Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya penawaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 yang beredar melalui tautan tidak resmi dan media sosial. Perseroan menegaskan, informasi tersebut merupakan modus penipuan yang menyalahgunakan nama BRI.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya memastikan seluruh penawaran KUR melalui kanal tidak resmi tidak memiliki keterkaitan dengan layanan maupun operasional perusahaan. Ia menegaskan, proses pengajuan KUR 2026 di BRI hanya dapat dilakukan melalui saluran resmi.
“Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, Teras BRI, serta BRILink Agen atau melalui tenaga pemasar BRI, dan tidak dipungut biaya apa pun di awal,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (3/5/2026).
Dia mengingatkan seiring meningkatnya aktivitas digital, BRI menilai masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan. Perseroan mengimbau agar masyarakat tidak mengakses atau mengeklik tautan yang tidak resmi, serta tidak memberikan data pribadi yang bersifat rahasia.
BRI menegaskan tidak pernah meminta informasi sensitif seperti PIN, kata sandi, maupun kode one-time password (OTP) dalam kondisi apa pun. Permintaan atas data tersebut dipastikan merupakan indikasi penipuan.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan penawaran pencairan KUR secara cepat dengan syarat tidak wajar. Verifikasi informasi disarankan dilakukan melalui kanal resmi BRI, termasuk situs web dan akun media sosial resmi perusahaan serta layanan Contact BRI.
Akhmad menambahkan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, khususnya terkait kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital. Perseroan juga aktif berkoordinasi dengan otoritas dan pihak terkait untuk menindaklanjuti penyalahgunaan nama perusahaan.
Syarat Mengajukan KUR BRI
- Memiliki usaha produktif dan layak
- Usaha telah berjalan minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain
- Tidak memiliki pinjaman aktif di fintech lending
- Memiliki izin usaha (IUMK, NIB, atau dokumen resmi lain)
- Bersedia menyediakan agunan tambahan sesuai ketentuan
Syarat Berdasarkan Jenis KUR
KUR Mikro BRI
- Individu dengan usaha produktif dan layak
- Usaha aktif minimal 6 bulan
- Tidak memiliki kredit produktif di bank lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan kartu kredit)
- Melengkapi dokumen seperti KTP, KK, dan surat izin usaha
KUR Kecil BRI
- Memiliki usaha produktif dan layak
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain (kecuali kredit konsumtif)
- Usaha telah berjalan minimal 6 bulan
- Memiliki IUMK atau izin usaha lain yang setara
Cara Mengajukan KUR BRI
Pengajuan KUR dapat dilakukan secara online maupun offline, dengan tahapan yang pada dasarnya sama, yaitu verifikasi data dan survei usaha.
Pengajuan Online
- Akses situs resmi KUR BRI
- Pilih menu pengajuan pinjaman
- Login atau daftar akun
- Isi data diri dan informasi usaha
- Unggah dokumen (KTP, KK, izin usaha)
- Pilih jenis KUR dan nominal pinjaman
- Kirim pengajuan dan tunggu verifikasi
Jika lolos tahap awal, pihak bank akan menghubungi calon debitur untuk proses lanjutan, termasuk survei usaha.
Pengajuan Offline
- Datang ke kantor cabang BRI terdekat
- Membawa dokumen identitas dan izin usaha
- Mengisi formulir pengajuan
- Mengikuti wawancara
- Menunggu survei dan analisis kelayakan
- Dana dicairkan jika disetujui
Melalui pengajuan langsung, calon debitur juga bisa berkonsultasi terkait plafon pinjaman, jenis kredit, hingga simulasi cicilan.
Dengan plafon besar, bunga ringan, serta tenor yang fleksibel, KUR Kecil BRI 2026 menjadi peluang strategis bagi UMKM untuk mengembangkan usaha. Namun, sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk memastikan kondisi usaha stabil dan memiliki perencanaan keuangan yang matang agar cicilan tetap lancar dan bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan.