Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah pelaku usaha eceng gondok di kawasan Waduk Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengikuti program pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh BRI Life berkolaborasi dengan BRI Research Institute.
Program ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya dan dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan sarana produksi dan pemasaran, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan waduk dari pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali.
Kegiatan pemberdayaan ini menyasar pelaku UMKM pengrajin eceng gondok yang mayoritas dikelola oleh perempuan dan bermukim di sekitar Waduk Rawa Pening. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan selama periode Oktober 2025 hingga Desember 2025, mencakup tahapan pelatihan, pembentukan dan penguatan rumah produksi, serta pendampingan usaha secara luring dan daring.
Koordinator pelaku UMKM eceng gondok Rawa Pening Firman Setyaji berharap program ini dapat menjadi titik awal bagi UMKM untuk bergerak lebih maju, meningkatkan pendapatan, serta memperluas pasar produk kerajinan eceng gondok.
“Program ini memberi kami harapan baru untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan Waduk Rawa Pening,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (8/1/2026)
Seluruh kegiatan dilaksanakan di kawasan Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memanfaatkan fasilitas rumah produksi dan lokasi pelatihan yang telah disepakati bersama para pemangku kepentingan setempat.
Ade Nasution, Kadiv Corporate Secretary PT Asuransi BRI Life, menuturkan melalui Program Pemberdayaan Bersama BRILife Tahap II, pihaknya ingin mendorong UMKM eceng gondok agar memiliki kapasitas produksi yang lebih baik, inovasi produk yang mengikuti tren pasar, serta pengelolaan keuangan dan pemasaran yang lebih profesional.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pengelolaan lingkungan Waduk Rawa Pening secara berkelanjutan,” ujarnya.
Rangkaian pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama. Pelatihan pertama pada 29 Oktober 2025 berfokus pada pemahaman tren pasar dan inovasi produk, termasuk praktik teknik decoupage untuk meningkatkan nilai estetika dan nilai jual produk eceng gondok.
Pelatihan kedua pada 20 November 2025 mengangkat materi pencatatan keuangan digital dan strategi pemasaran digital guna mendorong UMKM mengelola usaha secara lebih transparan dan memperluas jangkauan pasar.
Sementara itu, pelatihan ketiga pada 19 Desember 2025 memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengembangan konten promosi, inovasi produk, dan efisiensi usaha.
Selain pelatihan, program ini juga mencakup Peresmian Rumah Produksi UMKM Eceng Gondok Waduk Rawa Pening yang menjadi sarana bersama bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
Kehadiran rumah produksi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, konsistensi kualitas produk, serta memperkuat kolaborasi antar pengrajin eceng gondok di kawasan Rawa Pening.
Melalui Program Pemberdayaan Bersama BRILife Tahap II, BRILife dan BRI Research Institute menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan UMKM lokal berbasis potensi lingkungan. Program ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.