Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life menilai proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pertumbuhan premi industri asuransi berada pada kisaran 3%—6% (year on year/YoY) pada 2026, adalah target yang realistis, tetapi tetap menantang.
Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan optimisme itu didukung oleh ekspektasi stabilisasi dinamika global serta berbagai stimulus pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
Adapun, untuk mencapai target tersebut, Ciputra Life menyiapkan tiga fokus utama. Pertama, optimalisasi portofolio eksisting, khususnya pada lini bisnis yang sudah terbukti resilient.
Kedua, lanjutnya, pengembangan engine pertumbuhan baru, baik dari sisi produk maupun segmen pasar. Ketiga, akselerasi digitalisasi untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut sehat, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya kepada Bisnis, dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Untuk ke depannya, Ciputra Life melihat produk asuransi jiwa kredit masih akan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan premi perusahaan. Hal ini didukung oleh kemitraan dengan lebih dari 22 bank dan institusi keuangan, serta pertumbuhan sektor pembiayaan yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
Selain itu, kata Hengky, perusahaan juga konsisten mengembangkan segmen korporasi, khususnya melalui asuransi kesehatan, jiwa dan kecelakaan kumpulan yang ditujukan kepada karyawan nasabah korporasi.
“Sejak 2024, segmen ini menunjukkan traction yang baik dan kami proyeksikan akan menjadi second growth pillar bagi perusahaan,” ucapnya.
Meski demikian, Hengky mengungkapkan tantangan utama industri asuransi dalam mendorong pertumbuhan premi saat ini adalah penyesuaian prioritas keuangan masyarakat, terutama untuk produk jangka panjang seperti asuransi jiwa.
“Di tengah kondisi daya beli yang belum sepenuhnya pulih, nasabah menjadi semakin selektif dan value-driven dalam mengambil keputusan,” tuturnya.
Sebab itu, Ciputra Life menghadirkan produk yang lebih relevan dan fleksibel, sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masyarakat. Kemudian, memperkuat saluran pemasaran, termasuk bancassurance, badan usaha selain bank (BUSB), direct maupun kanal digital, serta mengedepankan edukasi, agar masyarakat memahami pentingnya proteksi sebagai bagian dari perencanaan keuangan.
“Kami percaya bahwa di tengah tantangan ini, perusahaan yang mampu menghadirkan nilai yang tinggi dan akses yang mudah akan tetap mampu untuk terus bertumbuh,” ucapnya.
Adapun per Maret 2026, Ciputra Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp181 miliar, tumbuh 129% YoY. Bagi Hengky, kinerja ini mencerminkan momentum bisnis yang kuat pada awal tahun dan efektivitas strategi dalam memperkuat kemitraan.
“Dari sisi kontribusi, pertumbuhan ini didorong oleh asuransi Jiwa Kredit sebagai kontributor utama dan diikuti oleh asuransi kumpulan yang ditujukan kepada nasabah korporasi sebagai kontributor signifikan kedua,” pungkasnya.