#30 tag 24jam
Rayakan 75 Tahun, Sido Muncul Hadirkan Portal Herbal Berbasis Literatur Ilmiah
Rayakan HUT ke-75, Sido Muncul luncurkan Sido HerbalPedia dan SiHerbie sebagai portal literasi kesehatan herbal berbasis riset ilmiah. [1,508] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #tanaman-herbal #literasi-kesehatan #riset-ilmiah #literatur-ilmiah #warisan-nusantara
(Kompas.com - Money) 25/04/26 10:59
v/202522/
KOMPAS.com – Sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, Sido Muncul meluncurkan portal digital Sido HerbalPedia dan SiHerbie – Your Smart Herbal Assistant di Gedung House of Jamu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Peluncuran kedua inovasi tersebut sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata perusahaan jamu terbesar di Indonesia itu untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
"Platform ini dapat menjadi rujukan utama bagi siapa saja yang ingin mendapatkan akses informasi kesehatan secara ilmiah dan mudah dipahami," ujar Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dengan memahami latar belakang ilmiah di balik setiap tanaman herbal, masyarakat diharapkan dapat mengintegrasikan dan memanfaatkan potensi obat herbal ke dalam gaya hidup modern secara aman dan efektif.
Terinspirasi dari pengalaman pribadi
Irwan mengaku, pembuatan Sido HerbalPedia terinspirasi dari kisah pribadi saat menghadapi berbagai keluhan kesehatan. Salah satunya, ketika ia terkena demam berdarah untuk kedua kalinya.
Kala itu, Irwan memilih tidak dirawat di rumah sakit. Ia justru mengatur pola makan dan minum secukupnya, serta mengonsumsi rebusan daun pepaya. Hasilnya, pada hari keempat ia sembuh. Meski tidak yakin apakah kesembuhan itu murni karena daun pepaya, yang pasti ia bisa tidur dan makan kembali.
Situasi serupa terjadi saat pembuluh darah matanya kerap pecah akibat mengonsumsi pengencer darah. Dokter pribadi yang merawatnya saat itu hanya bisa memberikan obat steroid selama tujuh hari. Sayangnya, keluhan kembali muncul ketika obat habis.
Dari situ, dia mempelajari pendekatan holistik. Irwan mengonsumsi temulawak, menambah asupan serat, dan beralih dari daging ke makanan berserat.
"Dokter terbaik adalah diri kita sendiri, dan obat terbaik datangnya dari alam," kata Irwan, mengutip filosofi yang ia pegang selama bertahun-tahun.
Selain pengalaman pribadi, Irwan juga terinspirasi dari sejarah perkembangan obat modern. Pada 1897, salisilat dari pohon dedalu (willow) diisolasi dan disintesis menjadi obat antinyeri, antipanas, dan penurun demam bernama aspirin.
Sejak saat itu, dunia fokus mengisolasi tanaman dan membuat sintesisnya menjadi obat farmasi. Ramuan dari pohon dedalu, temulawak, kina, dan lainnya justru ditinggalkan.
"Saya berpikir, bagaimana caranya supaya tanaman ini bisa dimanfaatkan kembali? Lalu, saya punya ide, saya kumpulkan riset yang sudah ada," kata Irwan.
Didorong pengalaman pribadi dan keprihatinan terhadap terlupakannya ramuan herbal, Irwan menciptakan Sido HerbalPedia. Portal ini lahir dari keresahan terhadap minimnya literasi tentang herbal berbasis riset ilmiah.
"Saya berharap, masyarakat jadi mengerti dan bisa menentukan sendiri. Karena ini (herbal) kan cuma food supplement, obat bebas yang dijual di mana-mana," ujarnya.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat berfoto bersama tim multidisiplin dan peneliti yang terlibat dalam penyusunan kompendium Sido HerbalPedia guna memastikan seluruh informasi kesehatan yang disajikan memiliki kredibilitas ilmiahPortal digital berbasis riset ilmiah
Sido HerbalPedia disusun melalui riset berbasis literature review selama hampir satu tahun. Tim multidisiplin dipimpin langsung oleh Irwan sebagai penggagas kompendium dan portal digital.
Tim penyusun yang hadir dalam peluncuran antara lain Head of Research and Development Sido Muncul Apt Wahyu Widayani, SSi, yang telah bekerja 32 tahun di perusahaan, serta peneliti Sido Muncul Dr dr Neni Susilaningsih, MSi, yang terlibat sejak 2002 dalam pengembangan produk seperti Tolak Angin.
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menjelaskan, Sido HerbalPedia memiliki tiga fitur utama. Fitur pertama adalah Literatur Herbal, yang menyajikan informasi lengkap tentang tanaman obat mulai dari profil tanaman, manfaat kesehatan, hingga kajian ilmiah yang mendukung khasiatnya.
"Informasi yang ditampilkan di Sido HerbalPedia berbeda dari portal-portal lain. Informasinya bersifat ilmiah karena memang kami meringkas ini semua dari hasil uji klinis yang berbasis literatur ilmiah," ucap Maria.
Komisaris Independen Sido Muncul Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, turut menegaskan bahwa pendekatan berbasis literature review memperkuat kredibilitas jamu sebagai produk kesehatan yang tidak hanya empiris, tetapi juga ilmiah.
"Yang paling penting, jamu dari bahan baku alam itu ada dasar ilmiahnya, bukan hanya empiris. Ada literature review yang mendukung," katanya.
Validasi ilmiah sendiri dilakukan oleh Guru Besar Universitas Negeri Semarang sekaligus salah satu tim penyusun Sido HerbalPedia Prof Dr Fathur Rokhman, MHum, untuk memastikan seluruh literature review berbasis pada standar ilmiah berintegritas internasional.
"Jurnal-jurnal yang jadi rujukan di portal Sido HerbalPedia, kami cek satu per satu, apakah valid atau tidak. Ternyata, semua yang tercantum di daftar pustaka valid," ujar Fathur.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Jajaran direksi dan manajemen Sido Muncul meresmikan peluncuran portal digital Sido HerbalPedia dan SiHerbie sebagai bukti kontribusi nyata perusahaan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat berbasis riset literature review.Literatur herbal dengan 66 tanaman dan kajian lengkap
Saat ini, Sido HerbalPedia telah memuat 66 tanaman herbal dengan kajian lengkap. Sebanyak 24 tanaman lainnya masih dalam tahap penyusunan oleh tim.
Tanaman-tanaman herbal tersebut dikategorikan berdasarkan enam problem kesehatan. Kategori tersebut meliputi Imunitas dan Kesehatan Tubuh, Kesehatan Kulit dan Mata, Kesehatan Pencernaan, Kesehatan Pria dan Wanita, Kesehatan Tulang dan Sendi, serta Kesehatan Umum.
Setiap tanaman disajikan secara komprehensif dengan struktur informasi yang sistematis. Pertama, profil tanaman yang mencakup morfologi, habitat, dan bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Kedua, kandungan fitokimia yang menjelaskan senyawa bioaktif dalam tanaman seperti alkaloid, flavonoid, kumarin, dan minyak esensial. Informasi ini penting untuk memahami mekanisme kerja herbal di tingkat molekuler.
Ketiga, farmakologi yang menjelaskan cara kerja senyawa bioaktif dalam tubuh. Bagian ini menyajikan informasi berbasis penelitian tentang bagaimana herbal bekerja untuk memberikan manfaat kesehatan.
Keempat, uji klinis yang menyajikan data penelitian lengkap dengan subyek, dosis, durasi, dan hasil terukur. Ini yang membedakan Sido HerbalPedia dari portal herbal atau kesehatan lainnya yang hanya mengandalkan pengetahuan empiris.
Kelima, keamanan yang memuat studi toksisitas akut dan subkronis untuk memastikan herbal aman dikonsumsi pada dosis terapi yang sesuai.
Keenam, daftar pustaka ilmiah yang mencantumkan seluruh rujukan penelitian yang digunakan sehingga masyarakat dapat melakukan verifikasi lebih lanjut.
Sebagai contoh, halaman daun kemuning. Halaman ini memuat penelitian pada 17 perempuan obesitas berusia 25 hingga 50 tahun dengan indeks massa tubuh di atas 25 kilogram per meter persegi.
Penelitian tersebut menggunakan dosis 15 gram bubuk daun kemuning per hari, setara dengan dua kali 250 mililiter ekstrak air daun per hari. Durasi penelitian dilakukan selama 15 hari.
Hasilnya menunjukkan penurunan indeks massa tubuh yang signifikan, dari 30,33 menjadi 29,67 kilogram per meter persegi. Meski demikian, lingkar pinggang dan lingkar panggul tidak menunjukkan perubahan yang signifikan selama periode penelitian.
Selain khasiat pelangsing tubuh, daun kemuning juga memiliki efek hepatoprotektif. Penelitian pada 15 laki-laki obesitas menunjukkan penurunan signifikan pada enzim hati, yaitu parameter SGOT dari 35,87 menjadi 25,47 unit per liter dan parameter SGPT dari 41,20 menjadi 31,67 unit per liter. Hasil ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi sel hati pada pasien obesitas.
Dari sisi keamanan, pemberian ekstrak etanol daun kemuning oral hingga 2.000 miligram per kilogram pada hewan uji tikus tidak menyebabkan kematian atau perubahan signifikan pada sistem saraf.
Pada studi toksisitas subkronis selama 28 hari, pemberian ekstrak etanol daun kemuning 100 hingga 400 miligram per kilogram tidak menunjukkan perubahan parameter hematologi ataupun fungsi organ hewan uji tikus.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Portal Sido HerbalPedia menyediakan fitur Literatur Herbal yang menyajikan informasi lengkap mulai dari profil tanaman, kandungan fitokimia, hingga hasil uji klinis yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat Indonesia.Holistic Healthcare untuk kesehatan menyeluruh
Fitur kedua adalah Holistic Healthcare, yang menyediakan konsultasi dengan tim ahli kesehatan holistik. Tim ini terdiri dari dokter medis, dokter herbal, psikolog, dan ahli gizi yang dapat menjawab pertanyaan seputar kesehatan masyarakat.
Maria menjelaskan, perbedaan utama Holistic Healthcare terletak pada pendekatan yang menyeluruh. Berbeda dari pendekatan simptomatis yang hanya memberikan obat untuk keluhan tertentu, Holistic Healthcare memberikan rekomendasi mencakup berbagai aspek kehidupan seperti pola makan, olahraga, manajemen stres, hingga herbal yang cocok.
"Perbedaan antara Sido HerbalPedia dengan portal kesehatan yang sudah ada sebelumnya, jawaban yang akan diberikan sifatnya lebih holistik, bukan jawaban yang simptomatis. Misalnya, kita mengalami sakit tertentu, lalu muncul rekomendasi herbalnya apa," terang Maria.
Untuk menggunakan fitur Holistic Healthcare, masyarakat perlu mengisi pertanyaan kesehatan yang mencakup data diri, keluhan yang dialami, riwayat penyakit, dan kebiasaan sehari-hari. Setelah itu, tim kesehatan akan memberikan rekomendasi melalui email.
Saat demo peluncuran, Maria mencoba fitur tersebut dengan pertanyaan tentang cara menurunkan berat badan secara alami. Tim kesehatan memberikan panduan mengelola makan seimbang, hidrasi, aktivitas fisik, kualitas tidur, plus rekomendasi herbal, seperti asam gelugur dan daun jati belanda.
SiHerbie, asisten pintar berbasis kecerdasan buatan
Fitur ketiga adalah SiHerbie. Fitur dengan tagline “Your Smart Herbal Assistant” dan berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk memberikan jawaban instan tanpa harus menunggu jawaban dari tim Holistic Healthcare.
Salah satu peserta yang hadir dalam peluncuran Sido HerbalPedia, Nidia, mencoba kemampuan SiHerbie. Warga Tangerang ini bertanya soal cara meredakan gastroesophageal reflux disease (GERD).
Hasilnya, SiHerbie langsung memberikan penjelasan tentang penyakit tersebut, kemudian merekomendasikan herbal seperti kunyit dengan dosis yang tepat, cara mengonsumsi, hingga mekanisme kerja herbal tersebut dalam tubuh.
"Kalau tidak sabar menunggu rekomendasi dari tim Holistic Healthcare, bisa tanya sama SiHerbie. Fitur ini dapat memberikan jawaban secara instan," ucap Maria.
Sido HerbalPedia dapat diakses gratis oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan mengklik tautan https://sidoherbalpedia.com/id/.
Irwan berharap, kehadiran portal itu dapat memperkuat posisi obat herbal sebagai warisan Nusantara, tidak hanya bernilai tradisional, tetapi juga unggul dan diakui secara ilmiah.
"Selain itu, Sido HerbalPedia juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan sehingga kehidupan yang lebih sehat dan bahagia dapat terwujud bagi lebih banyak orang," pungkasnya.
14 Hari Menuju Kulit Lebih Kenyal Glowing dengan SidoMuncul C+Collagen
Selain penggunaan skincare dari luar, kini banyak yang mulai melirik perawatan dari dalam. Salah satunya, dengan memanfaatkan collagen drink untuk kulit. [495] url asal
#sido-muncul #sido-muncul-c-collagen #kolagen #journal-of-medical-nutrition-and-nutraceuticals #vitamin-c #www-sidomunculstore-com #sido-muncul-c-collagen #kesehatan #usia #medical #kecantikan
(CNN Indonesia - Ekonomi) 22/04/26 17:09
v/199458/
Bagi banyak perempuan, merawat diri bukan sekadar soal penampilan, melainkan cara menghargai tubuh sendiri. Selain penggunaan skincare dari luar, kini banyak yang mulai melirik perawatan dari dalam. Salah satunya, dengan memanfaatkan collagen drink untuk kulit.
Karena itu, memahami cara kerja kolagen jadi sangat penting agar ekspektasi tetap realistis. Pasalnya, kolagen bukanlah instrumen instan, melainkan protein yang membutuhkan proses adaptasi di dalam tubuh.
Yang terpenting, adalah menyadari bahwa kolagen bukan hasil keajaiban semalam. Minum kolagen setiap hari selama 14 hari pertama adalah fase perkenalan atau adaptasi. Pada tahap ini, tubuh mulai mengisi kembali cadangan kolagen yang mungkin mulai berkurang karena faktor usia, polusi, atau kelelahan.
Secara garis besar, pada hari 1-7 yaitu Fase Hidrasi, sudah terjadi perubahan awal meski bukan pada tingkat kecerahan kulit, melainkan kelembapan. Kulit akan terasa lebih kenyal, dan tidak mudah terasa kering meski berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
Pada Fase Tekstur di hari 8-14, asupan kolagen mulai membantu mendukung elastisitas. Tekstur kulit perlahan terasa lebih halus saat disentuh, yang seringkali menjadi cikal bakal collagen untuk kulit glowing.
Secara umum, perubahan awal terlihat dalam dua minggu. Namun, berapa lama hasil benar-benar tampak setelah mengonsumsi kolagen memerlukan pemahaman medis. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Nutrition and Nutraceuticals, regenerasi sel kulit dan peningkatan elastisitas yang signifikan biasanya memerlukan waktu konsumsi rutin antara 8 hingga 12 minggu.
Hal ini dikarenakan siklus pergantian sel kulit manusia membutuhkan waktu sekitar 28 hari, dan dampak pada kepadatan kolagen memerlukan waktu lebih lama untuk terlihat di permukaan secara permanen.
Catatan yang harus digarisbawahi, mengonsumsi kolagen saja terkadang tidak cukup. Dibutuhkan peran pendukung berupa vitamin C, yang krusial untuk membuka kemampuan tubuh untuk menyerap kolagen. Tanpa vitamin C, proses pembentukan serat kolagen baru di dalam jaringan kulit tidak dapat berjalan maksimal.
Di sini, vitamin C berperan sebagai kofaktor dalam proses sintesis kolagen, yang bertugas menyatukan asam amino menjadi serat kolagen yang kuat. Tanpa asupan Vitamin C yang cukup, suplemen kolagen yang dikonsumsi tidak akan terbentuk menjadi jaringan kulit yang efektif untuk mencapai target collagen untuk kulit glowing.
Sido Muncul C+Collagen, Sehari untuk Kebaikan
Untuk itu, Sido Muncul dengan cerdas memformulasikan perpaduan kolagen dan vitamin C, memastikan investasi perawatan diri tidak terbuang percuma. Hasilnya adalah solusi praktis, Sido Muncul C+Collagen.
Dalam satu kemasan saja, produk ini mengombinasikan kolagen dengan asupan Vitamin C 1000 mg, menjadikannya pilihan yang efisien untuk mendukung kesehatan kulit dan menjaga daya tahan tubuh.
Memiliki kebiasaan mengonsumsi suplemen sebagai daily habit akan memudahkan perempuan untuk on track menjaga kesehatan dan kecantikan pada saat bersamaan. Dengan format yang siap konsumsi, upaya menjaga investasi kesehatan kulit dalam jangka panjang menjadi lebih terukur.
Selain itu, penggunaan kolagen tidak dapat diburu-buru. Kuncinya, konsistensi dan kesabaran. Memulai langkah kecil selama 14 hari dengan Sido Muncul C+Collagen adalah awal yang tepat menuju kulit yang lebih sehat dan berdaya tahan.
Sido Muncul C+Collagen bisa diperoleh di mini market atau apotek terdekat, maupun secara online melalui www.sidomunculstore.com atau langsung klik di sini.
Sido Muncul C+Collagen, Solusi Praktis Kulit Sehat ala Syifa Hadju
Minat masyarakat terhadap perawatan kulit meningkat, Sido Muncul luncurkan C+Collagen, minuman kaya kolagen dan vitamin C untuk kesehatan kulit dan tubuh. [593] url asal
#sido-muncul #c-collagen #kolagen #vitamin-c #syifa-hadju #syifa-hadju #c-collagen #strawberry-lemonade #gusi #hiperpigmentasi #kesehatan #sehat #gula #penuaan #farmasi #jamu #hadju #sido #suplem
(CNN Indonesia - Ekonomi) 22/04/26 15:55
v/199335/
Minat masyarakat terhadap perawatan kulit dari dalam tubuh terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak lepas dari tumbuhnya kesadaran bahwa kesehatan kulit tidak cukup hanya dijaga melalui perawatan luar, tetapi juga perlu didukung oleh asupan nutrisi yang tepat setiap hari.Di tengah tren tersebut, kolagen dan vitamin C menjadi dua nutrisi yang paling banyak mendapat perhatian. Keduanya dikenal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit sekaligus membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.Kolagen sendiri merupakan protein paling melimpah di dalam tubuh manusia. Zat ini menjadi komponen utama penyusun kulit, tulang, otot, tendon, hingga ligamen, serta berfungsi menjaga kekuatan dan elastisitas jaringan agar tetap optimal, termasuk menjaga kulit tetap kencang dan sehat. @import url("https://cdnstatic.detik.com/live/_rmbassets/2022/parallax/parallax.css"); (function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push(["_mgc.load"])})(window,"_mgq"); function paraA(e) { var p = $(e); $(e + " .para_fix").width(p.width()); } $(".paraA iframe").on("load", paraA(".paraA")); Namun, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh cenderung menurun. Kondisi ini kerap memicu berbagai tanda penuaan, seperti kulit kendur, keriput, hingga masalah pada sendi.Untuk itu, tak heran jika belakangan ini konsumsi suplemen kolagen semakin diminati sebagai salah satu solusi untuk menjaga kesehatan dari dalam. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1704423282745-0'); }); Di sisi lain, vitamin C juga memegang peranan yang tak kalah penting. Nutrisi ini dikenal mampu membantu menyamarkan noda, mengurangi hiperpigmentasi, serta membuat kulit tampak lebih cerah. Lebih dari itu, vitamin C juga berperan dalam proses pembentukan kolagen di dalam tubuh.Kekurangan vitamin C dapat berdampak pada menurunnya produksi kolagen, yang pada akhirnya berujung pada berbagai masalah kesehatan, mulai dari kulit yang rapuh, gusi berdarah, hingga rambut kering. Karena itu, pemenuhan kedua nutrisi ini secara konsisten dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.Menjawab kebutuhan tersebut, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menghadirkan produk minuman kesehatan C+Collagen, yang dirancang memenuhi kebutuhan kolagen dan vitamin C dalam satu sajian.Berbeda dari produk herbal pada umumnya, C+Collagen mengandung Collagen Tripeptide dengan dosis 500 mg yang telah dipecah menjadi peptida berukuran sangat kecil, sehingga lebih mudah diserap tubuh.Dengan demikian, Kandungan ini dapat langsung masuk ke aliran darah dan membantu merangsang produksi kolagen alami, meningkatkan elastisitas kulit, hingga mendukung kesehatan sendi, rambut, dan kuku.Tak hanya itu, produk ini juga diperkaya vitamin C sebanyak 1000 mg yang berfungsi menjaga kesehatan kulit sekaligus membantu meningkatkan daya tahan tubuh.Dikemas dalam rasa strawberry lemonade yang segar dan bebas gula, minuman ini dirancang agar tetap nyaman dikonsumsi sehari-hari.
Kehadiran produk baru Sido Muncul ini pun disambut antusias oleh public figure sekaligus brand ambassador Sido Muncul C+Collagen, Syifa Hadju.Ia mengungkapkan, minuman kesehatan kaya kolagen dari Sido Muncul ini menjadi solusi bagi dirinya untuk memenuhi asupan vitamin C dan kolagen di tengah aktivitas harian."Aku tahu betapa pentingnya collagen buat kita, khususnya perempuan. Jadi makanya pas aku tahu kalau Sido Muncul mengeluarkan C+Collagen, aku percaya juga sama Sido Muncul yang udah berpuluh-puluh tahun. Jadi ya aku udah mulai mengkonsumsi collagen juga," kata Syifa.Syifa juga mengaku merasakan manfaat setelah rutin mengonsumsi produk tersebut. Selain membantu menjaga asupan kolagen, ia merasa tubuhnya lebih segar meski menjalani berbagai aktivitas harian."Aku suka banget, rasanya tuh strawberry lemonade. C+Collagen fresh banget, bener-bener nggak ada rasanya amisnya sama sekali. Pokoknya kayak apa ya, kayak lagi minum jus buah aja," ujarnya.Sido Muncul C+Collagen dapat dibeli di minimarket terdekat atau apotek, serta secara online melalui https://www.sidomunculstore.com/ atau langsung klik di sini.
Sido Muncul (SIDO) Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun di Tengah Upaya Ekspansi Global
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membagikan dividen Rp1,1 triliun di tengah ekspansi global, dengan pertumbuhan ekspor 31% di 2025. [443] url asal
#sido-muncul #sido #dividen-sido #dividen-sido-muncul #saham-sido #sido-saham #idx-sido #sido-idx #saham-sido-muncul #saham-jamu #emiten-jamu #produsen-jamu #ekspansi-global #pertumbuhan-penjualan #sek
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/04/26 20:07
v/188071/
Bisnis.com, SEMARANG — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membagikan dividen Rp441,5 miliar atau setara dengan Rp15 per saham untuk tahun buku 2025, sehingga total pembagian dividen SIDO mencapai Rp1,1 triliun.
Hal tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Sido Muncul pada Kamis (9/4/2026).
Emiten farmasi dan jamu asal Kota Semarang itu telah membagikan dividen interim Rp647,6 miliar yang telah didistribusikan kepada pemegang saham pada November 2025 lalu. Alhasil, secara kumulatif, total pembagian dividen SIDO mencapai Rp1,1 triliun dengan rasio pembayaran (payout ratio) sebesar 90% dari total laba bersih tahun 2025.
Langkah strategis ini mempertegas komitmen manajemen dalam memberikan imbal hasil yang konsisten kepada pemegang saham. Keputusan tersebut diambil di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang dinilai masih penuh tantangan serta ketidakpastian.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan 2025, SIDO membukukan total penjualan sebesar Rp4,08 triliun atau naik 4% (year on year/YoY). Selain pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp1,23 triliun, yang menjadi dasar penentuan alokasi dividen tahun ini.
Manajemen menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari efisiensi operasional yang ketat meskipun daya beli masyarakat cenderung selektif. Perusahaan menghadapi berbagai tekanan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan dinamika harga bahan baku yang fluktuatif. Namun, SIDO tetap mampu mempertahankan profitabilitas tinggi dengan margin operasi sebesar 38% dan margin bersih sebesar 30%.
Sektor ekspor menjadi mesin pertumbuhan baru yang paling menonjol bagi SIDO sepanjang 2025. Penjualan di pasar internasional tercatat tumbuh signifikan sebesar 31% dengan kontribusi mencapai 9% terhadap total penjualan perusahaan.
Pasar Malaysia, Nigeria, dan Filipina tetap menjadi pilar utama dalam penetrasi produk herbal di luar negeri.
Di samping aspek finansial, SIDO ikut memperkuat aspek keberlanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs). Perusahaan baru saja menerima penghargaan dari Ministry of National Development Planning of Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan desa herbal. Program pemberdayaan petani dan penguatan rantai pasok lokal menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga kualitas bahan baku.
Memasuki tahun 2026, SIDO memandang prospek industri jamu dan farmasi tetap konstruktif seiring dengan stabilisasi daya beli masyarakat domestik. Meningkatnya kesadaran publik terhadap kesehatan pascapandemi menjadi peluang besar bagi pertumbuhan kategori produk herbal ke depannya.
Perusahaan berencana untuk terus melakukan ekspansi internasional dengan memanfaatkan brand awareness yang telah kuat selama 70 tahun. Manajemen optimis bahwa integrasi antara efisiensi biaya, inovasi produk, dan ekspansi pasar akan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
SIDO Siap Bagi Sisa Dividen Rp441,52 Miliar, Catat Tanggalnya!
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bakal membagikan sisa dividen Rp15 per saham atau secara total sebesar Rp441,52 miliar kepada investor. [313] url asal
(WE Finance - Finansial) 10/04/26 09:35
v/187276/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bersiap membagikan sisa dividen tunai kepada para pemegang saham setelah mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (9/4/2026). Emiten jamu dan farmasi tersebut menetapkan total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp1,08 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan Rp37 per saham, dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) mencapai 88,6% dari laba bersih tahun 2025 yang sebesar Rp1,23 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam memberikan imbal hasil yang optimal kepada investor di tengah kinerja yang tetap solid.
Sebelumnya, SIDO telah lebih dulu menyalurkan dividen interim sebesar Rp647,57 miliar atau Rp22 per saham pada 20 November 2025. Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan mencapai Rp15 per saham atau secara total sebesar Rp441,52 miliar. Sisa dividen ini yang akan segera ditebar kepada pemegang saham dalam waktu dekat.
Manajemen juga telah menetapkan jadwal lengkap pembagian dividen tunai tersebut. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 17 April 2026, sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 April 2026.
Untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung pada 21 April 2026 dan ex dividen pada 22 April 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 7 Mei 2026.
Dari sisi kinerja, SIDO mencatat pertumbuhan yang cukup stabil sepanjang 2025. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,22 triliun, naik 4,96% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan yang juga meningkat.
Pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp4,07 triliun, tumbuh 4,09% dibandingkan Rp3,91 triliun pada 2024. Selain itu, fundamental keuangan SIDO juga terbilang kuat dengan saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp945,26 miliar serta total ekuitas sebesar Rp3,12 triliun. Kondisi ini memberikan ruang yang cukup bagi Perseroan untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus konsisten membagikan dividen ke depan.
Sido Muncul (SIDO) Bakal Tebar Sisa Dividen Rp441,5 Miliar, Ini Jadwalnya
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) resmi menetapkan total besaran dividen untuk tahun buku 2025 sebesar Rp1,09 triliun. [333] url asal
(IDX-Channel - Market News) 09/04/26 17:57
v/186780/
IDXChannel - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) resmi menetapkan total besaran dividen untuk tahun buku 2025. Produsen jamu dan obat herbal itu menetapkan dividen tunai sebesar Rp1,09 triliun yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (9/4/2026), SIDO menetapkan rasio pembayaran dividen setara 88,6 persen dari total laba bersih pada tahun lalu yang sebesar Rp1,23 triliun.
Total dividen tersebut setara Rp37 per saham. Perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar Rp647,8 miliar atau Rp22 per saham pada 20 November 2025.
"Sisanya sebesar Rp15 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp441 miliar yang mana akan dibagikan dalam bentuk dividen tunai," kata manajemen Sido Muncul.
Dalam catatan IDX Channel, total dividen Sido Muncul tahun buku 2025 sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp39 per saham. Saat itu, Sido Muncul membagikan seluruh laba bersihnya sebagai dividen sebesar Rp1,17 triliun.
Sepanjang tahun lalu, Sido Muncul membukukan penjualan Rp4,08 triliun, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini dicapai di tengah konsumsi masyarakat yang masih cenderung selektif, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika harga bahan baku. Kendati demikian, perseroan mampu menjaga profitabilitas dengan margin operasi 38 persen dan margin bersih 30 persen.
Kontribusi pasar ekspor terus menunjukkan perkembangan positif. Penjualan ekspor tumbuh 31 persen dengan kontribusi mencapai 9 persen dari total penjualan, terutama dari pasar Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa produk herbal semakin relevan di pasar berkembang dengan karakteristik kebutuhan kesehatan yang serupa dengan Indonesia," ujarnya.
Memasuki tahun 2026, Sido Muncul memandang prospek tetap konstruktif seiring stabilisasi daya beli domestik, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, serta peluang ekspansi global yang terus berkembang.
Berikut jadwal pembagian dividen yang diumumkan manajemen:
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 17 April 2026
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 20 April 2026
3. Cum Dividen di Pasar Tunai : 21 April 2026
4. Ex Dividen di Pasar Tunai : 22 April 2026
5. Pembayaran Dividen : 7 Mei 2026
(Rahmat Fiansyah)
Tujuh Ciri Wajah Kekurangan Kolagen, Bukan Sebatas Kulit Kendur!
Produksi kolagen bisa didukung melalui konsumsi minuman kolagen tertentu. [795] url asal
#kolagen #sido-muncul #minuman-kolagen #tampilan-kulit #c-collagen #pola-hidup-sehat #kulit-wajah #kurang-elastis
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahukah Anda, produksi kolagen dalam tubuh dapat mulai menurun sejak usia 20-an? Penurunan ini berlangsung secara bertahap dan bisa memengaruhi kondisi kulit wajah, mulai dari elastisitas hingga kelembapan kulit.
Kolagen merupakan protein alami yang diproduksi tubuh dan menjadi salah satu komponen utama penyusun kulit. Protein ini berfungsi menjaga struktur kulit agar tetap kencang, elastis, dan terlihat sehat.
Saat kolagen berkurang, ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan. Dengan begitu, Anda bisa mengatasinya lebih dini.
Tanda-Tanda Kolagen pada Wajah Mulai Berkurang
Kolagen memiliki banyak peran penting dalam menjaga kesehatan dan tampilan kulit. Berikut, ciri-ciri yang muncul jika Anda kekurangan kolagen:
1.Kulit Wajah Terlihat Mengendur
Salah satu tanda paling sering terlihat ketika kolagen berkurang adalah kulit wajah mulai mengendur. Mengingat kolagen berfungsi menjaga elastisitas kulit, maka saat produksinya menurun kulit menjadi kurang kencang sehingga area seperti pipi, rahang, atau sekitar mulut terlihat lebih turun.
2.Kerutan Halus pada Wajah Muncul Lebih Awal
Kolagen membantu menjaga struktur kulit tetap halus dan kenyal. Saat kadarnya menurun, kulit menjadi lebih tipis dan kurang elastis sehingga garis halus atau kerutan muncul lebih cepat. Terutama pada bagian dahi, area mata, dan sudut bibir.
3.Wajah Terlihat Lebih Tua dari Usia Asli
Berkurangnya kolagen juga dapat membuat wajah tampak lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Kondisi ini terjadi karena kulit kehilangan kekenyalan alami, muncul garis halus, serta perubahan pada kontur wajah yang membuat tampilan wajah kurang segar.
4.Tekstur Kulit Wajah Lebih Kasar dan Kering
Kolagen berperan menjaga kelembapan dan kekuatan lapisan kulit. Saat kadarnya menurun, kulit wajah terasa lebih kering, kasar, dan tidak sehalus sebelumnya. Kulit pun terlihat kurang sehat dan kurang terawat.
5.Ukuran Pori-pori Tampak Lebih Lebar
Penurunan kolagen memengaruhi struktur kulit di sekitar pori-pori. Akibatnya, pori-pori terlihat lebih besar atau lebih jelas dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini sering membuat tekstur kulit wajah tampak kurang rata.
6.Kulit Wajah Tampak tak Bercahaya
Kulit yang kekurangan kolagen sering terlihat kusam dan tidak bercahaya. Ini terjadi karena proses regenerasi kulit menjadi lebih lambat, sehingga sel kulit mati lebih mudah menumpuk di permukaan kulit.
Perbandingan Kulit Wajah Saat Kolagen Cukup dan Kurang
Untuk bisa mengenali kulit yang kurang kolagen, Anda bisa memperhatikan perbandingannya berikut:
Kondisi pada Wajah | Kolagen Masih Terjaga | Kolagen Mulai Berkurang |
Elastisitas Kulit | Wajah terlihat segar, kenyal, dan sehat | Wajah tampak lebih lelah dan kurang segar |
Permukaan Kulit | Kulit terasa kencang dan mudah kembali ke bentuk semula | Kulit terasa lebih kendur dan kurang elastis |
Kecerahan Wajah | Kulit tampak lebih halus dan lebih rata | Garis halus mulai terlihat dan tekstur kasar |
Kondisi Pori Wajah | Wajah tampak cerah dan bercahaya alami | Kulit kusam dan kurang bercahaya |
Tingkat Kelembapan | Pori-pori lebih rapat | Kulit lebih mudah terasa kering |
Bentuk Area Pipi | Pipi terlihat lebih penuh dan berisi | Volume pipi berkurang sehingga wajah lebih cekung |
Penyebab Produksi Kolagen pada Wajah Menurun
Produksi kolagen menurun bertahap seiring bertambahnya usia. Proses alami ini membuat kulit tidak lagi memproduksi kolagen sebanyak saat masih muda. Akibatnya, kulit mulai kehilangan sebagian elastisitas dan kekuatannya.
Selain faktor usia, paparan sinar matahari berlebihan bisa memengaruhi kondisi kolagen pada kulit. Apalagi jika ditambah pola hidup kurang sehat. Misalnya, kurang tidur, konsumsi makanan kurang bergizi, akan membuat produksi kolagen kurang lancar.
Cara Meningkatkan Produksi Kolagen pada Wajah
Meskipun produksi kolagen menurun saat usia 20-an, bukan berarti Anda tidak bisa menjaga elastisitas kulit. Dengan beberapa cara berikut, produksi kolagen bisa tetap terjaga:
1.Pilih Skincare yang Mendukung Produksi Kolagen
Beberapa kandungan yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit, seperti retinol, vitamin C, peptide, dan niacinamide, diketahui mampu mendukung proses regenerasi kulit. Kandungan tersebut membantu menjaga elastisitas kulit, memperbaiki tekstur kulit, serta membuat kulit tampak lebih halus dan sehat.
2.Konsumsi Makanan dan Minuman Pendukung Pembentukan Kolagen
Mengonsumsi makanan kaya protein, vitamin C, dan antioksidan seperti buah-buahan, sayuran hijau, ikan, serta kacang-kacangan membantu mendukung pembentukan kolagen secara alami. Nutrisi tersebut membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam sehingga kulit tetap terlihat segar dan terawat.
3.Gunakan Sunscreen dengan Rutin Sebelum Keluar Rumah
Paparan sinar matahari berlebihan bisa merusak struktur kolagen pada kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen secara rutin sebelum beraktivitas di luar rumah menjadi langkah penting untuk melindungi kulit dari sinar UV. Dengan perlindungan yang tepat, kerusakan kolagen dapat diminimalkan sehingga kesehatan kulit wajah tetap terjaga.
4.Mengonsumsi Minuman Kolagen yang Mendukung Kolagen
Selain dari makanan dan perawatan kulit, produksi kolagen bisa didukung melalui konsumsi minuman kolagen tertentu. Sido Muncul C+Collagen menjadi salah satu pilihan minuman kolagen yang dapat Anda konsumsi.
Kandungan collagen tripeptide 500 mg dan vitamin C 1000 mg membantu mendukung pembentukan kolagen. Ditambah lagi dengan vitamin C, vitamin D, dan zinc, membuatnya mampu menjaga kesehatan kulit dan daya tahan tubuh.
Untuk cara konsumsinya, Anda bisa mencampurkan satu sachet dengan air dingin dan diminum per hari. Dengan rasa manis asam segar dari strawberry dan lemonade Anda tidak akan bosan meminumnya setiap hari.
Dengan mengonsumsi Sido Muncul C+Collagen plus diimbangi pola hidup sehat, Anda bisa menjaga produksi kolagen. Kulit wajah pun tetap terawat, terasa lebih kenyal, dan sehat.
Cerita Irwan Hidayat Merawat Sido Muncul Sebelum Tongkat Estafet Berpindah
Irwan Hidayat ungkap rahasia Sido Muncul bertahan lintas generasi. Dari penguatan riset hingga transformasi aturan keluarga bagi para penerus. [711] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-angin #industri-jamu-dan-farmasi #regenerasi-sido-muncul
(Kompas.com - Money) 02/04/26 08:41
v/179672/
JAKARTA, KOMPAS.com – Mempertahankan bisnis keluarga hingga melampaui generasi ketiga sering kali dianggap sebagai "kutukan" dalam dunia korporasi.
Ada pameo populer yang menyebut bahwa generasi pertama mendirikan, generasi kedua membesarkan, dan generasi ketiga menghancurkan.
Namun, PT Industri Jamu dan FarmasiSido Muncul Tbk (SIDO) mematahkan mitos tersebut. Memasuki usia ke-75 tahun, raksasa jamu nasional ini tengah memasuki fase krusial transisi kepemimpinan ke tangan generasi keempat.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, menjaga keberlanjutan bisnis keluarga memerlukan lebih dari sekadar laporan keuangan yang biru.
"Hal paling penting bukan soal siapa yang memimpin, melainkan bagaimana menjaga nilai-cara kerja tetap konsisten di tengah perbedaan pandangan antar-sepupu yang kini semakin banyak," ujar Irwan kepada Kompas.com di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Dari “hukum adat" ke sistem formal
Salah satu tantangan terbesar dalam regenerasi ke generasi keempat adalah struktur keluarga yang semakin melebar.
Jika pada generasi ketiga pengelolaan dilakukan oleh saudara kandung (kakak-beradik), kata dia, pada generasi keempat, tongkat estafet akan dipegang oleh jajaran sepupu dengan latar belakang pendidikan dan pola pikir yang jauh lebih beragam.
Irwan mengakui, selama puluhan tahun Sido Muncul banyak berjalan menggunakan "hukum adat" keluarga, konsensus tidak tertulis berbasis kepercayaan dan kebiasaan. Namun, cara ini tidak lagi memadai untuk masa depan.
"Aturan harus jelas dan dilembagakan supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Semua harus berjalan transparan," tegas Irwan.
Langkah formalisasi itu mencakup penyusunan batasan kewenangan yang tegas, termasuk peran Chief Executive Officer (CEO) dalam konteks profesionalisme keluarga.
Hal ini krusial untuk mencegah potensi konflik internal yang sering kali menjadi penyebab runtuhnya bisnis keluarga di banyak negara.
Rencana besar suksesi ini akan mulai dikukuhkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026).
Dalam agenda tersebut, Irwan Hidayat diproyeksikan untuk kembali menjabat sebagai Direktur Utama atau CEO. Namun, ia menegaskan bahwa periode ini adalah babak penutup bagi generasinya.
"Sebagai yang paling senior di generasi ketiga, saya akan menjadi CEO terakhir dari generasi ini. Tugas saya adalah mempersiapkan dan menyerahkan Sido Muncul kepada generasi penerus dalam kondisi yang benar-benar kuat," jelas pria yang juga dikenal sebagai peracik bumbu andal di lini bisnis kulinernya, Bima Ayam Goreng.
Irwan menargetkan, masa transisi satu tahun ke depan sebagai periode bebenah.
Ia ingin memastikan bahwa sistem perusahaan sudah matang sehingga generasi keempat tidak perlu lagi meraba-raba arah kebijakan fundamental perusahaan.
KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA El Rumi dan Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani di sela-sela syuting iklan terbaru Esemag di Studio Putih, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (29/1/2026).Nilai yang tak boleh luntur
Meski tantangan eksternal seperti disrupsi teknologi dan perubahan pasar kian berat, Irwan cukup optimistis.
Menurutnya, para penerus dari generasi keempat bukan anak kemarin sore yang tiba-tiba duduk di kursi empuk.
Mereka telah dibekali dengan pendidikan formal yang mumpuni serta pengalaman kerja di industri selama setidaknya 25 tahun.
Salah satunya adalah Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat yang telah berkiprah lebih dari dua dekade turut membangun Sido Muncul.
Selain itu, Marco Jonathan Hidayat, putra bungsu Irwan, yang kini sudah dipercaya mengelola unit bisnis keluarga di sektor kuliner bersama kakak iparnya.
Bagi Irwan, bekal pengalaman saja tidak cukup. Tantangan paling berat bagi generasi keempat adalah menjaga kepercayaan publik yang telah dipupuk selama lebih dari 50 tahun melalui slogan ikonik seperti "Orang Pintar Minum Tolak Angin".
"Kami boleh berubah dalam cara atau teknologi, tapi tidak dalam prinsip. Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk jamu berbasis riset adalah harga mati," tambahnya.
KOMPAS.com/YAKOB ARFIN T SASONGKO Deretan penghargaan Sido Muncul, termasuk Indonesia SDGs Action Awards 2025, dipajang di area kantor Sido Muncul di Cipete, Jakarta Selatan.Menjaga warisan, bukan sekadar aset
Bagi Sido Muncul, regenerasi ini bukan sekadar soal perpindahan kekuasaan atau pembagian dividen. Ini adalah upaya pembuktian bahwa jamu tradisional Indonesia bisa tetap relevan secara global di tangan anak muda.
Keputusan Irwan untuk menduduki kembali posisi puncak adalah langkah strategis untuk memastikan proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) berjalan mulus tanpa guncangan.
Ia ingin memastikan bahwa ruh Sido Muncul sebagai perusahaan yang mengedepankan pembuktian ilmiah tetap terjaga.
"Yang kami wariskan bukan hanya perusahaan sebagai aset fisik, tapi cara menjaganya agar tetap hidup 100 tahun lagi," kata Irwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Sido Muncul Latih Karyawan dan Mahasiswa Nabung Saham untuk Perkuat Literasi Keuangan
Meski menyarankan untuk menabung saham, Irwan mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih saham perusahaan. [1,002] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #nabung-saham
(Kompas.com - Money) 31/03/26 19:25
v/177954/
SEMARANG, KOMPAS.com – Sebagai upaya memperkuat pasar modal di Indonesia, PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) turut melakukan edukasi tabungan saham bagi para pegawai serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang, Senin (30/3/2026).
Edukasi itu diinisiasi oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang terjun ke pasar modal dan meningkatkan partisipasi investor domestik.
“Saya ingin orang Indonesia menjadi partisipan investor domestik. Saya sudah buktikan pakai nama Hotel Tentrem, Ayam Goreng Bima, enggak tergantung sama merek orang lain,” ujar Irwan di sela pelatihan di Agrowisata Pabrik Sido Muncul.
Upaya diversifikasi instrumen keuangan dinilai Irwan, menjadi bekal menuju kemandirian ekonomi, mengingat belum banyak masyarakat yang menabung saham di pasar modal. Dengan demikian, aset yang dimiliki dapat tetap produktif karena ditempatkan pada instrumen yang tepat dan menghasilkan.
“Saya sempat berdiskusi dengan asisten rumah tangga saya yang menanyakan alternatif investasi. Dari situ saya melihat bahwa edukasi keuangan masih sangat dibutuhkan di berbagai kalangan.”
Menurut Irwan, menabung saham dapat dilakukan hampir semua orang dengan menyesuaikan kemampuan keuangan masing-masing.
"Semua orang kan bisa menabung. Dalam sebulan, asumsikan kita menabung Rp 100.000, ada yang Rp 200.000 ada yang Rp 2 juta, sesuai penghasilannya kan. Kalau uangnya cuma disimpan atau dibawa pulang, setahun bisa habis tanpa terasa. Kenapa tidak ditabung dalam bentuk saham?" ujarnya.
Meski menyarankan untuk menabung saham, Irwan mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih saham perusahaan. Utamanya, dalam melihat rekam jejak keuangan dari perusahaan yang akan dipilih sebagai tujuan investasi.
KOMPAS.com/TITIS ANIS FAUZIYAH Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat saat mengedukasi masyarakat mengenai tabungan saham. Ia ingin semakin banyak masyarakat Indonesia yang terjun ke pasar modal.“Masyarakat bisa pilih perusahaan yang sudah terbukti, memiliki track record bagus, membagi dividen dengan baik, dan perusahaannya berkembang. Dicek pula perusahaan yang selalu untung selama berpuluh tahun," lanjutnya.
Sebagai informasi, pelatihan tersebut diselenggarakan sekaligus menjadi praktik langsung agar ribuan karyawan di pabrik yang dinaunginya itu benar-benar teredukasi dalam pengelolaan keuangan. Dia memberi contoh dengan mendorong karyawan Sido Muncul untuk menabung saham.
"Kalau cuma diajari, orang sering lupa. Hal yang paling penting itu praktik. Maka, saya mengimplementasikan hari ini ke karyawan saya. Di Sido Muncul itu, ada 4.000 orang karyawan, tapi yang punya saham itu 30 orang. Maka, saya kampayekan, saya ingin mengajari mereka," tegas dia.
Irwan bahkan mengundang Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia, Budiman Satrio Sudono untuk memberikan edukasi tentang saham kepada ratusan karyawan Sido Muncul.
Perlu diketahui, selain karyawan Sido Muncul, acara tersebut juga diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang, seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika).
Budiman Satrio Sudono menyampaikan, setiap instrumen investasi, termasuk saham, memiliki risiko. Namun, dia meminta masyarakat tak perlu takut rugi.
"Sama saja misal bapak pelihara kambing ada resikonya. Kambing bisa mati, lalu bisa saja harga jual kambing tidak bisa meng-cover biaya pakan atau jasa pelihara. Jadi, instrumen tabungan apa pun tetap ada risiko," kata Budiman.
Meski demikian, dia menuturkan, risiko kerugian dapat diminimalisasi dengan memilih perusahan yang tepat. Salah satunya, dia menyebut Sido Muncul sebagai satu-satunya perusahaan jamu yang melantai di bursa dengan catatan keuangan yang relatif positif.
"(Sido Muncul) salah satu saham yang terbaik. Saya enggak muji-muji ya, kalau Pak Irwan di sini enggak ada pun juga saya akan ngomong begitu. Kami berapa kali ada program The Best CEO ya, dan kebetulan waktu itu CEO Sido Muncul adalah Pak David Hidayat. Ia terpilih jadi The Best CEO. Anugerah seperti ini tidak sembarang kami kasih karena ada parameternya. Apalagi, perusahaan yang melantai di bursa bisa sampai 700," bebernya.
Salah satu karyawan Sido Muncul, Bambang (58), mengaku senang mendapat wawasan baru tentang saham melalui kegiatan tersebut. Dia menilai dengan membeli saham milik Sido Muncul, maka rasa kepemilikan dan loyalitas pada perusahaannya semakin besar.
"Pak Irwan memberikan kesempatan bagi kami untuk mulai berinvestasi saham. Dengan memiliki saham perusahaan, saya merasa lebih memiliki keterlibatan terhadap perusahaan,” Pak Irwan memberikan kesempatan untuk kami ikut memiliki saham Sido Muncul dengan menabung. Ini luar biasa, sangat Istimewa. Karena kalau punya sahamnya, berarti berarti kami seperti bekerja untuk diri kami sendiri," kata Bambang yang sudah bekerja di Sido Muncul selama 28 tahun.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Unnes, Edwin Irjabar Silalahi, mengaku dapat memperdalam literasi keuangan dan pasar modal melalui kesempatan tersebut. Dia bersama teman-temannya merasa lebih memahami risiko ataupun keuntungan menabung saham langsung dari pakarnya.
“Dari acara ini, saya memperoleh banyak sekali ilmu. Salah-satu nya itu diversifikasi saham. Tadi dari materinya juga mengajarkan kami untuk mengubah mindset menabung saham dan bukan dengan istilah ‘main’ saham,” ujar Mahasiswa Jurusan Manajemen Unnes itu.
Sarankan bijak bermedia sosial
Dalam kesempatan sama, Irwan turut menyikapi sejumlah ujaran kebencian pada brand Tolak Angin yang viral di X beberapa waktu lalu. Irwan cerita, ia sempat langsung menghubungi pemilik akun untuk menanyakan motif di balik posting-an tersebut.
Dia mempertanyakan apakah thread tersebut merupakan bagian dari kampanye buzzer, kompetitor, atau sekadar aksi individu.
“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya,” ujar Irwan.
Dalam penelusurannya, Irwan juga mendapati sebagian besar penyebar ujaran kebencian hanyalah warganet yang ingin mencari perhatian atau popularitas di media sosial. Padahal mereka juga konsumen Tolak Angin.
Ia mengasumsikan hal tersebut sebagai rendahnya kesadaran dan literasi digital masyarakat Tanah Air.
“Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingan-nya,” katanya.
Kendati merugikan perusahaan, Irwan enggan membawa perkara itu ke jalur hukum. Ia memilih berkomunikasi langsung dengan pihak yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi dan mengedukasi mereka.
Menurut Irwan upaya ini dinilai lebih efektif dan humanis, mengingat banyak pelaku tidak memiliki niat jahat.
“Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah dia harus menghabiskan uang dan waktu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irwan mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat membagikan informasi terkait produk atau perusahaan. Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya ke publik.
“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.
Jelang RUPS Sido Muncul, Irwan Hidayat Disiapkan Jadi CEO Lagi dan Kawal Regenerasi
Sido Muncul akan gelar RUPS untuk bahas perubahan direksi, strategi bisnis, dan transisi ke generasi keempat. [761] url asal
#rups #sido-muncul #pt-sido-muncul #irwan-hidayat #rups-sido-muncul #regenerasi-sido-muncul
(Kompas.com - Money) 26/03/26 20:56
v/173869/
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Salah satu agenda utama dalam RUPS tersebut adalah rencana penunjukan kembali Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat sebagai Direktur Utama atau Chief Executive Officer (CEO). Jika disetujui, ini akan menjadi kali kedua Irwan memimpin perusahaan sebagai CEO.
Untuk diketahui, Irwan sebelumnya menjabat sebagai CEO pada 18 Desember 2013 hingga 17 Mei 2016. Setelah itu, posisi tersebut dilanjutkan oleh Jonatha Sofjan Hidajat (2016–2018), dan kemudian oleh David Hidayat sejak 17 Mei 2018 hingga 2026.
Dalam rencana yang akan diajukan, Irwan akan menduduki posisi Direktur Utama. Sementara itu, David Hidayat akan menjabat sebagai Direktur bersama Maria Reviani Hidayat, Darmadji Sidik, dan Budiyanto.
Adapun jajaran komisaris akan diisi oleh Jonatha Sofjan Hidajat sebagai Komisaris Utama, serta Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati W, Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, dan Prof Lindawati Gani sebagai Komisaris.
“Sebagai yang paling senior di generasi ketiga, saya akan menjadi CEO terakhir dari generasi ini untuk mempersiapkan dan menyerahkan Sido Muncul kepada generasi penerus. Kami akan membenahi perusahaan ini agar benar-benar siap dan kuat,” ujar Irwan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Transisi ke generasi keempat
Kembalinya Irwan sebagai CEO menjadi bagian penting dari fase transisi kepemimpinan menuju generasi keempat keluarga Hidayat.
Irwan menegaskan, masa kepemimpinannya kali ini difokuskan untuk memastikan proses estafet berjalan mulus. Ia bersama anggota keluarga lainnya akan menyiapkan fondasi perusahaan sebelum diserahkan kepada generasi penerus.
Sebagai generasi ketiga yang telah membangun perusahaan selama puluhan tahun, Irwan menekankan bahwa transisi ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan upaya menjaga kesinambungan nilai dan budaya perusahaan.
Untuk itu, Irwan menargetkan dalam satu tahun ke depan, Sido Muncul dapat memiliki sistem tata kelola yang lebih matang, bahkan setara dengan perusahaan di negara maju seperti Singapura.
KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menegaskan, masa kepemimpinannya kali ini difokuskan untuk memastikan proses estafet berjalan mulus. Ia bersama anggota keluarga lainnya akan menyiapkan fondasi perusahaan selama satu tahun ke depan sebelum diserahkan kepada generasi penerus.Lima langkah strategis perseroan
Sejalan dengan fase transisi tersebut, manajemen Sido Muncul menyiapkan lima langkah strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan ke depan.
Pertama, mempersiapkan perseroan yang lebih baik dan transparan melalui penyusunan aturan keluarga yang lebih terstruktur dan dilembagakan secara formal.
Kedua, meningkatkan efisiensi pengadaan barang, pembelian, dan pengelolaan inventori melalui sistem digital internal bernama Sido Monitoring Real Time(SMART). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran.
Selain itu, perseroan juga akan meluncurkan aplikasi Sido Herbal Pedia pada 23 April 2026 sebagai bagian dari transformasi digital yang menyasar konsumen secara langsung.
Ketiga, memperluas pasar ekspor dengan menyesuaikan produk terhadap regulasi di negara tujuan. Keempat, meningkatkan penjualan produk, khususnya di segmen suplemen kesehatan yang menjadi andalan perusahaan.
Kelima, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kepemilikan saham melalui kampanye “Nabung Saham”.
Irwan menjelaskan, kampanye tersebut bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap saham, dari yang selama ini dianggap berisiko menjadi bentuk tabungan jangka panjang.
“Kami ingin masyarakat melihat saham sebagai tabungan. Kalau logikanya benar, hasilnya akan mengikuti,” ujar Irwan.
Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia Budiman Satrio Sudono menyambut positif gagasan tersebut dan mengajak berbagai pihak untuk turut mendukung gerakan “Nabung Saham”.
Menurut dia, ide tersebut penting untuk mendorong masyarakat mulai berinvestasi secara konsisten sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional.
Adapun pendekatan “nabung saham” dinilai dapat mendorong masyarakat lebih sabar dalam berinvestasi dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi pasar.
“Gagasan ini sangat baik dan perlu kita dukung bersama. Dengan kebiasaan menabung saham, pasar modal kita bisa menjadi lebih sehat dan kuat ke depan,” kata Budiman.
Fokus efisiensi di tengah tekanan global
Irwan melanjutkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, Sido Muncul juga fokus pada efisiensi operasional, salah satunya melalui penyesuaian tingkat persediaan (inventory adjustment).
Jika sebelumnya stok berada di kisaran 2–3 bulan, kini ditargetkan menjadi 21 hari. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan modal dan menjaga kesehatan arus kas perusahaan.
“Efisiensi ini juga dilakukan untuk memastikan distribusi produk tetap sehat dan tidak terjadi penumpukan stok di pasar,” kata Irwan.
Selain itu, perusahaan juga senantiasa menjaga daya saing melalui pendekatan berbasis ilmiah dan penguatan riset, sehingga kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menambahkan, seluruh langkah perusahaan merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai perusahaan.
“Dari penjelasan yang disampaikan Pak Irwan, kami ingin publik mengetahui bagaimana kinerja, cara kerja, serta nilai-nilai yang kami pegang sejak awal berdiri hingga ke depan. Ini menjadi dasar bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Ria.
Irwan Hidayat Turun Gunung Kawal Transisi Sido Muncul (SIDO) Generasi ke-4
Irwan Hidayat kembali jadi CEO Sido Muncul, siapkan suksesi generasi keempat dengan fokus transparansi, efisiensi, dan ekspansi pasar global. [430] url asal
#irwan-hidayat #sido-muncul #generasi-keempat #suksesi-kepemimpinan #rups-sido #ceo-sido-muncul #keluarga-hidayat #sistem-smart #efisiensi-operasional #pasar-ekspor-sido #sido-herbalpedia #platform-dig
(Bisnis.Com - Market) 26/03/26 18:25
v/173742/
Bisnis.com,JAKARTA — Emiten jamu dan farmasi legendaris, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) akan melakukan perombakan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 April 2026.
Dalam agenda tersebut, Irwan Hidayat dipastikan bakal kembali menduduki kursi Direktur Utama untuk periode kedua. Irwan ditunjuk untuk menggantikan David Hidayat yang telah menakhodai Sido Muncul sejak 2018.
Irwan mengungkapkan bahwa penunjukan dirinya untuk kedua kalinya sebagai CEO merupakan amanat dari keluarga Hidayat. Sebagai anggota paling senior, Irwan mengemban misi khusus untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan dari generasi ketiga kepada generasi penerus.
“Jika disetujui RUPS, saya akan menjadi CEO SIDO untuk kedua kalinya. Saya adalah CEO terakhir dari generasi ketiga yang akan mewakili seluruh keluarga untuk menyerahkan SIDO kepada generasi keempat,” ujar Irwan dalam pertemuan di House of Jamu, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Irwan menjelaskan tantangan terbesar dalam suksesi kali ini adalah jumlah anggota keluarga yang semakin banyak. Jika generasi ketiga dikelola oleh lima bersaudara dengan kesepakatan kekeluargaan yang tidak tertulis, generasi keempat kini melibatkan 13 orang yang merupakan saudara sepupu.
Oleh karena itu, selama satu tahun masa jabatannya, Irwan bersama direksi lain akan merumuskan sejumlah aturan keluarga yang dilembagakan secara formal untuk menjadi aturan korporasi yang transparan dan adil. Hal ini pun bertujuan mempersiapkan SIDO agar memiliki standar transparansi yang lebih solid.
“Di generasi keempat nanti ada 13 orang, sehingga aturannya harus jelas, adil, dan transparan agar tidak ada yang berselisih," ujar Irwan.
Di sisi operasional, Irwan membawa misi efisiensi besar-besaran melalui implementasi sistem Smart Activity Real Time Monitoring (SMART) untuk mengawasi pengadaan barang secara real-time. Sistem ini bertujuan menutup celah kebocoran biaya (fraud) melalui mekanisme tender yang akuntabel.
Selain itu, perseroan bakal melakukan inventory adjustment dengan menertibkan stok di level distributor dari durasi tiga bulan menjadi maksimal satu bulan guna mengoptimalkan profitabilitas dan arus kas.
Strategi pertumbuhan SIDO juga akan difokuskan pada perluasan pasar ekspor dengan melakukan reklasifikasi produk menjadi suplemen makanan agar sesuai dengan regulasi global di negara seperti Australia dan Arab Saudi.
Di pasar domestik, SIDO akan meluncurkan platform digital Sido Herbalpedia pada 23 April mendatang untuk memacu penjualan melalui edukasi langsung kepada konsumen berbasis riset ilmiah.
Perkiraan susunan pengurus SIDO pada RUPS 9 April 2026:
- Direktur utama : Irwan Hidayat
- Direktur : David Hidayat
- Direktur: Maria Reviani Hidayat
- Direktur: Darmadji Sidik
- Direktur: Budiyanto
- Komisaris utama: Jonatha Sofjan Hidajat
- Komisaris: Johan Hidayat
- Komisaris: Sigit Hartojo Hadi Santoso
- Komisaris: Venancia Sri Indrijati W
- Komisaris : Dr. dr Mohammad Adib Khumaidi Spb
- Komisaris: Prof Lindawati Gani
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Irwan Hidayat Bakal Kembali Pimpin Sido Muncul (SIDO), Tunggu Restu RUPS 9 April
Irwan Hidayat berpeluang kembali menjadi CEO Sido Muncul jika disetujui dalam RUPS 9 April 2026 sebagai bagian dari transisi kepemimpinan. [286] url asal
(WE Finance - Finansial) 26/03/26 15:35
v/173553/
Warta Ekonomi, Jakarta -Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat menyatakan siap kembali menjabat sebagai Direktur Utama atau CEO untuk kedua kalinya, apabila mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 9 April 2026. Pergantian ini menjadi bagian dari rencana restrukturisasi manajemen perseroan.
Irwan mengungkapkan dirinya sebelumnya pernah menjabat sebagai CEO Sido Muncul pada periode 18 Desember 2013 hingga 17 Mei 2016.
“Jika disetujui di RUPS SIDO pada tanggal 9 April 2026, saya akan menjadi CEO SIDO yang kedua kali. Saya menjadi CEO SIDO yang pertama pada tanggal 18 Desember 2013 dan selesai pada 17 Mei 2016,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Setelah masa kepemimpinannya, posisi Direktur Utama sempat diisi oleh Sofyan Hidayat pada periode 2016–2018, kemudian dilanjutkan oleh David Hidayat sejak 17 Mei 2018 hingga 2026.
Irwan menyebut pengangkatan kembali dirinya sebagai CEO merupakan bagian dari transisi kepemimpinan dalam keluarga Hidayat, sekaligus persiapan menuju generasi penerus.
“Sebagai yang paling senior di keluarga Hidayat, saya akan menjadi CEO SIDO terakhir dari generasi ketiga untuk mewakili seluruh keluarga Hidayat menyerahkan SIDO kepada generasi penerus,” katanya.
Ia menambahkan bahwa manajemen akan memanfaatkan periode satu tahun ke depan untuk mempersiapkan proses alih kepemimpinan tersebut.
“Kami berlima selama setahun ini akan mempersiapkan SIDO sebaik mungkin untuk menyerahkan kepada generasi penerus,” ujarnya.
RUPS pada 9 April 2026 akan menjadi forum penentuan akhir terkait perubahan struktur manajemen tersebut, sekaligus menandai arah baru kepemimpinan Sido Muncul ke depan. Jika pemegang saham menyetujui berikut susunan direksi Sido Muncul:
Direksi
Direktur Utama: Irwan Hidayat
Direktur: David Hidayat
Direktur: Maria Reviani Hidayat
Direktur: Darmadji Sidik
Direktur: Budiyanto
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Sofyan Hidayat
Komisaris: Johan Hidayat
Komisaris: Sigit Hartojo Hadi Santoso
Komisaris: Venancia Sri Indrijati W
Komisaris: Dr. dr Mohammad Adib Khumaidi Spb
Komisaris: Prof Lindawati Gani
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)