Bisnis.com, JAKARTA — Emiten komponen otomotif besutan konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) menargetkan untuk meraup pendapatan sebesar Rp6,5 triliun pada 2026.
President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengatakan perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja setiap tahunnya. Adapun, pada 2025, DRMA telah menargetkan untuk meraup pendapatan sebesar Rp6 triliun.
Sementara itu, sampai sembilan bulan 2025, DRMA telah mampu meraup pendapatan sebesar Rp4,39 triliun, bertumbuh 9,2% secara tahunan (year on year/YoY), dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp4,02 triliun.
“Jika proyeksi pendapatan tahun 2025 berada di kisaran Rp6 triliun, maka untuk tahun berikutnya kami memperkirakan target penjualan sekitar Rp6,5 triliun,” kata Irianto dalam laporan hasil public expose pada Senin (24/11/2025).
Meski begitu, menurutnya penyusunan target masih dalam proses dan terus disesuaikan dengan peluang-peluang yang ada.
“Sementara itu, untuk laba, kami akan berupaya mempertahankan tingkat profitabilitas di atas 10%,” ujar Irianto.
DRMA sendiri telah meraup laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp419,87 miliar per kuartal III/2025, naik 1,89% YoY dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp412,07 miliar.
Irianto menjelaskan bahwa outlook industri komponen otomotif pada 2026 menjanjikan. Banyak pemain-pemain otomotif baru yang datang ke Indonesia dan mempersiapkan pabriknya. Sebagian sudah mulai akan beroperasi pada kuartal I/2026. Sebagian lagi kuartal II/2026.
Terdapat pula pemain yang sedang melakukan pengambilalihan fasilitas assembling yang ada di Indonesia.
“Tentunya bagi DRMA ini adalah suatu opportunity dan kami juga sudah melakukan banyak hal untuk menangkap atau meningkatkan penjualan komponen kami kepada pemain-pemain baru ini,” ujar Irianto.
Di sisi lain, ancang-ancang target pendapatan dan laba DRMA pada 2026 akan terdorong oleh aksi korporasi. DRMA memang sedang merampungkan proses akuisisi perusahaan manufaktur komponen plastik kendaraan roda empat PT Mah Sing Indonesia.
Total saham Mah Sing Indonesia yang diakuisisi DRMA mencapai sebesar 82% dengan nilai akuisisinya adalah sekitar Rp41 miliar.
Mah Sing Indonesia sendiri memproduksi komponen-komponen otomotif dari bahan plastik seperti bemper, dashboard, door trim, dan lain-lain.
“Jadi tujuan kami memang untuk menambah portfolio, khususnya di segmen kendaraan roda empat [4W],” ujar Irianto.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.