"Rasulullah, dengan doamu itu Tuhan akan mengabulkan apa yang telah dijanjikan kepadamu."
Tetapi sungguhpun begitu, Rasulullah SAW makin dalam terbawa dalam doa, dalam tawajuh kepada Allah; dengan penuh khusyu' dan kesungguhan hati ia terus memanjatkan doa, memohonkan isyarat dan pertolongan Tuhan dalam menghadapi peristiwa, yang oleh kaum Muslimin sama sekali tidak diharapkan, dan untuk itu
tidak pula mereka punya persiapan. Karena yang demikian inilah akhirnya ia sampai terangguk dalam keadaan mengantuk. Dalam pada itu tampak olehnya pertolongan Tuhan itu ada. Ia sadar kembali, kemudian ia bangun dengan penuh rasa gembira.
Sekarang ia keluar menemui sahabat-sahabatnya; dikerahkannya mereka sambil berkata:
"Demi Dia Yang memegang hidup Muhammad. Setiap orang yang sekarang bertempur dengan tabah, bertahan mati-matian, terus maju dan pantang mundur, lalu ia tewas, maka Allah akan menempatkannya di dalam surga."
Jiwanya yang begitu kuat, yang telah diberikan Tuhan begitu tinggi melampaui segala kekuatan, telah tertanam pula dengan ajarannya ke dalam jiwa orang-orang beriman. Dan kekuatan mereka itu sudah melampaui semangat mereka sendiri, sehingga setiap orang dari mereka sama dengan dua orang, bahkan sama dengan sepuluh orang.
Apabila secara integral kemampuan moril ini belum lagi mencapai tujuannya disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat di kalangan Muslimin sebelum terjadi perang, belum dicapainya kekuatan materi sebagaimana yang diharapkan, maka dengan daya iman itu justru ia mempunyai kelebihannya.
Hal ini bertambah kuat lagi tatkala Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya dapat mengerahkan mereka. Maka dengan demikian, jumlah manusia dan perlengkapan yang sangat sedikit itu telah rnendapat kompensasi. Dalam keadaan Nabi dan sahabat-sahabatnya yang demikian inilah kedua ayat ini turun:
"O Nabi! Bangunkanlah semangat orang-orang beriman itu dalam menghadapi perang. Bila kamu berjumlah duapuluh orang yang tabah, mereka ini akan mengalahkan duaratus orang. Bila kamu berjumlah seratus orang, niscaya akan mengalahkan seribu orang kafir; sebab mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti.
Sekarang Tuhan meringankan kamu, karena Ia mengetahui, bahwa pada kamu masih ada kelemahan. Maka, jika kamu berjumlah seratus orang yang tabah, akan dapat mengalahkan duaratus orang, dan jika kamu seribu orang, akan dapat mengalahkan duaribu dengan ijin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang berhati tabah." (Qur'an, 8:55-56.)
Keadaan pasukam Muslimin bertambah kuat setelah Rasulullah SAW membangkitkan semangat mereka, turut hadir di tengah-tengah mereka, mendorong mereka mengadakan perlawanan terhadap musuh.
Ia menyerukan kepada mereka, bahwa surga bagi mereka yang telah teruji baik dan langsung terjun ke tengah-tengah musuh.
Dalam hal ini kaum Muslimin mengarahkan perhatiannya pada pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin Quraisy. Mereka hendak dikikis habis sebagai balasan yang seimbang tatkala mereka disiksa di Mekah dulu, dirintangi memasuki Mesjid Suci dan berjuang untuk Allah.
Bilal melihat Umayya b. Khalaf dan anaknya, begitu juga beberapa orang Islam melihat mereka yang dikenalnya di Mekah dulu. Umayya ini adalah orang yang pernah menyiksa Bilal dulu, ketika ia dibawanya ketengah-tengah padang pasir yang paling panas di Mekah. Ditelentangkannya ia di tempat itu lalu ditindihkannya batu besar di dadanya, dengan maksud supaya ia meninggalkan Islam. Tetapi Bilal hanya berkata: "Ahad, Ahad. Yang Satu, Yang Satu."
Ketika dilihatnya Umayya, Bilal berkata: "Umayya, moyang kafir. Takkan selamat aku, kalau kau lolos!"
Beberapa orang dari pasukan Muslimin mengelilingi Umayya dengan tujuan jangan sampai ia terbunuh dan akan dibawanya sebagai tawanan.
Tetapi Bilal di tengah-tengah orang banyak itu berteriak sekeras-kerasnya: "Sekalian tentara Tuhan! Ini Umayya b. Khalaf kepala kafir. Takkan selamat aku kalau ia lolos."
Orang banyak berkumpul. Tetapi Bilal tak dapat diredakan lagi, dan Umayya dibunuhnya. Ketika itu Mu'adh b. 'Amr b. Jamuh juga dapat menewaskan Abu Jahal b. Hisyam. Kemudian Hamzah, Ali dan pahlawan-pahlawan Islam yang lain menyerbu ke tengah-tengah pertempuran sengit itu. Mereka sudah lupa akan dirinya masing-masing dan lupa pula akan jumlah kawan-kawannya yang hanya sedikit berhadapan dengan musuh yang begitu besar.
Debu dan pasir halus membubung dan beterbangan memenuhi udara. Kepala-kepala ketika itu sudah lepas berjatuhan dari tubuh Quraisy. Berkat iman yang teguh keadaan Muslimin bertambah kuat juga. Dengan gembira mereka berseru: Ahad, Ahad.
Di hadapan mereka kini terbuka tabir ruang dan waktu, sebagai bantuan Tuhan kepada mereka dengan para malaikat yang memberikan berita gembira, yang membuat iman mereka bertambah teguh, sehingga bila salah seorang dari mereka mengangkat pedang dan mengayunkannya ke leher musuh, seolah-olah tangan mereka digerakkan dengan tenaga Tuhan.
Di tengah-tengah medan pertempuran yang sedang sibuk dikunjungi malaikat maut memunguti leher orang-orang kafir itu, Rasulullah SAW berdiri. Diambilnya segenggam pasir, dihadapkannya kepada Quraisy. "Celakalah wajah-wajah mereka itu!" katanya sambil menaburkan pasir itu kearah mereka. Sahabat-sahabatnya lalu diberi komando.
Serentak pihak Muslimin menyerbu ke depan, masih dalam jumlah yang lebih kecil dari jumlah Quraisy. Tetapi jiwa mereka sudah penuh terisi oleh semangat dari Tuhan. Sudah bukan mereka lagi yang membunuh musuh, sudah bukan mereka lagi yang menawan tawanan perang. Hanya karena adanya semangat dari Tuhan yang tertanam dalam jiwa mereka itu kekuatan moril mereka bertambah, sehingga kekuatan materi merekapun bertambah pula. Dalam hal ini firman Allah turun:
"Ingat, ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: 'Aku bersama kamu.' Teguhkanlah pendirian orang-orang beriman itu. Akan kutanamkan rasa gentar ke dalam hati orang-orang kafir itu. Pukullah bagian atas leher mereka dan pukul pula setiap ujung jari mereka." (Qur'an, 8: 12)
"Sebenarnya bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah juga yang telah membunuh mereka. Juga ketika kau lemparkan, sebenarnya bukan engkau yang melakukan itu, melainkan Tuhan juga." (Qur'an, 8: 17)
Tatkala Rasul melihat bahwa Tuhan telah melaksanakan janjiNya dan setelah ternyata pula kemenangan berada di pihak orang-orang Islam, ia kembali ke pondoknya. Orang-orang Quraisy kabur. Oleh Muslimin mereka dikejar terus. Yang tidak terbunuh dan tak berhasil melarikan diri, ditawan.
Inilah perang Badar, yang kemudian telah memberikan tempat yang stabil kepada umat Islam di seluruh tanah Arab, dan yang merupakan suatu pendahuluan lahirnya persatuan seluruh semenanjung di bawah naungan Islam, juga sebagai suatu pendahuluan adanya persekemakmuran Islam yang terbentang luas sekali. Ia telah menanamkan sebuah peradaban besar di dunia, yang sampai sekarang masih dan akan terus mempunyai pengaruh yang dalam di dalam jantung kehidupan dunia.
Perang Badar, Pertempuran Pertama Umat Islam Lawan Kafir Quraish
Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan kaum kafir Quraish. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624). Perang Badar... | Halaman Lengkap [1,666] url asal
#perang-badar #peristiwa-penting-di-bulan-ramadhan #sejarah-peperangan-islam #ramadan-2026 #perang-as-vs-iran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 02/03/26 11:18
v/151709/
Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan kaum kafir Qurais y. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang.Berikut penjelasan kisahnya yang Dinukil dari buku "Sejarah Hidup Muhammad" karya Muhammad Husain Haekal dan diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah.
Pada hari kedelapan bulan suci Ramadantahun kedua Hijrah, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) berangkat dengan sahabat-sahabatnya meninggalkan Medinah. Imam salat diserahkan kepada 'Amr b. Umm Maktum, sedangkan pimpinan Medinah kepada Abu Lubaba dari Rauha'. Dalam perjalanan ini pasukan muslim didahului oleh dua bendera hitam. Mereka membawa tujuhpuluh ekor unta, yang dinaiki dengan cara silih berganti. Setiap dua orang, setiap tiga orang dan setiap empat orang bergantian naik seekor unta.
Dalam hal ini Rasulullah SAW juga mendapat bagian sama seperti sahabat-sahabatnya yang lain. Dia, Ali b. Abi Thalib dan Marthad b. Marthad al-Ghanawi bergantian naik seekor unta. Abu Bakar, Umar dan Abdur-Rahman b. 'Auf bergantian juga dengan seekor unta. Jumlah mereka yang berangkat bersama Rasulullah SAW dalam ekspedisi ini terdiri dari 305 orang, 83 di antaranya Muhajirin, 41 orang Aus dan yang selebihnya dari Khazraj.
Karena dikuatirkan Abu Sufyan akan menghilang lagi, cepat-cepat mereka berangkat sambil terus berusaha mengikuti berita-berita tentang orang ini di mana saja mereka berada.Tatkala sampai di 'Irq'z-Zubya mereka bertemu dengan seorang orang Arab gunung yang ketika ditanyai tentang rombongan itu, ternyata ia tidak mendapat berita apa-apa.
Mereka meneruskan perjalanan hingga sampai di sebuah wadi bernama Dhafiran; di tempat itu mereka turun. Di tempat inilah mereka mendapat berita, bahwa pihak Quraisy sudah berangkat dari Mekah, akan melindungi kafilah mereka.
Ketika itu suasananya sudah berubah. Kini kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar bukan lagi berhadapan dengan Abu Sufyan dengan kalifahnya serta 30 atau 40 orang rombongannya itu saja, yang takkan dapat melawan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya, melainkan Makkah dengan seluruh isinya sekarang keluar dipimpin oleh pemuka-pemuka mereka sendiri guna membela perdagangan mereka itu.
Andaikata pihak Muslimin sudah dapat mengejar Abu Sufyan, dan beberapa orang dari rombongan itu sudah dapat ditawan, unta beserta muatannya sudah dapat dikuasai, pihak Quraisypun tentu akan segera pula dapat menyusul mereka. Soalnya karena terdorong oleh rasa cintanya kepada harta dan ingin mempertahankannya. Mereka merasa sudah didukung oleh sejumlah orang dan perlengkapan yang cukup besar. Mereka bertekad akan bertempur dan mengambil kembali harta mereka, atau bersedia mati untuk itu.
Tetapi sebaliknya, apabila Rasulullah SAW kembali ke tempat semula, pihak Quraisy dan Yahudi Medinah tentu merasa mendapat angin. Dia sendiri terpaksa akan berada dalam situasi yang serba dibuat-buat, sahabat-sahabatnya pun terpaksa akan memikul segala tekanan dan gangguan Yahudi Medinah, seperti gangguan yang pernah mereka alami dari pihak Quraisy di Mekah dahulu.
Ya, apabila ia menyerah kepada situasi semacam itu, mustahil sekali kebenaran akan dapat ditegakkan dan Tuhan akan memberikan pertolongan dalam menegakkan agama itu.
Sekarang ia bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya. Diberitahukannya kepada mereka tentang keadaan Quraisy menurut berita yang sudah diterimanya. Abu Bakar dan Umar juga lalu memberikan pendapat.Kemudian Miqdad bin 'Amr tampil mengatakan:
"Rasulullah, teruskanlah apa yang sudah ditunjukkan Allah. Kami akan bersama tuan. Kami tidak akan mengatakan seperti Banu Israil yang berkata kepada Musa: "Pergilahkamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah. Kami di sini akan tinggal menunggu. Tetapi, pergilah engkau dan Tuhanmu, dan berperanglah, kami bersamamu akan juga turut berjuang."
Semua orang diam. "Berikan pendapat kamu sekalian kepadaku," kata Rasul lagi.
Kata-kata ini sebenarnya ditujukan kepada pihak Anshar yang telah menyatakan Ikrar 'Aqaba, bahwa mereka akan melindunginya seperti terhadap sanak keluarganya sendiri, tapi mereka tidak mengadakan ikrar itu untuk mengadakan serangan keluar Medinah.
Tatkala pihak Anshar merasa bahwa memang mereka yang dimaksud, maka Sa'd bin Musadh yang memegang pimpinan mereka menoleh kepada Rasulullah SAW.
"Agaknya yang dimaksud Rasulullah adalah kami," katanya.
"Ya," jawab Rasul.
"Kami telah percaya kepada Rasul dan membenarkan," kata Sa'd pula, "Kamipun telah menyaksikan bahwa apa yang kaubawa itu adalah benar. Kami telah memberikan janji kami dan jaminan kami, bahwa kami akan tetap taat setia. Laksanakanlah kehendakmu, kami di sampingmu. Demi yang telah mengutus kamu, sekiranya kau bentangkan lautan di hadapan kami, lalu kau terjun menyeberanginya, kamipun akan terjun bersamamu, dan tak seorangpun dari kami akan tinggal di belakang. Kami takkan segan-segan menghadapi musuh kita besok. Kami cukup tabah dalam perang, cukup setia bertempur. Semoga Tuhan membuktikan segalanya dari kami yang akan menyenangkan hatimu. Ajaklah kami bersama, dengan berkah Tuhan."
Begitu Sa'd selesai bicara, wajah Rasulullah SAW tampak berseri. Tampaknya beliau puas sekali; seraya katanya: "Berangkatlah, dan gembirakan! Allah sudah menjanjikan kepadaku atas salah satunya dari dua kelompok itu. Seolah-olah kini kehancuran mereka itu tampak di hadapanku."
Merekapun lalu berangkat semua. Ketika sampai pada suatu tempat dekat Badar, Rasulullah SAW pergi lagi dengan untanya sendiri. Beliau menemui seorang Arab tua. Kepada orang ini ia menanyakan gerombolan Quraisy, yang kemudian daripadanya diketahui, bahwa kafilah Quraisy berada tidak jauh dari tempat itu.
Lalu kembali lagi ia ke tempat sahabat-sahabatnya. Ali bin Abi Thalib, Zubair bin'l-Awwam, Sa'd bin Abi Waqqash serta beberapa orang sahabat lainnya segera ditugaskan mengumpulkan berita-berita dari sebuah tempat di Badar. Kurir ini segera kembali dengan membawa dua orang anak. Dari kedua orang ini Rasulullah SAW mengetahui, bahwa pihak Quraisy kini berada di balik bukit pasir di tepi ujung Wadi. Ketika mereka menjawab, bahwa mereka tidak mengetahui berapa jumlah pihak Quraisy, ditanya lagi oleh Rasulullah SAW:
"Berapa ekor ternak yang mereka potong tiap hari?"
"Kadang sehari sembilan, kadang sehari sepuluh ekor," jawab mereka.
Dengan demikian Nabi dapat mengambil kesimpulan, bahwa mereka terdiri dari antara 900 sampai 1000 orang. Juga dari kedua anak itu dapat diketahui bahwa bangsawan-bangsawan Quraisy ikut serta memperkuat diri
Lalu katanya kepada sahabat-sahabatnya: "Lihat. Sekarang Makkah sudah menghadapkan semua bunga bangsanya kepada kita."
Mau tidak mau, sekarang ia dan sahabat-sahabatnya harus berhadapan dengan suatu golongan yang jumlahnya tiga kali jauh lebih besar. Mereka harus mengerahkan seluruh semangat, harus mengadakan persiapan mental menghadapi kekerasan itu. Mereka harus siap menunggu suatu pertempuran sengit dan dahsyat, yang takkan dapat dimenangkan kecuali oleh iman yang kuat memenuhi kalbu, iman dan kepercayaan akan adanya kemenangan itu.
Bilamana Ali sudah kembali dengan kedua orang anak yang membawa berita tentang Quraisy itu, dua orang Muslimin lainnya lalu berangkat lagi menuju lembah Badar. Mereka berhenti di atas sebuah bukit tidak jauh dari tempat air, dikeluarkannya tempat persediaan airnya, dan di sini mereka mengisi air itu.
Sementara mereka berada di tempat air, terdengar ada suara seorang budak perempuan, yang agaknya sedang menagih utang kepada seorang wanita lainnya, yang lalu dijawab:
"Kafilah dagang besok atau lusa akan datang. Pekerjaan akan kuselesaikan dengan mereka dan utang segera akan kubayar."
Kedua laki-laki itu kembali. Disampaikannya apa yang telah mereka dengar itu kepada Rasulullah SAW.
Tetapi, dalam pada itu Abu Sufyan sudah mendahului kafilahnya mencari-cari berita. Ia khawatir Rasulullah SAW sudah lebih dulu ada di jalan itu. Sesampainya di tempat air ia bertemu dengan Majdi bin 'Amr.
"Ada kau melihat orang tadi?" tanyanya.
Majdi menjawab bahwa ia melihat ada dua orang berhenti di bukit itu sambil ia menunjuk ke tempat dua orang laki-laki Muslim itu tadi berhenti. Abu Sufyanpun pergi mendatangi tempat perhentian tersebut. Dilihatnya ada kotoran dua ekor unta dan setelah diperiksanya, diketahuinya, bahwa biji kotoran itu berasal dari makanan ternak Yathrib.
Cepat-cepat ia kembali menemui teman-temannya dan membatalkan perjalanannya melalui jalan semula. Dengan tergesa-gesa sekali sekarang ia memutar haluan melalui jalan pantai laut. Jaraknya dengan Rasulullah SAW sudah jauh, dan dia dapat meloloskan diri.
Hingga keesokan harinya kaum Muslimin masih menantikan kafilah itu akan lewat. Tetapi setelah ada berita-berita bahwa ia sudah lolos dan yang masih ada di dekat mereka sekarang adalah angkatan perang Quraisy, beberapa orang yang tadinya mempunyai harapan penuh akan beroleh harta rampasan, terbalik menjadi layu. Beberapa orang bertukar pikiran dengan Nabi dengan maksud supaya kembali saja ke Medinah, tidak perlu berhadapan dengan mereka yang datang dari Mekah hendak berperang. Ketika itu datang firman Tuhan:
"Ingat! Tuhan menjanjikan kamu salah satu dari dua kelompok (musuh) itu untuk kamu. Sedang kamu menginginkan, bahwa yang tidak bersenjata itulah yang untuk kamu. Tetapi Allah mau membuktikan kebenaran itu sesuai dengan ayat-ayatNya, dan akan merabut akar orang-orang yang tak beriman itu."
Pada pihak Quraisy juga begitu. Perlu apa mereka berperang, perdagangan mereka sudah selamat? Bukankah lebih baik mereka kembali ke tempat semula, dan membiarkan pihak Islam kembali ke tempat mereka. Abu Sufyan juga berpikir begitu.
Itu sebabnya ia mengirim utusan kepada Quraisy mengatakan: Kamu telah berangkat guna menjaga kafilah dagang, orang-orang serta harta-benda kita. Sekarang kita sudah diselamatkan Tuhan. Kembalilah. Tidak sedikit dari pihak Quraisy sendiri yang juga mendukung pendapat ini.
Tetapi Abu Jahal ketika mendengar kata-kata ini, tiba-tiba berteriak: "Kita tidak akan kembali sebelum kita sampai di Badar. Kita akan tinggal tiga malam di tempat itu. Kita memotong ternak, kita makan-makan, minum-minum khamr, kita minta biduanita-biduanita bernyanyi. Biar orang-orang Arab itu mendengar dan mengetahui perjalanan dan persiapan kita. Biar mereka tidak lagi mau menakut-nakuti kita."
Soalnya pada waktu itu Badar merupakan tempat pesta tahunan. Apabila pihak Quraisy menarik diri dari tempat itu setelah perdagangan mereka selamat, bisa jadi akan ditafsirkan oleh orang-orang Arab - menurut pendapat Abu Jahal - bahwa mereka takut kepada Rasulullah SAW dan teman-temannya. Dan ini berarti kekuasaan Rasulullah SAW akan makin terasa, ajarannya akan makin tersebar, makin kuat. Apalagi sesudah adanya satuan Abdullah bin Jahsy, terbunuhnya Ibn'l-Hadzrami, dirampasnya dan ditawannya orang-orang Quraisy.
Mereka jadi ragu-ragu: antara mau ikut Abu Jahal karena takut dituduh pengecut, atau kembali saja setelah kafilah perdagangan mereka selamat. Tetapi yang ternyata kemudian kembali pulang hanya Banu Zuhra, setelah mereka mau mendengarkan saran Akhnas b. Syariq, orang yang cukup ditaati mereka.
Pihak Quraisy yang lain ikut Abu Jahal. Mereka berangkat menuju ke sebuah tempat perhentian, di tempat ini mereka mengadakan persiapan perang, kemudian mengadakan perundingan. Lalu mereka berangkat lagi ke tepi ujung wadi, berlindung di balik sebuah bukit pasir. (Bersambung)
Peristiwa Penting Bulan Ramadan, Salah Satunya Perang Badar
Ada sejumlah peristiwa sejarah penting bagi umat Islam, terjadi di bulan Ramadan . Apa sajakah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan suci tersebut? Ada sejumlah... | Halaman Lengkap [1,243] url asal
#perang-badar #peristiwa-penting-di-bulan-ramadhan #peristiwa-sejarah-di-bulan-ramadhan #sejarah-peperangan-islam #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 02/03/26 09:42
v/151560/
Ada sejumlah peristiwa sejarahpenting bagi umat Islam, terjadi di bulan Ramadan . Apa sajakah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan suci tersebut?Dirangkum dari berbagai sumber, inilah 9 peristiwa penting yang terjadi di bulan suci Ramadanyang perlu diketahui umat muslim.
Peristiwa Penting di Bulan Ramadan
1. Bulan Diturunkan Al-Quran
Beberapa hari yang ditentukan itu adalah bulan Ramadan. Bulan yang diturunkan di dalamnya (permulaan) Al- Qur'an sebagai petunjuk untuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pemisah antara yang benar dan salah.Allah Ta'ala berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS. Al Baqarah: 185)
Para pakar tafsir dan hadis mencatat, Allah juga menurunkan kitab-kitab dan suhuf yaitu kitab-kitab kecil selain Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an kepada para rasul sebelumnya pada bulan Ramadan.
Ibnu Katsir Rahmatullah, berkata mengenai ayat ini dalam Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim (I/460-461 –Darul Hadits), “Allah menyanjung bulan Ramadan dibanding bulan-bulan lain dengan dipilihnya sebagai waktu diturunkannya Al-Quran Al-‘Azhim. Karena itu, Allah mengistimewakannya. Hal ini juga memperjelas surah al-Qadr ayat 1yang berbunyi, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. “ Sedang malam kemuliaan yang dimaksud merupakan malam Lailatul Qadr yang jatuh pada bulan Ramadan.
2.Pembebasan Kota Makkah
Fathul Makkah atau pembebasan Makkah merupakan peristiwa yang terjadi pada 630 M tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, yaitu saat Rasulullah beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Kabbah.Pada 628 M, Kaum Quraisy dan Muslim dari Madinah menandatangani Perjanjian Hudaybiyah. Dalam perjanjian tersebut terdapat kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata selama sepuluh tahun. Hubungan antara kaum Quraisy dan Muslim pun membaik. Hingga kemudian kesepakatan 10 tahun gencatan senjata dirusak oleh Quraisy, dengan sekutunya Bani Bakr, yang menyerang Bani Khuzzah yang merupakan sekutu Muslim. Abu Sufyan, kepala suku Quraisy di Mekkah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu, tetapi Rasulullah menolak.
Kemudian sekitar 10.000 orang pasukan Muslim pergi ke Mekkah yang segera menyerah dengan damai. Kaum Quraisy ketakutan, banyak suku-suku (kafir) yang meletakan senjata. Abu Sufyan akhirnya masuk Islam. Sebagai penghormatan atasnya, Nabi mendoakannya. Kemudian beliau berseru, ”Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman; barang siapa yang menutup pintu ruahnya, ia akan aman; dan barang siapa yang memasuki masjidil Harrom dia juga aman”. Penduduk Makkah pun kemudian berbondong-bondong menyatakan masuk Islam. Pada saat kemenangan itu, Nabi tidak pernah merasa dendam atas derita yang dialami dulu di Makkah. Setiap kejahatan yang pernah beliau derita telah ia lupakan. Bahkan kemenangan itu terjadii tanpa ada pertumpahan darah.
3.Perang Badar
Peristiwa ini merupakan pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, dalam keadaan sedang berpuasa dan kurang dalam segi perlengkapan, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya”. (QS Al-Imran:123)
4. Peristiwa Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Tabuk
Ketika pengaruh Nabi Muhammad SAW tersebar ke pelosok Semenanjung tanah arab, ia memberikan pukulan kepada rom yang menjadi kekuatan besar di masa itu. Lantas herkules, kaisar rom timur (bizantin) memutuskan untuk memblokir pengaruh umat islam dengan utara tanah arab.Bila berita itu sampai ke pengetahuan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, beliau mengarahkan umat islam berkumpul untuk menghadapi Rom dan mengutip zakat. Pada waktu itu tanah arab dilanda panas dan kesusahan. Iman umat islam saat itu benar-benar teruji. Namun, mereka tetap taat kepada perintah Nabi Muhammad SAW. Beliau sendiri memimpin tentara sebanyak 30.000 anggota ke utara Madinah.
Bila tentara islam tiba di tabuk, tentara rom tidak berada di situ. Sebaliknya rom menarik diri saat mengetahui serangan pasukan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam yang banyak. Tentara islam terus mengasak rom sehingga Termeterai perjanjian antara islam dan rom. Sebagai persetujuan, rom tunduk dan bernaung di bawah pemerintahan Nabi Muhammad dan dikenakan pajak sebesar 3.000 dinar setiap tahun.
5. Islam Sampai ke Yaman
Yaman terletak di selatan semenanjung Tanah Arab. Nabi muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun ke-10 hijrah.6. Khalid bin Walid Meruntuhkan Berhala Al ‘uzza
Setelah umat islam membebaskan kota Makkah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka'bah. Lima hari sebelum berakhirnya ramadhan tahun ke-9 hijrah, ia mengirim khalid al walid untuk memusnahkan patung al 'Uzza di nakhla.Menurut kepercayaan arab jahiliyah, al 'Uzza adalah patung dewi terbesar di situ. Ia sering disebut oleh masyarakat arab saat melafalkan sumpah. Khalid al Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke nakhla lalu menghancurkan patung al 'Uzza. Setelah itu, penyembahan patung pun berakhir.
7. Penyerahan Kota Ta'if
Kota Ta'if pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad SAW saat berdakwah di sana. Setelah beliau dan umat islam berhasil membebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Nabi Muhammad SAW dan tentara islam mara ke Taif lalu mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya rombongan mereka datang ke Makkah di bulan Ramadan tahun ke-9 hijrah dengan menyerahkan kota Ta'if sebagai tanda menyerah. Patung al laata yang dipuja sebelum ini dimusnahkan.8. Pembebasan Andalusia (Spanyol)
Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Siberia yang diperintah oleh orang islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 Masehi. Pada 28 Ramadhan tahun ke-92 hijrah, panglima islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan andalus. Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa.Setelah pasukan islam mendarat, tariq membakar kapal-kapal tentara islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur. Akhirnya andalus ditawan dan menyelamatkan rakyatnya yang dizalimi. Islam bertapak di andalus selama delapan abad dan merusak peradaban yang tinggi nilainya kepada dunia barat.
9. Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol
Pada tahun 126 sampai 1405 Masehi, kaum mongol melebarkan penaklukannya hampir semua benua Asia. Menurut catatan, kekaisaran penaklukan mereka meliputi seluas 33 juta kilometer persegi. Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh lebih sejuta rakyat negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka menjangkau sampai ke Moscow dan Kiev.Pada tahun 1258, tentara pimpinan jenderal Hulagu Khan merebut Kota Baghdad yang menjadi kemegahan dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, banyak umat islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana islam dibuang ke dalam Sungai Furat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam karena tinta.Pada 15 Ramadan 658 hijrah bersamaan 1260 Masehi, tentara islam bangkit membuat serangan balas. Tentara islam dan para ulama pimpinan sultan qutuz dari dinasti Mamluk, Mesir mara ke Palestina setelah Mongol menguasainya. Kedua pihak bertemu di 'ain jalut.
Dalam pertempuran itu, tentara islam meraih kemenangan dan berhasil menawan Kitbuqa Noyen, seorang letnan kristen yang memberi nasihat kepada Hulagu Khan untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa saat Mongol yang terkenal dengan kekerasan akhirnya kalah pada tentara islam.
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kumpulan kisah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yang dialami Beliau di Bulan Ramadan menarik untuk disimak. Apa saja kisah Baginda Nabi SAW ini? Kumpulan... | Halaman Lengkap [2,247] url asal
#nabi-muhammad-saw #peristiwa-sejarah-di-bulan-ramadhan #kisah-nabi-muhammad #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/02/26 05:15
v/133102/
Kumpulan kisah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalamyang dialami Beliau di Bulan Ramadan menarik untuk disimak. Kisah-kisah tersebut tentu saja sangat bersejarah, baik peristiwa yang menakjubkan maupun upaya Beliau dalam memperjuangkan nasib umatnya.Dirangkum dari sejumlah referensi, berikut kisah-kisah Nabi Muhammad SAW yang terjadi di Bulan Ramadan:
1. Menerima Wahyu Al-Quran
Kisah pertama yakni ketika Nabi Muhammad SAWdalam menerima wahyu dari Allah SWT. Mengutip dari buku '49 Teladan dalam Al-Quran', dijelaskan bahwa sejarah turunnya Al-Quran kepada Rasulullah diperkirakan memakan waktu kurang lebih selama 23 tahun atau sekitar 22 bulan 22 bulan 2 hari.Disampaikan Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Rasulullah saat beliau sedang berkhalwat atau bermeditasi di Gua Hira yang ada di Bukit Jabal Nur. Peristiwa tersebut bertepatan pada tanggal 17 Ramadan malam hari yang disebut sebagai malam Lailatul Qadar. Pada saat itu Rasulullah berusia 40 tahun.
Surat dalam Al-Quran yang pertama kali diturunkan adalah Surat Al-Alaq ayat 1-5. Terkait diturunkannya Al-Quran di malam Lailatul Qadar telah disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Surat Al-Qadr ayat 1 dan Ad Dukhan ayat 2-3.
Adapun bunyi dari kedua ayat tersebut adalah sebagai berikut:
"Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr."
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar" (Q.S. Al-Qadr: 1).
"Wal-kitâbil-mubîn. Innâ anzalnâhu fî lailatim mubârakatin innâ kunnâ mundzirîn."
Artinya: "Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas. Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul Qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan" (Q.S. Ad-Dukhan: 2-3).
2. Memenangkan Perang Badar
Perang Badar adalah perang antara umat Muslim dan kaum Quraisy, yang dikenal sebagai perang besar pertama dalam Sejarah Islam. Perang ini mengalami perpecahan pada 17 Ramadan di tahun kedua Hijriah.Merujuk pada Islamic Relief, penyebab adanya perang Badar disebabkan oleh perseteruan di antara keduanya. Kaum Quraisy seringkali menghalangi jalan penyebaran ajaran Islam. Mereka menyulitkan para Muslimin yang ingin berbagi ajaran Allah SWT, seperti yang diceritakan dalam Kitab As-Sirah an-Nabawiyah oleh Abdul Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi.
Saat itu, perbandingan pasukan antara Muslim dan Quraisy berbanding jauh, di mana mereka berisikan kurang lebih 1.000 prajurit, dengan 100 ekor kuda. Sedangkan umat Muslim hanya terdiri dari sekumpulan 300 laki-laki dengan dua ekor kuda. Dengan perbandingan jumlah yang sangat signifikan, dapat dikatakan bahwa umat Muslim akan dengan mudahnya dikalahkan oleh suku Quraisy.
Dalam Ar-Rahiq al-Makhtum-Sirah Nabawiyah oleh Shafiyurrahma al-Mabarakfuri, perang ini mengambil waktu saat kafilah dagang Quraisy yang sedang perjalanan pulang dari Syam menuju Makkah, dihadang oleh pasukan Madinah. Kafilah dagang Quraisy tersebut membawa kekayaan penduduk Makkah, sebanyak 1.000 ekor unta membawa harta benda bernilai 5.000 dinar.
Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW berkata pada para Muslim, “Ini adalah kafilah dagang Quraisy yang membawa harta benda mereka. Halangi ia, semoga Allah SWT memberikan barang rampasan itu pada kalian.”
Peperangan pun dimulai. Tak ada rasa takut tergambar di wajah Nabi Muhammad SAW selama ia dan pasukannya berjalan dari Madinah menuju medan peperangan. Dengan menyiapkan taktik serta siasat dari Nabi Muhammad SAW, pasukan Muslim sampai pada mata air Badar lebih dahulu dibandingkan kaum Quraisy. Hal ini sebagai upaya untuk mengamankan air beserta cadangannya di tengah lembah gurun Badar.
Orang yang pertama kali gugur adalah Al-Aswad bin Abdul Asad Al-Makhzumi, seorang kaum Quraisy yang kasar, yang berusaha merebut pasokan air dari para Muslim. Tetapi, gerakannya itu dihalangi oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Kemudian, ia menebas kaki Al-Aswad hingga terputus dan membuatnya tercebur dalam mata Air Badar, hingga berakhir meninggal dunia dihabisi oleh Hamzah.
Selanjutnya, perang semakin pecah dengan jatuhnya 3 penunggang kuda Quraisy yang juga komando pasukan. Hal itu membuat kaum Quraisy naik pitam dan semakin murka dalam penyerangan ke pasukan Muslim.
Sedangkan itu, Rasulullah SAW berdoa dan memohon bantuan pada Allah SWT, memohon akan kemenangan, hingga pada akhirnya dalam riwayat Muhammad bin Ishaw menyebutkan: “Rasulullah SAW bersabda, “Bergembiralah wahai Abu Bakar. Telah datang pertolongan Allah SWT kepadamu. Inilah Jibril yang datang sambil memegang tali kekang kuda yang ditungganginya di atas gulungan-gulungan debu.”
Dengan bantuan para malaikat, para Muslim pun berperang. Dalam riwayat Ibnu Sa’ad dari Ikrimah, dia berucap, “Pada saat itu ada kepala orang musyrik yang terkulai, yang tak diketahui siapa yang melakukannya. Ada juga tangan yang terputus, juga tanpa diketahui siapa yang melakukannya.”
Peperangan besar ini terjadi dalam dua jam, yang berakhir kemenangan pada pasukan Muslim. Mereka berhasil meruntuhkan pertahanan kaum Quraisy hingga mereka mundur dan menyerah. Setelah enam tahun berakhirnya Perang Badar, para Muslim berhasil menyebarkan ajaran Islam di Makkah dengan damai, tanpa adanya gangguan dari kaum Quraisy.
Perang besar Badar ini pun disebut dalam surah Ali Imran ayat 123-126
Wa laqad nashrakumullahu bibadriw wa antum adzillah, fattaqullaha la’allakum tasykurun
Artinya: “Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu (pada saat itu) adalah orang-orang lemah. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur. (QS Ali Imran 3:123)
Perang Badar ini memiliki nilai penting dalam ajaran Islam. Ia menggambarkan bagaimana rasa tunduk dan berserah diri kepada Allah SWT dapat memberikan bantuan tiada tara kepada hambaNya.
3. Pembebasan Kota Makkah
Peristiwa yang dialami oleh Rasulullah selanjutnya yang bertepatan dengan bulan Ramadan adalah melakukan pembebasan Kota Makkah. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam buku 'Makkah: Kota Suci Yang Dirindukan Umat' karya Rizem Aizid, bahwa peristiwa pembebasan Kota Makkah juga dikenal sebagai Fathu Makkah.Dijelaskan bahwa Fathu Makkah merupakan peristiwa yang terjadi pada 10 Ramadan tahun 8 Hijriah. Pada saat itu Rasulullah beserta puluhan ribu pasukannya bergerak dari Madinah menuju Makkah. Mereka menguasai kota tersebut sepenuhnya.
Pembebasan Kota Makkah terjadi tanpa pertumpahan darah. Setelah berhasil melakukannya, Rasulullah dan pasukannya membersihkan Ka'bah dari berbagai patung berhala. Diketahui bahwa patung-patung berhala sebelumnya diletakkan oleh kaum Quraisy di bagian dalam maupun sekitar Ka'bah.
Selesai pembebasan Makkah, Rasulullah meminta Billal bin Rabbah untuk mengumandangkan adzan dari atas Ka'bah. Momentum tersebut juga digunakan oleh umat Islam untuk melakukan sholat secara berjamaah untuk pertama kalinya di sana. Sebaliknya, penduduk Makkah berkumpul di depan Ka'bah dengan menyesali perbuatan buruk mereka kepada Rasulullah.
Rasulullah pun mengampuni dan sama sekali tidak menghukum mereka. Mengetahui hal tersebut, penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam. Mereka juga bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.
Terkait peristiwa pembebasan Kota Makkah ini disebutkan dalam firman Allah SWT melalui Surat An-Nashr. Adapun bunyi dari surat tersebut adalah sebagai berikut:
"Idzâ jâ'a nashrullâhi wal-fat-ḫ. Wa ra'aitan-nâsa yadkhulûna fî dînillâhi afwâjâ. Fa sabbiḫ biḫamdi rabbika wastaghfir-h, innahû kâna tawwâbâ."
Artinya: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat."
4.Kisah teladan tentang Puasa dari Abu Thalhah
Ada satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Abu Thalhah. Ia merupakan sosok yang sangat rajin menunaikan ibadah puasa. Melalui riwayat Anas bin Malik, diceritakan bahwa Abu Thalhah selalu berpuasa sepeninggalan Nabi Muhammad SAW selama 40 tahun.Dalam buku Ensiklopedia Sahabat Rasulullah yang ditulis oleh Wulan Mulya Pratiwi dkk, dijelaskan Abu Thalhah tidak menunaikan puasa hanya pada hari-hari yang diharamkan, seperti hari besar, atau saat ia sedang sakit. Selain rajin menunaikan puasa, Abu Thalha juga tak pernah meninggalkan salat malam dan selalu berjihad di jalan Allah.
Ia tak pernah lelah menegakkan ajaran Allah SWT dalam keseharian hidupnya, bahkan hingga sudah berusia lanjut yang renta. Anak-anaknya memperingatkan dengan menasihati Abu Thalhah perihal umurnya yang sudah renta, namun ia tetap bulat akan tekadnya untuk berjihad dan berlaut bersama pasukan pengembara Muslim lainnya.
Seorang anak dari Abu Thalhah berujar:
“Semoga Allah memberikanmu rahmat selalu, wahai ayah kami. Kau sekarang sudah amat tua. Sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar. Mengapa kau tidak rehat saja dan biarkan kami melanjutkan jihadmu?”
Segera Abu Thalhah menimpali melalui firman Allah SWT dalam QS At-Taubah ayat 41:
Infirụ khifāfaw wa ṡiqālaw wa jāhidụ bi`amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāh, żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
Artinya: "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui,"
Sayangnya, Abu Thalhah wafat dalam perjalanan tersebut. Ia wafat dalam keadaan menjalani ibadah puasa.Di waktu itu, para pasukan Muslim tidak menemukan pulau untuk bersandar agar bisa mengebumikan jenazahnya.
Selama tujuh hari mereka mencari pulau, jenazah Abu Thalhah tetap utuh dan tidak berubah. Jasadnya terlihat seperti orang yang tertidur. Oleh karenanya, dipercayalah bahwa jasad utuhnya itu disebabkan amalan berpuasa yang rajin dilakukannya.
5. Turunnya Perintah Sahur
Kisah teladan Qais bin Shirmah yang merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW satu ini menceritakan bagaimana Allah SWT mengerti keadaan para hambaNya. Meskipun Qais harus bekerja keras sebagai tukang kebun di sebuah kebun kurma, ia selalu taat beribadah. Kisah Qais bin Shirmah yang terkenal adalah saat ia jatuh pingsan di tengah waktu bekerja, dikarenakan tak sempat makan dan minum saat sahur.Kisah inilah yang menjadi asal muasal turunnya firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 187, mengenai perintah sahur dalam menjalani ibadah puasa bulan Ramadan.
Dalam riwayat Abu Daud, pada saat zaman Rasulullah SAW, para umat Islam yang sudah menunaikan salat Isya, mereka tak diperkenankan untuk mengonsumsi makanan maupun minuman. Hadis riwayat tersebut menjelaskan bahwasanya pada waktu itu, puasa dimulai setelah Isya. Hal ini disebabkan, sehabis Isya ialah waktu orang-orang akan mulai masuk ke waktu tidurnya.
Pada awal-awal perintah berpuasa diwajibkan pada umat Islam, belum ada ketentuan yang mengatur dengan jelas mengenai batasan waktu diperbolehkannya untuk makan dan minum ketika berpuasa. Beberapa sahabat Nabi yang akan berpuasa, tertidur dan tak sempat melakukan sahur di dini hari.
Akibatnya, di esok hari, mereka berpuasa dalam keadaan perut kosong dari semalam. Salah satu sahabat Nabi yang bernama Qais bin Shirmah, mengalamai hal ini.
Qais bin Shirmah adalah seorang yang berasal dari kaum Anshar, yang bekerja sebagai tukang kebun kurma. Sifatnya yang taat akan ibadah, tak mengecualikannya dalam berpuasa meskipun memiliki pekerjaan yang cukup berat dan keras.
Walaupun berpuasa, ia tak sedikitpun mengurangi rasa giat dan semangat bekerjanya. Saat memasuki waktu berbuka puasa, ia pun kembali ke rumah dan bertanya pada istrinya tentang makanan berbuka. Akan tetapi, istrinya menjawab tidak ada sedikitpun makanan yang tersedia.
Ia berkata, “Maafkan aku suamiku. Hari ini kita tak ada makanan sedikitpun. Tunggu sebentar, akan ku carikan makanan untukmu.” Sang istri pun pergi keluar rumah, sedangkan Qais bin Shirmah yang kelelahan dari bekerja, jatuh terlelap dengan perut yang kosong.
Saat si Istri pulang membawa makanan, ia melihat suaminya yang tertidur dan enggan untuk membangunkannya. Sehingga di keesokan harinya, Qais tetap pergi bekerja walau tak sempat makan apapun sejak berpuasa kemarin. Akan tetapi, saat dirinya tengah bekerja, tiba-tiba ia jatuh dan pingsan.
Para sahabat Nabi yang lain mengetahui hal ini pun langsung mengabari Rasulullah, karenanya turunlah ayat 187 dari QS Al-Baqarah yang berbunyi:
Uhilla lakum lailatas-shiyaamir-rofasu ilaa nisaaa-ikum, hunna libaasul lakum wa angtum libaasul lahunn, ‘alimallohu annakum kungtum takhtaanuuna angfusakum fa taaba ‘alaikum wa’afaa ‘angkum, fal-aana baasyiruuhunna wabtaghuu maa kataballohu lakum, wa kuluu wasyrobuu hattaa yatabayyana lakumul-khoithul-abyadhu minal-khotil-aswadi minal-fajr, summa atimmush-shiyaama ilal-laiil, wa laa tubaasyiruuhunna wa angtum ‘aakifuuna fil-masaajid, tilka hududullohi yubayyinullohu aayaatihii lin-naasi la’allahum yattaquun
Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia agar mereka bertakwa.”
Dari kisah teladan sahabat Nabi Muhammad SAW satu ini, dapat kita ambil pelajarannya mengenai ketaatan seorang hamba Allah pada perintahNya.
6. Perintah Menyegerakan Berbuka Puasa
Sebagaimana anjuran Rasulullah SAW, saat kita menunaikan berpuasa, maka penting bagi kita mendahulukan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang jelas. Akan tetapi, ternyata ada seseorang yang lebih suka menunda-nunda waktu berbuka. Hal yang sangat berbanding terbalik sekali dengan anjuran Nabi.Ada sebuah kisah di mana ada seorang laki-laki yang dikenal sebagai ahli puasa. Ia menunaikan banyak ibadah berpuasa, tetapi ia justru suka mengakhirkan waktu berbuka puasanya.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menceritakan kisah ini dalam Al-Ruh dari Al-Qairuwani yang menerima berita dari seorang syeikh begitu memiliki banyak keutamaan. Syeikh itu menerima kabar dari seorang ahli fikih. Yang di mana, ia bercerita, kala itu, mereka pernah berteman dengan seorang lelaki yang sering berpuasa, bahkan terus menerus berpuasa tanpa ada hentinya. Sayangnya, ia terbiasa mengakhirkan waktu berbuka.
Tatkala tidur, orang itu melihat ada dua orang hitam yang seolah menarik lengan atasnya dan bajunya untuk dibawa ke perapian yang menyala merah dan melemparkan ke dalamnya.
Lelaki itu bertanya, “Mengapa kalian melakukan ini?”
Kedua orang hitam itu menjawab, “Karena engkau menyalahi sunnah Rasulullah SAW. Sesungguhnya ia memerintahkan untuk selalu mendahulukan waktu berbuka, tetapi engkau justru mengakhirinya.”
Kemudian, di pagi harinya, sebangunnya ia dari tidur, ia menyadari bahwa mimpi semalam benar terjadi. Wajah dari lelaki ahli puasa tersebut menjadi hitam sebab terbakar api. Sehingganya, ia menjadi malu dan menutupi wajahnya dari hadapan orang-orang sekeliling.
Oleh karena itu, nantinya di bulan Ramadan esok, sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW, segerakanlah untuk berbuka puasa jika sudah memasuki waktunya.
4 Alasan Tekanan Global Tak Berpengaruh pada Israel, dari Perang Narasi hingga Mentalitas Pengepungan
Meskipun mendapat kecaman global dan hukum internasional, Israel tetap melanjutkan aneksasi de facto Tepi Barat awal bulan ini, rumah bagi lebih dari tiga juta... | Halaman Lengkap [842] url asal
#palestina-israel #konflik-israel-palestina #alasan-israel-menyerang-palestina #peristiwa-ajaib-perang-palestina-israel #palestina
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/02/26 04:40
v/140176/
GAZA - Meskipun mendapat kecaman global dan hukum internasional, Israel tetap melanjutkan aneksasi de facto Tepi Barat awal bulan ini, rumah bagi lebih dari tiga juta warga Palestina dan wilayah yang telah diduduki secara ilegal sejak 1967.Kritik internasional yang menyertai pengumuman tersebut bukanlah hal baru. Selama dua tahun genosida di Gaza, Israel telah menempatkan dirinya pada jalur untuk menjadi, dalam kata-kata beberapa anggota parlemennya sendiri, sebuah "negara paria". Perdana menteri dan mantan menteri pertahanannya dicari karena kejahatan perang oleh Mahkamah Pidana Internasional, sementara kebencian global atas tindakannya di Gaza telah mendorong boikot barang-barang Israel ke garis depan pikiran konsumen.
4 Alasan Tekanan Global Tak Berpengaruh pada Israel, dari Perang Narasi hingga Mentalitas Pengepungan
1. Isolasi Israel Tak Berdampak
Empat negara – Spanyol, Slovenia, Belanda, dan Republik Irlandia – menolak untuk berpartisipasi dalam kompetisi lagu populer Eurovision sebagai protes atas kehadiran Israel. Kampanye global juga sedang berlangsung untuk menangguhkan Israel dari kompetisi sepak bola UEFA Eropa dan FIFA internasional, sementara kasus Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida di Mahkamah Internasional masih berlangsung.Namun di Israel, isolasi internasional ini – dan pembunuhan lebih dari 72.000 warga Palestina – tidak secara signifikan mengubah opini tentang bagaimana negara itu seharusnya berperilaku. Bahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan yang akan diadakan tahun ini, dan sebagian besar penentangan terhadapnya berasal dari kebijakan domestiknya, bukan dari ketidaksepakatan tentang bagaimana ia memperlakukan warga Palestina, yang masih ditanggapi oleh banyak orang dengan acuh tak acuh.
“Sebagian besar orang bahkan tidak tahu bahwa kita sebagian besar telah mencaplok Tepi Barat,” kata Orly Noy, editor situs berita berbahasa Ibrani Local Call. “Hanya saja tidak dilaporkan seperti itu.”
“Mereka mungkin menyadari bahwa beberapa aturan pemerintahan telah berubah, tetapi mereka mungkin tidak akan tahu bahwa wilayah itu telah dianeksasi secara de facto sampai ada respons internasional yang memengaruhi mereka, seperti Eurovision,” katanya, seraya mencatat bahwa penarikan empat negara sebagai bentuk protes terhadap genosida Israel telah dibingkai di Israel sebagai dimotivasi terutama oleh anti-Semitisme.
2. Dalih Anti-Semit
Bagi banyak warga Israel, Palestina hampir tidak ada, kata para pengamat, dengan kekerasan ekstrem yang dilakukan pemukim terhadap mereka sebagian besar tidak dilaporkan atau dianggap sebagai sesuatu yang pantas diterima.“Media tidak pernah benar-benar melaporkan penentangan terhadap apa pun yang dilakukan Israel,” lanjut Noy. “Media hanya menganggapnya sebagai anti-Semit, dan menampilkan dunia sebagai terdiri dari mereka yang mendukung kita, atau menentang kita.”
“Mengapa mereka [orang Israel] harus merenungkan tindakan pemerintah mereka?” tanyanya secara retoris. “Mereka sudah memiliki jawabannya: anti-Semitisme, status korban, dan pembangkangan.”
Sedikit sekali pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza yang sampai ke televisi Israel – yang merupakan cara paling populer untuk menerima berita – selama perang berlangsung. Sebaliknya, saluran berita Israel yang meliput konflik tersebut berfokus pada jumlah “teroris” yang tewas, atau membingkai kekhawatiran tentang sifat perang sepenuhnya melalui prisma sekitar 250 tawanan yang diambil oleh Hamas dan kelompok lain pada tahun 2023.
Dalam bentuk cetak, kritik terhadap pemerintah atau perangnya sebagian besar diserahkan kepada media kecil di sayap kiri.
3. Perang Narasi
Dalam lanskap politik di mana tindakan Israel sebagian besar tidak dilaporkan, kritik terhadap perilaku pemerintahnya dengan mudah dianggap oleh para pembuat undang-undang sebagai anti-Semit, dengan tuduhan itu sendiri berfungsi sebagai "Iron Dome" kedua – merujuk pada sistem pertahanan anti-rudal Israel – dalam menangkis kritik terhadap negara tersebut, kata Neve Gordon, seorang profesor hukum internasional dan hak asasi manusia Israel di Queen Mary University of London.“Israel selalu harus menjadi korban, dan status korban itu membenarkan segala tingkat kekerasan dalam pembelaannya,” kata Gordon.
“Saya mengunjungi Israel sekitar 10 kali selama satu setengah tahun pertama perang,” katanya, menggambarkan periode perang ketika Israel telah membunuh puluhan ribu pria, wanita, dan anak-anak di Gaza dan membuat ribuan lainnya kelaparan.
“Yang Anda dengar hanyalah tentang sandera. Anda tidak pernah mendengar tentang apa yang terjadi di Gaza,” katanya, “Ini adalah pengulangan trauma yang menghapus segalanya, termasuk rasa empati.”
4. Mentalitas Pengepungan
Menurut Netanyahu – berbicara di sebuah konferensi pada bulan Januari – anti-Semitisme yang dihadapi Israel lebih dalam daripada sekadar rasisme.Sebaliknya, pertempuran melawan anti-Semitisme adalah pertempuran atas masa depan peradaban, kata Netanyahu.
“Rasisme telah ada sepanjang sejarah. Itu bukan anti-Semitisme,” katanya kepada para hadirin. “Anti-Semitisme dimulai sebagai sebuah kepercayaan 2.500 tahun yang lalu, 500 tahun sebelum kelahiran Kekristenan, dengan serangan ideologis terhadap orang Yahudi yang terus bermetamorfosis selama berabad-abad.”
Puluhan tahun pernyataan serupa dari berbagai politisi telah meninggalkan jejaknya, kata Daniel Bar-Tal, profesor psikologi sosial-politik di Universitas Tel Aviv, seraya mencatat bahwa seluruh bangsa kini telah "diindoktrinasi" ke dalam pandangan dunia yang menempatkan sejarahnya sendiri sebagai penyeimbang utama terhadap tindakan apa pun yang dipilihnya atau kritik terhadapnya.
“Banyak orang Yahudi Israel memiliki semacam mentalitas terkepung,” kata Bar-Tal, menggambarkan bagaimana kritik terhadap Israel disambut dengan bentuk "pembungkaman moral" yang dipersenjatai dan disebarluaskan oleh pemerintah. “Mereka membayangkan bahwa seluruh dunia hanya ingin Israel lenyap.”
“Mereka berpikir, kalian orang Eropa tidak mengatakan apa pun tentang kami selama Perang Dunia II,” tambahnya. “Kalian tidak melakukan apa pun untuk menghentikan Holocaust, dan sekarang kalian ingin menyerang satu-satunya tempat di mana orang Yahudi merasa aman?”
Palestina Tak Mau Berdamai dengan Israel, Ini 4 Motifnya
Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghabekian Shahin menyatakan bahwa mencapai perdamaian dengan Israel tidak mungkin selama hak-hak Palestina... | Halaman Lengkap [638] url asal
#konflik-israel-palestina #palestina-israel #alasan-israel-menyerang-palestina #peristiwa-ajaib-perang-palestina-israel #cara-israel-kuasai-tanah-palestina
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/02/26 14:39
v/138084/
GAZA - Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghabekian Shahin menyatakan bahwa mencapai perdamaian dengan Israel "tidak mungkin" selama hak-hak Palestina dilanggar oleh rezim pendudukan. Dia menekankan bahwa hukum internasional perlu ditegakkan dan tindakan sepihak harus dihentikan."Perdamaian dengan Israel dalam kondisi pelanggaran hak-hak Palestina yang terus-menerus tidak mungkin," kata Shahin di sela-sela Konferensi Keamanan Munich pada hari Minggu, dilansir Press TV.
Palestina Tak Mau Berdamai dengan Israel, Ini 4 Motifnya
1. Israel Akan Mencaplok Tepi Barat dan Yerusalem Timur
Ia berpendapat bahwa tindakan sepihak Israel di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur, seperti perluasan dan legalisasi pemukiman ilegal, menghambat peluang untuk penyelesaian melalui negosiasi.“Segala sesuatu yang dilakukan Israel secara sepihak di wilayah yang diduduki harus dianggap batal dan tidak berlaku,” kata Shahin, dilansir Press TV. Dia menekankan bahwa aneksasi “melanggar hukum internasional, dan itu adalah kejahatan yang perlu dihentikan.”
2. Israel Selalu Melanggar Gencatan Senjata di Gaza
Diplomat Palestina terkemuka itu juga berbicara tentang proses gencatan senjata Gaza, yang dimulai pada 10 Oktober, menyatakan bahwa kemajuan ke fase berikutnya bergantung pada kepatuhan penuh terhadap perjanjian awal.“Kami ingin memasuki fase kedua, tetapi kami perlu memastikan bahwa kewajiban fase pertama dipenuhi,” katanya.
Fase awal berakhir setelah pertukaran tawanan Israel dengan warga Palestina yang diculik, sementara fase kedua melibatkan pembangunan kembali wilayah yang dihancurkan Israel selama dua tahun serangan udara.
“Kita masih melihat bahwa kita belum memiliki gencatan senjata yang lengkap. Kita memiliki gencatan senjata parsial. Bantuan kemanusiaan tidak sampai ke tempat yang dibutuhkan. Penyeberangan perbatasan Rafah sebagian dibuka,” tambahnya, seraya mencatat bahwa langkah-langkah tambahan diperlukan untuk transisi yang lancar.
3. Israel Tak Ingin Perdamaian
Shahin menganjurkan langkah-langkah global yang lebih kuat dan merujuk pada struktur hukum dan diplomatik saat ini.“Yang kami inginkan adalah agar dunia berdiri dan berkata, ‘Lihat, sudah cukup. Hukum internasional sangat jelas,’” katanya, merujuk pada putusan internasional dan resolusi PBB yang menyatakan pemukiman dan pendudukan ilegal.
Shahin menyatakan bahwa serangan-serangan baru-baru ini menekankan pandangannya bahwa Israel "tidak menginginkan perdamaian," dan menunjukkan bahwa jika Israel benar-benar menginginkan perdamaian, mereka akan berhenti melanggar hukum internasional dan hak-hak Palestina.
4. Israel Melegalkan Kriminalitas
Sebaliknya, ia menyatakan bahwa Israel terus melakukan "tindakan kolonialisme aneksasi" dan bertujuan untuk "melegalkan kriminalitas."Ia menyerukan kepada komunitas global untuk menyatakan "cukup sudah" dan menegakkan hukum internasional, termasuk putusan Mahkamah Internasional (ICJ) dan Resolusi PBB 2334, yang menurutnya menyatakan pemukiman dan pendudukan sebagai tindakan ilegal.
Ketika ditanya tentang seruannya kepada Jerman dan Finlandia untuk bergabung dengan negara-negara Eropa lainnya dalam pengakuan negara Palestina, ia berkata, "Mereka akan mempertimbangkannya pada waktu yang tepat. Visi pengakuan itu ada, tetapi mereka perlu bergerak ke arah itu sesuai dengan kenyamanan mereka."
"Tetapi bagi saya, masalahnya sangat jelas. Jika Anda adalah pendukung solusi dua negara, jika Anda percaya pada hukum internasional, jika Anda ingin mematuhi hukum internasional, Anda perlu mengakui, karena tidak ada alasan sama sekali untuk tidak mengakui," tambahnya.
Pada hari Minggu, rezim Israel menyetujui rencana untuk mendaftarkan sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagai "milik negara," menandai tindakan pertama semacam ini sejak Israel mengambil alih wilayah tersebut pada tahun 1967.
Menurut Perjanjian Oslo II yang ditandatangani pada tahun 1995, Area A di Tepi Barat sepenuhnya dikendalikan oleh Palestina, Area B memiliki pemerintahan sipil Palestina dengan pengawasan Israel, dan Area C, yang mencakup sekitar 61% dari Tepi Barat, sepenuhnya dikendalikan oleh rezim Israel.
Langkah terbaru ini merupakan bagian dari serangkaian keputusan oleh apa yang disebut Kabinet Keamanan Israel pekan lalu, yang dimaksudkan untuk meningkatkan pembangunan pemukiman ilegal dan meningkatkan dominasi Tel Aviv atas Tepi Barat yang diduduki.
Media Israel melaporkan bahwa tindakan tersebut melibatkan pencabutan undang-undang yang melarang penjualan tanah di Tepi Barat kepada pemukim ilegal Israel, membuka dokumen kepemilikan tanah, dan mentransfer kendali izin pembangunan di area pemukiman dekat al-Khalil dari kotamadya Palestina ke administrasi sipil Israel.
Bagaimana Masa Depan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza?
Berdasarkan pengalaman 75 tahun operasi perdamaian PBB dan 30 tahun operasi stabilisasi NATO, beberapa faktor penting memengaruhi apakah negara-negara bersedia... | Halaman Lengkap [849] url asal
#jalur-gaza #palestina-israel #konflik-israel-palestina #peristiwa-ajaib-perang-palestina-israel #cara-israel-kuasai-tanah-palestina
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/02/26 03:30
v/133926/
GAZA - Berdasarkan pengalaman 75 tahun operasi perdamaian PBB dan 30 tahun operasi stabilisasi NATO, beberapa faktor penting memengaruhi apakah negara-negara bersedia secara politik mendukung, secara finansial mendukung, dan berpartisipasi dalam misi tersebut.Faktor-faktor tersebut adalah: legitimasi dan kredibilitas, keunggulan politik dan kejelasan misi, persepsi ketidakberpihakan dan persetujuan pihak-pihak yang berkonflik, serta persepsi penduduk setempat.
Bagaimana Masa Depan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza?
1. Mengakhiri Perang Gaza
Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang merupakan pilar inti dari Rencana Komprehensif untuk mengakhiri Konflik Gaza, saat ini tidak memenuhi persyaratan minimum untuk sebagian besar faktor-faktor ini. Ini menjelaskan mengapa pembentukannya mengalami kesulitan. Tanpa peningkatan signifikan di seluruh faktor-faktor ini, kemungkinan besar ISF tidak akan pernah dibentuk.Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 mengesahkan ISF pada 17 November 2025. Hal ini memberikan legitimasi formal berdasarkan hukum dan praktik internasional yang telah mapan.
"Namun, legitimasi ini melemah karena kurangnya kejelasan resolusi mengenai tujuan politik operasi dan cara untuk mencapainya. Pelajaran inti dari sejarah operasi perdamaian dan stabilisasi adalah bahwa operasi semacam itu tidak dapat menggunakan kekuatan untuk mencapai di lapangan apa yang tidak dapat disepakati secara politik di meja perundingan. Operasi perdamaian bukanlah pengganti perjanjian politik; itu adalah alat untuk mengimplementasikan perjanjian," ungkap Cedric de Coning dan Erik Skare, dilansir Global Policy Journal.
2. Melucuti Senjata Hamas
Menurut Cedric de Coning dan Erik Skare, implikasinya bagi ISF adalah tidak realistis untuk mengharapkannya melucuti senjata dan mendemiliterisasi Gaza secara paksa, tetapi ISF dapat menyediakan lingkungan yang aman dan stabil serta memfasilitasi dan mengawasi proses tersebut, jika Israel dan Hamas setuju untuk mendemiliterisasi Gaza secara sukarela.Resolusi Dewan Keamanan PBB 2083 mengatur agar ISF 'menggunakan semua tindakan yang diperlukan untuk melaksanakan mandatnya', yang merupakan rumusan yang secara luas konsisten dengan bahasa yang biasanya digunakan Dewan Keamanan untuk mengesahkan penggunaan kekuatan.
Namun, frasa lain yang biasanya digunakan untuk menandakan dasar hukum penggunaan kekuatan, yaitu ‘bertindak berdasarkan Bab VII Piagam PBB’, telah dihilangkan. Tujuannya mungkin untuk mengurangi persepsi bahwa ISF adalah operasi penegakan hukum, sekaligus mengizinkan penggunaan kekuatan jika diperlukan untuk menahan pertempuran dan kejahatan di Gaza.
Meskipun ambiguitas ini mungkin berguna secara operasional, hal itu kurang jelas bagi negara-negara penyumbang pasukan dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat penilaian tentang kelayakan operasional misi tersebut. Israel belum mampu mengalahkan dan melucuti senjata Hamas dan faksi bersenjata lainnya meskipun telah menggunakan kekuatan yang luar biasa selama dua tahun.
Tidak ada skenario realistis di mana ISF akan berhasil di mana Israel gagal. Dengan demikian, sikap penegakan perdamaian kemungkinan besar tidak efektif tetapi akan menimbulkan korban jiwa di antara negara-negara penyumbang pasukan dan penduduk sipil.
"Hal ini menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi calon penyumbang pasukan. Penting untuk mengklarifikasi dalam keadaan apa ISF akan menggunakan kekuatan. Sebagian besar calon penyumbang pasukan akan merasa nyaman menggunakan kekuatan untuk melindungi warga sipil dan untuk membela diri, tetapi tidak untuk melucuti senjata Hamas dan faksi lainnya secara paksa," ujar Cedric de Coning dan Erik Skare.
3. Siapa yang Kirim Pasukan?
Kekhawatiran penting lainnya adalah siapa yang berwenang untuk membuat dan mengubah aturan yang mengatur penggunaan kekuatan Pasukan Keamanan Irak (ISF) dalam parameter yang disetujui oleh Dewan Keamanan.Menurut Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, wewenang tersebut berada di tangan Dewan Perdamaian, tetapi belum ada cukup informasi yang tersedia tentang bagaimana Dewan akan membuat keputusan tersebut untuk memungkinkan negara-negara penyumbang pasukan potensial untuk mempercayakan Dewan dalam membuat keputusan yang tidak memihak mengenai bagaimana tentara mereka harus menggunakan kekuatan.
"Negara-negara penyumbang pasukan potensial yang juga merupakan anggota Dewan, dan yang dengan demikian akan memiliki suara dalam proses tersebut, kemungkinan akan lebih percaya pada Dewan daripada mereka yang bukan anggota. Bahkan, kemungkinan besar negara yang bukan anggota Dewan tidak akan mempertimbangkan untuk menyumbangkan pasukan ke ISF," jelas Cedric de Coning dan Erik Skare.
4. Rakyat Palestina Menentang Pelucutan Senjata
Baik Hamas maupun PIJ—dua faksi bersenjata terbesar di Gaza—telah secara eksplisit menyatakan bahwa pihak mana pun yang mencoba melucuti senjata mereka dengan kekerasan akan berubah dari pihak netral menjadi pihak yang berperang. Hamas dan faksi-faksi bersenjata lainnya menolak pelucutan senjata sepihak terhadap gerakan tersebut yang terlepas dari penarikan Israel dari Jalur Gaza dalam jangka pendek, dan pembentukan negara Palestina dalam jangka panjang."Hal ini, sampai batas tertentu, sejalan dengan sentimen populer Palestina (Oktober 2025), karena 69% warga Palestina menentang pelucutan senjata Hamas (78% Tepi Barat, 55% Gaza) dan tetap terpecah pendapat mengenai rencana perdamaian itu sendiri (47% mendukung vs. 49% menentang), dengan perbedaan regional yang mencolok (59% Gaza vs. 39% Tepi Barat mendukung)," jelas Cedric de Coning dan Erik Skare.
Pada dasarnya, sementara Hamas akan menolak ISF jika mandatnya melampaui prinsip-prinsip perdamaian seperti persetujuan, ketidakberpihakan, dan penggunaan kekuatan minimum, ISF tidak berguna bagi Israel kecuali jika dapat menegakkan demiliterisasi Jalur Gaza. Jika tidak bisa, maka Israel lebih memilih situasi di mana mereka dapat menggunakan kekuatan di Jalur Gaza tanpa terhalang oleh kehadiran pasukan internasional.
Opini publik Israel (November 2025) kurang terpecah mengenai ISF, dengan 62% mendukung pengerahan pasukan internasional untuk menstabilkan keamanan (52% lebih memilih pasukan AS saja atau pasukan Barat saja), sementara 26% bersikeras keamanan harus tetap berada di bawah kendali militer Israel secara eksklusif.
9 Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ada sejumlah peristiwa sejarah penting bagi umat Islam, terjadi di bulan Ramadan . Apa sajakah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan suci tersebut? Ada sejumlah... | Halaman Lengkap [1,239] url asal
#sejarah-islam #peristiwa-penting-di-bulan-ramadhan #peristiwa-sejarah-di-bulan-ramadhan #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/02/26 05:15
v/132600/
Ada sejumlah peristiwa sejarahpenting bagi umat Islam, terjadi di bulan Ramadan . Apa sajakah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan suci tersebut?Dirangkum dari berbagai sumber, inilah 9 peristiwa penting yang terjadi di bulan suci Ramadanyang perlu diketahui umat muslim.
1. Bulan Diturunkan Al-Quran
Beberapa hari yang ditentukan itu adalah bulan Ramadan. Bulan yang diturunkan di dalamnya (permulaan) Al- Qur'an sebagai petunjuk untuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pemisah antara yang benar dan salah.Allah Ta'ala berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS. Al Baqarah: 185)
Para pakar tafsir dan hadis mencatat, Allah juga menurunkan kitab-kitab dan suhuf yaitu kitab-kitab kecil selain Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an kepada para rasul sebelumnya pada bulan Ramadan.
Ibnu Katsir Rahmatullah, berkata mengenai ayat ini dalam Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim (I/460-461 –Darul Hadits), “Allah menyanjung bulan Ramadan dibanding bulan-bulan lain dengan dipilihnya sebagai waktu diturunkannya Al-Quran Al-‘Azhim. Karena itu, Allah mengistimewakannya. Hal ini juga memperjelas surah al-Qadr ayat 1yang berbunyi, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. “ Sedang malam kemuliaan yang dimaksud merupakan malam Lailatul Qadr yang jatuh pada bulan Ramadan.
2.Pembebasan Kota Makkah
Fathul Makkah atau pembebasan Makkah merupakan peristiwa yang terjadi pada 630 M tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, yaitu saat Rasulullah beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Kabbah.Pada 628 M, Kaum Quraisy dan Muslim dari Madinah menandatangani Perjanjian Hudaybiyah. Dalam perjanjian tersebut terdapat kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata selama sepuluh tahun. Hubungan antara kaum Quraisy dan Muslim pun membaik. Hingga kemudian kesepakatan 10 tahun gencatan senjata dirusak oleh Quraisy, dengan sekutunya Bani Bakr, yang menyerang Bani Khuzzah yang merupakan sekutu Muslim. Abu Sufyan, kepala suku Quraisy di Mekkah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu, tetapi Rasulullah menolak.
Kemudian sekitar 10.000 orang pasukan Muslim pergi ke Mekkah yang segera menyerah dengan damai. Kaum Quraisy ketakutan, banyak suku-suku (kafir) yang meletakan senjata. Abu Sufyan akhirnya masuk Islam. Sebagai penghormatan atasnya, Nabi mendoakannya. Kemudian beliau berseru, ”Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman; barang siapa yang menutup pintu ruahnya, ia akan aman; dan barang siapa yang memasuki masjidil Harrom dia juga aman”. Penduduk Makkah pun kemudian berbondong-bondong menyatakan masuk Islam. Pada saat kemenangan itu, Nabi tidak pernah merasa dendam atas derita yang dialami dulu di Makkah. Setiap kejahatan yang pernah beliau derita telah ia lupakan. Bahkan kemenangan itu terjadii tanpa ada pertumpahan darah.
3.Perang Badar
Peristiwa ini merupakan pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, dalam keadaan sedang berpuasa dan kurang dalam segi perlengkapan, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya”. (QS Al-Imran:123)
4. Peristiwa Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Tabuk
Ketika pengaruh Nabi Muhammad SAW tersebar ke pelosok Semenanjung tanah arab, ia memberikan pukulan kepada rom yang menjadi kekuatan besar di masa itu. Lantas herkules, kaisar rom timur (bizantin) memutuskan untuk memblokir pengaruh umat islam dengan utara tanah arab.Bila berita itu sampai ke pengetahuan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, beliau mengarahkan umat islam berkumpul untuk menghadapi Rom dan mengutip zakat. Pada waktu itu tanah arab dilanda panas dan kesusahan. Iman umat islam saat itu benar-benar teruji. Namun, mereka tetap taat kepada perintah Nabi Muhammad SAW. Beliau sendiri memimpin tentara sebanyak 30.000 anggota ke utara Madinah.
Bila tentara islam tiba di tabuk, tentara rom tidak berada di situ. Sebaliknya rom menarik diri saat mengetahui serangan pasukan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam yang banyak. Tentara islam terus mengasak rom sehingga Termeterai perjanjian antara islam dan rom. Sebagai persetujuan, rom tunduk dan bernaung di bawah pemerintahan Nabi Muhammad dan dikenakan pajak sebesar 3.000 dinar setiap tahun.
5. Islam Sampai ke Yaman
Yaman terletak di selatan semenanjung Tanah Arab. Nabi muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadhn tahun ke-10 hijrah.6. Khalid bin Walid Meruntuhkan Berhala Al ‘uzza
Setelah umat islam membebaskan kota Makkah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka'bah. Lima hari sebelum berakhirnya ramadhan tahun ke-9 hijrah, ia mengirim khalid al walid untuk memusnahkan patung al 'Uzza di nakhla.Menurut kepercayaan arab jahiliyah, al 'Uzza adalah patung dewi terbesar di situ. Ia sering disebut oleh masyarakat arab saat melafalkan sumpah. Khalid al Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke nakhla lalu menghancurkan patung al 'Uzza. Setelah itu, penyembahan patung pun berakhir.
7. Penyerahan Kota Ta'if
Kota Ta'if pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad SAW saat berdakwah di sana. Setelah beliau dan umat islam berhasil membebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Nabi Muhammad SAW dan tentara islam mara ke Taif lalu mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya rombongan mereka datang ke Makkah di bulan Ramadhan tahun ke-9 hijrah dengan menyerahkan kota Ta'if sebagai tanda menyerah. Patung al laata yang dipuja sebelum ini dimusnahkan.8. Pembebasan Andalusia (Spanyol)
Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Siberia yang diperintah oleh orang islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 Masehi. Pada 28 Ramadhan tahun ke-92 hijrah, panglima islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan andalus. Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa.Setelah pasukan islam mendarat, tariq membakar kapal-kapal tentara islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur. Akhirnya andalus ditawan dan menyelamatkan rakyatnya yang dizalimi. Islam bertapak di andalus selama delapan abad dan merusak peradaban yang tinggi nilainya kepada dunia barat.
9. Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol
Pada tahun 126 sampai 1405 Masehi, kaum mongol melebarkan penaklukannya hampir semua benua Asia. Menurut catatan, kekaisaran penaklukan mereka meliputi seluas 33 juta kilometer persegi. Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh lebih sejuta rakyat negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka menjangkau sampai ke Moscow dan Kiev.Pada tahun 1258, tentara pimpinan jenderal Hulagu Khan merebut Kota Baghdad yang menjadi kemegahan dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, banyak umat islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana islam dibuang ke dalam Sungai Furat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam karena tinta.Pada 15 Ramadan 658 hijrah bersamaan 1260 Masehi, tentara islam bangkit membuat serangan balas. Tentara islam dan para ulama pimpinan sultan qutuz dari dinasti Mamluk, Mesir mara ke Palestina setelah Mongol menguasainya. Kedua pihak bertemu di 'ain jalut.
Dalam pertempuran itu, tentara islam meraih kemenangan dan berhasil menawan Kitbuqa Noyen, seorang letnan kristen yang memberi nasihat kepada Hulagu Khan untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa saat Mongol yang terkenal dengan kekerasan akhirnya kalah pada tentara islam.
Perusahaan Pertahanan Israel Raup Untung Besar dari 2 Tahun Perang Gaza
Para eksekutif perusahaan rintisan Israel mengklaim bahwa permintaan asing untuk membeli senjata dan sistem terkait mereka meningkat tajam. Seperti dilaporkan Washington... | Halaman Lengkap [331] url asal
#palestina-israel #konflik-israel-palestina #alasan-israel-menyerang-palestina #peristiwa-ajaib-perang-palestina-israel #cara-israel-kuasai-tanah-palestina
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/02/26 19:30
v/125931/
GAZA - Para eksekutif perusahaan rintisan Israel mengklaim bahwa permintaan asing untuk membeli senjata dan sistem terkait mereka meningkat tajam. Seperti dilaporkan Washington Post, serangan Israel terhadap Gaza dan Lebanon, serta serangan terhadap kelompok Hizbullah, dilaporkan telah memicu permintaan asing untuk senjata dan teknologi lain yang digunakan oleh pasukan Israel.Menurut Startup Nation Central, perusahaan rintisan Israel mencatatkan investasi sebesar USD15,6 miliar pada tahun 2025, naik dari USD12 miliar pada tahun 2024, dan para ahli industri memperkirakan tren ini akan berlanjut.
Lonjakan permintaan akan teknologi militer Israel ini kontras dengan posisi banyak pemerintah Eropa, yang telah mengutuk perilaku Israel di Gaza dan dalam beberapa kasus mengambil langkah untuk menangguhkan atau membatasi ekspor senjata ke Israel karena kekhawatiran bahwa senjata tersebut dapat digunakan untuk melanggar hukum humaniter internasional. Di antara negara-negara yang telah melarang atau membatasi penjualan senjata adalah Inggris, Italia, Spanyol, Kanada, Belgia, dan Belanda.
“Ada pemerintah yang secara terbuka menunjukkan kepedulian palsu tentang Gaza, untuk menenangkan masyarakat sekaligus mengirimkan pimpinan pertahanan mereka untuk berbicara dengan perusahaan-perusahaan Israel guna melindungi wilayah yang sama,” kata Aaron Kaplowitz, pendiri 1948 Ventures, sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Miami yang berinvestasi dalam teknologi militer Israel, dilansir Washington Post.
Beberapa hari sebelumnya, surat kabar tersebut menulis bahwa Google telah melanggar kebijakannya sendiri yang melarang penggunaan kecerdasan buatan untuk senjata atau pengawasan pada tahun 2024 dengan membantu kontraktor militer Israel menganalisis rekaman drone. Menurut seorang mantan karyawan Google, teknologi AI Gemini Google digunakan oleh aparat pertahanan Israel pada saat yang sama perusahaan tersebut secara terbuka menjauhkan diri dari militer negara itu setelah karyawan memprotes kontrak dengan Yerusalem Barat.
Karyawan Google terlibat langsung dalam menyediakan akses ke alat AI kepada Pasukan Pertahanan Israel segera setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 terhadap Israel, yang menyebabkan pemboman dan invasi darat Israel ke Gaza, menurut media.
Lebih dari 71.000 warga Palestina telah tewas dalam invasi Pasukan Pertahanan Israel ke Gaza, menurut pejabat kesehatan setempat, dan sebagian besar penduduk wilayah tersebut telah mengungsi dari rumah mereka.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)