Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi umum menghadapi peluang positif pada 2026 mendatang, meskipun tetap akan menghadapi sejumlah tantangan.
Kendati demikian, ada beberapa produk yang diperkirakan mengalami pertumbuhan paling cepat pada 2026. Misalnya, PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) menyebut asuransi kesehatan berpotensi tumbuh cepat di 2026.
“Asuransi kesehatan mempunyai potensi pertumbuhan dari sisi demand, seiring dengan semakin tingginya biaya pengobatan. Kemudian, asuransi financial lines juga mempunyai peluang pertumbuhan tinggi,” kata Presiden Direktur LPGI Agus Benjamin kepada Bisnis, dikutip pada Selasa (23/12/2025).
Oleh karena itu, Agus menilai 2026 masih menjanjikan pertumbuhan untuk industri asuransi umum dari segi market size. Namun, dia mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam mengelola portofolio dan risk management.
Di satu sisi, dia tidak menampik bahwa secara umum profitability akan menjadi tantangan di 2026. Selain itu, perlu adanya disiplin underwriters dalam melihat risiko di tengah kompleksnya masalah industri asuransi umum.
“Oleh karena itu, kami fokus pada strength perusahaan yang berlandaskan triple spirit yakni Spirit to Improve, Spirit to Develop dan Spirit to Explore,” beber Agus.
Sementara itu, PT Asuransi Asei Indonesia memperkirakan asuransi perdagangan dan kredit ekspor menjadi produk yang akan mengalami pertumbuhan tercepat pada 2026.
Menurut Direktur Utama Asuransi Asei Dody Achmad Sudiyar, produk tersebut menjadi value proposition penting bagi para eksportir yang menghadapi risiko komersial dan politik dalam era global yang penuh ketidakpastian.
Dia merincikan tiga alasan Asei memilih dua produk itu sebagai yang tumbuh tercepat. Pertama, produk itu memiliki peran strategis dalam mitigasi risiko rantai pasok dan pembayaran antar negara, khususnya untuk sektor ekspor non-tradisional.
“Kedua, permintaan meningkat dari UMKM dan pelaku ekspor yang mencari solusi perlindungan terhadap risiko non-pembayaran dan pembiayaan perdagangan,” tuturnya.
Ketiga, kolaborasi dengan institusi keuangan dan lembaga internasional memperkuat relevansi produk ini di pasar. Dalam ekosistem ekspor, produk asuransi perdagangan akan dikombinasikan dengan berbagai produk asuransi lainnya.
“Produk asuransi perdagangan akan dikombinasikan juga dengan asuransi kredit ekspor, asuransi pengangkutan, asuransi kecelakaan, asuransi kendaraan bermotor dan alat berat, juga asuransi tanggung jawab hukum pihak ketiga,” tandasnya.
Sementara itu, pengamat asuransi Wahyudin Rahman menilai produk dengan pertumbuhan tercepat pada 2026 diperkirakan adalah produk terkait rawan bencana, seperti asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kecelakaan diri.
Tidak sampai di situ, Wahyudin turut berujar asuransi siber juga kemungkinan akan dapat tumbuh karena dipicu meningkatnya risiko siber dan lonjakan mobilitas masyarakat ke era digitalisasi.
Secara garis besar, dia memandang prospek asuransi umum pada 2026 masih positif, tetapi selektif. Pertumbuhan premi diperkirakan berlanjut seiring gairah ekonomi, peningkatan awareness terhadap risiko bencana, dan akselerasi digital.
“Namun, kinerja perusahaan akan sangat dipengaruhi oleh pemenuhan permodalan, kualitas underwriting, tingkat klaim dan operational cost,” pungkas Wahyudin.