Bisnis.com, JAKARTA — Emiten terafiliasi dengan Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) menyatakan tengah mempercepat pengembangan armada, diversifikasi bisnis energi, serta menyiapkan transformasi korporasi yang lebih besar di tengah proses delisting induk usahanya, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS).
Direktur Utama HUMI Ari Askhara mengatakan kinerja pada awal kuartal II menjadi momentum penting bagi perseroan setelah berbagai investasi yang dilakukan sepanjang 2025 mulai memberikan hasil nyata terhadap pertumbuhan kinerja.
"Kami optimistis HUMI akan memasuki fase pertumbuhan baru yang lebih besar dan lebih berkualitas. Fokus kami bukan hanya bertumbuh, tetapi membangun platform energi maritim yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam jawaban tertulis kepada Bisnis.com, dikutip Senin (1/6/2026).
Optimisme tersebut, lanjutnya, didukung oleh kinerja kuartal I/2026 yang menunjukkan peningkatan pendapatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh strategi ekspansi agresif yang dijalankan sepanjang tahun lalu, mulai dari penambahan armada, pengembangan aset operasional, hingga perluasan berbagai inisiatif bisnis baru.
Memasuki kuartal II/2026, Ari menyebut perseroan telah menambah armada oil tanker senilai US$5,7 juta guna memperkuat kapasitas distribusi energi domestik. Penambahan aset tersebut diharapkan meningkatkan utilisasi armada sekaligus memperbesar kemampuan perusahaan dalam mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan energi nasional.
Langkah ekspansi tidak berhenti pada bisnis pelayaran. Melalui anak usahanya, HUMI juga telah melakukan groundbreaking proyek Mini LNG Plant di Bojonegoro. Proyek tersebut menjadi pijakan awal perusahaan untuk memperluas bisnis ke sektor hilir energi yang memiliki potensi nilai tambah lebih tinggi.
Selain itu, perseroan juga mulai mengembangkan bisnis LNG Retail yang menyasar sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka). Strategi ini menjadi bagian dari upaya membangun rantai nilai LNG yang lebih terintegrasi, mulai dari infrastruktur hingga pengguna akhir.
Delisting HITS Jadi Titik Transformasi
Di tengah ekspansi bisnis yang berjalan, HUMI juga menghadapi momentum korporasi yang dinilai strategis. Seiring proses delisting yang tengah dijalankan oleh HITS, HUMI diproyeksikan akan mengambil peran yang lebih sentral sebagai holding utama dalam grup usaha Humpuss.
Transformasi tersebut diyakini akan memperkuat integrasi bisnis antarentitas, mempercepat pengembangan portofolio usaha, serta meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menangkap peluang di sektor maritim dan energi.
Perubahan struktur grup ini dinilai menjadi fondasi penting bagi HUMI untuk memperkuat posisinya sebagai platform energi maritim terintegrasi, terutama ketika kebutuhan energi nasional terus meningkat dan sektor logistik energi semakin berkembang.
Ke depan, perseroan akan menjalankan strategi pertumbuhan melalui dua pilar utama. Pertama, memperkuat bisnis midstream yang mencakup transportasi, distribusi, penyimpanan, dan infrastruktur energi domestik. Kedua, mengembangkan sektor downstream melalui proyek Mini LNG Plant dan LNG Retail sebagai sumber pertumbuhan baru.
Sejalan dengan penguatan bisnis inti dan diversifikasi usaha yang sedang dijalankan, HUMI meyakini bahwa kombinasi antara pertumbuhan organik, penambahan aset strategis, pengembangan infrastruktur energi, serta integrasi rantai nilai LNG akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan resilien di masa mendatang.
"Strategi tersebut sekaligus menempatkan Perseroan pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan energi nasional," imbuh Ari.
Geopolitik Belum Berdampak Material
Sementara itu, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap ketegangan geopolitik global, termasuk perkembangan di kawasan Selat Hormuz, HUMI menyatakan belum melihat dampak material terhadap operasional maupun kinerja keuangannya.
Hal itu karena mayoritas bisnis perseroan masih berfokus pada pasar domestik dan tidak memiliki kontrak pelayaran internasional yang melewati kawasan tersebut. Meski demikian, manajemen tetap mencermati perkembangan global mengingat volatilitas harga energi dan perubahan sentimen investasi dapat memengaruhi industri secara tidak langsung.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.