Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai pelat merah Pelita Air mulai berkolaborasi dengan sektor gaya hidup dan kuliner menjadikannya strategi baru industri penerbangan untuk memperluas ekosistem pendapatan sekaligus menjangkau wisatawan di luar layanan inti penerbangan.
Pelita Air memanfaatkan pola tersebut melalui kerja sama dengan merchant di destinasi wisata dan bandara untuk meningkatkan trafik pelanggan serta memperkuat loyalitas penumpang.
Skema kolaborasi itu dijalankan melalui program PASplus yang memungkinkan penumpang Pelita Air memperoleh berbagai benefit di merchant mitra hanya dengan menunjukkan boarding pass. Program tersebut menyasar sektor lifestyle, kuliner, hingga hospitality di sejumlah destinasi wisata utama.
Salah satu mitra yang merasakan dampak langsung dari kerja sama tersebut adalah Café del Mar Bali. Head of Marketing Café del Mar Bali, Rio Fransisco mengatakan kolaborasi dengan maskapai membuka peluang baru untuk menjangkau wisatawan yang sebelumnya tidak masuk dalam pasar reguler mereka.
“Banyak customer merasa program ini memberi nilai lebih untuk perjalanan wisata mereka. Jadi bukan hanya sekadar diskon saat datang ke Café del Mar Bali, tetapi mereka merasa mendapatkan pengalaman tambahan yang spesial setelah perjalanan,” ujarnya, dikutip Jumat (22/5/2026).
Pelanggan Pelita Air dapat memperoleh benefit seperti diskon 15% hingga fasilitas free daybed dengan nilai Rp500.000 sampai Rp3 juta hanya dengan menunjukkan boarding pass.
Rio menilai konsep tersebut mempermudah integrasi promosi antara maskapai dan pelaku usaha wisata karena prosesnya sederhana dan langsung dapat digunakan pelanggan.
“Customer cukup menunjukkan boarding pass tanpa proses yang rumit dan langsung mendapatkan privilege khusus,” katanya.
Dia menambahkan kerja sama dengan maskapai juga membantu memperluas eksposur Café del Mar Bali ke segmen wisatawan domestik yang terus bertumbuh pascapemulihan industri pariwisata.
Kolaborasi serupa juga dijalankan Pelita Air dengan Eksposed Cafe Makassar yang berada di Bandara Sultan Hasanuddin. Pemilik sekaligus CEO PT Arumahira Kuliner Indonesia, Riska Namirah mengatakan program tersebut membantu menciptakan pelanggan baru sekaligus meningkatkan frekuensi kunjungan pelanggan lama.
“Penumpang bisa langsung merasakan benefit bahkan setelah check-in dan sebelum terbang dengan adanya potongan harga yang diberikan hanya dengan menunjukkan boarding pass di outlet kami,” ujarnya.
Menurut dia, mayoritas pelanggan mengetahui program PASplus langsung dari staf outlet saat melakukan transaksi. Skema itu dinilai efektif meningkatkan awareness sekaligus mendorong repeat order dari penumpang Pelita Air.
Riska mengatakan sebagian pelanggan yang telah menggunakan benefit PASplus kembali datang setiap kali bepergian menggunakan Pelita Air. Kondisi itu menunjukkan kerja sama maskapai dengan tenant komersial mulai berkembang menjadi instrumen akuisisi pelanggan bagi kedua belah pihak.
Di tengah ketatnya persaingan industri penerbangan, model kolaborasi semacam itu juga membuka peluang diversifikasi bisnis maskapai di luar pendapatan tiket. Bagi pelaku usaha wisata dan kuliner, kemitraan dengan maskapai memberi akses langsung ke captive market wisatawan yang memiliki mobilitas tinggi.
Pelita Air sendiri terus memperluas jaringan kolaborasi dengan merchant di berbagai destinasi sebagai bagian dari penguatan layanan berbasis pengalaman pelanggan. Strategi tersebut sejalan dengan tren industri penerbangan global yang mulai mengintegrasikan layanan perjalanan dengan ekosistem lifestyle dan leisure.