Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo menggemakan janjinya membangun jaringan kereta di luar Jawa. Pada saat yang sama, tercatat sejumlah jalur kereta api yang sudah dibangun, tetapi mati alias nonaktif.
Menurut data Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, jalur aktif yang beroperasi baru mencapai 6.945 km dengan jalur nonaktif mencapai 2.233 km, sehingga total jalur kereta mencapai 9.178 km. Artinya, terdapat 24,33% rel yang mati atau belum difungsikan.
Perinciannya, Sumatra memiliki jalur aktif sepanjang 1.871 km dengan 146 stasiun dan 7.032 unit KA reguler. Panjang jalur aktif di Jawa mencapai 4.921 km dengan 473 stasiun dan 5.932 unit KA reguler dan 88 unit KA cepat.
Berbeda dengan di Sulawesi yang hanya memiliki jalur aktif sepanjang 109 km dengan 10 unit stasiun dan 7 unit KA reguler yang beroperasi di jalur ini. Sementara Papua tercatat memiliki jalur aktif kereta sepanjang 26 km, dan Kalimantan masih nihil.
Melihat Pulau Kalimantan yang masih nihil jalur kereta api, nyatanya pemerintah melalui Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian No. 16/2025 tentang Perubahan Daftar PSN, tercantum pembangunan Infrastruktur Kereta Api Logistik di Kalimantan Timur.
Meskipun demikian, indeks berita terkait proyek tersebut terakhir pada 2022 dan belum ada kabar terbarunya.
Kala itu, rencananya jalur kereta dikembangkan sebagai interkoneksi dengan sistem jaringan jalur wilayah nasional, Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Timur, dan antarwilayah dalam IKN.
Jalur kereta api umum yang akan melayani perjalanan antarkota dan perkotaan. Jaringan jalur kereta api antarkota akan menghubungkan Banjarmasin - Pantai Lango - Karang Joang - Sp Samboja - Samarinda.
Selain itu, jalur kereta api antarkota akan menghubungkan wilayah perencanaan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) - wilayah perencanaan IKN Barat - Wilayah perencanaan IKN Timur - Sp Samboja - Karang Joang - Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.
Sementara itu, jaringan jalur kereta api perkotaan akan menghubungkan wilayah perencanaan KIPP - wilayah perencanaan IKN Barat - wilayah perencanaan IKN Timur - wilayah perencanaan IKN Timur 2 - wilayah perencanaan IKN Utara, serta akan menghubungkan wilayah perencanaan IKN Barat dengan wilayah perencanaan IKN Timur 2.
Adapun, jaringan jalur kereta api perkotaan dikembangkan untuk konektivitas antarpusat kegiatan di dalam IKN.
Kemudian pada jalur kereta api di Sulawesi, yakni KA Makassar—Parepare sepanjang 83,1 km mengangkut setidaknya 800 penumpang per hari. Kemenhub, rencananya akan mengembangkan Makassar Urban Train.
Sementara itu, belum disebutkan rencana pengembangan kereta api di Papua.
Sebelumnya, Kepala Negara menyebut bahwa kereta api dapat membuat masyarakat Indonesia lebih kompetitif, sehingga kesejahteraan berpotensi meningkat.
Prabowo mengaku telah memberikan arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait dengan rencana perluasan jalur kereta api tersebut agar dapat segera dilaksanakan.
“Rencanakan yang baik, Trans Sumatra Railway, Trans Kalimantan Railway, Trans Sulawesi Railway,” ujarnya dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta pada Selasa (4/11/2025).
Rencana Reaktivasi
Kemenhub sebelumnya mengungkapkan bahwa target dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional atau Ripnas pada 2030, termasuk reaktivasi jalur kereta api mati, membutuhkan anggaran jumbo.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub Arif Anwar menuturkan bahwa sederet program Ripnas 2030 memang diperlukan beberapa anggaran, dengan total Rp853 triliun untuk periode 2010-2030.
Dia juga tidak menampik bahwa anggaran menjadi masalah dalam pelaksanaan pengembangan kereta api tersebut. Untuk itu, pelaksanaan dari program itu juga akan bergantung pada ketersediaan anggaran yang pemerintah pusat kucurkan.
“Tetapi memang saat ini kita terkendala dengan anggaran, jadi saya rasa tergantung dari kebijakan anggaran yang disampaikan. Jadi apakah nanti akan direaktivasi atau belum, tetapi di dalam Ripnas kami punya program untuk reaktivasi tersebut,” ujarnya, dikutip pada Selasa (30/9/2025).
Kemenhub sendiri menargetkan panjang jalur kereta api pada 2030 dapat mencapai 10.524 kilometer (km) dan termasuk KA perkotaan sepanjang 3.755 km. Rencananya, jaringan perkeretaapiaan di Sumatra akan mencapai 2.900 km. Kemudian di Kalimantan direncanakan jalur kereta api sepanjang 1.200 km.
Untuk Jawa, Madura, dan Bali, rencananya akan mencapai 5.590 km dengan jalur aktif saat ini sepanjang 4.921 km. Sementara jalur kereta api di Papua ditargetkan mencapai 100 km dan di Sulawesi mencapai 734 km.