Sebanyak 24 jenazah korban banjir di Sumbar dimakamkan massal di TPU Bungus, Padang, setelah tak teridentifikasi selama dua pekan di RS Bhayangkara. [547] url asal
Bisnis.com, PADANG - Sebanyak 24 jenazah yang merupakan korban bencana alam di Provinsi Sumatra Barat dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Padang pada Rabu (10/12) siang
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan pemakaman massal yang dilakukan ini setelah adanya koordinasi bersama Polda Sumbar, mengingat 24 jenazah tersebut berada di Posko DVI Polda Sumbar yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Dimana 24 jenazah itu tidak bisa diidentifikasi setelah berada hampir dua pekan di RS Bhayangkara.
“Untuk 24 jenazah ini tidak teridentifikasi, baik identitas maupun keluarganya. Keputusan ini merupakan hasil keputusan rapat gabungan antara Dinas Sosial Sumbar, Dinas Sosial Agam, dan Kabid DVI Polri, Wadan DVI Polda Sumbar, Karumkit Bhayangkara, BPBD Sumbar, Dinas Kesehatan Sumbar,” katanya, Rabu (10/12/2025).
Dia menyampaikan dalam menyelenggarakan pemakaman massal ini, turut dibantu oleh Polda Sumbar, bahkan untuk imam jenazah dilaksanakan langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Kemudian untuk proses pemakaman juga dilakukan langsung oleh personel kepolisian.
“Jadi tentang teknis pelaksanaan dan pembiayaan penyelenggaraan pemakaman massal ini akan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Dalam pelaksanaan di lapangan, kami dibantu langsung oleh Polri dan termasuk dari TNI,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan salah satu alasan mengambil kesepakatan melakukan pemakaman massal terhadap 24 jenazah itu, karena secara waktu keberadaan jenazah tersebut sudah lama tersimpan di RS Bhayangkara Padang.
Apalagi dari 24 jenazah tersebut, 20 jenazah diantaranya masih dalam kondisi utuh, sedangkan 4 jenazah lainnya hanya terdapat sejumlah bagian tubuh manusia saha. Oleh karena itu, langkah percepatan pemakaman penting dilakukan.
“Sebelum 24 jenazah ini kami makamkan, seluruh jenazah itu sampel DNA-nya sudah kami ambil. Apabila dikemudian hari nanti, ada pihak keluarga dari jenazah yang datang mencari, kami bisa mencocokkan DNA tersebut,” jelasnya.
Kapolda menegaskan bahwa data DNA tersebut nantinya akan menjadi kunci untuk mengetahui identitas dari jenazah tersebut. Makanya, hal yang utama dilakukan sekarang adalah harus segera memakamkan jenazah.
“Sampel DNA dari 24 jenazah ini, beserta sampel pendamping dari keluarga yang melapor hilang, telah dikirim untuk pemeriksaan lanjutan,” sebutnya.
Gatot Tri Suryanta berharap kepada pihak keluarga yang merasa masih mencari korban bencana alam, bisa mendatangi RS Bhayangkara Padang, dan dia juga menjamin pelayanan bagi masyarakat dimaksud selama 24 jam.
“Apabila ada sanak saudara yang masih merasa kehilangan akibat bencana alam, harap segera laporkan ke posko pusat DVI Polda Sumbar di RS Bhayangkara Padang, atau hubungi layanan telepon 110,” tegas Kapolda.
Sebelum dilakukan pemakaman massal di TPU Bungus Padang, 24 jenazah ini dishalatkan terlebih dahulu Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Diperkirakan ada ratusan masyarakat bersama pemerintah daerah dan kepolisian serta TNI, ikut menshalatkan jenazah tersebut dan yang bertindak sebagai imam salat adalah Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, sementara pembacaan doa dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Raya, Ustadz Rahimul Amin.
Adapun, 24 jenazah yang dimakamkan tersebut berasal dari Kabupaten Agam 17 jenazah yang terdiri dari 9 Laki-laki, 5 perempuan, dan 3 berupa bagian tubuh. Kabupaten Padang Pariaman 6 jenazah, dan Kota Padang Panjang 1 jenazah.
Seorang jemaah menangis saat pembacaan doa usai menyelenggarakan shalat jenazah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Padang, Sumatra Barat, Rabu (10/12/2025). Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Polda Sumbar dan TNI menyelenggarakan pemakaman massal terhadap 24 jenazah korban bencana alam yang tidak teridentifikasi. Bisnis/Muhammad Noli Hendra
Polda Jatim targetkan identifikasi korban Ponpes Al-Khoziny selesai pekan ini, dengan 9 kantong jenazah masih dalam proses di laboratorium DNA Mabes Polri. [377] url asal
Bisnis.com, SURABAYA – Polda Jawa Timur menargetkan proses identifikasi terhadap jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur rampung pekan ini. Hingga kini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim mencatat sebanyak sembilan kantong jenazah masih belum berhasil identifikasi.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki menjelaskan, pihaknya menargetkan seluruh rangkaian proses identifikasi terhadap jenazah yang diterima dapat selesai pada pekan ini.
Dia juga menjelaskan, seluruh sampel DNA dari jenazah yang belum teridentifikasi telah dikirim ke Jakarta untuk diperiksa di laboratorium DNA Mabes Polri di Cipinang. Proses tersebut juga meliputi rekonsiliasi antara data ante mortem (data korban sebelum meninggal) dan post mortem (data setelah meninggal).
"Dari sembilan kantong jenazah yang tersisa saya sudah berkontak dengan Pusdokkes Polri. Harapan kami minggu-minggu ini selesai ya, tapi tergantung nanti sampel itu, apakah ada kesulitan, bahannya itu rusak atau bagaimana, tapi harapan kami secepatnya bisa teridentifikasi dengan baik dan teliti," ungkap Khusnan di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Selasa (14/10/2025).
Khusnan menjelaskan, dari sembilan kantong jenazah yang belum dapat dikenali tersebut, terdapat pula beberapa potongan tubuh atau body part di dalamnya. Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi tim DVI saat ini adalah kondisi potongan tubuh yang tidak lengkap dan tidak memiliki tanda pengenal khusus.
Khusnan pun membandingkan proses identifikasi terhadap jenazah para korban ambruknya gedung Pondok Pesantren Al-Khoziny tersebut dengan proses identifikasi jenazah korban peristiwa tenggelamnya Kapal Tunu Jaya di selat Bali.
"Dari bahan sampel ini, kalau tidak cukup DNA-nya ya nanti berarti diulang lagi, diputar lagi gitu, diperiksa lagi. Dari pengalaman kami di selat Bali, Kapal Tunu Jaya itu sampai dua minggu, tapi ini harapan kami seminggu sudah selesai," tegasnya.
Dia berharap hasil pemeriksaan DNA oleh tim DVI Polri di Cipinang, Jakarta dapat segera terkuak agar seluruh jenazah korban dapat dikenali dan diserahkan kepada masing-masing keluarga.
"Mohon waktu, memang karena faktor proses alami, jadi butuh waktu, tapi kami berharap segera teridentifikasi supaya keluarga tahu siapa korbannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban tragedi ambruknya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (13/10/2025). Dengan demikian, total jenazah korban yang telah teridentifikasi hingga saat ini berjumlah 55 orang.