Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi akan memanggil pengelola taksi listrik Green SM Indonesia usai satu unit kendaraan perusahaan itu diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa yang memicu kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Pemanggilan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi awal pemerintah sembari menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab utama insiden yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan penumpang tersebut.
"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan kalau jadi, hari ini mestinya," ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Dudy menegaskan Kemenhub belum ingin menyimpulkan penyebab kecelakaan sebelum investigasi teknis KNKT rampung. Namun, seluruh pihak yang diduga terkait tetap akan dimintai keterangan, termasuk operator taksi Green SM.
"Nanti kita tunggu (penyebabnya karena apa). Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT," katanya.
Pemanggilan ini berkaitan dengan insiden yang terjadi beberapa saat sebelum tabrakan besar di jalur rel Bekasi Timur.
[Gambas:Youtube]
Berdasarkan keterangan awal PT KAI, satu unit taksi Green SM dilaporkan berhenti di tengah jalur perlintasan Bulak Kapal dan tertemper KRL yang sedang melaju menuju Jakarta.
Benturan dengan kendaraan tersebut menyebabkan rangkaian KRL mengalami gangguan dan berhenti di lintasan. Dalam jeda yang tidak lama, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang kemudian menghantam KRL yang tengah berhenti, memicu tabrakan hebat.
Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek bahkan merangsek hingga ke gerbong paling belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita, sehingga menyebabkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar.
Di sisi lain, Green SM Indonesia telah mengeluarkan pernyataan resmi kedua terkait keterlibatan salah satu armadanya dalam kecelakaan tersebut.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis Green SM Indonesia.
Perusahaan menyatakan insiden masih berada dalam proses investigasi sehingga belum ada kesimpulan resmi dari otoritas berwenang.
Green SM juga mengaku terus berkoordinasi dengan pihak terkait dengan menyerahkan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung penyelidikan.
Sebelumnya, dalam pernyataan resmi pertama, Green SM hanya mengonfirmasi salah satu unit kendaraannya terlibat dalam kecelakaan tanpa menyampaikan ungkapan belasungkawa.