Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena gelombang cuaca panas yang melanda Prancis membuat setidaknya 40 orang meninggal dunia karena mencari "kesegaran" saat berenang.
Melansir Al Jazeera, 40 orang dilaporkan tewas tenggelam di Prancis saat berenang di area yang tidak diawasi untuk mencari perlindungan dari gelombang panas yang melanda negara tersebut.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan bahwa krisis gelombang cuaca panas ini menjadi yang terpanas di Prancis sepanjang sejarahnya.
Ia mengatakan bahwa korban tewas sejak Kamis sebagian besar adalah anak-anak muda.
“Mereka adalah korban pertama dari krisis yang kita hadapi,” katanya, menyebut kematian tersebut sebagai malapetaka tragis, tepat ketika suhu di beberapa bagian negara naik di atas sekitar 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit).
Menurut peramal cuaca Meteo France, di Les Herbiers di barat daya negara itu, suhu mencapai 43 derajat Celcius (109 derajat Fahrenheit) pada hari Selasa.
Menteri Olahraga Marina Ferrari mengatakan kepada radio France Inter bahwa “berenang di area yang tidak diizinkan selama gelombang panas bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng”.
Pihak berwenang setempat mengatakan gelombang panas kemungkinan besar menjadi penyebab kematian dua anak berusia dua dan empat tahun yang ditemukan pingsan di dalam mobil di luar rumah mereka di Carpentras di tenggara Prancis.
Kemudian tiga orang lainnya berusia 80 hingga 95 tahun meninggal di wilayah Bordeaux karena masalah kesehatan terkait panas, kata pejabat setempat Sophie Brocas kepada France TV.
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) memperingatkan bahwa beberapa hari ke depan menimbulkan “risiko kesehatan serius” bagi Eropa.
“Bagi ribuan orang di seluruh Eropa, suhu ekstrem, tanpa tindakan, dapat dengan cepat menjadi masalah hidup dan mati,” kata Mary Friel, pejabat senior kebijakan iklim IFRC, dalam konferensi pers di Jenewa, dikutip dari Al Jazeera.
IFRC kemudian mendesak masyarakat untuk menanggapi gelombang panas ini dengan serius dan memperhatikan risiko yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang berbahaya.
Apa Itu Omega Block
Gelombang panas yang terjadi di Prancis diduga dipengaruhi oleh Omega Block, suhu ekstrem yang saat ini tengah melanda Eropa.
Melansir The Telegraph, Omega Block merupakan pola atmosfer yang bertahan lama dan membentuk kubah seperti simbol omega Yunani.
Pada kondisi normal, arus udara terus bergerak dari barat ke timur sehingga cuaca berganti-ganti. Namun saat Omega Block muncul, udara justru terjebak dan terhambat membentuk simbol omega.
Karenanya, area tekanan tinggi terjebak di satu tempat selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Awan menjadi sulit terbentuk, matahari terus menyinari permukaan bumi, dan udara panas dari Sahara terdorong ke Eropa.