Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah mempercepat pembenahan pelabuhan dengan lalu lintas tinggi guna mengurangi antrean panjang yang terus berulang saat musim libur panjang.
Ketua Forum Transportasi Laut MTI Hafida Fahmiasari mengatakan tren penumpang dan angkutan barang pada moda angkutan sungai, danau, dan penyeberangan terus meningkat, terutama pada periode libur panjang dan momen hari besar keagamaan.
Menurut dia, antrean di sejumlah pelabuhan seperti lintasan Ketapang–Gilimanuk bukan semata dipicu kenaikan permintaan musiman.
“Tetapi kombinasi antara keterbatasan dermaga, kapasitas kapal yang tidak seimbang dengan volume kendaraan, cuaca dan arus laut, hingga manajemen operasional serta jadwal sandar yang belum optimal,” katanya ketika dihubungi, Senin (25/5/2026).
Selain itu, sejumlah insiden kapal kandas dalam beberapa waktu terakhir juga dinilai menunjukkan pentingnya aspek keselamatan, navigasi, dan kesiapan teknis kapal.
Karena itu, Hafida menilai pembenahan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas pelabuhan, penerapan sistem antrean digital, hingga peremajaan armada.
Menurut dia, penguatan pengawasan keselamatan serta pengaturan lalu lintas dan distribusi kendaraan juga diperlukan agar antrean ekstrem tidak terus berulang setiap musim liburan.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan penguatan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk menjelang libur Iduladha dan long weekend Hari Lahir Pancasila.
ASDP menambah armada KMP Rodhita berkapasitas 1.236 gross tonnage (GT) dengan daya angkut sekitar 30 unit kendaraan campuran untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.
General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah mengatakan fokus utama operator saat ini ialah menjaga arus kendaraan tetap bergerak secara bertahap dan tertib.
“Antrean yang terbentuk harus tetap bergerak. Itu yang paling penting. Karena itu kami memastikan seluruh pola pengaturan kendaraan berjalan terkoordinasi sehingga kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali,” jelasnya.
Antrean panjang di lintasan Ketapang–Gilimanuk terus berulang dalam beberapa periode libur panjang, termasuk saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus dua pekan lalu.
Bahkan, antrean kendaraan sempat mencapai 45 kilometer menjelang Idulfitri 2026.
Berbeda dengan lintasan Merak–Bakauheni yang telah memiliki pelabuhan pendukung, kapasitas layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk masih terbatas di tengah permintaan penyeberangan yang terus meningkat.
Pemerintah sebelumnya juga telah merencanakan pengembangan pelabuhan alternatif di Bali, antara lain di Celukan Bawang, Amed, Gunaksa, dan Sangsit.