Presiden Prabowo meninjau posko pengungsi di Agam, Sumbar, untuk melihat korban bencana dan berjanji memulihkan keadaan. Kunjungan ini juga mencakup Padang Pariaman dan Tanah Datar. [346] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Posko Pengungsian SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat untuk melihat korban bencana alam.
Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis, Kamis (18/12/2025), Presiden akan menuju tiga kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar. Di Kabupaten Agam, Prabowo akan mendarat di helipad Lapangan Sepak Bola Ipensi Ngungun.
Dalam kunjungan Prabowo ke Agam, tampak seorang pria tua dengan pakaian lusuh berusaha menyalam orang nomor 1 di Indonesia ini. Pria tersebut mengadukan segala keluh kesahnya langsung kepada presiden sambil menangis.
Presiden Prabowo menepuk pundak pria tersebut berkali-kali untuk memberikan penguatan kepada korban bencana alam.
Lokasi Posko Pengungsian SD 05 juga terlihat mulai tertata rapi dan sudah ada tenda pengungsian dan juga umbul-umbul tulisan Polri Untuk Masyarakat. Ada beberapa tenda Polri yang berada di lokasi tersebut.
Sebelumnya, Kepala Negara menyampaikan bahwa bencana ini harus dihadapi dengan penuh kewaspadaan karena permasalahan perubahan cuaca dan iklim. Presiden juga menegaskan bahwa keadaan bencana yang sedang dihadapi harus diatasi bersama.
“Kita berdoa saudara-saudara kita segera bisa pulih dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai,” ujar Presiden Prabowo dalam pengantarnya di Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (15/12/2025).
Sebelumnya, Kepala Negara lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada pukul 17.00 WIB.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke Sumatra Barat yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena aliran listrik belum sepenuhnya masuk wilayah terdampak banjir Sumatra, khususnya wilayah Aceh Tamiang.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025). Prabowo mengatakan pemerintah akan turun akan membantu semua warga yang terdampak banjir.
"Saya minta maaf kalau masih ada yg belum, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yg belum ya, listrik sudah mulai. Ya, kita berusaha kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit jadi kita atasi bersama. Saya kira itu saja, ya mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal," katanya.
Sebanyak 24 jenazah korban banjir di Sumbar dimakamkan massal di TPU Bungus, Padang, setelah tak teridentifikasi selama dua pekan di RS Bhayangkara. [547] url asal
Bisnis.com, PADANG - Sebanyak 24 jenazah yang merupakan korban bencana alam di Provinsi Sumatra Barat dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Padang pada Rabu (10/12) siang
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan pemakaman massal yang dilakukan ini setelah adanya koordinasi bersama Polda Sumbar, mengingat 24 jenazah tersebut berada di Posko DVI Polda Sumbar yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Dimana 24 jenazah itu tidak bisa diidentifikasi setelah berada hampir dua pekan di RS Bhayangkara.
“Untuk 24 jenazah ini tidak teridentifikasi, baik identitas maupun keluarganya. Keputusan ini merupakan hasil keputusan rapat gabungan antara Dinas Sosial Sumbar, Dinas Sosial Agam, dan Kabid DVI Polri, Wadan DVI Polda Sumbar, Karumkit Bhayangkara, BPBD Sumbar, Dinas Kesehatan Sumbar,” katanya, Rabu (10/12/2025).
Dia menyampaikan dalam menyelenggarakan pemakaman massal ini, turut dibantu oleh Polda Sumbar, bahkan untuk imam jenazah dilaksanakan langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Kemudian untuk proses pemakaman juga dilakukan langsung oleh personel kepolisian.
“Jadi tentang teknis pelaksanaan dan pembiayaan penyelenggaraan pemakaman massal ini akan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Dalam pelaksanaan di lapangan, kami dibantu langsung oleh Polri dan termasuk dari TNI,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan salah satu alasan mengambil kesepakatan melakukan pemakaman massal terhadap 24 jenazah itu, karena secara waktu keberadaan jenazah tersebut sudah lama tersimpan di RS Bhayangkara Padang.
Apalagi dari 24 jenazah tersebut, 20 jenazah diantaranya masih dalam kondisi utuh, sedangkan 4 jenazah lainnya hanya terdapat sejumlah bagian tubuh manusia saha. Oleh karena itu, langkah percepatan pemakaman penting dilakukan.
“Sebelum 24 jenazah ini kami makamkan, seluruh jenazah itu sampel DNA-nya sudah kami ambil. Apabila dikemudian hari nanti, ada pihak keluarga dari jenazah yang datang mencari, kami bisa mencocokkan DNA tersebut,” jelasnya.
Kapolda menegaskan bahwa data DNA tersebut nantinya akan menjadi kunci untuk mengetahui identitas dari jenazah tersebut. Makanya, hal yang utama dilakukan sekarang adalah harus segera memakamkan jenazah.
“Sampel DNA dari 24 jenazah ini, beserta sampel pendamping dari keluarga yang melapor hilang, telah dikirim untuk pemeriksaan lanjutan,” sebutnya.
Gatot Tri Suryanta berharap kepada pihak keluarga yang merasa masih mencari korban bencana alam, bisa mendatangi RS Bhayangkara Padang, dan dia juga menjamin pelayanan bagi masyarakat dimaksud selama 24 jam.
“Apabila ada sanak saudara yang masih merasa kehilangan akibat bencana alam, harap segera laporkan ke posko pusat DVI Polda Sumbar di RS Bhayangkara Padang, atau hubungi layanan telepon 110,” tegas Kapolda.
Sebelum dilakukan pemakaman massal di TPU Bungus Padang, 24 jenazah ini dishalatkan terlebih dahulu Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Diperkirakan ada ratusan masyarakat bersama pemerintah daerah dan kepolisian serta TNI, ikut menshalatkan jenazah tersebut dan yang bertindak sebagai imam salat adalah Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, sementara pembacaan doa dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Raya, Ustadz Rahimul Amin.
Adapun, 24 jenazah yang dimakamkan tersebut berasal dari Kabupaten Agam 17 jenazah yang terdiri dari 9 Laki-laki, 5 perempuan, dan 3 berupa bagian tubuh. Kabupaten Padang Pariaman 6 jenazah, dan Kota Padang Panjang 1 jenazah.
Seorang jemaah menangis saat pembacaan doa usai menyelenggarakan shalat jenazah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Padang, Sumatra Barat, Rabu (10/12/2025). Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Polda Sumbar dan TNI menyelenggarakan pemakaman massal terhadap 24 jenazah korban bencana alam yang tidak teridentifikasi. Bisnis/Muhammad Noli Hendra