JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat layanan digital di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) melalui pemanfaatan teknologi satelit.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Selasa (21/4/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menyatakan, kerja sama ini menjadi momentum penting karena merupakan kolaborasi pertama di lingkungan Ditjen Hubla yang memanfaatkan teknologi satelit untuk digitalisasi kantor pelabuhan, khususnya di wilayah 3TP.
SHUTTERSTOCK/PALUGADA_16 Ilustrasi pelabuhan, angkutan laut dan penyeberangan."Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi. Namun, tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam akses teknologi informasi," ungkap Masyhud dalam siaran pers.
Ia menjelaskan, keterbatasan jaringan selama ini menjadi hambatan dalam pelaporan administrasi kapal dan aktivitas pelabuhan. Melalui pemanfaatan teknologi satelit, kendala tersebut diharapkan dapat diatasi.
"Manfaat nyata dari sistem ini adalah terciptanya efisiensi operasional yang maksimal dan transparansi data secara real-time langsung dari perbatasan Pasifik ke pusat data nasional," jelasnya.
Jawaban atas keterbatasan infrastruktur
Kepala Kantor UPP Kelas III Korido Willem Thobias Fofid menilai kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk menjawab keterbatasan infrastruktur digital di wilayah perbatasan.
iStockphoto/aapsky Ilustrasi satelit GPS mengorbit bumi."Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas layanan digitalisasi kepelabuhanan dan angkutan di perairan. Pemanfaatan teknologi satelit diharapkan mampu menghadirkan konektivitas digital yang andal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial," ujar Willem.
Ia menekankan bahwa penguatan kedaulatan digital menjadi aspek penting dalam pengelolaan data sektor maritim.
Menurutnya, data pergerakan kapal, aktivitas pelabuhan, serta layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara.
"Data pergerakan kapal, aktivitas pelabuhan, serta layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat," kata Willem.
Dengan sistem berbasis satelit, ia berharap layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar tanpa terkendala masalah jaringan.
"Melalui kerja sama ini, kita berharap sistem layanan menjadi lebih lancar tanpa terkendala permasalahan jaringan," tambahnya.
Dukungan PSN untuk transformasi digital maritim
Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara Heru Dwi Kartono menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendukung transformasi digital sektor maritim melalui penyediaan infrastruktur satelit.
"Kerjasama ini bagi kami merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital, khususnya di sektor maritim lebih khusus lagi dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan di wilayah 3TP," kata Heru.
Ia menilai akses komunikasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan pelayaran, sekaligus menjaga kedaulatan data nasional.
"Sebagai perusahaan yang bergerak di layanan telekomunikasi dan konektivitas, kami meyakini bahwa akses komunikasi merupakan fondasi penting bagi efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan kedaulatan data nasional," ujarnya.
Heru juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
"Melalui kerjasama ini kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan. Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
Penguatan kedaulatan data dan pengawasan pelayaran
Dengan integrasi teknologi satelit, Ditjen Hubla menyatakan optimistis bahwa pengelolaan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi.
Sistem ini juga diharapkan memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran, terutama di wilayah timur Indonesia.
Pemanfaatan teknologi satelit menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas digital di kawasan 3TP.
Selain mendukung kelancaran operasional pelabuhan, langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat sistem pelaporan dan pengelolaan data secara real-time dari wilayah perbatasan ke pusat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang