Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital, Biznet, mengungkapkan sederet strategi untuk memacu keunggulan kompetitifnya di pasar domestik. Salah satunya melalui integrasi masif antara jaringan interkoneksi global dan fasilitas komputasi modern.
Perusahaan mengandalkan ekosistem terpadu dari The New Biznet Fiber serta Biznet Data Center guna menjawab lonjakan kebutuhan transfer data berkapasitas besar di Indonesia.
Presiden Direktur Biznet, Adi Kusma, mengungkapkan komitmen jangka panjang korporasi dalam menghadirkan fondasi digital yang tangguh.
Keunggulan The New Biznet Fiber terletak pada kemampuan penyediaan kapasitas internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah karena didukung oleh adopsi teknologi optik canggih di kelasnya.
Jaringan serat optik mutakhir ini dirancang khusus untuk memberikan performa transmisi data yang stabil, andal, dan mampu menahan beban lalu lintas data industri modern.
Di sisi lain, Biznet Data Center hadir sebagai infrastruktur pendukung krusial dengan standar keamanan ketat yang menjamin kedaulatan serta penyimpanan data korporasi secara aman.
Kelebihan fasilitas pusat data ini adalah kemampuan integrasi langsung dengan jaringan backbone serat optik utama.
Pola integrasi ini mengeliminasi hambatan rute pertukaran data, sehingga memberikan jaminan efisiensi operasional, skalabilitas tinggi, serta sistem pemulihan bencana (disaster recovery) yang responsif bagi para pelaku usaha.
Sebagai bagian dari lompatan teknologi teranyar, Biznet sukses mengimplementasikan sistem WaveLogic 5 Extreme (WL5e) berkapasitas 400G dari Ciena.
Penerapan teknologi ini akan melipatgandakan performa jaringan kabel bawah laut perusahaan secara signifikan. Ke depan, emiten infrastruktur ini siap mengeksplorasi jangkauan operasionalnya ke wilayah yang lebih luas.
“Ke depan, Biznet akan terus memperkuat infrastruktur melalui pengembangan Biznet Nusantara Cable System dan pembangunan Biznet MarinePOP yang terintegrasi dengan The New Biznet Fiber dan Biznet Data Center,” ujar Adi kepada Bisnis dikutip Kamis (28/5/2026).
Adi menambahkan perusahaan juga tengah persiapan pembangunan Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). Infrastruktur kabel laut baru ini diproyeksikan menjadi jembatan digital strategis yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya), Pulau Kalimantan (Banjarmasin), Pulau Madura (Sumenep), hingga Pulau Bali (Buleleng).
Kehadiran BNCS-2 diyakini menjadi stimulus penting dalam mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi digital di koridor wilayah tersebut.
Infrastruktur bawah laut baru ini dirancang untuk menyatu secara mulus dengan portofolio aset darat perusahaan yang sudah beroperasi terlebih dahulu. “Kabel tersebut juga akan diintegrasikan dengan jaringan kabel darat Biznet yang telah tersedia di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan,” lanjut Adi.
Melalui integrasi menyeluruh dari stasiun pendaratan kabel laut (MarinePOP), jalur serat optik darat The New Biznet Fiber, hingga klaster penyimpanan Biznet Data Center, perusahaan berhasil menciptakan ekosistem siber hibrida yang utuh.
Sinergi ini memosisikan Biznet sebagai salah satu pilar utama penggerak kedaulatan digital nasional yang mandiri, kompetitif, dan siap mengawal transformasi industri berbasis kecerdasan buatan maupun komputasi awan di tanah air.