Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) resmi memulai operasional manufaktur di Filipina melalui pengiriman perdana komponen otomotif kepada Honda Philippines Inc. (HPI) pada Selasa (27/1/2026).
Melalui dua anak usahanya, Astra Otoparts Philippines Inc. (AOPP) dan Astra Visteon Philippines Inc. (AVP), emiten komponen Grup Astra tersebut menyuplai enam jenis komponen mesin dan kerangka kendaraan roda dua.
Pengiriman ini menandai masuknya perseroan ke dalam rantai pasok Original Equipment Manufacturer (OEM) di pasar Filipina secara langsung.
Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim menyampaikan bahwa pengiriman komponen tersebut menjadi cerminan kepercayaan Honda terhadap kapabilitas manufaktur AUTO, sekaligus komitmen jangka panjang atas kehadiran manufaktur komponen otomotif di Filipina.
“Melalui fasilitas manufaktur AOPP dan AVP, kami siap mendukung penguatan industri otomotif yang sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan roda dua di Filipina,” pungkas Hamdhani dalam keterangan tertulis.
Langkah itu menandai ekspansi AUTO ke pasar internasional. Hingga akhir kuartal III/2025, AUTO telah mengekspor produknya ke lebih dari 50 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, hingga Amerika Selatan. Lebih terperinci, pangsa pasar ekspor terbesar AUTO ialah Asia 59,7% dan Timur Tengah 31,9%.
Adapun, langkah ekspansi AUTO ini didasari oleh prospek pertumbuhan sektor otomotif Filipina yang dinilai kondusif. Dengan pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 6% dan populasi mencapai 116,8 juta jiwa, Filipina menjadi salah satu pasar kendaraan roda dua dengan pertumbuhan tercepat di Asia.
Data internal perseroan menunjukkan pasar kendaraan roda dua Filipina mencatatkan pertumbuhan rata-rata 7,5% per tahun dalam 5 tahun terakhir.
Sementara itu, penjualan motor di negara tersebut diperkirakan mencapai 1,7 juta unit pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh 16,5% hingga 2030.
Selain volume pasar yang besar, rasio kepadatan kendaraan di Filipina yang mencapai 1:7 atau satu motor per tujuh penduduk dinilai masih menyimpan potensi pertumbuhan dalam jangka panjang.
Hamdhani menyatakan AUTO menargetkan pengembangan fasilitas AOPP dan AVP dapat membangun kapabilitas manufaktur di Asia secara berkelanjutan serta berkontribusi terhadap kinerja keuangan konsolidasi di masa depan.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Astra Otoparts, Sophie Handli, menyatakan tahun 2026 tetap menjadi periode yang penuh tantangan, mengingat tren kelesuan industri otomotif sejak tahun lalu masih berlanjut.
Namun, AUTO optimistis mampu meraih pertumbuhan dengan mengandalkan penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi sumber pendapatan baru.
“Kami melihat adanya berbagai peluang melalui penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi sumber pendapatan. Oleh sebab itu, perseroan tetap menargetkan pertumbuhan kinerja dengan fokus pada ekspansi pasar dan peningkatan efisiensi,” ujar Sophie kepada Bisnis, Rabu (21/1/2026).
Dalam upaya mendongkrak pendapatan pada tahun ini, entitas anak PT Astra International Tbk. (ASII) ini akan mempertahankan sejumlah strategi utama.
Perseroan berencana menambah varian produk baru, serta memperluas jaringan distribusi dengan menambah jumlah outlet. AUTO juga melakukan inisiatif ekspansi guna memperluas jangkauan pasar ekspor komponennya.
“Kami juga akan mempercepat diversifikasi bisnis ke segmen non-otomotif, seperti medical devices, komponen alat berat dan pertambangan, serta sektor industri lainnya, sebagai bagian strategi di luar bisnis otomotif,” ucap Sophie.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.