Danantara instruksikan BUMN wajib beli produk PT PAL & INKA untuk perkuat industri strategis nasional, kurangi impor, dan tingkatkan sinergi antar-BUMN. [567] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengeluarkan instruksi strategis terkait pengadaan produk industri strategis dalam tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kebijakan ini menetapkan bahwa perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya yang bergerak di sektor pelayaran dan kereta api, wajib membeli atau memesan produk dari dua perusahaan manufaktur strategis nasional: PT PAL Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Instruksi ini disampaikan oleh Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dalam sebuah diskusi publik di Jakarta pada akhir Januari 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Danantara untuk menguatkan basis industri strategis domestik, memperbaiki sinergi antar-BUMN, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap pengembangan kapasitas manufaktur nasional dalam jangka panjang.
Penguatan Industri Kapal dan Pengadaan Produk PT PAL
Salah satu fokus utama kebijakan ini adalah pengadaan kapal oleh BUMN pelayaran. Danantara mewajibkan seluruh perusahaan negara yang bergerak di bidang perkapalan, seperti PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), membangun seluruh kapal baru mereka di galangan kapal nasional, yaitu PT PAL Indonesia.
Instruksi ini berlaku sebagai aturan internal BUMN dan dimaksudkan untuk memperkuat posisi galangan kapal nasional di pasar domestik.
Menurut Dony, kebijakan ini sejalan dengan proses konsolidasi PT PAL yang telah rampung sebelumnya. Dengan adanya jaminan permintaan produk dari kelompok BUMN, diharapkan kemampuan kapasitas produksi, penyerapan tenaga kerja, serta daya saing industri perkapalan Indonesia akan meningkat secara signifikan.
Ia juga menyatakan bahwa tanpa keberpihakan dan perlindungan bagi industri dalam negeri, pertumbuhan dan kemajuan sektor manufaktur strategis akan sulit tercapai.
Instruksi ini bukan sekadar preferensi lokal. Danantara memandang perlunya kepastian permintaan (off-taker guarantee) untuk menjaga keberlanjutan industri berat nasional dan menciptakan efek berantai positif ke sektor pendukung lainnya.
Peran INKA dan Strategi Nasional Kemandirian Industri
Selain sektor perkapalan, Danantara juga menyoroti peran PT Industri Kereta Api (INKA) dalam memperkuat rantai nilai industri manufaktur strategis nasional.
Dony menyebutkan upaya transformasi INKA telah dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, termasuk fokus pada perbaikan kinerja keuangan dan penguatan fasilitas produksi di pabrik INKA di Banyuwangi, Jawa Timur.
Transformasi ini sejalan dengan rencana modernisasi armada kereta api nasional, di mana PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tengah merencanakan pembaruan gerbong dan lokomotif yang ada.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Bobby Rasyidin telah menegaskan akan mengutamakan produksi dalam negeri dalam pengadaan 30 rangkaian gerbong kereta atau trainset baru untuk kereta rel listrik (KRL).
Di tengah keterbatasan waktu pengadaan, alih-alih impor, Bobby memastikan akan mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan modal Rp5 triliun tersebut.
“Tentunya kan waktu itu kami janji, TKDN-nya dioptimalkan. Jadi kami mengutamakan industri dalam negeri,” kata Bobby kepada wartawan, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Dengan kata lain, KAI akan mengandalkan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan KRL yang diminta langsung oleh Prabowo Subianto.
Bobby menjelaskan, saat ini pengadaan 30 trainset kereta rel listrik (KRL) sesuai permintaan Presiden Prabowo Subianto tersebut terus berprogres dan tengah masuk tahapan desain kereta dan jaringannya.
Prabowo pun memberikan waktu satu tahun, dengan tenggat pada akhir tahun ini, untuk KAI menghadirkan 30 trainset.
Bobby pun memastikan pengadaan akan sesuai dengan janji tersebut. Namun, dirinya memastikan pengadaan belum dapat terwujud pada semester I/2026 ini.
“Belum bisa [terwujud di semester I/2026]. Bikin kereta membutuhkan waktu. Kemudian jaringan LAA [listrik aliran atas] juga kita harus tingkatkan. Janjinya kan setahun,” tuturnya.
Presiden Prabowo fokus pada penguatan kereta api nasional dengan revitalisasi Stasiun Gambir untuk meningkatkan kenyamanan dan integrasi transportasi di Jakarta. [408] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menegaskan besarnya perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik.
Perhatian tersebut tercermin dari dorongan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperbarui dan mengembangkan Stasiun Gambir agar lebih representatif sebagai simpul mobilitas utama di pusat Jakarta.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian serius pada sektor perkeretaapian guna memastikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Hal ini menjadi semakin penting pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan pergerakan nasional dalam jumlah besar.
“Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional. Karena itu saya mengusulkan agar Stasiun Gambir direnovasi, diperbaiki, dipercantik, dan dibuat semakin nyaman,” ujar Teddy saat menyampaikan arahannya kepada jajaran PT KAI, Rabu (24/12/2025).
Teddy menilai, Stasiun Gambir selama puluhan tahun belum mengalami perubahan signifikan, padahal perannya sangat strategis sebagai stasiun utama kereta api jarak jauh di Jakarta. Momentum perhatian Presiden terhadap sektor perkeretaapian dinilai tepat untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju.
Dia menekankan bahwa penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan perlu dilakukan agar Stasiun Gambir tidak hanya berfungsi sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang modern dan representatif.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan bahwa KAI telah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap. Pengembangan ini diarahkan untuk menjadikan Gambir sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) sekaligus simpul intermoda utama di pusat Jakarta.
“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan, penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, serta integrasi dengan kawasan Medan Merdeka,” kata Bobby.
Selain itu, Stasiun Gambir juga akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, dan layanan bus secara terintegrasi. Penataan kawasan akan mencakup integrasi dengan ruang publik dan taman kota di sekitar Monumen Nasional.
Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume penumpang yang tinggi.
Hingga 23 Desember 2025 sore, tercatat sebanyak 156.002 penumpang keberangkatan dan 147.071 penumpang kedatangan kereta api jarak jauh dilayani di stasiun tersebut.
Tingginya volume penumpang tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional dan memperkuat urgensi pengembangan lanjutan sesuai dengan arahan Presiden.
“KAI akan melaksanakan arahan pemerintah secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” tandas Bobby.
Pemerintahan Prabowo fokus pada pengembangan transportasi publik dan kereta api di seluruh Indonesia untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan ekonomi. [1,001] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintahan Prabowo Subianto menempatkan sektor transportasi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Prabowo menekankan pentingnya transportasi massal dan publik sebagai sarana yang terjangkau dan efisien bagi masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah.
Peningkatan akses transportasi publik dianggap sebagai bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan, sekaligus mengurangi kemacetan dan polusi di kota-kota besar.
Fokus pemerintah juga tercermin dalam upaya membangun jaringan transportasi yang terpadu dan berkelanjutan, sehingga masyarakat bisa menikmati akses transportasi modern, cepat, dan nyaman, baik di kota besar maupun di wilayah luar Jawa.
Melalui kebijakan ini, Prabowo menempatkan sektor transportasi sebagai tulang punggung pembangunan nasional, sekaligus sebagai alat untuk mendorong pemerataan ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Ekspansi Sektor Perkeretaapian
Dalam 10 tahun terakhir, Kemenhub mencatat bahwa sejak 2015 hingga 2024 telah dibangun atau direaktivasi total 1.731,34 km jalur kereta di 55 lokasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, program rehabilitasi dan perawatan rel telah dilakukan, termasuk rehabilitasi di banyak lokasi serta elektrifikasi jalur. Hal ini menunjukkan upaya serius untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur KA
Transportasi berbasis rel mengalami transformasi signifikan, terutama di Jabodetabek. MRT Jakarta menjadi tonggak penting, menghubungkan Terminal Lebak Bulus hingga Bundaran HI sepanjang 16 km dengan 13 stasiun. Proyek ini menandai era baru kereta cepat perkotaan, dari kereta komuter tradisional menuju sistem rapid transit modern.
Selanjutnya, LRT Jabodebek yang mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023 memperkuat alternatif transportasi rel di wilayah metropolitan. Menurut Kemenhub, LRT ini bagian dari visi transportasi modern yang terintegrasi, melengkapi MRT, KRL, dan sistem angkutan kota lainnya.
Kemudian, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB), yang kini bernama Whoosh, menjadi simbol lompatan besar sektor perkeretaapian nasional.
Integrasi antarmoda menjadi fokus utama pemerintah, agar kereta, bus, dan moda lain saling terkoneksi, memudahkan mobilitas, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menegaskan bahwa sistem kereta api akan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan infrastruktur di masa pemerintahannya.
Kebijakan perkeretaapian di era Prabowo menitikberatkan pada perluasan jaringan ke seluruh pulau besar Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Program seperti Trans Sumatra Railway, Trans Kalimantan Railway, dan Trans Sulawesi Railway diusung untuk menekan biaya logistik dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperpanjang jalur kereta cepat hingga wilayah timur Jawa, sebagai bagian dari visi pengembangan transportasi antarkota yang efisien.
Nusantara Terkoneksi Lewat Tol Laut
Transportasi laut tetap menjadi urat nadi bagi negara kepulauan. Indonesia memanfaatkan laut sebagai penghubung utama untuk mobilitas orang dan distribusi barang.
Melalui program Tol Laut, pemerintah menekan disparitas harga dan memperlancar distribusi logistik antar pulau, termasuk ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Dalam beberapa tahun terakhir, Kemenhub membangun dan merehabilitasi pelabuhan, memperluas trayek pelayaran, serta meningkatkan layanan angkutan laut perintis.
Transportasi laut kini bukan hanya alat angkut barang, tetapi juga menghubungkan masyarakat di pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau darat atau udara.
Manfaat Tol Laut juga diamini PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Perseroan mengungkapkan peran strategis program tol laut terhadap distribusi bahan pangan, sehingga stabilitas harga pangan tetap terjaga sepanjang 2025.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni, Kokok Susanto mengatakan, kapal Pelni berlayar menyinggahi lebih dari 357 pelabuhan di seluruh Indonesia, melayani 1.359 rute termasuk daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan) dengan tarif tetap dan terjangkau melalui tol laut.
Dia menjelaskan bahwa pada tahun ini, PELNI mengoperasikan armada sebanyak 82 unit kapal, terdiri dari 25 kapal penumpang, 8 trayek kapal tol laut, 30 kapal perintis, 18 kapal rede dan 1 trayek khusus kapal ternak.
"Dengan semua peran Pelni, kita di daerah-daerah yang tentunya dilalui oleh kapal Pelni, baik itu kapal penumpang, kapal tol laut, maupun kapal perintis, itu kita sudah melihat sendiri hasilnya," ujar Kokok dalam acara Bisnis Indonesia BUMN Forum 2025, Kamis (22/5/2025).
Misalnya, di Natuna, harga daging ayam ras mengalami penurunan signifikan sejak 2022 hingga 2024. Begitu pun dengan harga minyak goreng yang turun 33% pada 2024 menjadi Rp15.000 per liter berkat distribusi logistik menggunakan kapal Pelni.
"Begitu juga di Morotai, ini minyak goreng yang dulunya Rp26.000 per liter di pasaran, sekarang bisa sampai Rp18.000 [turun 44%]. Berarti hampir sama dengan kita di Pulau Jawa," jelasnya.
Tak hanya itu, distribusi logistik menggunakan tol laut juga berkontribusi menurunkan harga pangan di wilayah Indonesia Timur, seperti Tidore, Maluku Utara hingga Fakfak, Papua Barat.
Beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga itu meliputi daging ayam ras, minyak goreng hingga beras premium. Penurunan tertinggi terjadi pada harga beras premium di Fakfak sebesar 45% menjadi Rp14.500 per kg pada 2024, sedangkan harga daging ayam ras turun 20%.
Modernisasi Bandara
Titik balik penting di sektor penerbangan komersial terjadi saat seluruh trafik penerbangan utama di Bandara Kemayoran dialihkan ke Bandara Soekarno‑Hatta (Soetta) pada 31 Maret 1985.
Dokumen Kemenhub pada 2012 menyebut proyek pengembangan dirancang untuk mendukung konektivitas ekonomi nasional, baik domestik maupun internasional.
Lebih baru, pada 2023 Soetta menjalani revitalisasi besar yakni perbaikan terminal dan landas pacu, yang bertujuan meningkatkan kapasitas penumpang dan pesawat, dari 65 juta per tahun ke potensi 110 juta per tahun.
Kini, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menetapkan 36 bandar udara umum, tiga bandara khusus, dan Bandara Bersujud sebagai bandara internasional. Alhasil, total bandara internasional di Indonesia mencapai 40.
Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37/2025 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 38/2025. Jumlah tersebut melonjak signifikan dari sebelumnya yang hanya berada di 17 kota.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa penetapan ini mencakup bandara-bandara yang melayani penerbangan komersial untuk masyarakat luas.
“Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas udara dan mempermudah arus perdagangan serta pariwisata, tetapi juga memastikan pemerataan layanan penerbangan internasional di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/8/2025).
Selain itu, program Angkutan Udara Perintis menjadi instrumen utama untuk menghubungkan pulau-pulau kecil dan daerah terpencil.
Pada 2025, tercatat 266 rute perintis penumpang dan 46 rute perintis kargo, melayani puluhan ribu frekuensi penerbangan dan ratusan ribu penumpang, sekaligus memfasilitasi distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi lain.
Program ini memastikan setiap sudut negeri tetap terhubung, mendukung pemerataan pembangunan, dan menekan disparitas antarwilayah.
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membangun jalur kereta api di daerah luar Pulau Jawa seperti Pulau Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta pada hari ini, Selasa (4/11/2025). Menurutnya, revitalisasi Stasiun Tanah Abang menjadi langkah awal dalam memperluas jangkauan kereta api nasional.
“Jadi kereta api kita akan kita perbesar. Di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi,” kata Prabowo.
Menurutnya, kehadiran kereta api akan memangkas biaya logistik hingga biaya perekonomian dalam aktivitas masyarakat Tanah Air.
Kepala Negara juga menyebut bahwa kereta api dapat membuat masyarakat Indonesia lebih kompetitif, sehingga kesejahteraan berpotensi meningkat.
Prabowo mengaku telah memberikan arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait dengan rencana perluasan jalur kereta api tersebut agar dapat segera dilaksanakan.
“Rencanakan yang baik, Trans Sumatra Railway, Trans Kalimantan Railway, Trans Sulawesi Railway,” ujarnya.
Ditemui usai peresmian, Prabowo kemudian menyampaikan bahwa pembangunan jalur kereta api di luar Pulau Jawa diperlukan tidak hanya untuk mengangkut penumpang, melainkan juga barang.
Dia memandang perlu adanya moda transportasi yang menyokong logistik dan hasil bumi yang didapat dari rakyat, mulai dari kelapa sawit, karet, kopi, timah, hasil tambang, dan lain sebagainya.
“Daripada pakai truk yang banyak, jalan rusak, menghabiskan BBM. Kereta api listrik akan sangat menurunkan biaya ekonomi,” ujar Prabowo.