Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini Taste Atlas mengeluarkan daftar terbaru kuliner terbaik di dunia. Dalam daftar tersebut, Indonesia masuk dalam 10 besar, tepatnya di peringkat ke-10.
Di Asia, Indonesia menempati peringkat ke-3, di bawah Jepang dan China. Adapun, beberapa kuliner pilihan dari Indonesia antara lain Nasi Padang, Bawang Goreng, Sate Kambing, Siomay, dan Soto Betawi.
Selain itu, beberapa produsen makanan dan minuman berkualitas tinggi alias gourmet juga jadi sorotan. Salah satunya adalah Krakakoa, yang memproduksi cokelat batangan dan berbagai produk cokelat.
Lantas siapa pendiri Krakakoa?
Mengutip laman resminya, Krakakoa adalah merek cokelat yang menggabungkan keahlian pembuatan cokelat premium dengan tanggung jawab sosial melalui model "dari petani ke batang cokelat".
Merek ini didirikan oleh Sabrina Mustopo, dengan misi untuk menjaga nilai pengolahan kakao tetap berada di negara asalnya, memberikan pendapatan dan pendidikan yang adil kepada petani kecil.
Bukan berawal dari industri cokelat dan tak punya pengetahuan apa pun soal cokelat, Sabrina belajar semuanya dari nol.
Idenya berawal dari masa kerjanya selama enam sebagai konsultan untuk pertanian internasional dan pembangunan berkelanjutan.
Kala itu, Sabrina membaca sebuah laporan tentang pertanian Indonesia, yang membuatnya takjub melihat jumlah produksi kakao Indonesia yang cukup besar sehingga menjadikannya negara produsen terbesar ketiga di dunia.
“Tetapi mengapa jika Anda pergi ke supermarket, pilihan cokelat Indonesia sangat terbatas? Semua cokelat berkualitas terbaik masih diimpor dari Eropa," ungkapnya.
Lulusan Cornell University itu kemudian mempelajari industri cokelat dengan saksama. Apa yang dia temukan adalah produksi kakao di Indonesia semakin menurun, pendapatan petani kakao sangat minim, dan kualitas cokelat pun menurun.
Dari sana, Sabrina melihat peluang untuk melakukan sesuatu guna mengatasi masalah ini.
Dia kemudian membangun Krakakoa, dan berkolaborasi dengan lebih dari seribu petani di wilayah Lampung, Sumatra, dan Sulawesi, menawarkan pelatihan dalam pertanian berkelanjutan, fermentasi, dan budidaya organik.
Kakao mentah diproses secara lokal, mulai dari fermentasi dan pengeringan hingga penggilingan, pemurnian, dan tempering, sehingga memastikan Krakakoa memiliki kendali penuh atas kualitas produknya.
Merek ini menekankan transparansi dalam rantai produksinya dan hanya menggunakan bahan-bahan alami tanpa aditif. Cokelat Krakakoa dibedakan oleh karakter rasa yang kuat, dengan profil rasa mulai dari jeruk dan bunga hingga tanah dan pedas, tergantung pada asal biji kakao.
Produk-produknya kemudian didistribusikan di beberapa negara, tak hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa dan Asia, mencerminkan meningkatnya minat global terhadap cokelat asli dari negara asalnya.
Dengan menggabungkan kualitas, tanggung jawab, dan keaslian, Krakakoa telah menjadi contoh bagaimana cokelat berkualitas tinggi dapat dibuat dengan dampak sosial yang bermakna.